Lho, yang saya tulis hari libur dan hari kejepit 2019. Pada tanggal Sel, 23 Apr 2019 pukul 00.12 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
> > > hari libur resmi+cuti bersama (wajib) th 2018 mencapai 25 hari kerja, itu > belum termasuk hari kejepit nasional. > https://publicholidays.co.id/id/2018-dates/ > > yg lain saya masih belum sempat merespon. > > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Kutipan : > Anda tidak bisa melihat "underlying problem" dan lebih cenderung > membohongi diri sendiri, anggap saja petunjuk kerja sudah sedemikian > bagusnya dan alat2 juga sudah, tetap saja terlalu banyak berhenti/break > kerja dan terlalu banyak libur tidak bisa diatasi, produktifitas tetap > lebih rendah dibanding Vietnam. Contoh orang Maroko di Belanda tidak bisa > dibandingkan, orang Maroko cuman sedikit sekali dgn mudah bisa di-cover > pekerja yang lain. Sedang di Indonesia jelas boleh dibilang hampir > semua-nya begitu. Selain break2 utk kegiatan agama, juga dalam setahun > ada sedikitnya 1 bulan tidak optimal karena puasa, belum lagi ditambah > libur lebaran dan cuti bersama (yg harus) juga sekitar sebulan. Dus mana > bisa pabrik jalan. > 1. Anda sudah tulis probleemnya. Tetapi tetap anda tidak ajukan solusinya > atau kemungkinan solusinya. > 2. Dengan mengatakan : Dus mana pabrik bisa jalan, apa artinya. Pasti > segera semuanya gulung tikar ? > 3. Apa benar waktu bulan puasa produktivitas orang puasa di Indonesia > menurun ? Dulu, saya lihat, pada operator2 orang Marokko normal-normal > saja. Saya tanya apa tidak lapar, capai ? Mereka bilang hanya pada hari > pertama dan kedua puasa, setelah itu perut dan badan bisa menyesuaikan > diri. Tetapi waktu bulan puasa, memang diusahakan selalu tidak ada kerja > lembur. Jauh sebelumnya kami sudah siap2 dengan memproduksi lebih awal. > 4. Jumlah hari libur resmi Indonesia + libur bersama adalah 20 hari.bukan > sebulan : > https://nasional.kompas.com/read/2018/11/13/16324931/ada-20-hari-libur-pada-tahun-2019-catat-tanggalnya > Jumlah ini sama dengan Malaysia, tetapi jauh lebih besar dari Vietnam yang > hanya 11 hari. Jadi ada beda hari produksi 9 hari. > > https://www.msn.com/id-id/berita/dunia/negara-asia-tenggara-dengan-hari-libur-terbanyak-di-2019/ar-BBR68li > > Kalau dilakukan perbaikan cara kerja, produktivitas bisa naik 10% -20%, > beda kehilangan hari produksi 9 hari dalam setahun bisa terkejar dengan > mudah. > 5. Gaji buruh Vietnam ( 2 - .3 juta rupiah). Gaji buruh Indonesia ( 1.45 - > 3.9 juta) > Ada beberapa daerah industri di Jawa Barat yang gaji buruhnya menyamai > Vietnam : http://www.gajiumr.com/gaji-umr-jawa-barat/ > Jadi pilih lokasi itu penting sekali. > 6. Upah Buruh Vietnam Setara 546 Kilogram Beras, Upah di RI Hanya 237 kg > Daya beli upah buruh di Indonesia dinilai jauh lebih rendah dibandingkan > dengan upah buruh di Vietnam yang setara dengan 546 kilogram beras, > sedangkan upah buruh di indonesia setara dengan 237 kilogram beras. > Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan upah rata-rata buruh Vietnam > mencapai angka US$ 181 per bulan, sementara buruh lokal hanya mendapatkan > upah per bulan sekitar US$ 171 per bulan. Menurutnya, dengan upah sebesar > US$181 per bulan, para buruh asal Vietnam dapat membeli beras dengan harga > yang telah dirupiahkan sekitar Rp4.600 per kilogram, sementara itu buruh > asal Indonesia dengan upah sekitar US$171 per bulan, dipaksa membeli beras > sebesar Rp10.000-Rp12.000 per kilogram. > > "Ini kan tidak masuk akal. Kami mendesak pemerintah agar menurunkan harga > beras. Masa buruh Indonesia harus membeli beras dengan harga 3 kali lipat > lebih mahal daripada Vietnam," tuturnya, Selasa (1/5). > > Jika meggunakan asumsi kurs tengah Bank Indonesia (30/4/2018) Rp13.877, > maka upah buruh di Vietnam sebesar US$182 besarannya sekitar Rp2,5 juta > setahun, sedangkan upah buruh Indonesia US$171 setara dengan Rp2,37 juta. > > > https://ekonomi.bisnis.com/read/20180501/12/790240/upah-buruh-vietnam-setara-546-kilogram-beras-upah-di-ri-hanya-237-kg > > > 7. Saya sependapat bahwa pertanian, peternakan, perikanan harus cepat > dibikin maju, agar petani bisa hidup lebih baik, dan harga kebutuhan pangan > bisa turun. Bagaimana caranya, sudah diuraikan sebelumnya. Apa anda tetap > berpendapat itu jelek untuk ekonomi, akan terjadi deflatie. Kok bisa > deflatie kalau produksi pangan tidak berlebih-lebihan ? > > Probleemnya buruh mnganggap gajinya terlalu mepet untuk hidup, sedangkan > perusahaan menganggap terlalu mahal. Sebenarnya yang bikin soal adalah > harga pangan yang mahal.Karena itu harus cepat diusahakan perbaikan di > bidang pertanian, peternakan dan perikanan. > > 8.Saya tidak tahu, apa perlu hari libur di Indonesia dikurangi ? Mungkin > hari libur nasional, sebagian diubah jadi fakultatif. Jadi yang beragama > Hindu dapat libur pada hari2 Hindu, yang Buddha juga. Yang di Bali lain > lagi. Itu terjadi di Malaysia, tiap negara bagian bisa lain.Yang tidak, ya > bekerja? > > 9.Di satu pabrik metal, 90 % pekerjanya orang Marokko. Mereka minta > pekerjaan dihentikan waktu jam2 salat. Kepala perusahaannya bingung, beri > tahu teman saya yang jadi kepala personalia. Teman saya bilang, ah, tidak > apa-apa. Nanti dia temui. Teman saya cerita pada mereka, dia sarjana hukum > dari Indonesia, dan dia juga harus mengikuti kuliah agama Islam. Lalu dia > tanya mereka, kan kalau sedang bekerja, salatnya boleh ditunda, dilakukan > nanti di rumah. Betul tidak. Mereka jawab, ya, betul. Terus dia bilang, ya > seperti biasa saja, tetapi kalau ada usul2 lain untuk perbaiki kondisi > kerja silahkan ajukan. > > Hanya kalau sudah jadi kebiasaan yang diijinkan perusahaan, untuk diubah, > mungkin sulit, karena mereka merasa hak2nya dikurangi? Mungkin Gabungan > perusahaan Industri punya idee untuk diajukan ke MUI? Shalat bergantian > ?Waktu Shalat dihitung sebagai waktu istirahat minum kopi? Biasanya kalau > ada rundingan soal kenaikan gaji, lebih mudah dirundingkan soal beginian ? > Ada take and give? > > > > > Pada tanggal Sen, 22 Apr 2019 pukul 17.48 Jonathan Goeij < > jonathangoeij@...> menulis: > > (kesemuanya asumsi) > > > >
