Dimana kesalahannya??? Bukankah kelompok garis-keras FPI dengan Habib Rizieq itu pendukung kuat kubu-02, dengan keluarkan Ijtmah-II dan III nya itu!!! Belum lagi kalau dilihat PA-212 yang sudah beberapa kali demonstrasikan kekerasan nya itu dengan reuni membanjiri Monas dan mereka klaim sampai belasan juta orang hadir TANPA dibayar itu!

Apa masih belum cukup membuktikan mereka GARIS KERAS, sekalipun belum melangkah lebih lanjut jadi radikalis? Atau mau tunggu bom-bom bunuhdiri meledak dahulu baru mengakui mereka GARIS KERAS??? Hehehee, ...


Jonathan Goeij 於 2/5/2019 1:24 寫道:
Kelihatannya bung Chan sampai sekarang belum mampu menguraikan apa yg beliau perhatikan sehingga mengambil kesimpulan dibawah "*Tapi, juga tidak salah kalau diperhatikan kelompok "garis keras, "fanatik" Islam itu lah pemilih kuat kubu-02!*" ya tidak apa2lah, hanya kelihatannya berdasarkan eyelan saja. Tidak pakai reasoning sama sekali.

Mahfud MD memberikan keterangan arti garis keras "“Arti garis keras di dalam literatur 'is an adjective describing a stance on an issue that is *inflexible and not subject to compromise*'" kalau benar begitu bagaimana bisa Islam garis keras mendukung Prabowo-Sandi yg nggak entos ngaji, gak becus salat, tiap tahun merayakan natal, mencari dan menerima dukungan LGBT, mencari dan menerima dukungan PKI dan anak keturunannya, keluarga kerabat hoping banyak yg cino makan babi, sekolahnya disekolah kafir, dlsb yg tidak Islami. Lha apa Islam garis keras mau kompromi dan punya presiden dan wakil model gini.



---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :


bagaimana caranya bung Chan memperhatikan sehingga mengambil kesimpulan dibawah?


On Tuesday, April 30, 2019, 5:36:07 PM PDT, ChanCT <[email protected]> wrote:


Iyaa, ... nampak jelas Jonathan disini ngeyel saja!

Lha diawal sudah saya nyatakan dengan tandas: *"**Tentu menjadi salah kalau kita jadi main gebuk semua pemilih kubu-02 adalah "garis keras" dan fanatik Islam, ... Tapi, juga tidak salah kalau diperhatikan kelompok "garis keras, "fanatik" Islam itu lah pemilih kuat kubu-02! Jadi, ... yang benar dan bijaksana kita pilah-pilah saja saat melihat dan menilai orang perorang pendukung dan pemilih kubu-02 itu, tidak main gebyah uyah."* masih juga dibenturkan dengan ekstrim didaerah Jokowi menang, Islam garis keras jadi lebih garang dan ganas, ...

TIDAK ada guna dan PERLU nya diladeni! Biarlah dia pikirkan dan ambil kesimpulan sendiri, ...! Atau tersembunyi tujuan khilafah, menegakkan Negara Islam sebagaimana bung Ajeg menyerang apa yg diajukan Mahfud hanyalah SAMPAH yang membuat percekcokan, ...! Apalagi pengertian "garis keras" yang diajukan Mahfud ternyata bukan "radikalis".


'nesare' [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於 30/4/2019 23:10 寫道:

Mulai lagi ngeyelnya!

Keluar lagi eyelannya!

Tulisannya memang sama, tetapi makna yg mau disampaikan jelas beda banget!

Bung chan ambil contoh jatim dimana Jokowi menang gak terlalu banyak. Lalu bung chan bilang di jatim ada islam “garis keras” dan “garis keras yg lebih garang dan ganas”. Ini jelas sekali maknanya bahwa islam garis keras bisa menjadi garang dan ganas karena mau menang pemilu. Ini konteksnya.

Maknanya ente laen sekali. Ente mau mentertawakan NKRI dgn menulis: lha kok NKRI masih ada?

atau "NK"-nya sudah ganti jadi "Negara Khilafah".

Disini kan ente mau bilang di NKRI semuanya islam garis keras yg garang dan ganas yg ada dikubu Jokowi dan Prabowo.

Hanya saja ente itu talulit gak ngerti dgn contoh di Jatim itu walaupun ada islam garis keras, Jokowi tetap menang karena mereka2 islam garis keras ini bisa menjadi nasionalis. Di Sumbar juga begitu islam garis keras bisa menjadi garang dan ganas melawan penjajah Belanda!

Jadi kesimpulannya ente ngeyel mau mentertawakan NKRI didaerah Jokowi menang maupun didaerah Prabowo menang, yg dua2nya ada islam garis keras. Tertawanya ente itu karena ente rasis terhadap Islam garis keras sehingga ente terbahak2 NKRI masih bisa ada.

Ane sekarang balik tertawa terpingkal2 karena melihat ente yg talulit (sebenarnya katanya adalah: goblok ttp krn memandang moderator saja ane pake’ talulit) yg tidak bisa membedakan antara islam garis keras dgn kepentingan mereka sbg kelompok/komunitas islam garis keras!

Nesare

*From:* [email protected] <mailto:[email protected]> <[email protected]> <mailto:[email protected]>
*Sent:* Tuesday, April 30, 2019 10:40 AM
*To:* [email protected] <mailto:[email protected]>; Ajegilelu <[email protected]> <mailto:[email protected]>; ChanCT <[email protected]> <mailto:[email protected]> *Subject:* Re: [GELORA45] Dahnil Anzar Sebut Pernyataan Mahfud MD Bukanlah Seorang Pancasilais

Lho...... bung Chan, saya cuman menyarikan inti tulisan anda saja.. Pengertian yg saya dapat dari tulisan anda ya ini "ditempat yg Prabowo menang artinya daerah garis keras/radikal, sedang ditempat yg Jokowi menang kelompok radikalnya lebih "garang dan GANAS" apakah salah pemahaman?

Coba simak tulisan bung doktor tentang pembantaian jutaan PKI, memangnya itu dimana? di daerah yang Jokowi menanglah.

On Monday, April 29, 2019, 9:27:12 PM PDT, ChanCT <[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:

Karena ternyata anda berpikiran RADIKALIS juga! Memutlakan segalanya, ...! Atau memang kerjanya ngeyel saja???

Dari basis suara kubu-02 adalah "garis keras", "fanatik" Islam, sekarang membalik jadi daerah basis suara kubu-01, kelomok radikalnya lebih "garang dan GANAS"!

Jonathan Goeij 於30/4/2019 11:34 寫道:

oh.... begitu toh. ditempat yg Prabowo menang artinya daerah garis keras/radikal, sedang ditempat yg Jokowi menang kelompok radikalnya lebih "garang dan GANAS"

lha kok NKRI masih ada?

atau "NK"-nya sudah ganti jadi "Negara Khilafah".

On Monday, April 29, 2019, 7:52:35 PM PDT, ChanCT <[email protected]> <mailto:[email protected]> wrote:

INGAT, ... sekalipun Jawa Timur suara Jokowi menang, tidak berarti suara Prabowo kosong, NOL besar! TIDAK bisa hanya melihat Jawa Timur basis suara kubu-01, lalu tidak ada Islam radikalis disitu! Lepaskan kaca mata kuda anda! Dalam menghadapi basis suara kubu-01 yg mayoritas itu, sebaliknya kelompok Islam radikal disitu bisa lebih garang dan GANAS, ... karena terjepit dan berusaha lebih keras melawan dan membuat kekacauan, chaos, ... !!!

Dan itulah yang terjadi dan anda lihat, ...!

Jonathan Goeij 於30/4/2019 10:06 寫道:

Berkisar pertengahan th 1996-an saya bersama rombongan mengunjungi gereja2 kecil didaerah pelosok Jawa Timur, tidak berapa lama sekitar 2-3 bulan setelah itu banyak gereja2 itu yg dibakar, dirusak, bahkan ada pendeta sekeluarga yg dibakar hidup2 didalam gerejanya. Di Jawa Tengah nisan salib kuburan-pun digergaji, mereka yg non-Islam diusir keluar. Baik Jawa Timur ataupun Jawa Tengah merupakan basis pemilih Jokowi-Ma'ruf. Apakah kemudian mau dibilang Jokowi-Ma'ruf didukung/dipilih garis keras?

Mengatakan para pemilih sekian puluh bahkan ratusan juta garis keras adalah hal yg absurd.

On Monday, April 29, 2019, 8:28:39 PM EDT, ChanCT <[email protected]> <mailto:[email protected]> wrote:

Tentu menjadi salah kalau kita jadi main gebuk semua pemilih kubu-02 adalah "garis keras" dan fanatik Islam, ... Tapi, juga tidak salah kalau diperhatikan kelompok "garis keras, "fanatik" Islam itu lah pemilih kuat kubu-02! Jadi, ... yang benar dan bijaksana kita pilah-pilah saja saat melihat dan menilai orang perorang pendukung dan pemilih kubu-02 itu, tidak main gebyah uyah.

Selama ini yang berhasil saya ikuti pembicaraan Mahfud cukup baik dan mencjernihkan, kok. Tidak terdengar suara sumbang keluar dari mulutnya, sikap perpindahan dukungan dari semula menjadi tim sukses Prabowo ditahun 2014 kemudian menjadi pendukung Jokowi bahkan dibatalkan jadi cawapres juga cukup baik dan bijaksana. Bukan dirinya sendiri yg diutamakan, tapi kepentingan negara dan rakyat!

Atau bung Ajeg bisa memberikan penjelasan lebih lanjut, mengapa menyatakan serba SAMPAH yang keluar dari mulut Mahfud???

Sedang Maruf Amin yg dinobatkan Jokowi menjadi cawapresnya itu, sekalipun mungkin belum bisa dikatakan "garis keras", tapi sulit disangkal tergolong Islam fanatik yg juga bertujuan berlakukan syariat Islam dinegeri ini! Hanya saja penekanannya berlakukan syariat Islam secara damai, dijalankan dan diperjuangkan melalui jalur konstitusi saja, ... Makanya Maruf berada dalam barisan NU dan saat jadi ketua MUI bisa keluarkan fatwa Ahok menodai Agama Islam, sekalipun akhirnya mengakui "terpaksa" akibat tekanan massa ketika itu!

Jonathan Goeij [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於30/4/2019 6:13 寫道:

Saya kira pen-dikotomi-an para pemilih sebagai "garis keras" yg berkonotasi jelek adalah sebuah kesalahan besar, sungguhpun kemudian coba diperhalus dengan kata "fanatik" yang lucunya juga berkonotasi jelek. Lagipula dengan para pemilih yang tersebar sedemikian rupa lha apa iya semuanya "garis keras" dan/atau "fanatik"

Ada cukup banyak tokoh yg dulunya pendukung Prabowo kemudian beralih ke Jokowi, diantara Mahfud MD ini dan cawapres Ma'ruf Amin. Apakah mau dibilang "mantan garis keras"?

Btw, kelihatannya ada cukup banyak yg kemudian berbaris dibelakang Ma'ruf Amin, mungkinkah minta jatah? ha ha ha ha.

---In [email protected] <mailto:[email protected]>, <ajegilelu@...> <mailto:ajegilelu@...> wro te :

Saya pernah tanya di mana cawapres Ma'ruf karena sejak 17 April seperti ditelan bumi. Sebaliknya, Mahfud kelihatan di mana-mana dan cerewet sekali.



Melihat gelibat-gelibetnya, Mahfud ini frustasi karena dibuang dan mau balas dendam. Manusiawi saja kecewa dipermalukan secara nasional begitu. Hanya saja cara yang dia pilih untuk tetap eksis dan "didengar" terlalu kekanak-kanakan yaitu, melempar isu kegemaran PDIP, isu perpecahan, lalu pura-pura jadi pahlawan kesorean dengan menyuruh Jokowi (sebagai presiden, bukan capres) untuk rekonsiliasi.



Terus terang saya tidak pernah meragukan kepinteran dan gelar akademik Mahfud yang serba sampah. Sekarang ini kewarasan akal sehat dan kondisi kejiwaannya betul-betul menggelikan untuk ukuran tokoh nasional. Membawa dendam pribadinya ke masyarakat.

        --- jonathangoeij@... wrote:

        kalau tdk salah menurut quick count Prabowo menang di 18
        propinsi sedangkan Jokowo cuman 16 propinsi, artinya 18
        propinsi garis keras. gawat juga.

        ---djiekh@... wrote :

        Lha lalu kenyataannya kan daerah bekas Di/TII Kartosuwiryo,
        daerah ex DUI/TII Kahar Muzakar.

        daerah ex DI Daud Bureueh, daerah ex PRRI. Dan Prabowo anak ex
        tokoh PRRI?

        Pada tanggal Sen, 29 Apr 2019 pukul 02.13 Sunny ambon menulis:

                
https://www.suara.com/news/2019/04/28/230357/dahnil-anzar-sebut-pernyataan-mahfud-md-bukanlah-seorang-pancasilais


                  Dahnil Anzar Sebut Pernyataan Mahfud MD Bukanlah
                  Seorang Pancasilais

<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>

        

不含病毒。www.avg.com <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke