Datanya kurang tepat bung Chan, terlalu rendah. Jangankan berbicara tahun-tahun lalu, untuk tahun 2019 ini saja as of September 1 2019 ada 283 mass shooting.--- As of September 1, which was the 244th day of the year, there have been 283 mass shootings in the U.S., according to data from the nonprofit Gun Violence Archive (GVA), which tracks every mass shooting in the country. The GVA defines a mass shooting as any incident in which at least four people were shot, excluding the shooter. ....The GVA said there have been 37,662 total shooting incidents, resulting in 9,932 gun deaths and 19,868 injuries, as of September 1.
There have been more mass shootings than days this year | | | | | | | | | | | There have been more mass shootings than days this year There have been more than 280 mass shootings so far this year — and more than 37,000 shootings overall | | | ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : Hahahaa, ... bung Jo, berhasil ungkap kenyataan justru di AS lah lebih banyak orang dipenjara ketimbang di Tiongkok! Membuktikan ci Martha yang hidup di AS berada dalam tempurung, tidak bisa melihat kenyataan atau membalik menuding Tiongkok klomunis yang banyak memenjarakan warganya!!! Maling berteriak maling, ... Main fitnah dan membalik kenyataan yang ada. Ini baru data orang dipenjara, BELUM lagi data warga yang ditembak MATI, lho! Tahu tidak dalam 2 tahun terakhir, Trump berkuasa, sudah terjadi 10 Kali dengan 162 korban jiwa, terhitung sejak 1 Oktober 2017. Yang terjadi di Las Vegas dengan laras panjang penembak dari kamar Hotel kearah pengunjung Festival Musik dan jatuh 56 korban jiwa! Sampai kejadian kemarin, 31 Agustus penembakan di Texas dengan korban 5 jiwa saja, ... Kalau saja selama Trump jadi Presiden masih terjadi 10 Kali penembak liar dengan menelan 162 korban jiwa, bukankah berarti Pemerintah AS GAGAL mencegah penembak-liar dan melindungi jiwa warganya sendiri! Lalu, dimana rasa kemanusiaan Donald Trump sendiri bisa membiarkan ratusan nyawa warganya dicabut semena-mena!!!??? Cukup dengan pernyataan belasungkawa dan kibarkan bendera setengah-tiang, habis perkara!!! Sebaliknya segawat-gawatnya kerusuhan di Hongkong sampai hari ini tidak seorangpun jatuh korban jiwa, ... Bagaimanapula Trump berhak bicara soal kemanusiaan pada negara lain, kalau kenyataan kemanusiaan di negerinya sendiri tetap diinjak-injak sedemikian parah!!! Banyak pakar malah melihat polisi HK terlalu toleran, terlalu lunak pada pendemo-perusuh yg terjadi 3 bulan terakhir ini, jadi seperti macan-ompong yg TIDAK BISA menggigit! Akhirnya mempersulit sendiri dalam menindak perusuh dan salah satu sebab sudah berjalan 3 bulan tidak juga bisa diakhiri! Kalau saja itu terjadi di AS, PASTI sudah di TEMBAK peluru beneran dan entah sudah berapa nyawa bergelimpangan, ... Masih juga maling berteriak maling, ...!
