Kelihatannya penguasa semakin terdesak? 
Anda sendiri baik-baik saja di sana?

--- SADAR@... wrote:


| 
 | -------- 轉寄郵件 -------- |
| 從:  |  j.gedearka |
| 
  | 
  |

 
https://news.detik.com/internasional/d-4584011/demonstran-coba-serbu-parlemen-polisi-
 
hong-kong-tembakkan-gas-air-mata
 
      Rabu 12 Juni 2019, 18:30 WIB 
Demonstran Coba Serbu Parlemen, Polisi 
 
 
Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata
 Novi Christiastuti - detikNews    
      Demonstran yang memprotes RUU ekstradisi di Hong Kong diselimuti gas air 
mata yang ditembakkan polisi (REUTERS/Athit Perawongmetha)  Hong Kong - Unjuk 
rasa untuk memprotes Rancangan Undang-undang (RUU) ekstradisi yang 
kontroversial di Hong Kong berujung rusuh. Polisi menembakkan gas air mata 
untuk memukul mundur puluhan ribu demonstran yang hendak menyerbu gedung 
parlemen. 
 
 Seperti dilansir AFP, Rabu (12/6/2019), kepolisian Hong Kong yang dikerahkan 
mengawal unjuk rasa ini terpaksa menembakkan gas air mata dan peluru karet juga 
menggunakan tongkat untuk membubarkan demonstran yang berpakaian serba hitam -- 
kebanyakan anak muda dan mahasiswa.
 
 Tembakan gas air mata dilepaskan setelah bentrokan antara demonstran dan 
polisi pecah sesaat usai pukul 15.00 waktu setempat, yang menjadi batasan waktu 
yang diberikan demonstran untuk pemerintah Hong Kong mencabut RUU ekstradisi 
tersebut. Bentrokan berlanjut hingga sore hari  waktu setempat.
 
      
|  Baca juga: Unjuk Rasa Digelar Lagi, Parlemen Hong Kong Tunda Pembahasan RUU 
Ekstradisi  |

  
 Pemerintah Hong Kong tengah mendorong RUU yang akan mengizinkan ekstradisi ke 
setiap yurisdiksi yang sebelumnya tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan 
Hong Kong, termasuk daratan China. Banyak pihak mengkhawatirkan RUU itu akan 
melemahkan penegakan hukum di Hong Kong.
 
 Chief Executive Hong Kong Carrie Lam sebelumnya menegaskan tidak akan mencabut 
RUU ekstradisi itu. Hal itu disampaikan sehari setelah pada Minggu (9/6) lalu, 
lebih dari 1 juta warga Hong Kong turun ke jalanan untuk memprotes RUU 
kontroversial itu. 
 
 Dalam unjuk rasa terbaru pada Rabu (12/6) waktu setempat, polisi antihuru-hara 
dikerahkan untuk mengawal para demonstran. Kebanyakan demonstran yang memakai 
masker, helm hingga kacamata renang serta menjadikan payung sebagai pelindung, 
berkumpul di depan gedung parlemen atau  Dewan Legislatif.
 
 
|   Puluhan demonstran di Hong Kong turun ke jalanan untuk memprotes RUU 
ekstradisi yang sedang dibahas parlemen Foto:  REUTERS/Athit Perawongmetha   |

 
 Unjuk rasa ini digelar pada hari yang sama dengan jadwal pembahasan kedua 
untuk RUU ekstradisi oleh Dewan Legislatif Hong Kong. Dalam pernyataannya, 
Dewan Legislatif Hong Kong telah mengumumkan penundaan rapat untuk membahas RUU 
tersebut.
 
 Dalam aksi yang awalnya berlangsung damai ini, para demonstran akhirnya 
bergerak maju dalam upaya menyerbu gedung parlemen. Beberapa dari demonstran 
terlihat melemparkan benda-benda termasuk potongan logam ke arah polisi. 
Seorang polisi yang mengalami luka-luka dievakuasi dalam kondisi tak sadarkan 
diri. 
 
 Merespons aksi rusuh para demonstran, polisi menggunakan tongkat dan semprotan 
merica, serta menembakkan peluru karet dan bean bag round -- kantong kain kecil 
yang berisi pellet. Tembakan gas air mata juga dilepaskan untuk memukul mundur 
para demonstran yang mengepung gedung  parlemen.
 
  
|  Baca juga: AS Komentari RUU Ekstradisi Hong Kong, China Geram  |

  
 Kepala Kepolisian Hong Kong, Stephen Lo, membela reaksi keras dari polisi. Dia 
menegaskan bahwa para polisi telah menahan diri hingga 'para perusuh' berupaya 
menyerbu gedung parlemen. "Para demonstran yang rusuh terus menyerang garis 
pertahanan kami dan menggunakan senjata-senjata sangat berbahaya, 
termasuk...melemparkan barikade logam ke arah polisi dan melemparkan batu," 
sebutnya.
 
 Demonstran bersumpah untuk tetap bertahan hingga RUU ekstradisi dicabut 
sepenuhnya. "Mengulur waktu bukannya tujuan utama kami. Kami menginginkan 
mereka untuk mempertimbangkan mencabutnya (RUU ekstradisi)," tegas salah satu 
demonstran bernama Charles Lee (23). 
 
 "Bentrokan-bentrokan tak terhindarkan jika mereka memilih perilaku semacam ini 
terhadap warga mereka," imbuhnya.
 
 
  
(nvc/fdn)
 

 
 

 
  Selasa 11 Juni 2019, 17:09 WIB 
AS Komentari RUU Ekstradisi Hong Kong, China Geram
 Rita Uli Hutapea - detikNews  Share 0TweetShare 04 komentar aksi demo di Hong 
Kong menentang RUU ekstradisi ke China (Foto: BBC World)  Beijing - Pemerintah 
China geram atas komentar Washington mengenaiRancangan Undang-Undang (RUU) Hong 
Kong yang akan memungkinkan ekstradisi ke China.. Beijing menyebut komentar 
Washington tersebut "tidak bertanggung jawab dan keliru."
 
 Beijing pun menyerukan AS untuk berhenti mencampuri urusan Hong Kong.
 
 "Kami menuntut pihak AS ... agar berhati-hati dan berhenti mencampuri urusan 
Hong Kong dan urusan dalam negeri China dalam bentuk apapun," kata juru bicara 
Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang kepada pers seperti dilansir dari 
kantor berita AFP, Selasa (11/6/2019).
 
 Geng menegaskan, urusan Hong Kong semata-mata merupakan urusan dalam negeri 
China. Hal tersebut disampaikan setelah Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika 
Serikat menyampaikan "keprihatinan mendalam" atas RUU ekstradisi Hong Kong ke 
daratan China. Deplu AS mengingatkan bahwa langkah itu bisa mengganggu 
kebebasan Hong Kong dan merusak lingkungan bisnisnya.
 
  
|  Baca juga: Tentang Demo Tolak Ekstradisi ke China yang Digelar Warga Hong 
Kong  |

 
 RUU yang sedang diperdebatkan di legislatif Hong Kong itu, "dapat merusak 
otonomi Hong Kong dan berdampak negatif pada perlindungan hak asasi manusia, 
kebebasan fundamental dan nilai-nilai demokrasi yang sudah lama ada di wilayah 
itu," kata juru bicara Deplu AS Morgan Ortagus kepada wartawan, Senin (10/6) 
waktu setempat.
 
 Hal tersebut disampaikan Ortagus setelah warga Hong Kong yang menentang RUU 
ekstradisi tersebut menggelar aksi demo besar-besaran, bahkan disebut sebagai 
aksi demo terbesar di Hong Kong sejak tahun 1997. Pihak penyelenggara aksi demo 
melaporkan bahwa lebih dari satu juta orang ikut dalam aksi demo pada Minggu 
(9/6) lalu untuk menuntut pembatalan RUU ekstradisi tersebut. Namun kepolisian 
menyebut jumlah peserta aksi demo 'hanya' sebanyak 240 ribu orang.
 
 Seperti diketahui, pemerintah Hong Kong saat ini tengah mendorong sebuah RUU 
yang akan mengizinkan ekstradisi ke setiap yurisdiksi yang sebelumnya tidak 
memiliki perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong, termasuk daratan China.. RUU 
itu menuai protes luas dari banyak kalangan di Hong Kong, mulai dari kalangan 
pro-bisnis, pengacara hingga mahasiswa dan tokoh pro-demokrasi serta kelompok 
keagamaan. 
 
 
|  Baca juga: RUU Ekstradisi Jalan Terus, Aksi Demo akan Kembali Digelar di 
Hong Kong  |

 
 Hong Kong yang bekas koloni Inggris dan diserahkan kembali ke China tahun 1997 
lalu, memiliki jaminan otonomi dan berbagai kebebasan termasuk sistem hukum 
terpisah dari daratan China. Banyak kalangan meyakini kebebasan ini menjadi 
aset terkuat Hong Kong selama ini.
 
 Dalam editorialnya pada Senin (10/6) waktu setempat, surat kabar resmi China, 
China Daily, menyebut 'kekuatan asing' berupaya melukai China dengan memicu 
kekacauan di Hong Kong.
 
 "Setiap orang dengan pikiran adil akan menganggap RUU yang diamandemen ini 
sebagai legislasi yang sah, bijaksana dan beralasan yang akan memperkuat aturan 
hukum Hong Kong dan penegakan hukum," tulis China Daily. 
 (ita/ita)  

 


#yiv7801309468 -- #yiv7801309468ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-mkp #yiv7801309468hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-mkp #yiv7801309468ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-mkp .yiv7801309468ad 
{padding:0 0;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-mkp .yiv7801309468ad p 
{margin:0;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-mkp .yiv7801309468ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-sponsor 
#yiv7801309468ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-sponsor #yiv7801309468ygrp-lc #yiv7801309468hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-sponsor #yiv7801309468ygrp-lc .yiv7801309468ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7801309468 #yiv7801309468actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7801309468
 #yiv7801309468activity span {font-weight:700;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv7801309468 #yiv7801309468activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7801309468 #yiv7801309468activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv7801309468 #yiv7801309468activity span 
.yiv7801309468underline {text-decoration:underline;}#yiv7801309468 
.yiv7801309468attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv7801309468 .yiv7801309468attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv7801309468 .yiv7801309468attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7801309468 .yiv7801309468attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7801309468 .yiv7801309468attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv7801309468 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv7801309468 .yiv7801309468bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7801309468 
.yiv7801309468bold a {text-decoration:none;}#yiv7801309468 dd.yiv7801309468last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7801309468 dd.yiv7801309468last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7801309468 
dd.yiv7801309468last p span.yiv7801309468yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv7801309468 div.yiv7801309468attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv7801309468 div.yiv7801309468attach-table 
{width:400px;}#yiv7801309468 div.yiv7801309468file-title a, #yiv7801309468 
div.yiv7801309468file-title a:active, #yiv7801309468 
div.yiv7801309468file-title a:hover, #yiv7801309468 div.yiv7801309468file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7801309468 div.yiv7801309468photo-title a, 
#yiv7801309468 div.yiv7801309468photo-title a:active, #yiv7801309468 
div.yiv7801309468photo-title a:hover, #yiv7801309468 
div.yiv7801309468photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7801309468 
div#yiv7801309468ygrp-mlmsg #yiv7801309468ygrp-msg p a 
span.yiv7801309468yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7801309468 
.yiv7801309468green {color:#628c2a;}#yiv7801309468 .yiv7801309468MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv7801309468 o {font-size:0;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468photos div {float:left;width:72px;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7801309468
 #yiv7801309468reco-category {font-size:77%;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468reco-desc {font-size:77%;}#yiv7801309468 .yiv7801309468replbq 
{margin:4px;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-mlmsg select, #yiv7801309468 input, #yiv7801309468 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-mlmsg pre, #yiv7801309468 code {font:115% 
monospace;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-mlmsg #yiv7801309468logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-msg 
p#yiv7801309468attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-reco #yiv7801309468reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-sponsor 
#yiv7801309468ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-sponsor #yiv7801309468ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-sponsor #yiv7801309468ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv7801309468 #yiv7801309468ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7801309468 
#yiv7801309468ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv7801309468   

Kirim email ke