Nah bagaimana dng usul kongkrit untuk menyelamatkan KS ini?
Konsep berdikari dengan menyelamatkan industri nasional memang beda
dng konsep kaum neolib. Berikut pendapat RR:



Ingin Selamatkan KS, Begini Saran Rizal Ramli

Rabu, 18 September 2019 | 15:09 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Ternyata, tidak hanya industri tekstil yang
menjerit lantaran derasnya tekstil impor di pasaran dalam negeri.
Industri baja pun sami mawon.

Ekonom senior, Rizal Ramli mengingatkan pemerintah agar hadir untuk
menyelamatkan industri baja dalam negeri, khususnya PT Krakatau Steel
(Persero/KS). Perlu strategi khusus untuk membendung masuknya baja asal
China, demi menyelamatkan industri baja nasional.

Kata mantan Menko Kemaritiman ini, apabila kondisi ini dibiarkan,
Krakatau Steel yang kini masih dilanda masalah finansial, bisa semakin
goyang. Dan, peningkatan pembangunan infrastruktur yang diinisiasi
Presiden Joko Widodo (Jokowi), seharusnya bisa memberikan peluang bagi
peningkatan penjualan baja perusahaan berpelat merah itu. Jadi, bukan
malah sebaliknya, proyek infrastruktur dalam negeri lebih banyak
menyerap baja China.

"Infrastruktur digenjot 4,5 tahun terakhir. Harusnya penjualan dan
keuntungan Krakatau Steel naik. Tapi, yang naik malah justru impor baja
dari China, yang harganya dumping dan aturan impornya dipermudah oleh
Mentri Perdagangan. Tidak aneh Krakatau Steel merugi," kata Rizal.

Sejatinya, hal ini pernah disampaikan Rizal Ramli kepada pemerintahan
Jokowi agar berani menjalankan kebijakan anti dumping. Tahun lalu, dia
mengusulkan penetapan bea masuk 25% kepada baja impor dan turunannya.

Jika kebijakan itu dilaksanakan, Rizal meyakini, Krakatau Steel akan
untung lagi, karena produksi baja dalam negeri naik.

Menurut Rizal Ramli, salah satu cara yang paling ampuh untuk bisa
mengatasi kondisi ekonomi yang buruk adalah dengan mengurangi defisit
current account dan impor. Selain itu, ia menilai pemerintah sebaiknya
juga memfokuskan pada 10 komoditas impor yang besar, khususnya baja
dari China dan mobil dari Jepang.

Pada Oktober 2018, menyebut bahwa baja 67% berasal dari impor dan
dijual murah di Indonesia. Industri baja dalam negeri seperti Krakatau
Steel pun merugi. "Restrukturisasi KS membuat utang sustainable tapi
tidak tingkatkan sales! Harus berani kenakan tarif anti-dumping,"
ucapnya. [ipe]





Am Sun, 22 Sep 2019 09:03:53 +0200
schrieb "kh djie [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:

> http://www.krakatausteel.com/?page=viewnews&action=view&id=268
> Bahan mentah terlalu mahal?
> Energi untuk produksi mahal ?
> Pajak import bisa dinaikkan seperti Thailand, meskipun tidak 25 % ?
> Efficiency terlalu rendah ?
> Apa benar blast furnace hasilnya malah mahal ?
> Kalau perhitungan di atas kertas saja sudah terlalu mahal,
> mengapa kok diteruskan, dan satu komisaris minta keluar
> karena tidak setuju ?
> Apa benar ada korupsi besar2an?

Kirim email ke