Seperti partai lain, setiap tahun PRD merayakan ulangtahun. Kenapa tahun ini 
agak istimewa dengan kehadiran tamu tak diundang yang diawali dengan datangnya 
bapak-bapak polisi? Terkesan seperti regu pengawal, voorijder. Betul RR bilang, 
pemerintah otoriter doyan merancang kerusuhan. 

"Awalnya kami kumpul-kumpul karena ada syukuran HUT PRD, syukuran saja 
tumpengan. Tapi waktu sambutan dan pembukaan ada polisi datang bilang agar 
acara dipercepat," kata Ketua Pengurus Wilayah PRD Jatim, Hermawan 


  --- ilmesengero@... wrote:
FPI dan LPI 'Geruduk' Acara Ulang Tahun PRD di Surabaya 

FPI dan LPI 'Geruduk' Acara Ulang Tahun PRD di Surabaya
CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 22:12 WIBBagikan :    
Kantor Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jawa Timur (Jatim) di bilangan Bratang 
Gede, Surabaya, didatangi sejumlah anggota organisasi masyarakat 
(CNNIndonesia.com/Farid Miftah)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kantor Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jawa Timur 
(Jatim) di bilangan Bratang Gede, Surabaya, didatangi sejumlah anggota 
organisasi masyarakat. Ketegangan di sekitar lokasi pun tampak tak terhindarkan.
Mereka di antaranya adalah orang yang tergabung dalam ormas Front Pembela Islam 
(FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat 
(Hipakad), dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia 
(FKPPI).

Pantauan di lokasi, kejadian itu bermula saat 40-an anggota PRD menggelar acara 
syukuran Hari Ulang Tahun PRD ke-26 tahun di sekretariat dua lantai tersebut, 
Senin (22/7) malam. Acara tersebut adalah ganti dari diskusi yang sebelumnya 
batal digelar di rumah makan bilangan Gubernur Suryo, Surabaya.

"Awalnya kami kumpul-kumpul karena ada syukuran HUT PRD, syukuran saja 
tumpengan. Tapi waktu sambutan dan pembukaan ada polisi datang bilang agar 
acara dipercepat," kata Ketua Pengurus Wilayah PRD Jatim, Hermawan kepada 
CNNIndonesia.com, Senin (22/7).

Usai memperoleh informasi tersebut, pihaknya kemudian melepas semua atribut 
berupa spanduk acara dan bendera PRD. Mereka lalu dievakuasi oleh pihak 
kepolisian untuk meninggalkan lokasi.

"Kami ngalah saja, kami tidak mau ada keributan," kata Hermawan.
Tak berselang lama, sejumlah ormas pun tiba di lokasi. Mereka nampak memadati 
jalan, alhasil lalu lintas di wilayah Bratang Gede tersebut pun sempat 
mengalami kemacetan.

Mereka nampak melakukan mediasi dengan kepolisian yang berjaga dan RT setempat. 
Selang beberapa menit sejumlah personel FPI kemudian melakukan aksi pembakaran 
bendera PRD tepat tengah perempatan jalan. Akibatnya lalu lintas pun makin 
padat.

"Ini PRD partai sudah dilarang, masyarakat harus tahu ini ya," kata Wali Laskar 
LPI Surabaya, Agus Fachrudin kata dia.

Lalu, salah seorang anggota ormas kemudian sempat mengambil sisa spanduk yang 
masih terpasang di depan sekretariat. Salah satu massa FPI, Agung, kemudian 
berteriak-teriak, bahwa PRD adalah partai terlarang di Indonesia.
"Saya minta kepada warga untuk mengawasi tempat ini. Kalau ada indikasi 
pertemuan segera lapor ke polisi atau polsek. Ini komunis gaya baru. Udah lama 
udah dibubarkan pemerintah," kata Agung, sembari membentangkan spanduk 
bertuliskan Pancasila.

Sementara itu, salah satu warga sekitar, Yanto (46) mengatakan bahwa PRD sudah 
dua tahun bermarkas di lingkungan tersebut. Sepengetahuannya rumah tersebut, 
telah dikontrak PRD selama dua tahun belakangan.

Selama dua tahun itu pula, Yanto mengaku tak pernah melihat gelagat yang 
mencurigakan dari penghuni rumah tersebut.

"Sudah jalan satu tahun lebih, mau dua tahun, selama itu tidak ada suara-suara 
sumbang. Kalau ada yang resek langsung tak geret (ciduk). Memang selama ini 
enggak ada yang aneh-aneh. FPI aja yang arogan tiba-tiba geruduk," kata Yanto. 
(frd/asa)

Kirim email ke