pemerintah bisa setiap saat menambah hari libur dan/atau cuti bersama seperti 
yg terjadi pd 2018.

    On Monday, April 22, 2019, 3:22:59 PM PDT, kh djie <[email protected]> 
wrote:  
 
 Lho, yang saya tulis hari libur dan hari kejepit 2019.
Pada tanggal Sel, 23 Apr 2019 pukul 00.12 Jonathan Goeij 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:

     

hari libur resmi+cuti bersama (wajib) th 2018 mencapai 25 hari kerja, itu belum 
termasuk hari kejepit nasional.https://publicholidays.co.id/id/2018-dates/

yg lain saya masih belum sempat merespon.

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

Kutipan :Anda tidak bisa melihat "underlying problem" dan lebih cenderung 
membohongi diri sendiri, anggap saja petunjuk kerja sudah sedemikian bagusnya 
dan alat2 juga sudah, tetap saja terlalu banyak berhenti/break kerja dan 
terlalu banyak libur tidak bisa diatasi, produktifitas tetap lebih rendah 
dibanding Vietnam. Contoh orang Maroko di Belanda tidak bisa dibandingkan, 
orang Maroko cuman sedikit sekali dgn mudah bisa di-cover pekerja yang lain. 
Sedang di Indonesia jelas boleh dibilang hampir semua-nya begitu. Selain break2 
utk kegiatan agama, juga dalam setahun ada sedikitnya 1 bulan tidak optimal 
karena puasa, belum lagi ditambah libur lebaran dan cuti bersama (yg harus) 
juga sekitar sebulan. Dus mana bisa pabrik jalan.  
1. Anda sudah tulis probleemnya. Tetapi tetap anda tidak ajukan solusinya atau 
kemungkinan solusinya.2. Dengan mengatakan : Dus mana pabrik bisa jalan, apa 
artinya. Pasti segera semuanya gulung tikar ?3. Apa benar waktu bulan puasa 
produktivitas orang puasa di Indonesia menurun ?  Dulu, saya lihat, pada 
operator2 orang Marokko normal-normal saja. Saya tanya apa tidak lapar, capai ? 
Mereka bilang hanya pada hari pertama dan kedua puasa, setelah itu perut dan 
badan bisa menyesuaikan diri. Tetapi waktu bulan puasa, memang diusahakan 
selalu tidak ada kerja lembur. Jauh sebelumnya kami sudah siap2 dengan 
memproduksi lebih  awal.4. Jumlah hari libur resmi Indonesia + libur bersama 
adalah 20 hari.bukan sebulan : 
https://nasional.kompas.com/read/2018/11/13/16324931/ada-20-hari-libur-pada-tahun-2019-catat-tanggalnyaJumlah
 ini sama dengan Malaysia, tetapi jauh lebih besar dari Vietnam yang hanya 11 
hari. Jadi ada beda hari produksi 9 
hari.https://www.msn.com/id-id/berita/dunia/negara-asia-tenggara-dengan-hari-libur-terbanyak-di-2019/ar-BBR68li
 Kalau dilakukan perbaikan cara kerja, produktivitas bisa naik 10% -20%, beda 
kehilangan hari produksi 9 hari dalam setahun bisa terkejar dengan mudah.
5. Gaji buruh Vietnam ( 2 - .3 juta rupiah). Gaji buruh Indonesia ( 1.45 - 3.9 
juta)Ada beberapa daerah industri di Jawa Barat yang gaji buruhnya menyamai 
Vietnam : http://www.gajiumr.com/gaji-umr-jawa-barat/Jadi pilih lokasi itu 
penting sekali.6. Upah Buruh Vietnam Setara 546 Kilogram Beras, Upah di RI 
Hanya 237 kgDaya beli upah buruh di Indonesia dinilai jauh lebih rendah 
dibandingkan dengan upah buruh di Vietnam yang setara dengan 546 kilogram 
beras, sedangkan upah buruh di indonesia setara dengan 237 kilogram beras.  
 Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan upah rata-rata buruh Vietnam mencapai 
angka US$ 181 per bulan, sementara buruh lokal hanya mendapatkan upah per bulan 
sekitar US$ 171 per bulan. Menurutnya, dengan upah sebesar US$181 per bulan, 
para buruh asal Vietnam dapat membeli beras dengan harga yang telah dirupiahkan 
sekitar Rp4.600 per kilogram, sementara itu buruh asal Indonesia dengan upah 
sekitar US$171 per bulan, dipaksa membeli beras sebesar Rp10.000-Rp12.000 per 
kilogram.
"Ini kan tidak masuk akal. Kami mendesak pemerintah agar menurunkan harga 
beras. Masa buruh Indonesia harus membeli beras dengan harga 3 kali lipat lebih 
mahal daripada Vietnam," tuturnya, Selasa (1/5).

Jika meggunakan asumsi kurs tengah Bank Indonesia (30/4/2018) Rp13.877, maka 
upah buruh di Vietnam sebesar US$182 besarannya sekitar Rp2,5 juta setahun, 
sedangkan upah buruh Indonesia US$171 setara dengan Rp2,37 juta.

https://ekonomi.bisnis.com/read/20180501/12/790240/upah-buruh-vietnam-setara-546-kilogram-beras-upah-di-ri-hanya-237-kg
  


7. Saya sependapat bahwa pertanian, peternakan, perikanan harus cepat dibikin 
maju, agar petani bisa hidup lebih baik, dan harga kebutuhan pangan bisa turun. 
Bagaimana caranya, sudah diuraikan sebelumnya. Apa anda tetap berpendapat itu 
jelek untuk ekonomi, akan terjadi deflatie. Kok bisa deflatie kalau produksi 
pangan tidak berlebih-lebihan ?

Probleemnya buruh mnganggap gajinya terlalu mepet untuk hidup, sedangkan 
perusahaan menganggap terlalu mahal. Sebenarnya yang bikin soal adalah harga 
pangan yang mahal.Karena itu harus cepat diusahakan perbaikan di bidang 
pertanian, peternakan dan perikanan.

8.Saya tidak tahu, apa perlu hari libur di Indonesia dikurangi ? Mungkin hari 
libur nasional, sebagian diubah jadi fakultatif. Jadi yang beragama Hindu dapat 
libur pada hari2 Hindu, yang Buddha juga. Yang di Bali lain lagi. Itu terjadi 
di Malaysia, tiap negara bagian bisa lain.Yang tidak, ya bekerja?

9.Di satu pabrik metal, 90 % pekerjanya orang Marokko. Mereka minta pekerjaan 
dihentikan waktu jam2 salat. Kepala perusahaannya bingung, beri tahu teman saya 
yang jadi kepala personalia. Teman saya bilang, ah, tidak apa-apa. Nanti dia 
temui. Teman saya cerita pada mereka, dia sarjana hukum dari Indonesia, dan dia 
juga harus mengikuti kuliah agama Islam. Lalu dia tanya mereka, kan kalau 
sedang bekerja, salatnya boleh ditunda, dilakukan nanti di rumah. Betul tidak. 
Mereka jawab, ya, betul. Terus dia bilang, ya seperti biasa saja, tetapi kalau 
ada usul2 lain untuk perbaiki kondisi kerja silahkan ajukan.

Hanya kalau sudah jadi kebiasaan yang diijinkan perusahaan, untuk diubah, 
mungkin sulit, karena mereka merasa hak2nya dikurangi? Mungkin Gabungan 
perusahaan Industri punya idee untuk diajukan ke MUI? Shalat bergantian ?Waktu 
Shalat dihitung sebagai waktu istirahat minum kopi? Biasanya kalau ada 
rundingan soal kenaikan gaji, lebih mudah dirundingkan soal beginian ? Ada take 
and give?







Pada tanggal Sen, 22 Apr 2019 pukul 17.48 Jonathan Goeij <jonathangoeij@...> 
menulis:

(kesemuanya asumsi)



   
  

Kirim email ke