Karena Anda melihat dengan cara terbalik ya pantes 
Anda sering gagal memahami persoalan. Kali ini 
Anda menyalahkan PRD. 

Coba sesekali Anda baca permasalahannya, jangan 
cuma melihat tulisan lalu buru-buru reaktif hanya 
lantaran sentimen pribadi, hahaha.....!
"Awalnya kami kumpul-kumpul karena ada syukuran HUT PRD, syukuran saja 
tumpengan. Tapi waktu sambutan dan pembukaan ada polisi datang bilang agar 
acara dipercepat," kata Ketua Pengurus Wilayah PRD Jatim, Hermawan 

Apa urusan polisi menyuruh acara dipercepat dan 
memberi kesempatan pada penggeruduk untuk beraksi? 

Polisi itu alatnya siapa, negara atau pemerintah?
--- SADAR@... wrote:
Jadi, ... yang SALAHPRD dan pantas digrudug FPI/LPI??? PRD merupakan 
organisasiterlarang di Nusantara ini dan tidak boleh syukuran HUT,apalagi 
undang bapak polisi??? Bagaimana bisa dikatakan dengankehadiran polisi disitu 
memberi kesan pemerintah otoriter danmemancing kerusuhan, ...???Janganlah 
bicaraterbalik-balik dgn membalik persoalan! Jelas-jelas yg bikinonar dan 
kerusuhan adalah FPI/LPI itu yg menggerudug syukuranHUT PRD itu!!!


ajeg 於 23/7/2019 22:19 寫道:
      Seperti partai lain, setiap tahun PRD merayakan ulangtahun. Kenapa tahun 
ini agak istimewa dengan kehadiran tamu tak diundang yang diawali dengan 
datangnya bapak-bapak polisi? Terkesan seperti  regu pengawal, voorijder. Betul 
RR bilang, pemerintah otoriter doyan merancang kerusuhan. 
  
  "Awalnya kami kumpul-kumpul karena ada syukuran HUT PRD, syukuran saja 
tumpengan. Tapi waktu sambutan dan  pembukaan ada polisi datang bilang agar 
acara dipercepat," kata Ketua Pengurus Wilayah PRD Jatim, Hermawan 
  
--- ilmesengero@... wrote: 
  FPI dan LPI 'Geruduk' Acara Ulang Tahun PRD di Surabaya  
  
FPI dan LPI 'Geruduk' Acara Ulang Tahun PRD di Surabaya
 CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 22:12 WI B Bagikan :     
  Kantor Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jawa Timur (Jatim) di bilangan Bratang 
Gede, Surabaya, didatangi sejumlah anggota organisasi masyarakat 
(CNNIndonesia.com/Farid Miftah)
  
  Jakarta, CNN Indonesia -- Kantor Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jawa Timur 
(Jatim) di bilangan Bratang Gede, Surabaya, didatangi sejumlah anggota 
organisasi masyarakat. Ketegangan di sekitar lokasi pun tampak tak 
terhindarkan.  
 Mereka di antaranya adalah orang yang tergabung dalam ormas Front Pembela 
Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan 
Darat (Hipakad), dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri 
Indonesia (FKPPI).
 
 Pantauan di lokasi, kejadian itu bermula saat 40-an anggota PRD menggelar 
acara syukuran Hari Ulang Tahun PRD ke-26 tahun di sekretariat dua lantai 
tersebut, Senin (22/7) malam. Acara tersebut adalah ganti dari diskusi yang 
sebelumnya batal digelar di rumah makan bilangan Gubernur Suryo, Surabaya.
 
 "Awalnya kami kumpul-kumpul karena ada syukuran HUT PRD, syukuran saja 
tumpengan. Tapi waktu sambutan dan pembukaan ada polisi datang bilang agar 
acara dipercepat," kata Ketua Pengurus Wilayah PRD Jatim, Hermawan kepada 
CNNIndonesia.com, Senin (22/7).
 
 Usai memperoleh informasi tersebut, pihaknya kemudian melepas semua atribut 
berupa spanduk acara dan bendera PRD. Mereka lalu dievakuasi oleh pihak 
kepolisian untuk meninggalkan lokasi.
 
 "Kami ngalah saja, kami tidak mau ada keributan," kata Hermawan. 
   Tak berselang lama, sejumlah ormas pun tiba di lokasi. Mereka nampak 
memadati jalan, alhasil lalu lintas di wilayah Bratang Gede tersebut pun sempat 
mengalami kemacetan.
 
 Mereka nampak melakukan mediasi dengan kepolisian yang berjaga dan RT 
setempat. Selang beberapa menit sejumlah personel FPI kemudian melakukan aksi 
pembakaran bendera PRD tepat tengah perempatan jalan. Akibatnya lalu lintas pun 
makin padat.
 
 "Ini PRD partai sudah dilarang, masyarakat harus tahu ini ya," kata Wali 
Laskar LPI Surabaya, Agus Fachrudin kata dia.
 
 Lalu, salah seorang anggota ormas kemudian sempat mengambil sisa spanduk yang 
masih terpasang di depan sekretariat. Salah satu massa FPI, Agung, kemudian 
berteriak-teriak, bahwa PRD adalah partai terlarang di Indonesia. 
   "Saya minta kepada warga untuk mengawasi tempat ini. Kalau ada indikasi 
pertemuan segera lapor ke polisi atau polsek. Ini komunis gaya baru. Udah lama 
udah dibubarkan pemerintah," kata Agung, sembari membentangkan spanduk 
bertuliskan Pancasila.
 
 Sementara itu, salah satu warga sekitar, Yanto (46) mengatakan bahwa PRD sudah 
dua tahun bermarkas di lingkungan tersebut. Sepengetahuannya rumah tersebut, 
telah dikontrak PRD selama dua tahun belakangan.
 
 Selama dua tahun itu pula, Yanto mengaku tak pernah melihat gelagat yang 
mencurigakan dari penghuni rumah tersebut.
 
 "Sudah jalan satu tahun lebih, mau dua tahun, selama itu tidak ada suara-suara 
sumbang. Kalau ada yang resek langsung tak geret (ciduk). Memang selama ini 
enggak ada yang aneh-aneh. FPI aja yang arogan tiba-tiba geruduk," kata Yanto. 
(frd/asa)

     

Kirim email ke