Kutipan: "Silakan klik dan baca baik2 ko Chan". 
Koq, Mathajan bisa kasih anjuran ke bung Chan utk membaca artikelnya dgn baik. 
Sudah jelas tulisan2 bung Chan jauh lebih bermutu drpd tulisan/komentar2 dari 
Marthajan. Tulisan2 bung Chan menunjukan berpengetahuan umum yg mendalam.
Menurut The Strait Times dr. Li memberitakan kepada The New York Times tentang 
yg disangka wabah penyakit menular. Ini adalah tindakan yg melanggar medical 
ethics apalagi kepada surat kabar asing (Amerika, yg sering meng-politisasi 
daripada membantu menenangkan situasi). Tindakan ini bisa menggaduhkan dan 
meresahkan keadaan masyarakat. Sebab wabah ini belum diketahui apa sebabnya dgn 
jelas dan "natural history" dari wabah ini belum diketahui waktu itu (misal, 
mortality rate dsb, yg tidak lebih ganas drpd Influenza di AS tahun 2009). 
Apalagi sebelumnya dr. Li memberitakan sangkaannya di media sosial yg adalah 
tindakan "professional misconduct". Tindakan yg betul dan seharusnya adalah 
memberi tahu sangkaannya kepada "institusi kesehatan setempat". 
Kutipan peraturan medik umum yg universal dimana saja: 
"Physicians have a legal and professional obligation to maintain the 
confidentiality of patient information. There are circumstances, however, where 
physicians are either required or permitted to report particular events or 
clinical conditions to the appropriate government or regulatory agency."
Apalagi seperti dikatakan oleh bung Chan bahwa dr Li adalah dokter mata 
(Opthalmologist) dimana pengetahuan tentang wabah penyakit menular adalah bukan 
bidangnya. Malahan dokter umum adalah lebih kompeten dibidang penyakit menular. 
Jadi di Li sudah tidak cukup berkualitas (not qualified) utk memberi komentar 
yg bukan bidangnya dan kedua memberitakan di media umum. yg bukan jalurnya yg 
benar (melanggar peraturan medik/professional misconduct).
Memang Marthajan sering cuap-cuap atau ceplas-ceplos tanpa mendalami topiknya 
dulu atau apa menang belum bisa sampai mengerti masalah2 yg mau di mendalaminya.


    On Friday, February 7, 2020, 06:50:32 PM CST, ChanCT [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:  
 
     
 

Ini orang asal cuap, ... TANPA DASAR akurat!!! Betul-betul TIDAK BEDA dengan 
Falungong yang kerjanya hanya menghitamkan RRT/PKT saja!
 
Siapa dr. Li Wenliang yang dibilang jujur itu? Di medsos, ada yang bilang dia 
dr.-mata, ada yang bilang dr.-gigi, ... TIDAK ada yang menyebutkan dia termasuk 
dokter digaris depan yang menangani pasien virus Corona itu! Dan entah dimana 
dia terjangkit virus Corona sampai akhirnya meninggal. Ayahnya juga kena! Lalu 
apa masalah yang terjadi?
 
Masih dipertengahan-akhir Desember tahun 19, dr. Li bersama 7 rekan dr. lainnya 
(jadi mereka ber-8) mengajukan pendapat dimedsos, bahwa telah terjangkit SARS 
yang merebak dari pasar Huanan, yang mereka ketahui ada 3 orang pekerja di 
pasar itu terjangkit penyakit spt SARS 18 tahun yl. 
 
 
Yang dipermasalahkan pihak pemerintah Wuhan, pernyataan 8 orang di medsos itu 
bisa bikin gaduh dan panik masyarakat, meminta dihentikan! Diantara mereka, 
seorang dr. wanita di medsos juga mengakui teguran ini dan tidak bersuara lagi. 
Sedang dr. Li masih saja meneruskan dan berkeras menyatakan penyakit itu 
menular, pihak dept.kesehatan Wuhan bilang belum ada bukti penularan orang 
keorang, ... Dan pihak keamanan dengan tegas menghendaki dr. Li menandatangani 
pengakuan tuduhan FITNAH! Catatan, tuntutan penandatanganan tuduhan FITNAH 
hanya pada dr.Li tidak dengan 7 dr. lainnya.
 
Di tgl.30 Des. dr. Li meriang dan harus meringkuk di RS, sampai akhirnya 
kemarin tidak tertolong dan meninggal. Hanya itulah yang terdengar di medsos. 
bagaimana sesungguhnya yang terjadi, pemerintah pusat sudah mengutus tim 
peneliti peristiwa ini, ... dan kita tunggu saja bagaimana kesimpulannya. Tentu 
dalam hubungan mengambil ketentuan penyakit itu dari mana sumbernya, jenis 
virus dan menular tidak dari manusia kemanusia masih bisa diperdebatkan sesuai 
ilmu kedokteran, ... bukan asal cuap dan disebarkan dimedsos yang hanya bikin 
gaduh seperti dilakukan dr. Li itu! Tidak menyelesaikan masalah!
 
Yang menyelesaikan masalah justru dr. Zheng (perempuan) dibarisan terdepan 
penanganan penyakit penular, yg pertama menemukan gejala aneh orang terjangkit 
virus Corona ini, sepasang suami-istri terjangkit dan ditemukan paru-paru nya 
bermasalah sama. Lalu ditanya dirumah masih ada siapa? Anak tunggalnya 
dipanggil, ternyata juga sudah terjangkit hanya lebih ringan. Dari sinilah baru 
ditemukan dan bisa dinyatakan virus Corona bisa menular orang keorang, ...! 
Maka pemerintah Wuhan segera menutup pasar Huanan, ... dan berlanjut pemerintah 
pusat menutup kota Wuhan di tgl. 21 Januari! 
 
 
Semua juga harus dilihat prosesnya, dengan ada gejala-gejala akurat untuk 
menyimpulkan kebijakan, dan tidak bisa diributkan di medsos seperti yg 
dilakukan 8 dr. dan jelas TIDAK menyelesaikan masalah begitu!
 
Untuk lebih jelas, bagi yang mengerti bhs. Tionghjoa bisa ikuti:
  
20200207-3【李文亮走了。。。】【他的效果还在。。。】【寒梅视角】
 
https://www.youtube.com/watch?v=B40NwsTI1ak
  

 
 On 8/2/2020 上午6:04, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
  
    
https://www.straitstimes.com/asia/east-asia/chinese-doctor-who-tried-to-warn-colleagues-in-wuhan-about-coronavirus-dies
 
  Ni dokter (Lie Wenliang) yang jujur, ingin menyelamatkan manusia dari 
ketularan penyakit yg mematikan ini, bukan seperti si ko Chan, si Lin dan 
pemerintah China Tiongkok yg ga peduli penyakit akan menyebar hanya karena 
takut kehilangan pemasukan duit sehingga kalap ngamuk sama AS yg difitnah jadi 
biang keladi banyak negara di dunia melarang warganya ke China. 
  Tapi saya sangsi juga apa dia meninggal karena virus tsb atau dibunuh 
pemerintahnya yg kejam ga ngargai nyawa warganya sendiri kalo sudah dianggap 
bersalah. 
  Silakan klik dan baca baik2 ko Chan.  
   Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone< /div> 
    
    

Kirim email ke