Bung Manap,
Kalau untuk daun-daunan, mungkin air kencing + air sudah cukup sebagai
pupuk, dan kadang2 saja diberi pupuk kandang.
Tetapi di Tiongkok, mungkin kencing dan kotoran jadi satu, dan setelah
diencerkan dengan air langsung disebar.
Kalau di daerah Jateng dulu, pupuk kandang dibiarkan dulu lebih dari 3
bulan supaya sudah diolah oleh cacing tanah,
sudah tidak panas lagi unuk tanaman, baru dipakai untuk memupuk.
Di New Zealand, air kencing dan kotoran sapi masuk septic tank, jadi gas
methaan untuk memanasi air dan kandang.
Overflownya yang banyak mengandung nitraat masuk ke kolam air, untuk
membesarkan ikan.
Ikannya kemudian dijala, untuk makan babi. Babinya dapat daun dan buah
jagung dari perkebunannya sendiri, yang juga
untuk pakan sapi. Peternakan itu jual sapi potong , ataun jual susu sapi,
dan jual babi.
Xi Jinping itu adalah presiden yang pernah kesiram air kencing dan kotoran
manusia............
Ceritanya dia waktu masih muda sedang tiru kampung lain mau bikin gas
methaan. Lha, gasnya kok belum keluar.
Dia buka tutup containernya, tahu2 gasnya timbul, membawa air kencing dan
kotoran sapi menimpa dia......
Menarik usaha A Hok untuk menggairahkan penduduk NTT tanam jagung. Tidak
ahu apa sumber airnya cukup, dan apa
sumber2 air sudah dicari. Dulu di Smarang ada broeder katolik, namanya
Haken, pinter cari sumber air dengan bandul.
Bisa bilang presis kedalamannya. Dulu adik saya pernah minta tolong dia.
Airnya dipompa siang malam dengan jetpomp tidak
pernah habis.
Saya juga tidak tahu apa A Hok pakai jenis jagung yang tahan jamur.
Produksi jagung di Tiongkok hanya rata2 60% dari jagung
Amerika, karena Amerika sudah pakai biji jagung yang tahan jamur. Sekarang
Tiongkok lagi besar2an melakukan pebaikan
pertanian dengan CRISPR, dengan memasukkan sepotong gen yang tahan jamur.
Tetapi belum dipraktekkan dalam pertanian,
karena orang di Tiongkok masih takut apa ini termasuk GMO atau tidak. Jadi
Tiongkok sepertinys menunggu reaksi publik di
Amerika bagaimana reaksi mreka terhadap CRISPR. Di Eropa dianggap GMO. Di
Amerika tidak. Ahli2 genetica Belanda
sebagian bilang GMO, sebagian bilang bukan GMO, Tetaoi sulitnya, hakim Uni
Europa meneapkan ini GMO. Banyak protes
dari ahli2 genetica, di antaranya dari Wageningen dan Utrecht.
Salam,
Djie

Pada tanggal Min, 25 Agu 2019 pukul 10.03 S Manap [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
>
>    Ketika masih di Tiongkok dulu, saya suka sekali membeli sayur kangkung
> untuk dimasak sendiri sebagai tambahan/selingan dari makanan yang diambil
> dari kantin umum. Saya tidak bisa membedakan mana  kangkung yang ditanam di
> air, mana yang ditanam di tanah biasa.
>
>   Pada satu kali saya ikut salah seorang teman membeli kangkung di pasar
> yang cukup kami capai dengan naik sepeda.. Kangkung yang kami beli itu
> daunnya lebat, hijau dan kelihatan masih segar sekali. Sebagaimana biasa,
> setibanya di rumah kangkung yang baru dibeli itu saya buka ikatannya untuk
> dicuci dan akan dipotong-potong untuk selanjutnya akan ditumis.
>
>    Tapi sayang, diluar dugaan, tanpa terpikirkan sebelumnya, dalam ikatan
> kangkung yang saya beli itu terdapat bongkahan kotoran manusia yang
> berwarna kuning. Baru saya tau kalau kangkung yang kami beli itu kangkung
> darat yang diberi pupuk kotoran manusia.
>
>    Terpaksalah kangkung yang biasanya ditumis dan menjadi kesukaan saya
> itu dibuang semua. Saya sendiri tinggal nggigit jarai. Gagal makan kangkung
> untuk hari itu.
>
>    Dengan pengalaman itu, maka setiap kali mau membeli kangkung ataupun
> sayur lain yang sudah diikat, saya buka-buka dulu, diperiksa dulu siapa tau
> ada kotoran  seperti yang saya alami sebelumnya.
>
>     Salam
>
>    S.Manap.
>
> Den söndag 25 augusti 2019 09:36:30 CEST, Sunny ambon
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> skrev:
>
>
>
>
> Memang kangkung (water spinach) ada dua jenis, yang satu tumbuh merayap
> dan warnanya lebih hijau dari yang tumbuh vertikal. Apakah yang tumbuh
> vertikal adalah hasil manipulasi genetik, hal ini saya tidak tahu. Kangkung
> yang tumbuh vertikal dari segi komersial sangat menguntungkan karena mudah
> dipanen, dikatakan kankung yang tumbuh vertikal yang sekarang banyak dijual
> di toko-toko makanan baik di Europa atau ada juga di Indonesia, kankung
> jenis umurnya 3 bulan, dan kalau mau ditanam bukan batangnya seperti
> kankung merayap di air, tetapi harus biji bibitnya demikian keterangan yang
> saya peroleh. Kangkung kalau dimasak harus yang betul matang, karena bisa
> mengandung parasit yang membuat orang sakit. Kalau tak salah di Texas
> dilarang tanam kangkung, karena mematikan ikan.
>
> On Sun, Aug 25, 2019 at 2:27 AM ChanCT [email protected]
> <[email protected]> [GELORA45] <[email protected]> wrote:
>
>
>
> Yang saya tahu, kangkung itu ada 2 jenis, ... yg ditanam ditanah agak
> langsung kurus dan warna hijau agak gelap dan diair gagangnya gemuk/besar
> dan warna hijau agak pucat! Mana lebih enak? Tentu tergantung masing-masing
> yg suka saja. Hehehee, ... Saya lebih suka kangkung darat, tentu jangan yg
> sudah tua keras!
>
> Tapi, terakhir ini sering kali dibicarakan makan kangkung harus lebih
> hati-hati yang biasa hanya ditumis sebentar saja itu! Katanya, seringkali
> terjadi larva cacing ada berada dalam gagang kangkung yang bolong itu, dan
> ... saat ditumis tidak mematikan larva-cacing! Tentu cacing kalau cuma
> tumbuh besar diusus, lambung saja bukan soal besar, jangan sampai larva itu
> masuk kepembuluh darah dan tersangkut entah diorgan mana bisa celaka!
>
> Jadi teringat seorang sahabat di Prof. HK Univ. jadi kelimpungan masuk
> keluar RS diduga lever membengkak tidak tahu apa sebabnya! Setelah akhirnya
> dioperasi, baru ketahuan ada cacing tersangkut disitu! Dan itu akibat 1/2
> tahunan yl. dia berkunjung ke suku-minoritas Yun Nan, ada suguhan sayuran
> mentah, ...
>
>
> Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] 於 24/8/2019 13:13 寫道:
>
>
> Terimakasih Bung Djie,
> Ini bibitnya saya bawa dari Indonesia. Tahun yang lalu, saya sudah panen
> satu kali. Musim panas tahun ini saya panen lagi. Kalau saya beli kangkung,
> biasanya yang berasal dari Suriname.Saya tidak tahu mana yang paling enak..
> Apakah yang dari Thailand, Suriname atau dari China.
> Salam: Chalik Hamid.
>
> ----- Pesan yang Diteruskan -----
> *Dari:* kh djie <[email protected]> <[email protected]>
> *Kepada:* Gelora45 <[email protected]> <[email protected]>;
> Chalik Hamid <[email protected]> <[email protected]>
> *Terkirim:* Jumat, 23 Agustus 2019 15.27.32 GMT+2
> *Judul:* Re: [GELORA45] e [2 Attachments]
>
> *Bung Hamid,*
> *Saya makan cha kangkung enak sekali di Gang Lombok Semarang.*
> *Kangkung dari Thailand  di toko Oriental  lebih enak daripada kangkung di
> Belanda.*
> *Yang dari Belanda, gagangnya besar2.*
> *Kangkung yang paling enak, banyak daunnya dan lembut, pernah saya makan
> di Warsawa,*
> *di restaurant Tionghoa.. Diantar ex murid, yang suaminya orang Polandia,
> lulusan Australia*
> *dan pernah bangun pabrik cement di Cirebon.*
> *Suaminya tertawa-tawa bilang istrinya itu professor di universitas
> mengajar bahasa *
> *Mandarin dan bahasa Indonesia, meskipun belum lulus dari UI sudah kerja.
> Waktu itu bisa saja*
> *di Polandia, karena belum ada yang mengajar dan toch mengajar di tingkat
> permulaan.*
> *Salam,*
> *Djie*
>
>
> Pada tanggal Jum, 23 Agu 2019 pukul 15.00 Chalik Hamid
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
>
>
> Panen kangkung lagi dikebun sendiri, di belakang rumah.
>
>
>
> ------------------------------
> [image: AVG 標誌] <http://www.avg.com/internet-security>
>
> 這封電子郵件是由 AVG 反病毒軟體進行病毒檢測。
> www.avg.com <http://www.avg.com/internet-security>
>
>
> <#m_3662229157069796515_m_-2399275504336393973_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
>
> 
>

Kirim email ke