Saya beberapa kali naik Shinkansen. Ticketnya dulu bisa beli untuk semua perjalanan dengan Shinkansen selama seminggu atau selama 2 minggu dari Belanda. Hitung2 murah sekali dibandingkan kalau tiap kali beli ticketnya di jepang. Toiletnya ada dua, satu jongkok, satu toilet duduk. Tempat duduknya diputar oleh kondekturnya kalau keretanya ganti arah.. Kondekturnya tiap kali masuk dan meninggalkan wagon beri hormat dulu. Kereta apinya berhentinya precies di tempat pintunya membuka, empat anda penumpang turun dan naik. Turun dari tengah. Nik dari kedua samping . Jadi tidak ada penumpang lari2 mengejar pintu wagon yang akan terbuka. Ya, waktu itu semuanya tepat sampai ke detiknya. Yang lucu, waktu saya jalan kaki sekitar guest house Universitas Tokio, ada orang jepang tanya jalan pada saya. Ya, saya bilang, saya orang asing, baru datang. Ada satu pendeta Buddhist yang beri ceramah di tepi jalan memuji Jesus Christus dan mengutip ajarannya. Setelah selesai saya tanya jalan ke hotel. Wah dia jawab dengan bahasa Inggris yang bagus sekali, dan dia antar saya sampai ke hotel. Kami juga pernah diantar dua wartawan laki-laki dan satu wartawan wanita waktu tanya tempat bank untuk bisa ambil uang. Apa kebiasaan di sana ya, kok ngantarkan orang sampai di tempat, dan tidak hanya bilang kiri, kanan, terus ?
Pada tanggal Min, 16 Jun 2019 pukul 22.18 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Saya kira proyek ini dibuat pada waktu SBY dan yang melakukan fisibility > study adalah perusahan Jepang, dan ceritanya Jepang akan melakukan proyek > tsb. Tetapi ketika Jokowi naik pangung proyek tsb dialihkan ke Tiongkok, > maka oleh sebab itu setelah diambil oleh Tiongkok membuat SBY beberapa kali > ke Jepang, mungkin untuk menjelaskan masalahnya dan juga minta maaf. Apa > yang saya tahu kereta super express atu juga disebut bullet train atau di > Jepaang disebut "sinkansen", hanya untuk mengangkut penumpang.Saya tahu ini > karena saya beberapa kali naik sinkansen waktu loleng di Jepang. Saya belum > naik yang di Tiongkok, tetapi lihat di internet dan TV kereta superexpress > disana juga hanya untuk penumpung, bukan freight train untuk mengangkut > barang, untuk itu ada KA tersendiri yang tidak super express. > > Dikabarakan sekarang sudah bisa pesan ticket superexpress Bandung -Jakarta > unutuk tahun 2020. Kalau tak salah ingat harga ticket Rp 220.000,- per > penumpang, tidak jelas apakah itu retour ticket. > > On Sun, Jun 16, 2019 at 7:11 PM Tatiana Lukman [email protected] > [GELORA45] <[email protected]> wrote: > >> >> >> Malah saya ingat Jokowi sendiri pernah bilang bahwa KA itu sebenarnya >> bukan prioritas..Herannya, sudah bilang begitu, kok masih juga >> diteruskan...Jadi, seperti juga bandara Kertajati, dibelakang ini ada >> kepentingan politik dan dorongan pemodal asing yang memang butuh untuk >> memutar modalnya justru di bidang infrastruktur...bukan di bidang produktif >> yang membangun ekonomi nasional...Sudah bolak balik diberitakan tentang apa >> sebetulnya motivasi dan kepentingan yang dikejar Tkk yang dengan agresif >> mencari ruang untuk menanamkan modalnya. bukan saja karena modal memang >> harus ditanam, kalau tidak ya jadi busuk! Tapi juga merupakan solusi untuk >> overcapacity/ overproduction Tkk misalnya dalam baja yang tak terjual. >> Makanya salah satu pasal dari perjanjian utang yang menyangkut pembangunan >> infrastruktur, adalah digunakannya mesin-mesin dan baja dari Tkk. Ditambah >> lagi pasal yang menyangkut tenaga kerja Tkk. Ini sudah menjadi pengetahuan >> umum di dunia. Hanya pengekor remo yang tak mau mengakuinya... >> >> On Sunday, June 16, 2019, 5:17:59 PM GMT+2, ajeg [email protected] >> [GELORA45] <[email protected]> wrote: >> >> >> >> >> Tidak mesti / harus, karena kan cuma proyek hiburan, atau semacam "mahar" >> dari target strategis sesungguhnya yakni, KEK di Sumatra-utara, KEK >> Kalimantan-utara, dan KEK Sulawesi-utara. Ketiganya merupakan pintu masuk >> pelayaran internasional melintasi wilayah laut Indonesia (ALKI). >> >> Soal kereta pura-pura cepat itu Jokowi sendiri sempat membatalkan kok. >> Waktu itu (2015) para pengekor kan tepuk tangan gembira memuji-muji >> pembatalan ini. >> >> *Alasan Jokowi Batalkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung >> <https://nasional.tempo.co/read/697695/alasan-jokowi-batalkan-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung>* >> >> >> --- ilmesengero@... wrote: >> >> Mengapa mesti ada kereta supercepat antara Bandung dan Jakarta. Apakah >> dengan kereta cepat bisa diangkut barang-barang produk industri dan >> pertanian dari Bdg ke Jakarta atau sebaliknya, ataukah khusus untuk >> transport penumpang? >> >> >> >
