Lha, apa usul kongkrit bung sendiri ? Pada tanggal Min, 22 Sep 2019 pukul 12.48 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
> > > Nah bagaimana dng usul kongkrit untuk menyelamatkan KS ini? > Konsep berdikari dengan menyelamatkan industri nasional memang beda > dng konsep kaum neolib. Berikut pendapat RR: > > Ingin Selamatkan KS, Begini Saran Rizal Ramli > > Rabu, 18 September 2019 | 15:09 WIB > > INILAHCOM, Jakarta - Ternyata, tidak hanya industri tekstil yang > menjerit lantaran derasnya tekstil impor di pasaran dalam negeri. > Industri baja pun sami mawon. > > Ekonom senior, Rizal Ramli mengingatkan pemerintah agar hadir untuk > menyelamatkan industri baja dalam negeri, khususnya PT Krakatau Steel > (Persero/KS). Perlu strategi khusus untuk membendung masuknya baja asal > China, demi menyelamatkan industri baja nasional. > > Kata mantan Menko Kemaritiman ini, apabila kondisi ini dibiarkan, > Krakatau Steel yang kini masih dilanda masalah finansial, bisa semakin > goyang. Dan, peningkatan pembangunan infrastruktur yang diinisiasi > Presiden Joko Widodo (Jokowi), seharusnya bisa memberikan peluang bagi > peningkatan penjualan baja perusahaan berpelat merah itu. Jadi, bukan > malah sebaliknya, proyek infrastruktur dalam negeri lebih banyak > menyerap baja China. > > "Infrastruktur digenjot 4,5 tahun terakhir. Harusnya penjualan dan > keuntungan Krakatau Steel naik. Tapi, yang naik malah justru impor baja > dari China, yang harganya dumping dan aturan impornya dipermudah oleh > Mentri Perdagangan. Tidak aneh Krakatau Steel merugi," kata Rizal. > > Sejatinya, hal ini pernah disampaikan Rizal Ramli kepada pemerintahan > Jokowi agar berani menjalankan kebijakan anti dumping. Tahun lalu, dia > mengusulkan penetapan bea masuk 25% kepada baja impor dan turunannya. > > Jika kebijakan itu dilaksanakan, Rizal meyakini, Krakatau Steel akan > untung lagi, karena produksi baja dalam negeri naik. > > Menurut Rizal Ramli, salah satu cara yang paling ampuh untuk bisa > mengatasi kondisi ekonomi yang buruk adalah dengan mengurangi defisit > current account dan impor. Selain itu, ia menilai pemerintah sebaiknya > juga memfokuskan pada 10 komoditas impor yang besar, khususnya baja > dari China dan mobil dari Jepang. > > Pada Oktober 2018, menyebut bahwa baja 67% berasal dari impor dan > dijual murah di Indonesia. Industri baja dalam negeri seperti Krakatau > Steel pun merugi. "Restrukturisasi KS membuat utang sustainable tapi > tidak tingkatkan sales! Harus berani kenakan tarif anti-dumping," > ucapnya. [ipe] > > Am Sun, 22 Sep 2019 09:03:53 +0200 > schrieb "kh djie [email protected] [GELORA45]" > <[email protected]>: > > > http://www.krakatausteel.com/?page=viewnews&action=view&id=268 > > Bahan mentah terlalu mahal? > > Energi untuk produksi mahal ? > > Pajak import bisa dinaikkan seperti Thailand, meskipun tidak 25 % ? > > Efficiency terlalu rendah ? > > Apa benar blast furnace hasilnya malah mahal ? > > Kalau perhitungan di atas kertas saja sudah terlalu mahal, > > mengapa kok diteruskan, dan satu komisaris minta keluar > > karena tidak setuju ? > > Apa benar ada korupsi besar2an? > > >
