Iyaaa, ... kalau diperhatikan KA Cepat Jkt-Bdg itu sudah dirancang sejak masa SBY dan semula hendak diserahkan Jepang, tapi karena terbentur biaya terlalu tinggi dan Jokowi karena menganggap proyek sekunduer tidak hendak gunakan APBN. Ditemukanlah cara B to B, jadi tidak usah ditanggung pemerintah, ... Jepang tidak berani dan diambil oper oleh Tk. Lalu, kenapa nenek dalam tempurung itu selalu jadi buruk prasangka RRT yg nyodok dengan agresif utk memecahkan overproduksi nya??? Sudah BAGUUUS dapatkan solusi yang cukup menguntungkan Indonesia, ada bantuan untuk meneruskan proyek, ...dan akan menjadi kebanggaan Indonesia! Tidak perlu main mutlak-mutlakan, dan, ... buru2 sudah menuding KA-Cepat itu terlalu mahal, yang tidak terjangkau rakyat menengah/bawah! Begitu diawal mula RRT mulai bangun proyek KA-Cepat nya, buuuaaanyaak orang sudah ribut KAC itu hanya utk kepentingan klas mewah yg tidak akan terjangkau rakyat banyak! Mereka menuntut utamakan pembangunan jalur KA tradisional itu agar rakyat banyak bisa menikmati hubungan antar propinsi, antar kota lebih nyaman! Ternyata, setelah jaringan KAC pada pokoknya selesai belasan tahun yl. justru RAKYAT banyak, termasuk PETANI berteriak girang merasa diuntungkan deengan hubungan transport yg begitu cepat dan nyaman, ...! Begitu pembicaraan saya dengan seorang petani yg membawa pikulan hasil buminya kebetulan berdiri dibelakang tempat duduk saya. Itu perjalanan pulang dengan KAC dari Xia Men ke Shen Zhen utk ke HK, petani itu naik ditengah jalan dan tentu juga turun sebelum masuk Shen Zhen, lupa saya nama kotanya. Rupanya ada jalur KAC yg lari lebih cepat dengan stop sedikit dan yg agak lambat dengan stop lebih banyak tentunya, yang juga menarik bagi saya, ternyata KAC yg dibilang agak mahal itu cukup penuh, bahkan kali itu belasan penumpang harus berdiri! Saya tanya, kok bisa naik KA tanpa ada tempat duduk? Petani itu bilang, karena sdh penuh dan tidak lebih sejam perjalanan saya beli tiket yg berdiri lebih murah belasan Yuan. Dan, dia merasa senang perjalanan yang hampir 4 jam bisa dicapai tidak lebih sejam saja dan TEPAT waktu!

Jadi teringat diakhir tahun 50-an dan masuk tahun 60-an terjadi perdebatan ramai saat Soekarno hendak membangun TUGU Monas, dengan obor emas murni dipuncaknya! Dimana rakyat banyak masih sangat miskinnya, kok bikin tugu yang enggag-enggak! Mana yang harus didahulukan, pakai celana atau dasi? Jadi diibaratkan tugu Monas itu hanyalah dasi. Jadi sama saja kita belum pakai celana sudah mau pakai dasi lebih dahulu, ... Tapi Soekarno membantahnya nya kira-kira begini, sekalipun kita belum bisa makan cukup dan hanya kenakan celana kolor, tetap bisa membangun tugu monas yang bisa menjadi menjadi kebanggaan kita semua, BANGSA dan RAKYAT Indonesia! Dan itulah kenyataan sampai sekarang tugu Monas yang tegak berdiri dengan megahnya dipusat ibukota Jakarta itu tetap menjadi kebanggaan RAKYAT dan BANGSA Indonesia!

Sekalipun ketika itu pakai celana kolor tetap bisa pakai dasi, ... kira-kira begitulah jalan pikirannya. Bangsa ini harus berani MAJU kedepan lebih cepat dan lebih BAIK sebagaimana kemampuan dan kondisi yang ada dan memungkinkan.


kh djie [email protected] [GELORA45] 於 17/6/2019 5:02 寫道:
Saya beberapa kali naik Shinkansen. Ticketnya dulu bisa beli untuk semua perjalanan
dengan Shinkansen selama seminggu atau selama 2 minggu dari Belanda.
Hitung2 murah sekali dibandingkan kalau tiap kali beli ticketnya di jepang.
Toiletnya ada dua, satu jongkok, satu toilet duduk.
Tempat duduknya diputar oleh kondekturnya kalau keretanya ganti arah..
Kondekturnya tiap kali masuk dan meninggalkan wagon beri hormat dulu.
Kereta apinya berhentinya precies di tempat pintunya membuka, empat anda penumpang turun dan naik. Turun dari tengah. Nik dari kedua samping . Jadi tidak ada penumpang lari2 mengejar pintu wagon yang akan terbuka.
Ya, waktu itu semuanya tepat sampai ke detiknya.
Yang lucu, waktu saya jalan kaki sekitar guest house Universitas Tokio, ada orang jepang tanya jalan pada saya.
Ya, saya bilang, saya orang asing, baru datang..
Ada satu pendeta Buddhist yang beri ceramah di tepi jalan memuji Jesus Christus dan mengutip ajarannya. Setelah selesai saya tanya jalan ke hotel. Wah dia jawab dengan bahasa Inggris yang bagus sekali, dan dia antar saya sampai ke hotel. Kami juga pernah diantar dua wartawan laki-laki dan satu wartawan wanita waktu tanya tempat bank untuk bisa ambil uang. Apa kebiasaan di sana ya, kok ngantarkan orang sampai di tempat, dan tidak
hanya bilang kiri, kanan, terus ?

Pada tanggal Min, 16 Jun 2019 pukul 22.18 Sunny ambon [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:

    Saya kira proyek ini dibuat pada waktu SBY dan yang melakukan
    fisibility study adalah perusahan Jepang, dan ceritanya Jepang
    akan melakukan proyek tsb. Tetapi ketika Jokowi naik pangung
    proyek tsb dialihkan ke Tiongkok, maka oleh sebab itu setelah
    diambil oleh Tiongkok membuat SBY beberapa kali ke Jepang, mungkin
    untuk menjelaskan masalahnya dan juga minta maaf. Apa yang saya
    tahu kereta super express atu juga disebut bullet train atau di
    Jepaang disebut "sinkansen", hanya untuk mengangkut penumpang.Saya
    tahu ini karena saya beberapa kali naik sinkansen waktu loleng di
    Jepang. Saya belum naik yang di Tiongkok, tetapi lihat di internet
    dan TV kereta superexpress disana juga hanya untuk penumpung,
    bukan  freight train untuk mengangkut barang, untuk itu ada KA
    tersendiri yang tidak super express.

    Dikabarakan sekarang sudah bisa pesan ticket superexpress Bandung
    -Jakarta unutuk tahun 2020. Kalau tak salah ingat harga ticket Rp
    220.000,- per penumpang, tidak jelas apakah itu retour ticket.

    On Sun, Jun 16, 2019 at 7:11 PM Tatiana Lukman
    [email protected] <mailto:[email protected]>
    [GELORA45] <[email protected]
    <mailto:[email protected]>> wrote:

        Malah saya ingat Jokowi sendiri pernah bilang bahwa KA itu
        sebenarnya bukan prioritas..Herannya, sudah bilang begitu, kok
        masih juga diteruskan...Jadi, seperti juga bandara Kertajati,
        dibelakang ini ada kepentingan politik dan dorongan pemodal
        asing yang memang butuh untuk memutar modalnya justru di
        bidang infrastruktur...bukan di bidang produktif yang
        membangun ekonomi nasional...Sudah bolak balik diberitakan
        tentang apa sebetulnya motivasi dan kepentingan yang dikejar
        Tkk yang dengan agresif mencari ruang untuk menanamkan
        modalnya. bukan saja karena modal memang harus ditanam, kalau
        tidak ya jadi busuk! Tapi juga merupakan solusi untuk
        overcapacity/ overproduction Tkk misalnya dalam baja yang tak
        terjual. Makanya salah satu pasal dari perjanjian utang yang
        menyangkut pembangunan infrastruktur, adalah digunakannya
        mesin-mesin dan baja dari Tkk. Ditambah lagi pasal yang
        menyangkut tenaga kerja Tkk. Ini sudah menjadi pengetahuan
        umum di dunia. Hanya pengekor remo yang tak mau mengakuinya...

        On Sunday, June 16, 2019, 5:17:59 PM GMT+2, ajeg
        [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
        <[email protected] <mailto:[email protected]>>
        wrote:


        Tidak mesti / harus, karena kan cuma proyek hiburan, atau
        semacam "mahar" dari target strategis sesungguhnya yakni, KEK
        di Sumatra-utara, KEK Kalimantan-utara, dan KEK
        Sulawesi-utara. Ketiganya merupakan pintu masuk pelayaran
        internasional melintasi wilayah laut Indonesia (ALKI).

        Soal kereta pura-pura cepat itu Jokowi sendiri sempat
        membatalkan kok. Waktu itu (2015) para pengekor kan tepuk
        tangan gembira memuji-muji pembatalan ini.

        *Alasan Jokowi Batalkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
        
<https://nasional.tempo.co/read/697695/alasan-jokowi-batalkan-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung>*



        --- ilmesengero@.... wrote:

        Mengapa mesti ada kereta supercepat antara Bandung dan
        Jakarta. Apakah dengan kereta cepat bisa diangkut
        barang-barang produk industri dan pertanian dari Bdg ke
        Jakarta atau sebaliknya, ataukah khusus untuk transport penumpang?





---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke