Eeeiiih, ternyata ci Martha sudah mulai ngaco, sedikit tidak normal lagi jalan pikirannya??? Lha, jelas yang persoalkan kenapa menghadapi wabah flu bisa mati 8200 orang??? Atau sudah tidak lagi bisa membaca dengan baik apa yang saya persoalkan? Sedikitpun tidak saya singgung asuransi kesehatan di AS, kenapa pula jadi menuduh saya menyalahkan asuransi AS?

Lalu membalik dengan menyerang Tiongkok dengan gunakan propaganda FaLunGong, .... DASAAAR, ngaco belok!


On 5/2/2020 下午12:37, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
Sakit di amerika ada asuransi yg bayarin buat berobat. Miskin ga punya duit ada medicaid yg bisa nolongin bayar dokter. Di rumah sakit pemerintah dilarang nanyain duit kalo mau berobat atau masuk rumahsakit. Vaksinasi juga bisa free kalo ga bisa bayar. Begini masih disalahin juga? Bagaimana pemerintah tiongkok yg bunuhin bayi dalam kandungan kalo sudah punya anak? Bunuhin falun gong dengan menunggu eksekusinya kalo ada orang butuh organnya. Jadi kaya hewan piaraan yg nanti disembelehnya kalo lagi dibutuhin dagingnya buat dimakan.
Gini lebih beradab?
Ah palingan juga disangkal lagi dengan kata2 muter2 kaya mainan gasing.  Bikin orang bosen.



Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/4/20 8:13 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], marthajan04 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona

Nah, ... kan setelah ketahuan 2X nuduh saya tanpa dasar, bukan minta maaf, masih coba terus berkelit?! Hehehee, ...

Tapi, dari merebaknya wabah virus Corona ini, saya jadi tahu ternyata di AS tahun lalu merebak wabah flu di Amerika sampai 8200 orang mati juga dibiarkan lewat begitu saja seperti angin berlalu, ...! Masak iaya hanya wabah flu saja sampai bunuhj 8200 orang dan itu terjadi di Amerika yang teknologi kedokterannya sudah begitu maju??? Benar apa hoax saja pemberitaan itu??? (https://www.jpnn.com/news/8200-orang-tewas-di-amerika-serikat-akibat-flu ) kok rasanya tidak masuk akal, ya!!!

Tentu, siapapun juga mengerti sebaiknya penyebaran wabah virus bisa dibatasi seminimal mungkin, bagi yang penderita sakit harus tahu diri, gunakan masker dan tidak berkeliaran diluar, bahkan masuk RS berobat dengan baik. Begitulah pemerintah Tiongkok cukup cekatan dengan tegas menutup kota Wuhan dan lebih lanjut seluruh propinsi Hubei! Agar penyebaran virus bisa dibatasi secepat mungkin, ... hanya saja, merebaknya wabah jelang Tahun Baru Imlek, dimana begitu banyak orang biasa PULANG KAMPUNG! Sedang dikota Wuhan lebih 5 juta adalah warga pendatang, jadi sebelum tgl. 20 Januari ditetapkan Wuhan TERTUTUP, sudah lebih 2 juta orang keluar pulang kampung, ... dan, katanya, setelah ditutup pun masih cukup banyak orang nyelonong cepat-cepat keluar kota Wuhan. Akibatnya, wabah virus keburu merebak kemana-mana, ... sampai HK dan Amerika sono!

Tapi di medsos juga sudah berseliweran hoax-hoax yang bikin gaduh dan membuat masyarakat luas resah, gelisah, panik dan ketakutan luas biasa, ... lebih2 dengan sikap AS yang memberikan reaksi begitu radikalnya! Bukan saya memfitnah, tapi itulah kenyataan yang terjadi, dari mula sudah menuntut WHO mengambil sikap tegas, mengangkat wabah virus Corona ini keadaan darurat bagi dunia, menghentikan penerbangan dari Tiongkok ke AS dan sebaliknya, mencabut semua pejabat Konsulat AS di Wuhan, ... padahal saat wabah flu merebak di Amerika sampai lebih 8 ribu warga meninggal diam-diam saja.


On 5/2/2020 上午11:12, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
Benernya sudah bisan menjelaskannya. Beberan kaga ngarti2 juga apa bangsa si anus yg ngeyel terus?
Atau sebab kain ga tau saya
Nih sekali lagi ya, sudah ini saya tutup.

Memang si wilbur yg ngomong tapi anda yg ngeyel AS yg salah padahal yg ngomong 1 orang yg nyela dari pihak america lebih banyak.
Cukup sekian saya sudah bosan.



Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/4/20 6:56 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], marthajan04 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona

Lho, ... kalau *BETUL* itu si Wilbur Ross yang ucapkan, kenapa dituduh saya *FITNAH*??? Apa yang saya fitnah??? Sekalipun dicela oleh pejabat2 lain, tapi kan Wilbur Ross sendiri BELUM PERNAH mencabut apa yang diucapkan itu!!! Atau saya juga belum baca saja??? Hehehee, ... ini ci Martha ternyata jadi ANJING pembela setia AS yang menggongong begitu keras sedikit saja nyerempet majikannya!!!


On 5/2/2020 上午9:11, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
Diulang. Tadi salah tempat.

Sudah dibilang juga kalo ucapan si wilbur itu juga sudah dicela oleh pejabat2 AS, kok masih diungkit terus. Pan sudah saya bawakan beriranya. Ga dibaca?



Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/4/20 3:09 PM (GMT-08:00)
To: marthajan04 <[email protected]>, GELORA_In <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona

Apa dan dimana saya memfitnah??? Coba saja buktikan, ... tapi jangan main tuduh dengan FITNAH lagi, ya!!! Lalu, ditanya dari mana itu kutip-an, sampai hari ini tidak juga dijawab, ... hanya main tuduh saya yang fitnah?


On 5/2/2020 上午3:16, marthajan04 wrote:
Sudah dibantu masih memfitnah saja. Sungguh "berbudi" ni orang.
Kecian deh begitu besar dendam di dalam hatinya.



Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/4/20 4:54 AM (GMT-08:00)
To: [email protected], GELORA_In <[email protected]> Subject: [GELORA45] Re: Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona

Yaa, Tiongkok akhirnya baru saja menerima tawaran "bantuan" dari AS. Mengapa?

Dugaan saya tentunya, kemungkinan besar akibat sikap AS yang selama ini memang tidak bersahabat terhadap Tiongkok! Dimulai dari pernyataan beberapa bulan sebelum virus Corona merebak di Wuhan sudah melakukan penelitian virus tsb., lalu menawarkan "bantuan" dengan menyodorkan obat2an yang diajukan untuk percobaan klinik, Amerika pula yang sangat getol mendesak WHO menetapkan status Darurat bagai Dunia dan segera mencabut perwakilan Konsulat Amerika di Wuhan dan memulangkan seluruh warga AS yang tersangkut di Wuhan, sampai pada ucapan menteri Perdagangan Wilbur Ross yang nyelekit: "Wabah Virus Corona di Wuhan telah membuka kemungkinan pengusaha kembali ke Amerika!", jadi mensyukuri musibah wabah virus Corona di Wuhan akan menjadi berkah bagi AS, Selama ini RRT mendiamkan saja tawaran "bantuan" AS itu, ... Tapi, RRT sebelumnya sudah menerima bantuan dari beberapa negara seperti Jerman, Rusia, Jepang, Iran, Thailand dll. yang menyatakan simpati terhadap musibah yang dihadapi Tiongkok. Rupanya baru kemarin ini Tiongkok menerima tawaran AS, entah apa dan sampai dimana bantuan yang bisa diberikan itu.

Dari banyak pemberitaan jumlah peningkatan orang yang kena terjangkit virus Corona, entah mengapa boleh dikata TIDAK ada yang menyebutkan berapa jumlah pasien yang berhasil SEMBUH! Sampai kemarin tgl. 03-02-2020 jumlah penderita diseluruh Tiongkok sudah mencapai 20438 orang, diantaranya 2788 penderita berat, 425 meninggal dan *632 orang sembuh* dan sudah diperbolehkan keluar RS! Dan perlu digarisbawahi, diantara yang sembuhada beberapa diatas usia 70 dan seorang 83 tahun! Artinya kecepatan penambahan kematian mengecil, sedang kenaikan yang sembuh meningkat lebih cepat dan dengan demikian makin besar harapan penderita virus Corona bisa disembuhkan! Apalagi kemarin RS Shen Huo yang dibangun dalam 10 hari itu sudah mulai berfungsi dengan baik, memberi kemungkinan dan syarat lebih sempurna menolong penderita virus Corona!
Mudah2an saja begitu, ...!



On 4/2/2020 下午5:35, Sunny ambon [email protected] [nasional-list] wrote:


https://katadata.co.id/berita/2020/02/04/tiongkok-akhirnya-terima-bantuan-amerika-untuk-tangani-virus-corona?utm_source=izooto&utm_medium=push_notifications&utm_campaign=Daily%20News%204%202&utm_content=&utm_term=


Tiongkok Akhirnya Terima Bantuan Amerika untuk Tangani Virus Corona


Penulis: Ratna Iskana 4/2/2020, 08.42 WIB


Di sisi lain, Tiongkok keberatan dengan sikap Amerika yang melarang perjalanan karena virus corona.

image.png

Ilustrasi. Seorang anggota tim penyelamat berjalan melewati pengumuman tentang virus corona di sebuah rumah sakit di Incheon, Korea Selatan, Senin (20/1/2020). Pemerintah Tiongkok akhirnya menerima bantuan Amerika untuk menangani virus corona.

Pemerintah Tiongkok akhirnya setuju menerima tenaga ahli kesehatan asal Amerika Serikat untuk membantu mengatasi virus corona. Penyebaran virus tersebut semakin cepat dengan jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat.


Seperti dilansir dari Reuters, Gedung Putih menyatakan pada Senin (3/2) waktu setempat bahwa Tiongkok telah menerima bantuan dari tenaga ahli AS yang merupakan bagian dari World Health Organization (WHO) untuk mempelajari dan membantu mengatasi virus yang muncul pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Di sisi lain, Tiongkok menyatakan rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur yang dibangun selama delapan hari telah menerima pasien pertamanya kemarin. Sedangkan rumah sakit kedua dengan 1.600 tempat tidur akan beroperasi pada minggu ini juga. Kedua rumah sakit itu dibangun untuk merawat pasien virus corona.


Hingga Senin (3/2), terdapat tambahan 2.345 orang yang terkena virus dan 64 orang meninggal dunia di Provinsi Hubei. Totalnya, ada 414 orang meninggal karena virus corona di provinsi tersebut.


Tidak hanya menelan korban jiwa, virus corona juga berakibat pada ekonomi Tiongkok. Bursa saham Tiongkok turun 8%, menyebabkan US$ 393 miliar keluar dari Bursa Shanghai pada hari kemarin yang merupakan perdagangan pertama setelah libur perayaan tahun baru di negeri tersebut. (Baca: Wabah Flu yang Menghantui Dunia) *Pelarangan Perjalanan ke Tiongkok Dampak Virus Corona *


Selain itu, maskapai penerbang di seluruh dunia telah menghentikan perjalanan ke Tiongkok. Penangguhan penerbangan oleh Uni Emirat Arab akan berdampak pada maskapai Etihad dan Emirates.


Tiongkok pun menyalahkan AS karena larangan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan Washington telah menciptakan dan menyebarkan kepanikan dengan menarik warga negaranya dan membatasi perjalanan.


Padahal WHO menyarankan agar tidak memberlakukan pembatasan perdagangan dan perjalanan. "Justru negara-negara maju seperti Amerika Serikat dengan kapabilitas dan fasilitas pencegahan epidemi yang kuat yang telah memimpin dalam pembatasan berlebihan yang bertentangan dengan rekomendasi WHO," kata Hua seperti dikutip dari Reuters.


(Baca: _Pemerintah Susun Daftar Barang yang Dilarang Impor dari Tiongkok_)


Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS membela langkah yang diambil untuk mencegah penyebaran virus corona, termasuk menangguhkan warga negara asing yang telah mengunjungi Tiongkok dalam 14 hari terakhir.


“Kami membuat keputusan yang agresif di depan ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tindakan sekarang memiliki potensi terbesar untuk memperlambat hal ini, ”kata Nancy Messonnier, Direktur CDC.


Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan pelarangan perjalanan ke Tiongkok tidak diperlukan. "Tidak ada alasan untuk tindakan yang tidak perlu dengan membatasi perjalan dan perdagangan. Kemungkinan virus ini menyebar di luar Tiongkok sangat kecil, dan bahkan di Tiongkok penyebaran antar provinsi sangat rendah," kata Adhanom.


WHO menyatakan setidaknya ada 151 kasus yang terkorfirmasi di 23 negara termasuk Jepang, Thailand, Jerman, Inggris, dan AS. Sedangkan data dari Tiongkok menyebut angka jumlah orang yang terinfeksi di negera tersebut mencapai 17.205 orang. Presiden Tiongkok Xi Jinping pun menegaskan pengendalian virus di negaranya menjadi tugas penting saat ini.


(Baca: _Didemo Warga Natuna Soal Lokasi Karantina WNI, Luhut: Tidak Paham Saja_)


Penulis: Ratna Iskana
Editor: Ratna Iskana






Kirim email ke