Bung Sunny,
Orang suka makan kangkung itu menurut guyonan karena orang suka mekangkang
dan mekungkung...........
KH

Pada tanggal Min, 25 Agu 2019 pukul 10.03 S Manap [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
>
>    Ketika masih di Tiongkok dulu, saya suka sekali membeli sayur kangkung
> untuk dimasak sendiri sebagai tambahan/selingan dari makanan yang diambil
> dari kantin umum. Saya tidak bisa membedakan mana  kangkung yang ditanam di
> air, mana yang ditanam di tanah biasa.
>
>   Pada satu kali saya ikut salah seorang teman membeli kangkung di pasar
> yang cukup kami capai dengan naik sepeda.. Kangkung yang kami beli itu
> daunnya lebat, hijau dan kelihatan masih segar sekali. Sebagaimana biasa,
> setibanya di rumah kangkung yang baru dibeli itu saya buka ikatannya untuk
> dicuci dan akan dipotong-potong untuk selanjutnya akan ditumis.
>
>    Tapi sayang, diluar dugaan, tanpa terpikirkan sebelumnya, dalam ikatan
> kangkung yang saya beli itu terdapat bongkahan kotoran manusia yang
> berwarna kuning. Baru saya tau kalau kangkung yang kami beli itu kangkung
> darat yang diberi pupuk kotoran manusia.
>
>    Terpaksalah kangkung yang biasanya ditumis dan menjadi kesukaan saya
> itu dibuang semua. Saya sendiri tinggal nggigit jarai. Gagal makan kangkung
> untuk hari itu.
>
>    Dengan pengalaman itu, maka setiap kali mau membeli kangkung ataupun
> sayur lain yang sudah diikat, saya buka-buka dulu, diperiksa dulu siapa tau
> ada kotoran  seperti yang saya alami sebelumnya.
>
>     Salam
>
>    S.Manap.
>
> Den söndag 25 augusti 2019 09:36:30 CEST, Sunny ambon
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev:
>
>
>
>
> Memang kangkung (water spinach) ada dua jenis, yang satu tumbuh merayap
> dan warnanya lebih hijau dari yang tumbuh vertikal. Apakah yang tumbuh
> vertikal adalah hasil manipulasi genetik, hal ini saya tidak tahu. Kangkung
> yang tumbuh vertikal dari segi komersial sangat menguntungkan karena mudah
> dipanen, dikatakan kankung yang tumbuh vertikal yang sekarang banyak dijual
> di toko-toko makanan baik di Europa atau ada juga di Indonesia, kankung
> jenis umurnya 3 bulan, dan kalau mau ditanam bukan batangnya seperti
> kankung merayap di air, tetapi harus biji bibitnya demikian keterangan yang
> saya peroleh. Kangkung kalau dimasak harus yang betul matang, karena bisa
> mengandung parasit yang membuat orang sakit. Kalau tak salah di Texas
> dilarang tanam kangkung, karena mematikan ikan.
>
> On Sun, Aug 25, 2019 at 2:27 AM ChanCT [email protected]
> <[email protected]> [GELORA45] <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Yang saya tahu, kangkung itu ada 2 jenis, ... yg ditanam ditanah agak
> langsung kurus dan warna hijau agak gelap dan diair gagangnya gemuk/besar
> dan warna hijau agak pucat! Mana lebih enak? Tentu tergantung masing-masing
> yg suka saja. Hehehee, ... Saya lebih suka kangkung darat, tentu jangan yg
> sudah tua keras!
>
> Tapi, terakhir ini sering kali dibicarakan makan kangkung harus lebih
> hati-hati yang biasa hanya ditumis sebentar saja itu! Katanya, seringkali
> terjadi larva cacing ada berada dalam gagang kangkung yang bolong itu, dan
> ... saat ditumis tidak mematikan larva-cacing! Tentu cacing kalau cuma
> tumbuh besar diusus, lambung saja bukan soal besar, jangan sampai larva itu
> masuk kepembuluh darah dan tersangkut entah diorgan mana bisa celaka!
>
> Jadi teringat seorang sahabat di Prof. HK Univ. jadi kelimpungan masuk
> keluar RS diduga lever membengkak tidak tahu apa sebabnya! Setelah akhirnya
> dioperasi, baru ketahuan ada cacing tersangkut disitu! Dan itu akibat 1/2
> tahunan yl. dia berkunjung ke suku-minoritas Yun Nan, ada suguhan sayuran
> mentah, ...
>
>
> Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] 於 24/8/2019 13:13 寫道:
>
>
> Terimakasih Bung Djie,
> Ini bibitnya saya bawa dari Indonesia. Tahun yang lalu, saya sudah panen
> satu kali. Musim panas tahun ini saya panen lagi. Kalau saya beli kangkung,
> biasanya yang berasal dari Suriname.Saya tidak tahu mana yang paling enak..
> Apakah yang dari Thailand, Suriname atau dari China.
> Salam: Chalik Hamid.
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* kh djie <[email protected]> <[email protected]>
> *Kepada:* Gelora45 <[email protected]> <[email protected]>;
> Chalik Hamid <[email protected]> <[email protected]>
> *Terkirim:* Jumat, 23 Agustus 2019 15.27.32 GMT+2
> *Judul:* Re: [GELORA45] e [2 Attachments]
>
> *Bung Hamid,*
> *Saya makan cha kangkung enak sekali di Gang Lombok Semarang.*
> *Kangkung dari Thailand  di toko Oriental  lebih enak daripada kangkung di
> Belanda.*
> *Yang dari Belanda, gagangnya besar2.*
> *Kangkung yang paling enak, banyak daunnya dan lembut, pernah saya makan
> di Warsawa,*
> *di restaurant Tionghoa.. Diantar ex murid, yang suaminya orang Polandia,
> lulusan Australia*
> *dan pernah bangun pabrik cement di Cirebon.*
> *Suaminya tertawa-tawa bilang istrinya itu professor di universitas
> mengajar bahasa *
> *Mandarin dan bahasa Indonesia, meskipun belum lulus dari UI sudah kerja.
> Waktu itu bisa saja*
> *di Polandia, karena belum ada yang mengajar dan toch mengajar di tingkat
> permulaan.*
> *Salam,*
> *Djie*
>
>
> Pada tanggal Jum, 23 Agu 2019 pukul 15.00 Chalik Hamid
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
>
>
> Panen kangkung lagi dikebun sendiri, di belakang rumah.
>
>
>
> ------------------------------
> [image: AVG 標誌] <http://www.avg.com/internet-security>
>
> 這封電子郵件是由 AVG 反病毒軟體進行病毒檢測。
> www.avg.com <http://www.avg.com/internet-security>
>
>
> <#m_3662229157069796515_m_-2399275504336393973_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke