550.000 dipotong 3 % , kan = 533.500,- bukan 500.000 ?
500.000 dipotong 3 %, kan =485.000,- , bukan 470.000 ?

Pada tanggal Kam, 9 Mei 2019 pukul 07.18 ajeg [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
>
>
> <https://www.rumahpemilu.id/?utm_source=kompascom&utm_campaign=rumah-pemilu>
>
>    - News <http://news.kompas.com/>
>    - Regional <http://regional.kompas.com/>
>
> "Honor Petugas KPPS Sudah Kecil, Dipotong Pajak Lagi"
> Senin, 15 April 2019 | 22:58 WIB
> [image: Petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) memeriksa
> kelengkapan logistik Pemilu sebelum didistribusikan ke kelurahan di gudang
> logistik KPU Jakarta Pusat, GOR Tanah Abang, Jakarta, Senin (15/4/2019).
> KPU Jakarta Pusat mulai mendistribusikan kotak suara beserta logistik
> Pemilu serentak 2019 ke 481 TPS yang tersebar di tujuh kelurahan di wilayah
> Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat dan ditargetkan selesai sebelum hari
> pencoblosan 17 April 2019.]
>
> *KUPANG <https://indeks.kompas.com/tag/Kupang>, KOMPAS.com* — Sejumlah
> pengurus Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kelurahan
> Kefamenanu Utara, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara
> (TTU), Nusa Tenggara Timur, mengeluh soal honor yang mereka terima.
>
> Honor Rp 550.000 untuk ketua KPPS dan Rp 500.000 bagi anggota KPPS
> dirasakan terlalu kecil jika dibandingkan dengan beban kerja mereka selama
> beberapa hari ke depan.
>
> Ketua KPPS TPS 5 Kefamenanu Utara Marsel Suni mengatakan honor yang dia
> dan pengurus peroleh tidak layak.
>
> "Honor petugas KPPS sudah kecil, dipotong pajak lagi," ujar Marsel saat
> mengubungi *Kompas.com *melalui sambungan telepon seluler, Senin
> (15/4/2019) malam.
>
> Menurut Marsel, honor yang ia terima sebagai ketua Rp 550.000, kemudian
> dipotong pajak 3 persen menjadi Rp 500.000.
>
> Anggota KPPS menerima honor Rp 500.000 yang dipotong pajak 3 persen
> sehingga menjadi Rp 470.000.
>
> Marsel mengatakan, dalam tiga hari ke depan, dia dan pengurus KPPS akan
> bekerja penuh waktu, dari sehari sebelum pemungutan suara hingga sehari
> setelah pemungutan suara.
>
> Bahkan, lanjut Marsel, pihaknya juga akan dilibatkan dalam penghitungan
> suara di tingkat kecamatan.
>
> Menurutnya, beban kerja KPPS pemilu tahun ini jauh lebih berat ketimbang
> Pilkada Gubernur NTT tahun lalu. Pasalnya, ada lima surat suara yang harus
> dihitung seusai pemungutan suara dan penghitungan bakal memakan waktu cukup
> lama.
>
> Marsel juga menyesalkan soal bayaran anggota saat mengikuti binbingan
> teknis oleh KPU beberapa waktu lalu. Saat itu, mereka mengikuti kegiatan,
> dari pagi sampai malam, hanya diberi uang duduk Rp 68.000.
>
> Hal itu berbeda saat pemilihan gubernur NTT 2018. Mereka diberi uang duduk
> Rp 250.000.
>
> "Kami ini sebagai penanggung jawab utama di tingkat lini paling bawah,
> terus kami dihargai seperti ini. Sangat disayangkan," ucap Marsel.
>
> Idealnya, kata Marsel, honor untuk ketua KPPS Rp 1,5 juta dan anggota Rp 1
> juta.
>
> Terkait dengan keluhan itu, Ketua KPU NTT Thomas Dohu mengatakan, honor
> untuk petugas KPPS berlaku sama di seluruh Indonesia, yakni Rp 550.000
> untuk ketua dan 500.000 untuk anggota. Semua honor itu, kata Thomas,
> dikenai pajak.
>
> "Itu aturan dikeluarkan oleh Menteri Keuangan. Itu honor KPPS, bukan gaji..
> Hitungannya per kegiatan, bukan per bulan," ucap Thomas.
>
> Penulis: Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
> <http://indeks.kompas.com/profile/65/Kontributor.Kupang.Sigiranus.Marutho..Bere>
> Editor: Farid Assifa <http://indeks.kompas.com/profile/farid.assifa>
>
>
> 
>

Kirim email ke