Hahahaaa, ... ini nenek yg masih saja hidup bermimpi dalam tempurung di Belanda, ... begitu bangganya berhasil terbitkan 4 buku dalam hidupnya ini, seolah-olah prestasi orang diukur dari berapa buku yg dihasilkan??? Seorang yg hanya "PANDAI" mengunyah-ngunyah dogma ML, layaknya mbok2 pemakan sirih, merah ludah dan mulutnya saja! Tapi, tidak ada jalan keluar tepat yang bisa diajukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi rakyat! Kecuali semboyan-semboyan kosong, ekstrim yg indah secara teori tapi TIDAK realistis dan bisa dilaksanakan sekarang juga! Bahkan sebaliknya, mencelakakan rakyat banyak, ...

Pakar-pakar dunia barat, negara-negara maju khususnya AS, yg selama ini membanggakan "DEMOKRASI" yg mereka jalankan sudah mulai berpaling melihat sistem Diktatur Proletariat Tiongkok, Jalan Sosialisme berkarakter Tiongkok merupakan jalan alternatif mengatasi kesulitan ekonomi dan menyelamatkan resesi yg mulai terjadi! Sedang nenek satu ini masih saja ngotot dengan dogma-dogma salah Diktatur Proletariat masa Stalin yg jelas ada kesalahan serius hingga roboh dengan sendirinya itu!

Ingat, ... kemajuan ekonomi Tiongkok begitu dahsyatnya dalam 40 tahun terakhir ini SEPENUHNYA HASIL kerja keras RAKYAT Tiongkok! BUKAN pemerasan terhadap rakyat negara lain, sebagaimana imperialisme! Dan kenyataan adalah juga merupakan kelanjutan semangat KERJA-KERAS rakyat Tiongkok SENDIRI yg sudah dimulai 30 tahun sebelumnya, dimasa Mao! Sungguh dahsyat, ...! Bedanya, diawal mula 30 tahun kerja-keras dimasa Mao sepenuhnya didorong oleh KESADARAN ideologi proletariat KERJA mengabdi NEGARA, jadi tanpa ada bayaran-lebur! Sedang 40 tahun terakhir ini gunakan rangsang materiil, dibayar-lembur sesuai kelebihan jam-kerja dengan kelebihan 1,5 sd 2 X gajinya.

Secara umum bisa dikatakan, JANGAN memutlakan segalanya, menyalahkan 30 th pertama dengan membenarkan 40th berikut ataupun sebaliknya! Yang PASTI, harus realistis melihat kondisi konkrit yang dihadapi ketika itu. Jangan melihat politik/kebijakan yg dikeluarkan Mao lepas dari kondisi ketika itu apalagi dilihat dengan kondisi sekarang. Hanya dengan begitu baru bisa melihat dengan jernih perkembangan dahsyat 40th terakhir ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan 30th pertama. Dengan kata lain, sebagaimana ditandaskan Hu Jintao, TANPA keberhasilan Mao membangun dengan baik DASAR EKONOMI Tiongkok di 30th pertama, tidak mungkin Deng bisa BERHASIL membawa kemajuan dahsyat dan kemakmuran yg dinikmati 1,3 milyar Rakyat Tiongkok sekarang ini!

Yang ingin saya katakan, prinsip 8 jam kerja BURUH setiap hari TETAP harus dipegang teguh, disaat-saat tertentu boleh-boleh saja majikan meminta buruh lembur dengan tambahan gaji-lembur! Dan itu sepenuhnya harus dengan kebebasan setiap buruh memilih ikut lembur atau tidak. TIDAK BOLEH ada paksaan harus kerja lembur saja!

Tentu dalam pelaksanaan perlu juga dipikirkan jangan sampai berlebihan jam-lembur yg berakibat terlalu memberatkan dan merusak kesehatan buruh yang hanya untungkan majikan saja! Dibuat saja ketentuan-ketentuan kerja-lembur yang lebih baik dengan Prinsip sama-sama diuntungkan tetap harus dipegang teguh, majikan diuntungkan dan bisa tepat waktu keluarkan produksinya pada konsumen, sebaliknya juga buruh dengan kerja lembur bisa merasa senang dan tidak keberatan!


Tatiana Lukman 於 11/9/2019 0:38 寫道:
Tuh, mau bukti bagaimana kaum buruh diengkuk-engkuk oleh "diktatur proletariat" yang masih lu lihat gentayangan di negeri leluhurlu!!! Gue ngomong selalu ada bukti yang mendukungnya...nggak seperti lu...menjajakan pepesan kosong!!!! Namanya saja "diktatur proletariat".. Masih tahu apa arti proletar??? Lha gimana ceritanya ini, kok kaum proletar , sudah 40 tahun lamanya, masih kerja di bawah kondisi kerja ibaratnya "mimpi buruk" , resminya sih kerja 8 jam sehari, tapi peraturan iktu dikentutin saja oleh kapitalisnya yang menuntut buruh kerja lembur 175 jam sebulan; bekerja dengan bahan kimia yang berbahaya buat kesehatan... Untung lu nggak disuruh hidup di satu kamar dengan 8 orang, tanpa air panas... Yang lu lihat "diktatur proletariat" yang gentayangan di Tkk itu adalah tengkoraknya, makanya tak berdaya melindungi kaum proletarnya dari penghisapan dan penghinaan korporasi asing!!! Coba sekarang elu tampilkan bukti-bukti kongrit adanya "diktatur proeltariat"....  Ooo, jangan-jangan yang elu bisa tampilkan adalah penangkapan pegawai konsulat Inggris, mantan diplomat yang sudah berdomisil di Australia, dikerahkannya tank-tank di perbatasan dengan HK, etc sebagai pencerminan "diktatur proletariat" di China....

*
‘Nightmare’ conditions at Chinese factories where Hasbro and Disney toys are made*

*PUBLISHED FRI, DEC 7 2018  7:43 AM ESTUPDATED TUE, DEC 11 2018  7:47 AM EST*

Chinese factory workers producing toys for Hasbro, Disney, and Mattel and are being subjected to “nightmare” working conditions in the run-up to Christmas, an investigation has alleged.

The report, titled “A Nightmare for Workers,” shows findings from campaign groups China Labor Watch, ActionAid, CiR, and Solidar Suisse, who sent undercover investigators to four factories that produced toys sold at Walmart, Costco, Target and other international retailers.

Four factories were investigated between April and September this year.

*Workers endangered*

Investigators found there were serious violations at the factories which were endangering workers.

In peak production season, employees were working up to 175 overtime hours per month. Chinese labour law restricts monthly overtime to 36 hours per month, but the report alleged factories would often ask local governments to implement a “comprehensive working hour scheme” to override existing legislation.

Inline image


Workers were also not being given the legally required 24-hour safety training before commencing work, meaning they were unaware of how to protect themselves from toxic chemicals. The investigation also showed that employers were failing to provide them with the necessary safety equipment to prevent contact with those chemicals.

According to Solidar Suisse, workers often handled chemicals such as benzene, which has been linked to poisoning and leukaemia.

Investigators also found that workers were being forced to sign blank employment contracts and were provided with poor living quarters, which often housed eight people in one room with unsanitary facilities and no hot water.

*Inline image
*


/Solidar Suisse/

*Companies respond*

Hasbro confirmed in an email that its products were produced at two of the facilities referred to in the report.

“The allegations in the report are not substantiated by Hasbro’s extensive monitoring and audits conducted throughout 2018, and both suppliers are in good standing with Hasbro’s robust ethical sourcing requirements,” a spokesperson told CNBC.

In an emailed statement to CNBC, a Target spokesperson said it took the allegations seriously, adding: “We expect all vendors supplying products to Target to uphold our standards and treat everyone with respect, dignity and equality.”

Costco declined to comment on the report.

Spokespersons for Disney, Mattel, and Walmart were not immediately available for comment when contacted by CNBC.

The report also named Danish toy production company The Lego Group to have been associated with these factories but a spokesperson from Lego told CNBC via email that the Group does not use any of the suppliers featured in the report.

*Corporate price pressure*

Price pressure from multinational companies was a huge hurdle to improving Chinese workers’ rights, according to the report.

“International brand companies are not accepting responsibility for the rights abuses in their supply chain,” it claimed. “To meet their targets, they (use) short-term contracts with a fierce price competition and change orders on a very short-term basis. Every year many companies will request toy factories to increase their production quotas while decreasing the costs of production.”

In the Wah Tung factory, an employee producing Disney’s Princess Sing and Sparkle Ariel Doll would have a daily quota of up to 2,500 toys per day. They would work 26 days a month, earning $435 per month plus one cent for each doll produced. The Ariel doll currently retails on Amazon at $34.97 in the U.S.



On Tuesday, September 10, 2019, 02:26:22 PM GMT+2, ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:


Nenek lu yg diengkuk-engkuk, ... koloni Belanda! Elu yg pernah diagungkan diktatur proletariat, ... ironisnya sekarang hidup didalam tempurung diBelanda maki2 diktaturn proletariat!


Tatiana Lukman 於 10/9/2019 18:18 寫道:

Ha...ha...kwk..kwk.,.. diktatur proletariat di Tiongkok kapitalis-imperialis!!!! Kaum buruhnya diengkuk-engkuk oleh diktatur proletariat!!!!  Sungguh lelucon yang nggak lucu!!! On Tuesday, September 10, 2019, 01:41:35 AM GMT+2, ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]> <mailto:[email protected]> wrote:


Sebenarnya saja, RRT yang TETAP jalankan prinsip DIKTATUR PROLETARIAT, dibawah pimpinan Partai tunggal PKT, berbeda dengan dengan pengertian diktatur perseorangan! Diktatur proletariat adalah diktatur klas proletar jadi, masalahnya bisa TIDAK mewujudkan diktatur kolektif, PIMPINAN KOLEKTID dalam arti sesungguhnya, bukan perseorangan ketua Partai.

Kalau saja yang terjadi benar-benar pimpinan kolektif, dan BETUL-BETUL demi kepentingan rakyat banyak, ... yang terbukti BERHASIL membawa kemajuan dahsyat pertumbuhan ekonomi nasional yang kita saksikan bersama selama 40 tahun terakhir ini!

Mau diikuti? Bangun lah partai komunis yang baik-baik lebih dahulu! Nampaknya hanya Partai Komunis yang bisa dan mampu jalankan diktatur Proletariat dalam arti sesungguhnya!


Jonathan Goeij [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於 10/9/2019 1:38 寫道:

ha ha ha apakah kemudian mau bilang hidup dictatorship?



On Monday, September 9, 2019, 09:48:59 AM PDT, [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]> <mailto:[email protected]> wrote:



Kutipan diskusi ttg kemajuan di Singapura dibawah LKY yg tidak demokratis: Political prisoners utk menghindari kehancuran negara tertentu seperti Tiongkok.

A lot of people like to tout democracy for the success of Korea and Taiwan amongst the 4 Asian Tigers. They neglect to mention that all the growth came while these countries were under dictatorship.

And for some reason, they neve /ever /mention Singapore, by far the most successful Tiger.


Yes, Taiwan’s growth was mainly due to the “dictatorship” of KMT. Now that Taiwan has democracy, it is sinking fast, both economically, and morally. Politicians only care about elections, and no tactic is too low, defaming with an army of 1450 (Taiwan’s official wumao) spreading false news, planting phony evidence, lie lie and lie some more, you name it. Voters seem to have lost their ability to reason as a decent human being, and believe in lies depending on the camp.


Xi is a good president if you can see China's problems and you have common sense. Xi is awful if you are brainwashed to believe he is and, never bother to read a counter narrative to present a different angle to your prejudice.




alt <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> 不含病毒。www.avg.com <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>

<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke