Koq bisa betul itu gimana?

Ya jelas betul kalau pemimpin negaranya adalah ente yg tentunya goblok yg
kasih2 investor asing utk ambil profit dan bawa lari dari Indonesia.

 

Jokowi sudah mah laen. Investasi asing diperlukan utk menggalakkan ekonomi.
Dibikin peraturannya. Dirancang investasi negatif asingnya. Pajaknya
dibenahi. Monetary policy sudah diperketat dst. Ini masalah birokrasi yg
setengah mati dikerjakan oleh Jokowi. Presiden2 ebelumnya mah gak ada yg
signifikan hasilnya. Hanya kebanyakan bermain aman termasuk kkg dan rizal
ramli. Sekarang beban bertambah dgn begitu banyaknya mega project termasuk
infrastruktur, power/energy dll yg kesemuanya adalah fundamental dari suatu
perekonomian.

 

Jelas2 ente gak ngerti bisnis ekonomi koq suatu perekonomian suatu negara
bisa hebat/maju tanpa adanya infrastruktur. Ane kasih tahu resepnya ya:
baca2 sedikit saja gak usah banyak krn ente gak akan nyampe otaknya hanya
baca kilat utk mengerti artinya masalah macro economics ini. Belum lagi
dalam kaca mata detailnya yaitu economic development yg begitu mendalam dan
mendasar.

 

Kerangka/cara berpikirnya saja otak ente gak akan nyampe. Apalagi ditambah
dgn adanya nyinyir pandangan negative dll ya mustahil ente akan mengerti!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Friday, May 17, 2019 6:18 PM
To: GELORA45 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Jokowi Mengeluh Atasi 20 Tahun Defisit Neraca
Pembayaran

 

  

Pertanian Indonesia bagus. Modern. Sawah ladang ditanami modal asing dan
tumbuhlah pabrik, bandara "internasional" bahkan aerocity. Bukti bahwa
masyarakat di desa-desa itu sudah tidak lagi memerlukan PMA untuk
infrastruktur pendidikan / sekolah, air bersih, listrik, dan kebutuhan dasar
lain lantaran keburu tersingkir - lalu terpaksa bertahan hidup dengan
makanan import.





Investasi asing ya untuk kepentingan asinglah, mosok untuk masa depan anak
kampung. 





Betul?





--- jonathangoeij@... wrote:

Seingatnya Indonesia itu negara agraris, seharusnya agriculture pertanian
peternakan sebangsanya merupakan fondasi ekonomi.

Bagaimana nasibnya sekarang?

 

California jadi kekuatan ekonomi terbesar ke 5 didunia salah satu fondasinya
adalah agriculture pertanian peternakan itu.

 

 

--- ajegilelu@... wrote :

Ya, seperti di kelas bangunan yang ada ajaran tentang kuda-kuda dan pondasi
begitu juga di ekonomi, diajarkan bahwa kekuatan ekonomi tergantung
pondasinya, al. produksi. Tanpa ada produk ya buruh pelabuhan tidak punya
kegiatan angkat barang untuk dimuat ke kapal, untuk diekspor. Kerjanya lebih
banyak untuk membongkar turun barang impor dari kapal. Alias neraca
jomplang, sestabil apa pun mata uangnya. 





Jangan tanya kenapa Indonesia tidak punya produk andalan ekspor selain merk
asing berstempel "made in Indonesia". Simak saja pernyataan sejumlah perwira
muda TNI yang lumayan menarik bahwa yang harus diperjuangkan dan
dipertahankan adalah, membangun Indonesia; bukan membangun "di" Indonesia!





Entah apa Mega-PDIP-Jokowi paham dikritik begini atau tetap nyenyak di ketek
SBY. Alias banteng dikadali kebo.





--- jonathangoeij@... wrote:

 

Rasanya tergantung kelas apa yang diambil dan apakah menyimak pelajaran yang
diberikan dengan baik.

 

Dalam pelajaran ekonomi mikro/bisnis ada yang namanya currency exposure yg
ikut mempengaruhi, seberapa banyak kandungan barang produksi itu yang
terpengaruh. Dus disini ada content import ada lokal, content lokal-pun bisa
juga terpengaruh harganya jadi lebih mahal.

 

Sedang dalam pelajaran ekonomi makro mesti dilihat dulu komoditas eksport
Indonesia yang dominan apa saja. Misalnya saja dari berbagai berita banyak
mengandalkan export CPO, sedangkan sawit lagi diboikot, sehingga dipaksakan
dipakai didalam negeri dalam bentuk B-20. Jadi mesti dilihat dulu dgn cermat
komoditas andalan export itu apa saja.

 

Cuman tidak tahu apa benar reuni-an eks Indonesia akan bisa meningkatkan
devisa yg berarti?

 

Jadi garuk2 kepala yang tidak gatal bacanya:).

 

Rupiah melemah sudah terjadi ber-kali2 ber-tahun2 bahkan puluhan tahun.
Herannya narasi rupiah melemah eksport menguat kok terus menerus
didengungkan. Bukankah kalau begitu sudah jadi negara peng-export yang luar
biasa kuatnya?

 

Benar juga "Kocak, banteng dikadali kebo."

 

From: ajeg 

 

Oh itu biasa. Di dalam kelas semua harus terlihat gampang. Begitu kelar
sekolah nah barulah kena plonco kenyataan. Yang nggak pake otak biasanya
tetap jadi plonco, atau ikut-ikutan jadi maling. Yang nggak punya otak pasti
tepuk dada merasa paling pinter sedunia. Di kelas, bisa jadi betul dicekoki
"nilai mata uang turun AKAN mendongkrak ekspor". Di dunia nyata, buruh
pelabuhan bertanya-tanya, mana dia produk yang mau dimuat ke kapal...???

 

Di warung-warung kopi orang bosan mengingatkan. Sekarang bisanya tinggal
nyruput kopi ketawa-tawa nonton Megawati-PDIP-Jokowi jejingkrakan buka
puasa-kekuasaan di ketek SBY.

 

Kocak, banteng dikadali kebo.

 

--- jonathangoeij@... wrote:

 

Apa bukannya ada orang pinter yang bilang dengan nilai rupiah turun export
akan meningkat, tapi.... kok neraca dagang tekor?

 

Setidaknya Jokowi masih jujur waktu bilang "Neraca dagang tekor, Jokowi:
bodoh banget kita"

 

--- ajegilelu@... wrote :

 

UUD neolib / amandemen mengamanatkan pemerintah bekerja lebih keras untuk
pengusaha dan petani asing daripada membangun pondasi ekonomi sendiri.
Kerja-kerja-kerja impor-impor-impor (bayar dg dollar). Bila perlu petani dan
sopir truk pun impor.

 

Persetan dengan HAM buruh / tenagakerja sendiri. Persetan jugalah dengan
korban kejahatan HAM '65 dst.

 

Neraca dagang tekor, Jokowi: bodoh banget kita

 
<https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4463787/neraca-dagang-r
i-masih-tekor-jokowi-bodoh-banget-kita>
https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4463787/neraca-dagang-ri
-masih-tekor-jokowi-bodoh-banget-kita

 

--- ilmesengero@... wrote:

 

Kalau tidak bisa menyelesaikan masalahnya maka cara terbaik untuk mengatasi
persoalan ialah mengeluh supaya insyaalloh terjadi mukajizat. hehehehehehe











Kirim email ke