Saya kira proyek ini dibuat pada waktu SBY dan yang melakukan fisibility
study adalah perusahan Jepang, dan ceritanya Jepang akan melakukan proyek
tsb. Tetapi ketika Jokowi naik pangung proyek tsb dialihkan ke Tiongkok,
maka oleh sebab itu setelah diambil oleh Tiongkok membuat SBY beberapa kali
ke Jepang, mungkin untuk menjelaskan masalahnya dan juga minta maaf. Apa
yang saya tahu kereta super express atu juga disebut bullet train atau di
Jepaang disebut "sinkansen", hanya untuk mengangkut penumpang.Saya tahu ini
karena saya beberapa kali naik sinkansen waktu loleng di Jepang. Saya belum
naik yang di Tiongkok, tetapi lihat di internet dan TV kereta superexpress
disana juga hanya untuk penumpung, bukan  freight train untuk mengangkut
barang, untuk itu ada KA tersendiri yang tidak super express.

Dikabarakan sekarang sudah bisa pesan ticket superexpress Bandung -Jakarta
unutuk tahun 2020. Kalau tak salah ingat harga ticket Rp 220.000,- per
penumpang, tidak jelas apakah itu retour ticket.

On Sun, Jun 16, 2019 at 7:11 PM Tatiana Lukman [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
> Malah saya ingat Jokowi sendiri pernah bilang bahwa KA itu sebenarnya
> bukan prioritas..Herannya, sudah bilang begitu, kok masih juga
> diteruskan...Jadi, seperti juga bandara Kertajati, dibelakang ini ada
> kepentingan politik dan dorongan pemodal asing yang memang butuh untuk
> memutar modalnya justru di bidang infrastruktur...bukan di bidang produktif
> yang membangun ekonomi nasional...Sudah bolak balik diberitakan tentang apa
> sebetulnya motivasi dan kepentingan yang dikejar Tkk yang dengan agresif
> mencari ruang untuk menanamkan modalnya. bukan saja karena modal memang
> harus ditanam, kalau tidak ya jadi busuk! Tapi juga merupakan solusi untuk
> overcapacity/ overproduction Tkk misalnya dalam baja yang tak terjual.
> Makanya salah satu pasal dari perjanjian utang yang menyangkut pembangunan
> infrastruktur, adalah digunakannya mesin-mesin dan baja dari Tkk. Ditambah
> lagi pasal yang menyangkut tenaga kerja Tkk. Ini sudah menjadi pengetahuan
> umum di dunia. Hanya pengekor remo yang tak mau mengakuinya...
>
> On Sunday, June 16, 2019, 5:17:59 PM GMT+2, ajeg [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
> Tidak mesti / harus, karena kan cuma proyek hiburan, atau semacam "mahar"
> dari target strategis sesungguhnya yakni, KEK di Sumatra-utara, KEK
> Kalimantan-utara, dan KEK Sulawesi-utara. Ketiganya merupakan pintu masuk
> pelayaran internasional melintasi wilayah laut Indonesia (ALKI).
>
> Soal kereta pura-pura cepat itu Jokowi sendiri sempat membatalkan kok.
> Waktu itu (2015) para pengekor kan tepuk tangan gembira memuji-muji
> pembatalan ini.
>
> *Alasan Jokowi Batalkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
> <https://nasional.tempo.co/read/697695/alasan-jokowi-batalkan-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung>*
>
>
> --- ilmesengero@... wrote:
>
> Mengapa mesti ada kereta supercepat antara Bandung dan Jakarta. Apakah
> dengan kereta cepat bisa diangkut barang-barang produk industri dan
> pertanian dari Bdg ke Jakarta atau sebaliknya, ataukah khusus untuk
> transport penumpang?
>
>
> 
>

Kirim email ke