"Terlebih, mantan MenteriPerhubungan Ignasius Jonan dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionalatau Kepala Bappenas Andrianof Chaniago sebelumnya sudah tegas menolakpembangunan KA cepat Jakarta-Bandung. " (barangkali ada yang lupa, Ignasius Jonan adalah "orang rel kereta")
November lalu Menkeu Sri Mulyani terpaksa menyetop proyek ini karena alasan impor komponennya mahal. Jadi, proyek mahal ini untuk kepentingan siapa sebenarnya? "yang memiliki harapan proyek tersebut selesai hanya Meikarta" - Pemerintah Diminta Hentikan ProyekKA Cepat Jakarta-Bandung Senin 18 Feb 2019 05:15 WIB Rep: Rahayu Subekti/ Red: NidiaZuraya REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – KetuaInstitut Transportasi (Instran) Darmaningtyas menyatakan ketegasanya menolakpembangunan kereta api (KA) cepat Jakarta-Bandung. Untuk itu, Darmaningtyasmeminta pemerintah lebih baik menghentikan proyek KA cepat Jakarta-Bandung. Darmaningtyas menilai KA cepatJakarta-Bandung pada dasarnya tida fisibel. “Kalau misalnya kereta cepat ituJakarta-Semarang atau Jakarta-Surabaya mungkin itu akan menarik demand,”kata Darmaningtyas, Ahad (17/2). Sebab, kata dia, jika KA cepatJakarta-Bandung beroperasi dengan tarif Rp 200 ribu, tidak banyak masyarakatmenggunakannya. Dia memprediksi masyarakat masih akan lebih memilih kereta apibiasa menuju Bandung jika frekuensi perjalananya ditambah. Meskipun saat ini prmbangunan KAcepat Jakarta-Bandung menyentuh delapan persen, Darmaningtyas tetap menilai haltersebut tidak akan berpengaruh. “Sudah tinggalkan saja. Sudah tiga tahun barudelapan persen itu gimana? Sama saja belum bergerak,” tutur Darmaningtyas. Dia menegaskan, perkembanganpembangunan tersebut sama sekali belum signifikan. Darmaningtyan bahkan menilaiyang memiliki harapan proyek tersebut selesai hanya Meikarta yang sebelumnyapernah mempromosikan moda trasnportasi tersebut. Meskipun pemerintah menargetkanpada 2021 KA cepat Jakarta-Bandung selesai, Darmaningtyas yakin hal tersebut tidakakan tercapai. Sebab, hingga saat ini konstruksi fisiknya sama sekali belumdimulai. Bahkan, pembebasan lahan juga masihakan menjadi permasalahan karena pemilik tanah sudah mengetahui akandikomersialkan. Dengan begitu, harga tanah sudah melalui calo sehingga biayabiaya pembebasan lahan akan meningkat. Terlebih, mantan MenteriPerhubungan Ignasius Jonan dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionalatau Kepala Bappenas Andrianof Chaniago sebelumnya sudah tegas menolakpembangunan KA cepat Jakarta-Bandung. “Waktu itu, Andrianof juga tegas KA cepatbukan prioritas pemerintahan Joko Widodo dan Jonan jelas sekali menolak,”ungkap Darmaningtyas.
