Pendemo2 itu bukan penjahat ko Chan. Yg penjahat itu koruptor, pembunuhp, 
dll.Mereka itu patriot yg sedang berjuang melawan kezaliman menurut mereka. 
Berjuang untuk hidup lebih baik bagi dirinya, keluarganya, keturunannya, 
kelompoknya dan bangsanya.Soal si ko Chan pindah ke Hongkong demi bisa ngurus 
mama di Indo sendirian, kan itu bukti bahwa Hongkong lebih toleran dari 
tiongkok daratan yg kejam. Lalu pertanyaan saya, kenapa si ko Chan pingin 
kembali dibawah rejim yg kejam. Apa bedanya penindasan simbah Harto terhadap 
pengikut pki di indonesia yg biadab dengan perlakuan pkt terhadap pengikut 
falun gong di daratan? Sama2 biadabnya. Itu mungkin yg ditakutkan warga 
Hongkong dengan mengekstradisi tahanan politik ke China daratan.Sorry saya ga 
baca seluruh tulisan si ko Chan yg rasanya cuma ngulang berita koran pro pkt. 
Saya prihatin terhadap nasib Hongkong dan Taiwan. Pkt itu sudah bukan jamannya 
lagi ngumbar kekejaman terhadap rakyatnya sendiri. Tua, jompo, pikun, 
ketinggalan jaman.mjSent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: ChanCT <[email protected]> Date: 
8/14/19  6:18 PM  (GMT-08:00) To: mj <[email protected]>, [email protected], 
GELORA_In <[email protected]> Subject: Re: Muncul dalam Konferensi Pers, 
Pemimpin Hong Ko ng Ditanya "Kapan Mati?" Halaman all - Kompas.com 
    Selamat pagi, ci
          Martha, ... tertarik untuk mendahulukan membalas tanggapan yg
          cukup menggelitik ini.
    Menanggapi
          pendemo-perusuh HK yg sangat menjengkelkan ini, jadi kudu
          ditembak-mati saja! Melihat sikap pem.HK sangat lemah tidak
          bergigi hadapi perusuh juga jadi kudu diganti saja! Itu kalau
          perasaan yang bicara, ... Tapi, setiap manusia harus HIDUP
          dalam realitas, TIDAK BISA semau-maunya sendiri dibawa
          perasaan seperti dalam MIMPI, TANPA melihat kekuatan-kekuatan
          yg bertarung bisa tidak diwujudkan???!!! 
        
    Pendemo-perusuh HK itu
          BETUL-BETUL menunjukkan KEBODOHAN dan KEBRUTALAN yang amat
          sangat, tanpa perhitungkan kekuatan sendiri dan kekuatan yg
          dilawan! 5 TUNTUTAN yg diajukan, sudah dijawab berulang kali
          oleh Carrie Lam! TIDAK BISA dituruti, ... untuk melawan pem.HK
          yg sudah berulangkali didukung kuat Pem. Pusat saja mereka
          akan benturkan kepala kebatu! Tapi, mereka bukan berhenti
          malah nyeruduk dengan meningkatkan aksi! Menyasar Pem.Pusat,
          dengan menyerang Kantor Perwakilan Pem. Pusat di HK,
          mencederai Lambang Negara, menurunkan bendera RRT dan buang
          kelaut! Satu PENGHINAAN yang diluar batas bisa ditoleransi.
          Jadi, betul-betul merupakan aksi brutal yg bisa dikatakan
          dengan satu kata, PERUSAK!
    Sedang Pem.HK yg
          menghadapi pendemo-perusuh ini juga TIDAK bisa TEGAK BERDIRI
          dengan tegas melawan dan membela UU-Ekstradisi yg diajukan itu
          BENAR! Setelah diserang, belon-belon sudah mundur dengan
          kebijkan hukuman diatas 7 tahun baru diekstradisi! Setelah
          disodok dengan aksi-massa tuntut dicabut, Carrie Lam mundur
          lagi jadi "menunda"! Melihat KELEMAHAN Carrie Lam yg nampak
          sangat jelas dengan perasaan kasih seorang ibu dan hampir2
          nangis dihujat dituduh penghianat, menjadi budak Pem. Komunis,
          ... Teentu saja mereka jadi makin ganas dan aksi ditingkatkan,
          serbu dan obrak abrik gedung Parlemen HK yg baru itu! Kenapa
          tidak berani TEGAK BERDIRI membela UU-Ekstradisi yg diajukan
          itu BENAR! BENAR vs SALAH biarlah didiskusikan di parlemen.
          Itulah PROSEDUR yang harus dijalankan! Pem. HK merasa TIDAK
          salah kenapa harus di-cabut. Sekarang belum bisa diterima, ya
          sementara ditunda saja dahulu! Dan, dengan ditunda itu tidak
          beda dengan sudah MATI! Sontoloyo!
    PANTAS diganti! Hanya
          saja dalam keadaan tegang begini, tidak mungkin bisa diganti
          begitu saja. Bisa jadi lebih sulit dan pecah berantakan, ...
          itulah sebab, menurut saya, Pem. Pusat perkuat DUKUNGAN pada
          Carrie Lam untuk mengatasi masalah kerumitan kali ini, dan
          mendesak polisi HK bisa jalankan tugasnya dengan TEGAS
          meringkus kerusuhan dan memulihkan ketertiban HK! Biarlah pem.
          HK bergulat menemukan caranya sendiri mengatasi persoalan
          dengan baik, ... Daripada Pem. Pusat mengirim tentara menindas
          kerusuhan dan mengambil alih sementara pem. HK, ... untuk
          kemudian membentuk pem. HK yg baru. Yang mungkin saja akan
          terjadi pergolakan lebih besar dan lebih sulit menanganinya. 
        
     Menanggapi pertanyaan
          wartawan: Carrie Lam kapan mati? Justru menunjukkan kerdilnya
          budaya wartawan HK itu, yang tidak mampu mengangkat persoalan
          utama dalam menyerang Pem.HK! Masih banyak hal dalam
          aksi-kerusuhan 2 bulan terakhir ini, menunjukkan KEBODOHAN
          mereka! Saya ambil 2 saja, ya:
    1. Mereka selalu
          menepuk dada demo-DAMAI dan menuntut KEADILAN, tidak hendak
          dituduh KERUSUHAN! Tapi, justru tindak-tanduk selama 2 bulan
          ini membuktikan KERUSUHAN TOTAL, dari menyandra kantor
          polisi-pusat HK, mengobrak-abrik Gedung Parlemen sampai Kantor
          Perwakilan Pem.Pusat diHK, lebih lanjut aksi mematikan airport
          HK2 hari! JUSTRU membuktikan kebrutalan, kekejaman dan sangat
          TIDAK ADIL nya sikap dan tindak-tanduk mereka! Siapa bisa
          membantah mereka itu DAMAI dan ADIL???
    2. Dengan aksi-aksi
          yang mereka jalankan hendak merebut simpati dan dukungan
          massa, khususnya negara-asing, ... tapi tidak mereka pikirkan
          justru lebih banyak orang jadi jengkel bahkan MARAH! Coba saja
          perhatikan, saat mereka serukan mogok-total, yg nampak tidak
          berhasil dan akhirnya menjadi memaksakan orang mogok, tgl. 5
          Agust itu, dengan cara mengganjel pintu MTR tertutup, memijit
          tombol-alarm MTR, sehingga MTR macet total seharian! Lalu
          memblokade jalan-jalan utama dan tunnel, merusak lebih 200-an
          lampu lalulintas, membuat lalu-lintas utama macet total, ...
          BUKAN simpati dan dukungan yang mereka dapatkan, tapi justru
          kemarahan!
    Begitu juga usaha utk
          meraih simpati dan dukungan asing, mungkin dari pem.Asing
          mereka masih bisa dapatkan, ... tapi dari mereka-mereka yg
          kena dampak aksi mereka, yg terjadi adalah kejengkelan dan
          kemarahan! Ada seorang asing berkulit putih, berdebat dengan
          pendemo di airport menentang aksi mereka sampai pada
          menyatakan "aksi mereka tidak akan berhasil gulingkan pem.HK",
          lalu pendemo bilang: "ASING tidak berhak campuri urusan kami!"
          Lho, mereka beraksi di airport untuk dapatkan simpati dan
          dukungan Asing, begitu ditentang asing mereka bilang "jangan
          campuri urusan mereka!" Apa nggak nampar muka sendiri!!!
          BETUL-BETUL DUNGU yg gak ketulungan!
    Belum lagi sikap
          mereka yg main menghakimi sendiri terhadap 2 WN Tiongkok di
          airport tgl. 13 kemarin yg kebablasan itu! Begitu kuatirnya
          mereka keselundupan polisi yg juga berbaju hitam dan berhasil
          nangkap 15 tokoh-INTI aksi-perusuh, mereka bukan saja
          menggeledah tas 2 warga-RRT dan mengungkap passport,
          kartu-jalan, tapi juga menganiaya secara tidak manusiawi!
          Bahkan menghadang ambulans yg akan menolong 2 warga tsb. Satu
          tindak biadab yg sama sekali melanggar HUKUM telah dilakukan
          mereka! Kecuali sesama SETAN-SILUMAN bisa simpati dan dukung
          mereka! Bagaimana nalar orang SEHAT bisa simpati dan mendukung
          tindakan brutal dan biadab begitu!!!
    Waaah, kalau sudah
          menyinggung rasa kejeengkelan melihat tindak-tanduk
          perusuh-perusuh itu kok jadi tumpah tak ada remnya, maaf kalau
          ternyata jadi berkepanjangan.
    Tapi, saya masih ingin
          menjawab pertanyaan pertanyaan sudah pindah dan hidup di HK,
          kok masih pro-Beijing??? Ci Martha lupa, seseorang bukan hanya
          mengejar kehidupan yang lebih layak dan dirasa lebih nyaman
          untuk dirinya, tapi juga boleh saja menghindari/menyingkir
          dari politik Pem. berkuasa yang ditentang itu. Ditahun 1975
          suasana RBKP belum mereda amat, dan ditahun itu kami di
          Beijing terdengar berita ayah akan dibuang ke Pulau Buru,
          sedang ibu di Jkt tinggal seorang diri, adik bungsu tahun 1974
          juga sudah ke Australia meneruskan sekolahnya. Jadi, terpikir
          untuk bisa pulang membantu ibu di Jkt! Begitulah akhirnya saya
          bisa keluar ke HK, Mei 1976 dan jadi tersangkut hidup melewati
          hari-tua di HK! Tentu saja setiap orang juga boleh-boleh saja
          Pandangan politik tertentu, boleh saja menentang RBKP dan juga
          tidak salah mendukung politik Deng "Reformasi dan Keterbukaan"
          yg membawa maju dan makmur 1,4 Milyar RAKYAT Tiongkok sekarang
          ini. Apa karena pro Beijing lalu harus hidup didaratan
          Tiongkok? Padahal, taraf kehidupan di HK sudah merosot bahkan
          kalah dibanding dengan banyak kota di daratan Tiongkok,
          apalagi dibanding Beijing, Shanghai, lho! HIDUP di Beijing
          jadi lebih nyaman dibanding di HK, apalagi melihat
          kerusuhan-kerusuhan yang terjadi 20tahun terakhir ini! Lalu,
          masak iya harus pindah lagi ke Beijing??? Kok, jadi seperti
          kucing saja! Hehehee, ...
    Salam,
    ChanCT
        
    
        
    
    
    mj 於 15/8/2019 1:42 寫道:
    
    
      
      
        Hahahaha... kalo saya mah
          lagi ketawa ter-bahak2 ko Chan, banyak yang lucu dari hidup
          ini, liat kelakuan orang2.
        Dibalik kekasaran orang2
          Hongkong yang sangat mendunia itu, ada juga lucunya. Apa si ko
          Chan ga ketawa baca pejabat ditanya kapan matinya oleh awak
          media?
        
        
        Di Amerika juga banyak yang
          lucu. Baca si Trump ditanya wartawan bagaimana hasil
          perundingan dengan siapa gitu, lupa, jawaban si Trump :"Bukan
          urusanmu". Apa ga lucu? dianggapnya negara ini bisnisnya dia
          aja. 
        Saya yang biasanya sebal sama
          si Trump ini, jadi liat dia serasa so cuuuuute... (Ini sih cuma 
selingan).
         
        Nah urusannya dengan si ko
          Chan, ya engga ada salahnya pindah dari daratan ke Hongkong,
          tentu pilih mana yang lebih enak buat hidup kan? Masa ada
          orang nyari tempat tinggal yang ga enak ditinggalin. Cuma saya
          mau nanya, kenapa sudah enak tinggal si Hongkong lalu pingin
          aturan China daratan yang si ko Chan tinggalkan karena pasti
          tidak enak tinggal disana. Kan aneh, mangkanya saya nanya.
          Bukan marah. Cuma pingin tau aja. Kalo ada yang aneh kan orang
          pingin nanya.
        Gitu aja. Jawaban saya yang
          lalu cuma saya reply ke privat saja loh, bukan ke milis. BHJo
          yang bawa. 
        
        
        mj
        
        
        
        
        
        
        
        
        
          
        n Tuesday, August 13, 2019,
            09:33:08 PM PDT, ChanCT <[email protected]> wrote:
      
      
        
          
          
          
          
          
            
              
                Hahahaa, ... ci
                    Martha semalam  tidak enak tidur dan mimpi buruk??? Lalu
                    jadi murang-muring nyerang sana-sini, ...
                Lalu, apa dan
                    dimana salah salah saya pindah dari Beijing hidup di
                    HK? Bukankah setiap orang bebas-bebas saja
                    menentukan pilihan jalan hidupnya sendiri dengan
                    pertimbangan masing-masing! Yang patut disesalkan
                    bahkan disalahkan adalah orang-orang yang pindah
                    hidup ditempat lain lalu melupakan bahkan menghujat
                    tanahair dimana dia dilahirkan dan dibesarkan!
                    Bahkan seseorang hidup disatu negara lalau
                    mengkritik bahkan mengutuk politik pemerintah yang
                    berkuasa juga apa salahnya?
                Saya pro Beijing
                    dan hidup di HK selama ini, tentu saja TETAP
                    menghendaki Hongkong TIDAK DIRUSAK apalagi berhasil
                    DIHANCURKAN oleh bandit-bandit yg selama 2 bulan ini
                    sangat merusak dan jelas-jelas didukung kuat oleh
                    AS! 
                  
                Biarlah
                    pertarungan menjadi lebih sengit antara RRT-AS,
                    tidak hanya perang dagang yg dilancarkan Trump 2
                    tahun terakhir ini, ... Dan kita lihat siapa akan
                    keluar sebagai pemenangnya!
                  
                Hanya saja
                    apapun yang terjadi, saya tetap mengharapkan jangan
                    sampai rakyat banyak dikorbankan! 
                  
                Itu saja, ... 
                  
                
                
                marthajan04
                  於 14/8/2019 10:56 寫道:
                
                
                  Hehehe.... Chan Chung Tak pro beijing tapi senang
                    tinggal di hongkong, melarikan diri dari China
                    daratan.
                  Bbjo sami mawon. pro beijing, anti america tapi
                    tinggal di amerika . 
                  Ga mau tinggal di daratan China.
                  Sama seperti lainnya disini, kahaji.
                  Pada muja2 china daratan tapi ga sudi tinggal
                    disana. Bagaimana anda2 bisa, menjelaskan hal ini? 
                  Senang orang2 di daratan tertindas? Saya sih
                    terus terang pro Taiwan dan Hongkong mandiri tidak
                    dibawah Beijing. Semoga tercapai cita2 mereka bebas
                    dari Daratan.
                  
                  
                  
                  
                  
                  
                  
                  
                  
                  
                  
                  
                  
                    Sent from
                      my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
                  
                  
                  
                  
                    -------- Original message --------
                    From: "[email protected]
                        [GELORA45]" <[email protected]>
                    
                    Date: 8/13/19 7:15 PM (GMT-08:00) 
                    To: [email protected]
                    
                    Subject: Re: Muncul dalam Konferensi Pers,
                      Pemimpin Hong Ko ng Ditanya "Kapan Mati?" Halaman
                      all - Kompas.com 
                    
                    
                  
                  Bung Chan,
                  
                  
                  Para pendemo yg sudah
                    menjadi anarkis dan merugikan Hong Kong, harus
                    di"tumpas" rata. Kami yg akan transit di HK bulan
                    Oktober, mengharap pendemo/pengacau bisa paling
                    sedikit dibersihkan dari airport.
                  
                    
                  BH Jo
                
                Muncul dalam Konferensi Pers,
                      Pemimpin Hong Kong Ditanya "Kapan Mati?" 
                AGNI VIDYA PERDANA 
                Kompas.com - 13/08/2019, 17:08 WIB 
                 
                Kepala Eksekutif Hong Kong
                    Carrie Lam saat memberikan pernyataan terkait aksi
                    unjuk rasa warga Hong Kong, Senin (5/8/2019).(AFP /
                    ANTHONY WALLACE) 
                HONG KONG, KOMPAS.com - Pemimpin Hong
                    Kong, Carrie Lam, kembali tampil di hadapan publik,
                    pada Selasa (13/8/2019), menyusul akhir pekan yang
                    diwarnai demonstrasi dan bentrokan. 
                Lam hadir dalam konferensi pers untuk
                    menyampaikan pernyataan singkat pascakekerasan yang
                    terus meningkat antara pengunjuk rasa
                    pro-demonstrasi dengan aparat keamanan di kota
                    semi-otonom itu. 
                Namun tak lama setelah dapat
                    menyampaikan pernyataannya, Lam langsung mendapat
                    "serangan" pertanyaan dari awak media, mulai dari
                    pertanyaan biasa hingga yang menyudutkannya. 
                "Kapan Anda akan menerima tanggung
                    jawab politik untuk mengakhiri ketakutan warga?
                    Kapan Anda akan bersedia mundur? Kapan Anda akan
                    memerintahkan polisi untuk berhenti?" tanya seorang
                    reporter dari penyiar publik Hong Kong, RTHK. 
                Baca juga: Pemimpin Hong Kong Peringatkan Bahaya
                    yang Timbul jika Demo Terus Terjadi 
                Belum sempat Lam menjawab pertanyaan
                    tersebut, reporter itu kembali menambahkan
                    pernyataannya. "Anda sebelumnya meminta saya untuk
                    menjalankan pekerjaaan saya secara serius, jadi
                    tolong jawab pertanyaan saya juga dengan serius,"
                    ujar reporter tersebut. 
                Pertanyaan lain yang datang dari
                    wartawan lainnya lebih mengejutkan di saat Lam
                    mendadak meninggalkan podium. "Apakah Anda memiliki
                    hati nurani?" teriak seorang jurnalis. 
                "Nyonya Lam, banyak warga bertanya,
                    kapan Anda akan mati?" tanya wartawan lainnya. 
                Baca juga: Pemimpin Hong Kong Diserang
                    Bertubi-tubi oleh Jurnalis Saat Membahas Unjuk Rasa 
                Di bawah prinsip "satu negara, dua
                    sistem", media di Hong Kong mendapat kebebasan dalam
                    menyampaikan laporannya, sesuatu yang tidak dapat
                    dirasakan oleh rekan-rekan seprofesi mereka di China
                    daratan, di mana media kerap mendapat sensor keras
                    dari pemerintah pusat. 
                Hal tersebut termasuk saat mengajukan
                    pertanyaan saat konferensi pers, sehingga dapat
                    menghadirkan keterwakilan politik yang lebih luas,
                    mulai dari pro-Beijing hingga yang mendukung
                    kemerdekaan. 
                Sebelumnya diberitakan, pemerintah Hong
                    Kong telah memberikan peringatan jika aksi unjuk
                    rasa yang sudah terjadi selama dua bulan terakhir
                    tidak menemukan solusi akhir. 
                Dalam konferensi pers, Lam menyatakan
                    kekerasan tidak peduli seperti apa bentuknya, bakal
                    menjerumuskan masyarakat ke situasi yang berbahaya
                    dan mengerikan. 
                "Situasi Hong Kong dalam sepekan
                    terakhir telah membuat khawatir bahwa saat ini, kami
                    sudah mencapai level yang dimaksud," ucap Lam
                    dilansir AFP Selasa (13/8/2019). 
                Baca juga: Demo Hong Kong, dari Penolakan UU
                    Ekstradisi hingga Hak Kedaulatan Negara 
                "Sekali lagi saya meminta kepada semua
                    orang untuk mengesampingkan perbedaan dan tenang.
                    Saya meminta waktu untuk berpikir jernih. Apakah
                    kalian hendak membawa Hong Kong ke jurang?"
                    tanyanya. 
                Hong Kong kembali mengalami kekerasan
                    dalam bentrokan yang terjadi di sejumlah titik,
                    melibatkan pengunjuk rasa dengan aparat keamanan,
                    selama akhir pekan lalu. 
                Tak hanya di jalanan, aksi juga digelar
                    di Bandara Internasional Hong Kong, pada Senin
                    (12/8/2019), yang melihat hingga 5.000 orang
                    memenuhi aula kedatangan. 
                Pihak otoritas bandara akhirnya
                    memutuskan untuk menghentikan operasional bandara
                    dan membatalkan jadwal keberangkatan dan kedatangan
                    pada Senin sore. 
                Situasi bandara telah berangsur normal
                    pada Selasa (13/8/2019) pagi, dengan sejumlah
                    penerbangan dan kedatangan dapat berjalan sesuai
                    jadwal. 
                Baca juga: Bandara Hong Kong Pulih, Penerbangan
                    Garuda Indonesia Kembali Normal 廣告 Halaman: 1 2 Show All 
Dapatkan hadiah
                    utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja
                    setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini!
                    #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di
                    sini! Video Pilihan 10:05Bandara Hong Kong Diduduki
                    Massa, 75 WNI Terjebak04:41Demonstran Duduki Bandara
                    Internasioal Hong Kong, Penerbangan
                    Dibatalkan00:59Demonstran Duduki Bandara Hong Kong,
                    Seluruh Penerbangan Dibatalkan01:23Ada Ruang
                    Turunkan Suku Bunga, BI Terus Pantau Dinamika Pasar
                    Global03:30Otak-Atik Kursi Menteri, Pasar Inginkan
                    Porsi Lebih Besar Dari Kalangan
                    Profesional09:00Memupuk Cinta Indonesia - Smart
                    Happiness02:13Membangun SDM Unggul Melalui
                    Penggunaan Dana Desa12:43Kontroversi Penambahan
                    Kursi Pimpinan MPR, Politisi PDI-P: Arahnya Sudah
                    Jelas PenulisAgni Vidya Perdana EditorAgni Vidya
                    Perdana SumberAFP
                    
                    Artikel
                        ini telah tayang di Kompas.com dengan
                      judul "Muncul dalam Konferensi Pers, Pemimpin Hong
                      Kong Ditanya "Kapan Mati?"", 
https://internasional.kompas.com/read/2019/08/13/17081701/muncul-dalam-konferensi-pers-pemimpin-hong-kong-ditanya-kapan-mati?page=all.
 
                    Penulis
                        : Agni Vidya Perdana
                    Editor
                        : Agni Vidya Perdana
                
                  
                    
                      
                        
                        不含病毒。www.avg.com
                        
                      
                    
                  
                   
              
            
          
        
      
    
  

Kirim email ke