PERTANYAAN yang nyata terjadi saja, TIDAK usah menjawab pertanyaan dengan berandai-andai, ... PILPRES 2019 keluar 2 calon, Jokowi dan Prabowo! Bukan calon tunggu!

Kenyataan lain yang juga telah terjadi, Habib Rizieq justru menjadi PENDUKUNG KUAT Prabowo! Kenapa tidak dukung Jokowi yang bung bilang garis keras???


[email protected] [GELORA45] 於 3/5/2019 15:08 寫道:


seharusnya yg ditanyakan kok tidak capres tunggal saja


---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

Kalau begitu, kenapa Rizieq tidak gabung ke kubu Jokowi, sebaliknya gabung dengan kubu Prabowo dan begitu getol jagokan jadi Presiden???


jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於 3/5/2019 12:24 寫道:


    buktikan kalau Jokowi bukan garis keras.

    apakah pernah Jokowi promote pluralisme?
    apakah pernah Jokowi membela minoritas?
    dimana Jokowi waktu Gafatar dibakar orang2nya dipenjara?
    dll. dll. dll.

    apakah si Rieziq garis keras, moderat, atau liberal kelihatannya
    tergantung keadaan. contoh jelas si Ma'ruf Amin, pd waktu bukan
    dipihak Jokowi dicap orang2 Jokowi sbg garis keras, ttp begitu
    ada dipihak Jokowi cap garis keras itu mendadak hilang berganti
    jadi moderat.


    ---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
    <SADAR@...> <mailto:SADAR@...> wrote :

    Ooouuuh, ... ternyata dibenak bung, justru Jokowi lah yang sudah
    menjadi "GARIS KERAS"!!! Lalu Habib Rizieq bung golongkan Islam
    moderat dan oleh karenanya gabung dengan Prabowo??? Bukan main,
    ... kesimpulan bung yang satu ini!


    jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於
    2/5/2019 15:43 寫道:


        Jokowi jelas garis keras, cuman dijaman Jokowi orang bilang
        "dibohongin pakai al maidah" dihukum penjara 2 tahun, protes
        azan dipenjara, penganut gafatar dibilang sesat pengikutnya
        dipenjara, lgbt mau dipidana, teroris yg jadi otak
        pembunuhan ratusan orang mau dibebaskan. dlsb dlsb. Jelas
        sekali garis keras bukan main.



        ---In [email protected]
        <mailto:[email protected]>, <SADAR@...>
        <mailto:SADAR@...> wrote :

        BETUL2 kita sedang menghadapi orang tukang ngeyel saja!

        BETUL bung Djie, kalau seandainya, sekali lagi kalau
        seandainya Habib Rizieq jadi masuk kubu-01, tentu Rizieq yg
        berubah jadi moderat, atau Jokowi nya yang berubah jadi
        garis keras! Salah satu saja, pilih mau yang mana???
        Hehehee, ...


        kh djie djiekh@... <mailto:djiekh@...> [GELORA45] 於 2/5/2019
        11:35 寫道:

            Banyak ? Berapa % ?

            Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 05.22
            jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45]
            <[email protected]
            <mailto:[email protected]>> menulis:


                yg tidak ber-andai2 contohnya sdh banyak tokoh2 FPI
                ataupun PA212 yg pindah ke Jokowi, sebelumnya
                disebut garis keras eh mendadak ganti disebut moderat

                contoh: Ma'ruf Amin, th 2017 dan sebelumnya disebut
                garis keras

                ---In [email protected]
                <mailto:[email protected]>, <djiekh@...>
                <mailto:djiekh@...> wrote :

                Kok suka berandai-andai. Kalau tidak A, bukan
                berarti mesti B, bisa juga C dll.
                Kalau sampai bisa terjadi FPI dan Riziek jadi
                pendukung Jokowi, ya kan bisa macam2
                sebabnya/alasannya , kalau kita suka berandai-andai :
                Apa FPI dan Rizieknya yang berubah. Kalau berubah
                mestinya ada sebabnya? Bisa juga sekedar taktik
                untuk bisa hidup?
                Apa Jokoo-Ma'ruf Amiennya yang berubah ?
                Apa kedua-duanya yang berubah, terjadi reconciliatie ?
                Ada sebab2 lain, menghadapi lawan bersama yang
                membuat mereka bersatu ?
                Ya, cuma berandai-andai saja. Belum kelihatan ada
                gejala2 kearah itu?


                Pada tanggal Kam, 2 Mei 2019 pukul 04.44 Jonathan
                Goeij jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...>
                [GELORA45] <[email protected]
                <mailto:[email protected]>> menulis:


                        Seandainya si Rizieq dgn FPI-nya mendukung
                        Jokowi, apakah jg tetap disebut garis keras?


                        On Wednesday, May 1, 2019, 6:47:54 PM PDT,
                        ChanCT <sadar@... <mailto:sadar@...>> wrote:


                        Dimana kesalahannya??? Bukankah kelompok
                        garis-keras FPI dengan Habib Rizieq itu
                        pendukung kuat kubu-02, dengan keluarkan
                        Ijtmah-II dan III nya itu!!! Belum lagi
                        kalau dilihat PA-212 yang sudah beberapa
                        kali demonstrasikan kekerasan nya itu
                        dengan reuni membanjiri Monas dan mereka
                        klaim sampai belasan juta orang hadir TANPA
                        dibayar itu!

                        Apa masih belum cukup membuktikan mereka
                        GARIS KERAS, sekalipun belum melangkah
                        lebih lanjut jadi radikalis? Atau mau
                        tunggu bom-bom bunuhdiri meledak dahulu
                        baru mengakui mereka GARIS KERAS???
                        Hehehee, ....


                        Jonathan Goeij 於 2/5/2019 1:24 寫道:
                        Kelihatannya bung Chan sampai sekarang
                        belum mampu menguraikan apa yg beliau
                        perhatikan sehingga mengambil kesimpulan
                        dibawah "*Tapi, juga tidak salah kalau
                        diperhatikan kelompok "garis keras,
                        "fanatik" Islam itu lah pemilih kuat
                        kubu-02!*" ya tidak apa2lah, hanya
                        kelihatannya berdasarkan eyelan saja. Tidak
                        pakai reasoning sama sekali.

                        Mahfud MD memberikan keterangan arti garis
                        keras "“Arti garis keras di dalam literatur
                        'is an adjective describing a stance on an
                        issue that is *inflexible and not subject
                        to compromise*'" kalau benar begitu
                        bagaimana bisa Islam garis keras mendukung
                        Prabowo-Sandi yg nggak entos ngaji, gak
                        becus salat, tiap tahun merayakan natal,
                        mencari dan menerima dukungan LGBT, mencari
                        dan menerima dukungan PKI dan anak
                        keturunannya, keluarga kerabat hoping
                        banyak yg cino makan babi, sekolahnya
                        disekolah kafir, dlsb yg tidak Islami. Lha
                        apa Islam garis keras mau kompromi dan
                        punya presiden dan wakil model gini.



                        ---In [email protected]
                        <mailto:[email protected]>,
                        <jonathangoeij@...>
                        <mailto:jonathangoeij@.....> wrote :


                        bagaimana caranya bung Chan memperhatikan
                        sehingga mengambil kesimpulan dibawah?


                        On Tuesday, April 30, 2019, 5:36:07 PM PDT,
                        ChanCT <sadar@...> <mailto:sadar@...> wrote:


                        Iyaa, ... nampak jelas Jonathan disini
                        ngeyel saja!

                        Lha diawal sudah saya nyatakan dengan
                        tandas: *"**Tentu menjadi salah kalau kita
                        jadi main gebuk semua pemilih kubu-02
                        adalah "garis keras" dan fanatik Islam, ...
                        Tapi, juga tidak salah kalau diperhatikan
                        kelompok "garis keras, "fanatik" Islam itu
                        lah pemilih kuat kubu-02! Jadi, ... yang
                        benar dan bijaksana kita pilah-pilah saja
                        saat melihat dan menilai orang perorang
                        pendukung dan pemilih kubu-02 itu, tidak
                        main gebyah uyah."* masih juga dibenturkan
                        dengan ekstrim didaerah Jokowi menang,
                        Islam garis keras jadi lebih garang dan
                        ganas, ...

                        TIDAK ada guna dan PERLU nya diladeni!
                        Biarlah dia pikirkan dan ambil kesimpulan
                        sendiri, ...! Atau tersembunyi tujuan
                        khilafah, menegakkan Negara Islam
                        sebagaimana bung Ajeg menyerang apa yg
                        diajukan Mahfud hanyalah SAMPAH yang
                        membuat percekcokan, ...! Apalagi
                        pengertian "garis keras" yang diajukan
                        Mahfud ternyata bukan "radikalis".


                        'nesare' nesare1@... <mailto:nesare1@...>
                        [GELORA45] 於 30/4/2019 23:10 寫道:

                        Mulai lagi ngeyelnya!

                        Keluar lagi eyelannya!

                        Tulisannya memang sama, tetapi makna yg mau
                        disampaikan jelas beda banget!

                        Bung chan ambil contoh jatim dimana Jokowi
                        menang gak terlalu banyak. Lalu bung chan
                        bilang di jatim ada islam “garis keras” dan
                        “garis keras yg lebih garang dan ganas”.
                        Ini jelas sekali maknanya bahwa islam garis
                        keras bisa menjadi garang dan ganas karena
                        mau menang pemilu. Ini konteksnya.

                        Maknanya ente laen sekali. Ente mau
                        mentertawakan NKRI dgn menulis: lha kok
                        NKRI masih ada?

                        atau "NK"-nya sudah ganti jadi "Negara
                        Khilafah".

                        Disini kan ente mau bilang di NKRI semuanya
                        islam garis keras yg garang dan ganas yg
                        ada dikubu Jokowi dan Prabowo.

                        Hanya saja ente itu talulit gak ngerti dgn
                        contoh di Jatim itu walaupun ada islam
                        garis keras, Jokowi tetap menang karena
                        mereka2 islam garis keras ini bisa menjadi
                        nasionalis. Di Sumbar juga begitu islam
                        garis keras bisa menjadi garang dan ganas
                        melawan penjajah Belanda!

                        Jadi kesimpulannya ente ngeyel mau
                        mentertawakan NKRI didaerah Jokowi menang
                        maupun didaerah Prabowo menang, yg dua2nya
                        ada islam garis keras. Tertawanya ente itu
                        karena ente rasis terhadap Islam garis
                        keras sehingga ente terbahak2 NKRI masih
                        bisa ada.

                        Ane sekarang balik tertawa terpingkal2
                        karena melihat ente yg talulit (sebenarnya
                        katanya adalah: goblok ttp krn memandang
                        moderator saja ane pake’ talulit) yg tidak
                        bisa membedakan antara islam garis keras
                        dgn kepentingan mereka sbg
                        kelompok/komunitas islam garis keras!

                        Nesare

                        *From:* [email protected]
                        <mailto:[email protected]>
                        <[email protected]>
                        <mailto:[email protected]>
                        *Sent:* Tuesday, April 30, 2019 10:40 AM
                        *To:*




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke