Kalau begitu, kenapa Rizieq tidak gabung ke kubu Jokowi, sebaliknya gabung dengan kubu Prabowo dan begitu getol jagokan jadi Presiden???

[email protected] [GELORA45] 於 3/5/2019 12:24 寫道:

buktikan kalau Jokowi bukan garis keras.

apakah pernah Jokowi promote pluralisme?
apakah pernah Jokowi membela minoritas?
dimana Jokowi waktu Gafatar dibakar orang2nya dipenjara?
dll. dll. dll.

apakah si Rieziq garis keras, moderat, atau liberal kelihatannya tergantung keadaan. contoh jelas si Ma'ruf Amin, pd waktu bukan dipihak Jokowi dicap orang2 Jokowi sbg garis keras, ttp begitu ada dipihak Jokowi cap garis keras itu mendadak hilang berganti jadi moderat.


---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

Ooouuuh, ... ternyata dibenak bung, justru Jokowi lah yang sudah menjadi "GARIS KERAS"!!! Lalu Habib Rizieq bung golongkan Islam moderat dan oleh karenanya gabung dengan Prabowo??? Bukan main, ... kesimpulan bung yang satu ini!


jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於 2/5/2019 15:43 寫道:


    Jokowi jelas garis keras, cuman dijaman Jokowi orang bilang
    "dibohongin pakai al maidah" dihukum penjara 2 tahun, protes azan
    dipenjara, penganut gafatar dibilang sesat pengikutnya dipenjara,
    lgbt mau dipidana, teroris yg jadi otak pembunuhan ratusan orang
    mau dibebaskan. dlsb dlsb. Jelas sekali garis keras bukan main.



    ---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
    <SADAR@...> <mailto:SADAR@...> wrote :

    BETUL2 kita sedang menghadapi orang tukang ngeyel saja!

    BETUL bung Djie, kalau seandainya, sekali lagi kalau seandainya
    Habib Rizieq jadi masuk kubu-01, tentu Rizieq yg berubah jadi
    moderat, atau Jokowi nya yang berubah jadi garis keras! Salah
    satu saja, pilih mau yang mana??? Hehehee, ...


    kh djie djiekh@... <mailto:djiekh@...> [GELORA45] 於 2/5/2019
    11:35 寫道:

        Banyak ? Berapa % ?

        Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 05.22 jonathangoeij@...
        <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45]
        <[email protected] <mailto:[email protected]>>
        menulis:


            yg tidak ber-andai2 contohnya sdh banyak tokoh2 FPI
            ataupun PA212 yg pindah ke Jokowi, sebelumnya disebut
            garis keras eh mendadak ganti disebut moderat

            contoh: Ma'ruf Amin, th 2017 dan sebelumnya disebut
            garis keras

            ---In [email protected]
            <mailto:[email protected]>, <djiekh@...>
            <mailto:djiekh@...> wrote :

            Kok suka berandai-andai. Kalau tidak A, bukan berarti
            mesti B, bisa juga C dll.
            Kalau sampai bisa terjadi FPI dan Riziek jadi pendukung
            Jokowi, ya kan bisa macam2 sebabnya/alasannya , kalau
            kita suka berandai-andai :
            Apa FPI dan Rizieknya yang berubah. Kalau berubah
            mestinya ada sebabnya? Bisa juga sekedar taktik untuk
            bisa hidup?
            Apa Jokoo-Ma'ruf Amiennya yang berubah ?
            Apa kedua-duanya yang berubah, terjadi reconciliatie ?
            Ada sebab2 lain, menghadapi lawan bersama yang membuat
            mereka bersatu ?
            Ya, cuma berandai-andai saja. Belum kelihatan ada
            gejala2 kearah itu?


            Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 04.44 Jonathan Goeij
            jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45]
            <[email protected]
            <mailto:[email protected]>> menulis:


                    Seandainya si Rizieq dgn FPI-nya mendukung
                    Jokowi, apakah jg tetap disebut garis keras?


                    On Wednesday, May 1, 2019, 6:47:54 PM PDT,
                    ChanCT <sadar@... <mailto:sadar@...>> wrote:


                    Dimana kesalahannya??? Bukankah kelompok
                    garis-keras FPI dengan Habib Rizieq itu
                    pendukung kuat kubu-02, dengan keluarkan
                    Ijtmah-II dan III nya itu!!! Belum lagi kalau
                    dilihat PA-212 yang sudah beberapa kali
                    demonstrasikan kekerasan nya itu dengan reuni
                    membanjiri Monas dan mereka klaim sampai belasan
                    juta orang hadir TANPA dibayar itu!

                    Apa masih belum cukup membuktikan mereka GARIS
                    KERAS, sekalipun belum melangkah lebih lanjut
                    jadi radikalis? Atau mau tunggu bom-bom
                    bunuhdiri meledak dahulu baru mengakui mereka
                    GARIS KERAS??? Hehehee, ....


                    Jonathan Goeij 於 2/5/2019 1:24 寫道:
                    Kelihatannya bung Chan sampai sekarang belum
                    mampu menguraikan apa yg beliau perhatikan
                    sehingga mengambil kesimpulan dibawah "*Tapi,
                    juga tidak salah kalau diperhatikan kelompok
                    "garis keras, "fanatik" Islam itu lah pemilih
                    kuat kubu-02!*" ya tidak apa2lah, hanya
                    kelihatannya berdasarkan eyelan saja. Tidak
                    pakai reasoning sama sekali.

                    Mahfud MD memberikan keterangan arti garis keras
                    "“Arti garis keras di dalam literatur 'is an
                    adjective describing a stance on an issue that
                    is *inflexible and not subject to compromise*'"
                    kalau benar begitu bagaimana bisa Islam garis
                    keras mendukung Prabowo-Sandi yg nggak entos
                    ngaji, gak becus salat, tiap tahun merayakan
                    natal, mencari dan menerima dukungan LGBT,
                    mencari dan menerima dukungan PKI dan anak
                    keturunannya, keluarga kerabat hoping banyak yg
                    cino makan babi, sekolahnya disekolah kafir,
                    dlsb yg tidak Islami. Lha apa Islam garis keras
                    mau kompromi dan punya presiden dan wakil model
                    gini.



                    ---In [email protected]
                    <mailto:[email protected]>,
                    <jonathangoeij@...> <mailto:jonathangoeij@.....>
                    wrote :


                    bagaimana caranya bung Chan memperhatikan
                    sehingga mengambil kesimpulan dibawah?


                    On Tuesday, April 30, 2019, 5:36:07 PM PDT,
                    ChanCT <sadar@...> <mailto:sadar@...> wrote:


                    Iyaa, ... nampak jelas Jonathan disini ngeyel saja!

                    Lha diawal sudah saya nyatakan dengan tandas:
                    *"**Tentu menjadi salah kalau kita jadi main
                    gebuk semua pemilih kubu-02 adalah "garis keras"
                    dan fanatik Islam, ... Tapi, juga tidak salah
                    kalau diperhatikan kelompok "garis keras,
                    "fanatik" Islam itu lah pemilih kuat kubu-02!
                    Jadi, ... yang benar dan bijaksana kita
                    pilah-pilah saja saat melihat dan menilai orang
                    perorang pendukung dan pemilih kubu-02 itu,
                    tidak main gebyah uyah."* masih juga dibenturkan
                    dengan ekstrim didaerah Jokowi menang, Islam
                    garis keras jadi lebih garang dan ganas, ...

                    TIDAK ada guna dan PERLU nya diladeni! Biarlah
                    dia pikirkan dan ambil kesimpulan sendiri, ...!
                    Atau tersembunyi tujuan khilafah, menegakkan
                    Negara Islam sebagaimana bung Ajeg menyerang apa
                    yg diajukan Mahfud hanyalah SAMPAH yang membuat
                    percekcokan, ...! Apalagi pengertian "garis
                    keras" yang diajukan Mahfud ternyata bukan
                    "radikalis".


                    'nesare' nesare1@... <mailto:nesare1@...>
                    [GELORA45] 於 30/4/2019 23:10 寫道:

                    Mulai lagi ngeyelnya!

                    Keluar lagi eyelannya!

                    Tulisannya memang sama, tetapi makna yg mau
                    disampaikan jelas beda banget!

                    Bung chan ambil contoh jatim dimana Jokowi
                    menang gak terlalu banyak. Lalu bung chan bilang
                    di jatim ada islam “garis keras” dan “garis
                    keras yg lebih garang dan ganas”. Ini jelas
                    sekali maknanya bahwa islam garis keras bisa
                    menjadi garang dan ganas karena mau menang
                    pemilu. Ini konteksnya.

                    Maknanya ente laen sekali. Ente mau
                    mentertawakan NKRI dgn menulis: lha kok NKRI
                    masih ada?

                    atau "NK"-nya sudah ganti jadi "Negara Khilafah".

                    Disini kan ente mau bilang di NKRI semuanya
                    islam garis keras yg garang dan ganas yg ada
                    dikubu Jokowi dan Prabowo.

                    Hanya saja ente itu talulit gak ngerti dgn
                    contoh di Jatim itu walaupun ada islam garis
                    keras, Jokowi tetap menang karena mereka2 islam
                    garis keras ini bisa menjadi nasionalis. Di
                    Sumbar juga begitu islam garis keras bisa
                    menjadi garang dan ganas melawan penjajah Belanda!

                    Jadi kesimpulannya ente ngeyel mau mentertawakan
                    NKRI didaerah Jokowi menang maupun didaerah
                    Prabowo menang, yg dua2nya ada islam garis
                    keras. Tertawanya ente itu karena ente rasis
                    terhadap Islam garis keras sehingga ente
                    terbahak2 NKRI masih bisa ada.

                    Ane sekarang balik tertawa terpingkal2 karena
                    melihat ente yg talulit (sebenarnya katanya
                    adalah: goblok ttp krn memandang moderator saja
                    ane pake’ talulit) yg tidak bisa membedakan
                    antara islam garis keras dgn kepentingan mereka
                    sbg kelompok/komunitas islam garis keras!

                    Nesare

                    *From:* [email protected]
                    <mailto:[email protected]>
                    <[email protected]>
                    <mailto:[email protected]>
                    *Sent:* Tuesday, April 30, 2019 10:40 AM
                    *To:* [email protected]
                    <mailto:[email protected]>; Ajegilelu
                    <ajegilelu@...> <mailto:ajegilelu@....>; ChanCT
                    <sadar@...> <mailto:sadar@...>
                    *Subject:* Re: [GELORA45] Dahnil Anzar Sebut
                    Pernyataan Mahfud MD Bukanlah Seorang Pancasilais

                    Lho...... bung Chan, saya cuman menyarikan inti
                    tulisan anda saja.. Pengertian yg saya dapat
                    dari tulisan anda ya ini "ditempat yg Prabowo
                    menang artinya daerah garis keras/radikal,
                    sedang ditempat yg Jokowi menang kelompok
                    radikalnya lebih "garang dan GANAS" apakah salah
                    pemahaman?



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke