-------- 轉寄郵件 --------
主旨: [GELORA45] Demonstran Coba Serbu Parlemen, Polisi Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata
日期:     Wed, 12 Jun 2019 20:46:58 +0200
從: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>

        

        




https://news.detik.com/internasional/d-4584011/demonstran-coba-serbu-parlemen-polisi-

hong-kong-tembakkan-gas-air-mata

Rabu 12 Juni 2019, 18:30 WIB


 Demonstran Coba Serbu Parlemen, Polisi


 Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata

Novi Christiastuti - detikNews

<https://news.detik.com/internasional/d-4584011/demonstran-coba-serbu-parlemen-polisi-hong-kong-tembakkan-gas-air-mata#><https://news.detik.com/internasional/d-4584011/demonstran-coba-serbu-parlemen-polisi-hong-kong-tembakkan-gas-air-mata#> Demonstran Coba Serbu Parlemen, Polisi Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata Demonstran yang memprotes RUU ekstradisi di Hong Kong diselimuti gas air mata yang ditembakkan polisi (REUTERS/Athit Perawongmetha) *Hong Kong* - Unjuk rasa untuk memprotes Rancangan Undang-undang (RUU) ekstradisi <https://www.detik.com/tag/ruu-ekstradisi-hong-kong> yang kontroversial di Hong Kong <https://www.detik.com/tag/hong-kong> berujung rusuh. Polisi menembakkan gas air mata untuk memukul mundur puluhan ribu demonstran yang hendak menyerbu gedung parlemen.

Seperti dilansir /AFP/, Rabu (12/6/2019), kepolisian Hong Kong yang dikerahkan mengawal unjuk rasa ini terpaksa menembakkan gas air mata dan peluru karet juga menggunakan tongkat untuk membubarkan demonstran yang berpakaian serba hitam -- kebanyakan anak muda dan mahasiswa.

Tembakan gas air mata dilepaskan setelah bentrokan antara demonstran dan polisi pecah sesaat usai pukul 15.00 waktu setempat, yang menjadi batasan waktu yang diberikan demonstran untuk pemerintah Hong Kong mencabut RUU ekstradisi tersebut. Bentrokan berlanjut hingga sore hari waktu setempat.

*Baca juga: *Unjuk Rasa Digelar Lagi, Parlemen Hong Kong Tunda Pembahasan RUU Ekstradisi <https://news.detik.com/read/2019/06/12/110902/4583263/1148/unjuk-rasa-digelar-lagi-parlemen-hong-kong-tunda-pembahasan-ruu-ekstradisi>


Pemerintah Hong Kong tengah mendorong RUU yang akan mengizinkan ekstradisi ke setiap yurisdiksi yang sebelumnya tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong, termasuk daratan China <https://www.detik.com/tag/china>. Banyak pihak mengkhawatirkan RUU itu akan melemahkan penegakan hukum di Hong Kong.

Chief Executive Hong Kong Carrie Lam sebelumnya menegaskan tidak akan mencabut RUU ekstradisi itu. Hal itu disampaikan sehari setelah pada Minggu (9/6) lalu, lebih dari 1 juta warga Hong Kong turun ke jalanan <https://www.detik.com/tag/demo-ruu-ekstradisi-hong-kong> untuk memprotes RUU kontroversial itu.

Dalam unjuk rasa terbaru pada Rabu (12/6) waktu setempat, polisi antihuru-hara dikerahkan untuk mengawal para demonstran. Kebanyakan demonstran yang memakai masker, helm hingga kacamata renang serta menjadikan payung sebagai pelindung, berkumpul di depan gedung parlemen atau Dewan Legislatif.

Puluhan demonstran di Hong Kong turun ke jalanan untuk memprotes RUU ekstradisi yang sedang dibahas parlemenPuluhan demonstran di Hong Kong turun ke jalanan untuk memprotes RUU ekstradisi yang sedang dibahas parlemen Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha


Unjuk rasa ini digelar pada hari yang sama dengan jadwal pembahasan kedua untuk RUU ekstradisi oleh Dewan Legislatif Hong Kong. Dalam pernyataannya, Dewan Legislatif Hong Kong telah mengumumkan penundaan rapat untuk membahas RUU tersebut.

Dalam aksi yang awalnya berlangsung damai ini, para demonstran akhirnya bergerak maju dalam upaya menyerbu gedung parlemen. Beberapa dari demonstran terlihat melemparkan benda-benda termasuk potongan logam ke arah polisi. Seorang polisi yang mengalami luka-luka dievakuasi dalam kondisi tak sadarkan diri.

Merespons aksi rusuh para demonstran, polisi menggunakan tongkat dan semprotan merica, serta menembakkan peluru karet dan bean bag round -- kantong kain kecil yang berisi pellet. Tembakan gas air mata juga dilepaskan untuk memukul mundur para demonstran yang mengepung gedung parlemen.

*Baca juga: *AS Komentari RUU Ekstradisi Hong Kong, China Geram <https://news.detik.com/read/2019/06/11/164917/4582586/1148/as-komentari-ruu-ekstradisi-hong-kong-china-geram>


Kepala Kepolisian Hong Kong, Stephen Lo, membela reaksi keras dari polisi. Dia menegaskan bahwa para polisi telah menahan diri hingga 'para perusuh' berupaya menyerbu gedung parlemen. "Para demonstran yang rusuh terus menyerang garis pertahanan kami dan menggunakan senjata-senjata sangat berbahaya, termasuk...melemparkan barikade logam ke arah polisi dan melemparkan batu," sebutnya.

Demonstran bersumpah untuk tetap bertahan hingga RUU ekstradisi dicabut sepenuhnya. "Mengulur waktu bukannya tujuan utama kami. Kami menginginkan mereka untuk mempertimbangkan mencabutnya (RUU ekstradisi)," tegas salah satu demonstran bernama Charles Lee (23).

"Bentrokan-bentrokan tak terhindarkan jika mereka memilih perilaku semacam ini terhadap warga mereka," imbuhnya.


*(nvc/fdn)*

*
*


Selasa 11 Juni 2019, 17:09 WIB


 AS Komentari RUU Ekstradisi Hong Kong, China Geram

Rita Uli Hutapea - detikNews
Share*0* <https://news.detik.com/internasional/4582586/as-komentari-ruu-ekstradisi-hong-kong-china-geram#>Tweet <https://news.detik.com/internasional/4582586/as-komentari-ruu-ekstradisi-hong-kong-china-geram#>Share*0* <https://news.detik.com/internasional/4582586/as-komentari-ruu-ekstradisi-hong-kong-china-geram#>4 komentar <https://news.detik.com/internasional/4582586/as-komentari-ruu-ekstradisi-hong-kong-china-geram#> AS Komentari RUU Ekstradisi Hong Kong, China Geramaksi demo di Hong Kong menentang RUU ekstradisi ke China (Foto: BBC World) *Beijing*- Pemerintah China geram atas komentar Washington mengenaiRancangan Undang-Undang (RUU) Hong Kong yang akan memungkinkan ekstradisi ke China.<https://www.detik.com/search/searchall?query=hong%20kong>Beijing menyebut komentar Washington tersebut "tidak bertanggung jawab dan keliru."

Beijing pun menyerukan AS untuk berhenti mencampuri urusan Hong Kong.

"Kami menuntut pihak AS ... agar berhati-hati dan berhenti mencampuri urusan Hong Kong dan urusan dalam negeri China dalam bentuk apapun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang kepada pers seperti dilansir dari kantor berita/AFP,/Selasa (11/6/2019).

Geng menegaskan, urusan Hong Kong semata-mata merupakanurusan dalam negeri China.<https://www.detik.com/tag/china>Hal tersebut disampaikan setelah Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat menyampaikan "keprihatinan mendalam" atas RUU ekstradisi Hong Kong ke daratan China. Deplu AS mengingatkan bahwa langkah itu bisa mengganggu kebebasan Hong Kong dan merusak lingkungan bisnisnya.

*Baca juga:*Tentang Demo Tolak Ekstradisi ke China yang Digelar Warga Hong Kong <https://news.detik.com/read/2019/06/10/080431/4580632/934/tentang-demo-tolak-ekstradisi-ke-china-yang-digelar-warga-hong-kong>


RUU yang sedang diperdebatkan di legislatif Hong Kong itu, "dapat merusak otonomi Hong Kong dan berdampak negatif pada perlindungan hak asasi manusia, kebebasan fundamental dan nilai-nilai demokrasi yang sudah lama ada di wilayah itu," kata juru bicara Deplu AS Morgan Ortagus kepada wartawan, Senin (10/6) waktu setempat.

Hal tersebut disampaikan Ortagus setelah warga Hong Kong yang menentang RUU ekstradisi tersebut menggelar aksi demo besar-besaran, bahkan disebut sebagaiaksi demo terbesar di Hong Kong sejak tahun 1997. <https://www.detik.com/tag/demo-ruu-ekstradisi-hong-kong>Pihak penyelenggara aksi demo melaporkan bahwa lebih dari satu juta orang ikut dalam aksi demo pada Minggu (9/6) lalu untuk menuntut pembatalan RUU ekstradisi tersebut. Namun kepolisian menyebut jumlah peserta aksi demo 'hanya' sebanyak 240 ribu orang.

Seperti diketahui, pemerintah Hong Kong saat ini tengah mendorong sebuah RUU yang akan mengizinkan ekstradisi ke setiap yurisdiksi yang sebelumnya tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong, termasuk daratan China. RUU itu menuai protes luas dari banyak kalangan di Hong Kong, mulai dari kalangan pro-bisnis, pengacara hingga mahasiswa dan tokoh pro-demokrasi serta kelompok keagamaan.

*Baca juga:*RUU Ekstradisi Jalan Terus, Aksi Demo akan Kembali Digelar di Hong Kong <https://news.detik.com/read/2019/06/11/085458/4581918/934/ruu-ekstradisi-jalan-terus-aksi-demo-akan-kembali-digelar-di-hong-kong>


Hong Kong yang bekas koloni Inggris dan diserahkan kembali ke China tahun 1997 lalu, memiliki jaminan otonomi dan berbagai kebebasan termasuk sistem hukum terpisah dari daratan China. Banyak kalangan meyakini kebebasan ini menjadi aset terkuat Hong Kong selama ini.

Dalam editorialnya pada Senin (10/6) waktu setempat, surat kabar resmi China, China Daily, menyebut 'kekuatan asing' berupaya melukai China dengan memicu kekacauan di Hong Kong.

"Setiap orang dengan pikiran adil akan menganggap RUU yang diamandemen ini sebagai legislasi yang sah, bijaksana dan beralasan yang akan memperkuat aturan hukum Hong Kong dan penegakan hukum," tulis China Daily.
*(ita/ita)*

**

*
*

*
*

*
*

*
*




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke