Ingin sekali nimbrung, tapi tidak ada waktu....
    On Tuesday, July 9, 2019, 10:14:36 AM GMT+2, ajeg [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:  
 
     

Layak dicaplok setelah dibikin bangkrut karena pemerintah membiarkan serbuan 
baja import.

--- lusi_d@... wrote:
       
Nah setelah kasih kredit lalu gue boleh nyaplok kan.

Am Tue, 9 Jul 2019 08:46:05 +0200
schrieb Sunny ambon :

> https://suara-islam.com/krakatau-steel-dan-paradoks-politik-industri-rezim-neoliberal/
> 
> 
> *Krakatau Steel dan Paradoks Politik Industri Rezim Neoliberal*
> 
> 7 Juli 2019
> 
> 2 minutes read
> 
> Cetak
> 
> Google+
> 
> Twitter
> 
> Facebook
> 
> Industri strategis negara lagi-lagi kembali terancam. Setelah
> Pertamina merugi, Indosat terjual, maskapai domestik terancam
> bangkrut karena maskapai asing diijinkan bermain di ranah lokal,
> terakhir Krakatau Steel tidak luput dipastikan.
> 
> PT Krakatau Steel (KS) melakukan upaya restrukturisasi terhadap jumlah
> karyawannya. Demi menjaga kinerja perusahaan agar tetap berjalan,
> Badan usaha milik negara (BUMN) itu mulai melakukan pengurangan
> pekerjanya. Penataan organisasi dilakukan dengan cara melakukan
> pengurangan posisi dan jumlah karyawan yang bekerja sebesar 30 persen
> dari total posisi dan jumlah karyawan. Dalam surat tertulis, hingga
> Maret 2019, jumlah posisi di PT KS sebanyak 6.264 posisi dengan
> jumlah pegawai sebanyak 4.453 orang
> ( https://www.jpnn.com/news/krakatau-steel-phk-ribuan-buruh).
> 
> Permasalahannya, Krakatau Steel tak hanya tengah menghadapi persoalan
> internal, tapi juga sedang menghadapi masuknya raksasa baja asal
> China yang membuka pabrik di Kendal seluas 700 hektare. Ini tentu
> bagian dari ancaman Krakatau Steel untuk bangkit. Kalau saja
> Pemerintah berpihak kepada BUMN, maka Krakatau Steel harus
> diselamatkan dengan memberi jalur distribusi baja ke proyek-proyek
> pembangunan infrastruktur yang tersisa. Sebab selama 4,5 tahun
> terakhir kue bisnis baja untuk pembangunan infrastruktur tidak
> diperoleh secara optimal oleh Krakatau Steel. Justru perusahaan China
> yang mendapat privilege lebih memasok baja untuk pembangunan
> infrastruktur. Apalagi kita tahu Pemerintah lewat Peraturan Menteri
> Perdagangan (Permendag) No. 22/2018 tentang Ketentuan Impor Besi dan
> Baja yang dinilai memudahkan negara lain untuk impor dengan tidak
> adanya bea masuk, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu produksi
> baja dalam negeri. Jadi masalahnya sekarang ada pada political will
> pemerintah, apakah akan mempertahankan Krakatau Steel atau justru
> mempercepat BUMN besi-baja itu collapse masuk liang kubur
> ( 
> https://www.law-justice.co/artikel/67522/krakatau-steel-tengah-dihantui-kebangkrutan/
>  ..
> 
> Kondisi seperti ini menandakan lemahnya visi politik rezim neoliberal
> yang nampak dalam politik industrinya. Hal ini disebabkan karena
> negara mengambil paradigma sekuler demokrasi kapitalistik. Akibatnya
> negara yang seharusnya memberi layanan terbaik untuk rakyat malah
> mengistimewakan asing. Politik industri neoliberal Rezim ini abai
> dalam membangun industri berat bahkan membiarkan asing yang
> menguasai, padahal industri berat merupakan prasyarat menjadi negara
> kuat.
> 
> Akan sangat berbeda jika negara mengambil paradigma Islam politik
> untuk mengatur kebutuhan rakyat. Dalam Islam, politik perindustrian
> merupakan pilar pembangun negara yang mandiri dan menjadi negara
> pertama atau adidaya. Negara yang berlandaskan akidah Islam atau
> Khilafah harus mempunyai kontrol atas barang tambang mereka sendiri
> beserta industri yang menyuling dan mengolahnya, dengan tujuan untuk
> menghilangkan ketergantungan pada negara lain. Hal ini akan menjadi
> target kunci bagi industri sebagai bahan baku yang sangat penting
> bagi berlangsungnya industri-industri lain.
> 
> Khilafah harus menjadi negara industri maju dan harus mempunyai
> kebijakan perindustrian yang bisa mewujudkan tujuan tersebut. Karena
> itu, harus dilakukan revolusi industri, di mana kebijakan di bidang
> perindustrian yang selama ini bertumpu pada industri konsumtif,
> diubah menjadi industri strategis. Sekaligus menjadikan industri
> strategis ini sebagai basis perindustrian. Untuk mewujudkannya hanya
> ada satu cara, yaitu membangun industri peralatan atau membangun
> industri yang memproduksi alat-alat, yang biasanya dikenal dengan
> industri alat berat. Dari industri inilah kemudian industri-industri
> lain bisa dikembangkan. Industri berat kemudian diprioritaskan untuk
> menopang industri pertahanan dan keamanan (as-shinâ’ah al-harbiyyah).
> 
> Industri pertahanan dan keamanan sebagai pondasi seluruh kebijakan
> negara di bidang industri mengharuskan adanya industri alat berat,
> bahan baku dan bahan bakar. Karena itu, negara Khilafah juga harus
> membangun industri bahan baku, seperti baja, besi, seng, kuningan dan
> alumunium. Selain itu, negara Khilafah harus mandiri di bidang energi
> sehingga bisa memenuhi kebutuhan industrinya. Negara juga harus
> mempunyai industri eksplorasi, penambangan, pengelolaan dan
> penjernihan minyak, gas, batubara, panas bumi dan lain-lain. Termasuk
> industri nuklir, baik untuk persenjataan maupun energi. Semuanya ini
> bisa diwujudkan secara mandiri, kalau negara Khilafah memiliki
> industri alat berat sendiri sehingga tidak membutuhkan dan bergantung
> kepada negara lain.
> 
> *Dr. Retno Muninggar, SPi, ME*
> *(Dosen dan Alumnus FEB UI)*
> *Bagikan ini:*




  
  #yiv5228468365 #yiv5228468365 -- #yiv5228468365ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-mkp #yiv5228468365hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-mkp #yiv5228468365ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-mkp .yiv5228468365ad 
{padding:0 0;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-mkp .yiv5228468365ad p 
{margin:0;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-mkp .yiv5228468365ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-sponsor 
#yiv5228468365ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-sponsor #yiv5228468365ygrp-lc #yiv5228468365hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-sponsor #yiv5228468365ygrp-lc .yiv5228468365ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv5228468365 #yiv5228468365actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv5228468365
 #yiv5228468365activity span {font-weight:700;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv5228468365 #yiv5228468365activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv5228468365 #yiv5228468365activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv5228468365 #yiv5228468365activity span 
.yiv5228468365underline {text-decoration:underline;}#yiv5228468365 
.yiv5228468365attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv5228468365 .yiv5228468365attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv5228468365 .yiv5228468365attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv5228468365 .yiv5228468365attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv5228468365 .yiv5228468365attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv5228468365 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv5228468365 .yiv5228468365bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv5228468365 
.yiv5228468365bold a {text-decoration:none;}#yiv5228468365 dd.yiv5228468365last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5228468365 dd.yiv5228468365last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv5228468365 
dd.yiv5228468365last p span.yiv5228468365yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv5228468365 div.yiv5228468365attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv5228468365 div.yiv5228468365attach-table 
{width:400px;}#yiv5228468365 div.yiv5228468365file-title a, #yiv5228468365 
div.yiv5228468365file-title a:active, #yiv5228468365 
div.yiv5228468365file-title a:hover, #yiv5228468365 div.yiv5228468365file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv5228468365 div.yiv5228468365photo-title a, 
#yiv5228468365 div.yiv5228468365photo-title a:active, #yiv5228468365 
div.yiv5228468365photo-title a:hover, #yiv5228468365 
div.yiv5228468365photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv5228468365 
div#yiv5228468365ygrp-mlmsg #yiv5228468365ygrp-msg p a 
span.yiv5228468365yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv5228468365 
.yiv5228468365green {color:#628c2a;}#yiv5228468365 .yiv5228468365MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv5228468365 o {font-size:0;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365photos div {float:left;width:72px;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv5228468365
 #yiv5228468365reco-category {font-size:77%;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365reco-desc {font-size:77%;}#yiv5228468365 .yiv5228468365replbq 
{margin:4px;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-mlmsg select, #yiv5228468365 input, #yiv5228468365 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-mlmsg pre, #yiv5228468365 code {font:115% 
monospace;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-mlmsg #yiv5228468365logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-msg 
p#yiv5228468365attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-reco #yiv5228468365reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-sponsor 
#yiv5228468365ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-sponsor #yiv5228468365ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-sponsor #yiv5228468365ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv5228468365 #yiv5228468365ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv5228468365 
#yiv5228468365ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv5228468365   

Kirim email ke