Rata-rata pendukung proyek KA cepat JKT-BDG hanyalah pengekor Jokowi. Namanya
pengekor apa pun yang disembur Jokowi pasti dilahap tanpa mikir. Cekcok dengan
suami/istri, putus hubungan dengan saudara, retak hubungan dengan kawan pun
mereka lakoni demi Jokowi. Mereka tidak peduli apa pun selain mengekor Jokowi.
Dan ini sudah berlangsung sejak 2012.
Sekedar contoh, semua pendukung Jokowi yang saya kenal tidak peduli kalau
ditanya soal 4 KEK yang digadaikan LBP ke RRC. Mereka masa bodoh karena tidak
paham masalah. Paling banter cuma bilang itu urusan LBP, bukan Jokowi. Coba
senggol sedikit soal tol atau naiknya harga cabe, mereka pasti sanggup nyerocos
berjam-jam mencari alasan pembenar, seolah naiknya harga cabe wajib dibela
mati-matian ketimbang 4 KEK yang bakal dijadikan koloni asing. Pengekor fanatik
bermotto pokoke Jokowi...
Oya, kecuali yang Bali-Lombok, di beberapa bagian KEK itu sudah juga terbangun
ghost city, sementara penduduk di sekitar kawasan "otonomi" itu sudah kehabisan
airmata selama meredam amarah!
Mengenai Jonan yang sekarang melempem ya karena sekarang dia bukan lagi menhub.
Akibat penolakan kerasnya dia seperti dibuang dari Kemenhub (disetrap?) untuk
menangani "mission impossible" divestasi saham Freeport. Bagusnya sang anak
setiap natal menghadiahi sesuatu yang mengingatkan bahwa bagaimanapun dia
adalah "orang kereta".
--- jetaimemucho1@... wrote:
Lho, masa masih belum tahu sih, KA cepat untuk kepentingan siapa?? he...he....
Ya terutama kepentingannya pemodal Tkk serta para kompradornya, dan juga antek
Remonya, corong Pemerintah Kapitalis Tkk!!! Anda mempostingkan berita yang
minta proyek itu dihentikan, antek remonya mempostingkan berita yang mendorong
diteruskannya proyek itu. Ya logis toh!!!Saya ingat betul mantan Menhub yang
mula-mula sangat anti proyek KA.... tapi akhirnya melempem juga dan
menyetujuinya.. tidak tahu kenapa kok akhirnya berubah pendapat... Orang itu ya
kalau sudah memihak kaum penguasa tidak akan menganggap serius perlawanan
rakyat yang tidak mau/enggan menjual tanahnya.... Pendeknya maunya
"pembangunan" terusssss, walaupun sudah ada contohnya seperti bandara
Kertajati yang akhirnya menyamai ghost city di tanah leluhur para pemodalnya..
Sekarang bandara sudah jadi dan hanya gendruwo dan kuntilanak yang terbang,
pemodalnya sih masa bodoh ...
On Sunday, June 16, 2019, 4:45:59 AM GMT+2, ajeg wrote:
"Terlebih, mantan MenteriPerhubungan Ignasius Jonan dan mantan Menteri
Perencanaan Pembangunan Nasionalatau Kepala Bappenas Andrianof Chaniago
sebelumnya sudah tegas menolakpembangunan KA cepat Jakarta-Bandung. "
(barangkali ada yang lupa, Ignasius Jonan adalah "orang rel kereta")
November lalu Menkeu Sri Mulyani terpaksa menyetop proyek ini karena alasan
impor komponennya mahal.
Jadi, proyek mahal ini untuk kepentingan siapa sebenarnya?
"yang memiliki harapan proyek tersebut selesai hanya Meikarta"
-
Pemerintah Diminta Hentikan ProyekKA Cepat Jakarta-Bandung
Senin 18 Feb 2019 05:15 WIB
Rep: Rahayu Subekti/ Red: NidiaZuraya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – KetuaInstitut Transportasi (Instran) Darmaningtyas
menyatakan ketegasanya menolakpembangunan kereta api (KA) cepat
Jakarta-Bandung. Untuk itu, Darmaningtyasmeminta pemerintah lebih baik
menghentikan proyek KA cepat Jakarta-Bandung.
Darmaningtyas menilai KA cepatJakarta-Bandung pada dasarnya tida fisibel.
“Kalau misalnya kereta cepat ituJakarta-Semarang atau Jakarta-Surabaya mungkin
itu akan menarik demand,”kata Darmaningtyas, Ahad (17/2).
Sebab, kata dia, jika KA cepatJakarta-Bandung beroperasi dengan tarif Rp 200
ribu, tidak banyak masyarakatmenggunakannya. Dia memprediksi masyarakat masih
akan lebih memilih kereta apibiasa menuju Bandung jika frekuensi perjalananya
ditambah.
Meskipun saat ini prmbangunan KAcepat Jakarta-Bandung menyentuh delapan persen,
Darmaningtyas tetap menilai haltersebut tidak akan berpengaruh. “Sudah
tinggalkan saja. Sudah tiga tahun barudelapan persen itu gimana? Sama saja
belum bergerak,” tutur Darmaningtyas.
Dia menegaskan, perkembanganpembangunan tersebut sama sekali belum signifikan.
Darmaningtyan bahkan menilaiyang memiliki harapan proyek tersebut selesai hanya
Meikarta yang sebelumnyapernah mempromosikan moda trasnportasi tersebut.
Meskipun pemerintah menargetkanpada 2021 KA cepat Jakarta-Bandung selesai,
Darmaningtyas yakin hal tersebut tidakakan tercapai. Sebab, hingga saat ini
konstruksi fisiknya sama sekali belumdimulai.
Bahkan, pembebasan lahan juga masihakan menjadi permasalahan karena pemilik
tanah sudah mengetahui akandikomersialkan. Dengan begitu, harga tanah sudah
melalui calo sehingga biayabiaya pembebasan lahan akan meningkat.
Terlebih, mantan MenteriPerhubungan Ignasius Jonan dan mantan Menteri
Perencanaan Pembangunan Nasionalatau Kepala Bappenas Andrianof Chaniago
sebelumnya sudah tegas menolakpembangunan KA cepat Jakarta-Bandung. “Waktu itu,
Andrianof juga tegas KA cepatbukan prioritas pemerintahan Joko Widodo dan Jonan
jelas sekali menolak,”ungkap Darmaningtyas.