Diperdebatkan tentu tidak ada perlunya! Yang menjadi pertanyaan kenapa kematian dr. Li itu jadi begitu menggemparkan dan bukan saja WHO khusus mengucapkan dukacita dan kibarkan bendera setengah-tiang, bahkan ada berita menyatakan White House juga kibarkan bendera setengah tiang! Apa dan dimana masalahnya???

Semalam saya temukan video yang menguraikan kronologis dr. Li, jadi dr-mata dr. Li yang diakhir tahun 30 Des. sudah menyerukan ada wabah SARS merebak dari pasar Huanan, ternyata diperkirakan diawal Jan. saat memerikasa mata seorang nenek usia 80-an, terkena virus Corono, yang kemudian diketahui nenek ini sudah kena virus Corona dan meninggal. Dr. Li tgl. 6 sudah merasa meriang dengan gejala-gejala terjangkit virus Corona, dikejar ayah-ibu dan anak yang seruamah juga sudah positif virus Corona, istri yang sedang hamil masih dinyatakan negatif. Yang dipermasalahkan, kalau saja dr. Li muda ini sudah begitu keras menyatakan wabah SARS merebak dan minta khalayak waspada, kenapa dirinya TIDAK melaksanakan dengan baik?

Masalah berikut, tentu orang pertanyakan kenapa pula dr. Li muda dengan tubuh kuat bisa tidak tertolong? Ada yang menyatakan, atas permintaan dia sendiri menggunakan obat-obatan barat yang mahal dan akhirnya justru merusak tubuhnya sendiri, ... tentu sampai dimana kebenarannya walahualam, ...! Dan yang juga bisa DIPASTIKAN, dr. Li meninggal terserang virus Corona, bukan karena diperingatkan keras oleh polisi, ataupundianiaya!

Yang jelas, kita semua prihatin dan menyanyangkan dengan kematian pemuda yang satu ini, ...! Biarlah tim-peneliti kasus dari Pemerintah pusat sedang bekerja dan belum ada kesimpulan yang terdengar, ... biarlah kita tunggu saja kesimpulannya.

Dan juga yang sudah PASTI, gerak perkembangan jumlah pasien yang sembuh terus meningkat lebih cepat, sedang gerak penambahan angka kematian bisa menurun, ... Masih berdasarkan data 07-02-2020 yang masuk: dari Jumlah terjangkit virus Corona diseluruh Tiongkok *Total: **34546 kasus* ; *Penderita berat: 6101 org*.  ; *Meninggal: 722 org. * ; *Sembuh: 2050 org.*



On 8/2/2020 下午10:46, Sunny ambon wrote:
/Saya kira tak usah diperdebatkan lebih lanjut, buktinya penyakit meraja lelala, yang paling penting ialah mencegahnya dan menyembuhkan yang menderita serta menjadi pelajaran untuk esok hari/.

On Sat, Feb 8, 2020 at 12:30 PM ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:

    Betuuul, bung Jo! Menghadapi virus jenis baru yang merebak disatu
    wilayah tentu sulit membuat satu keputusan, mulai dari dokter yang
    langsung menghadapi apalagi pihak walikota yg harus ambil
    KEPUTUSAN, kebijakan apa dan bagaimana yang harus diambil. Tentu
    dengan saran dokter-dokter disekitar yang berpengetahuan, ...
    TIDAK bisa asal cuap apalagi spt cara dr. Li main cuap di medsos
    saja. Jauh akan lebih bijaksana dan tepat seandainya diajukan
    secara ilmiah dengan data-data lengkap yang diketahui dan bisa
    diperdebatkan pada dept. kesehatan Wuhan. Itu cara pemecahan
    dijalur yang benar. Jadi bukan diuar-uarkan dimedsos yang hanya
    bikin ramai, bikin gaduh dan jadi bikin panik masyarakat saja, ...

    Kita lihat sajalah bagaimana hasil kesimpulan tim peneliti
    pemerintah pusat dalam kasus dr. Li Wenliang ini, ... Saya juga
    ingin tahu! Nanti begitu kelihatan saya keluarkan.


    On 8/2/2020 下午2:23, B.H. Jo wrote:
    Kutipan: "Silakan klik dan baca baik2 ko Chan".

    Koq, Mathajan bisa kasih anjuran ke bung Chan utk membaca
    artikelnya dgn baik. Sudah jelas tulisan2 bung Chan jauh lebih
    bermutu drpd tulisan/komentar2 dari Marthajan. Tulisan2 bung Chan
    menunjukan berpengetahuan umum yg mendalam.

    Menurut The Strait Times dr. Li memberitakan kepada The New York
    Times tentang yg disangka wabah penyakit menular. Ini adalah
    tindakan yg melanggar medical ethics apalagi kepada surat kabar
    asing (Amerika, yg sering meng-politisasi daripada membantu
    menenangkan situasi). Tindakan ini bisa menggaduhkan dan
    meresahkan keadaan masyarakat. Sebab wabah ini belum diketahui
    apa sebabnya dgn jelas dan "natural history" dari wabah ini belum
    diketahui waktu itu (misal, mortality rate dsb, yg tidak lebih
    ganas drpd Influenza di AS tahun 2009). *Apalagi sebelumnya dr.
    Li memberitakan sangkaannya di media sosial yg adalah tindakan
    "professional misconduct". Tindakan yg betul dan seharusnya
    adalah memberi tahu sangkaannya kepada "institusi kesehatan
    setempat"*.

    Kutipan peraturan medik umum yg universal dimana saja:

    "Physicians have a legal and professional obligation to maintain
    the confidentiality of patient information. There are
    circumstances, however, where physicians are either required or
    permitted to report particular events or clinical conditions *to
    the appropriate government or regulatory agency.*"

    *Apalagi seperti dikatakan oleh bung Chan bahwa dr Li adalah
    dokter mata (Opthalmologist) dimana pengetahuan tentang wabah
    penyakit menular adalah bukan bidangnya.* *Malahan dokter umum
    adalah lebih kompeten dibidang penyakit menular. Jadi di Li sudah
    tidak cukup berkualitas (not qualified) utk memberi komentar yg
    bukan bidangnya dan kedua memberitakan di media umum. yg bukan
    jalurnya yg benar (melanggar peraturan medik/professional
    misconduct).*

    Memang Marthajan sering cuap-cuap atau ceplas-ceplos tanpa
    mendalami topiknya dulu atau apa menang belum bisa sampai
    mengerti masalah2 yg mau di mendalaminya.



    On Friday, February 7, 2020, 06:50:32 PM CST, ChanCT
    [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
    <[email protected]> <mailto:[email protected]> wrote:


    Ini orang asal cuap, ... TANPA DASAR akurat!!! Betul-betul TIDAK
    BEDA dengan Falungong yang kerjanya hanya menghitamkan RRT/PKT saja!

    Siapa dr. Li Wenliang yang dibilang jujur itu? Di medsos, ada
    yang bilang dia dr.-mata, ada yang bilang dr.-gigi, ... TIDAK ada
    yang menyebutkan dia termasuk dokter digaris depan yang menangani
    pasien virus Corona itu! Dan entah dimana dia terjangkit virus
    Corona sampai akhirnya meninggal. Ayahnya juga kena! Lalu apa
    masalah yang terjadi?

    Masih dipertengahan-akhir Desember tahun 19, dr. Li bersama 7
    rekan dr. lainnya (jadi mereka ber-8) mengajukan pendapat
    dimedsos, bahwa telah terjangkit SARS yang merebak dari pasar
    Huanan, yang mereka ketahui ada 3 orang pekerja di pasar itu
    terjangkit penyakit spt SARS 18 tahun yl.

    Yang dipermasalahkan pihak pemerintah Wuhan, pernyataan 8 orang
    di medsos itu bisa bikin gaduh dan panik masyarakat, meminta
    dihentikan! Diantara mereka, seorang dr. wanita di medsos juga
    mengakui teguran ini dan tidak bersuara lagi. Sedang dr. Li masih
    saja meneruskan dan berkeras menyatakan penyakit itu menular,
    pihak dept.kesehatan Wuhan bilang belum ada bukti penularan orang
    keorang, ... Dan pihak keamanan dengan tegas menghendaki dr. Li
    menandatangani pengakuan tuduhan FITNAH! Catatan, tuntutan
    penandatanganan tuduhan FITNAH hanya pada dr.Li tidak dengan 7
    dr. lainnya.

    Di tgl.30 Des. dr. Li meriang dan harus meringkuk di RS, sampai
    akhirnya kemarin tidak tertolong dan meninggal. Hanya itulah yang
    terdengar di medsos. bagaimana sesungguhnya yang terjadi,
    pemerintah pusat sudah mengutus tim peneliti peristiwa ini, ...
    dan kita tunggu saja bagaimana kesimpulannya. Tentu dalam
    hubungan mengambil ketentuan penyakit itu dari mana sumbernya,
    jenis virus dan menular tidak dari manusia kemanusia masih bisa
    diperdebatkan sesuai ilmu kedokteran, ... bukan asal cuap dan
    disebarkan dimedsos yang hanya bikin gaduh seperti dilakukan dr.
    Li itu! Tidak menyelesaikan masalah!

    Yang menyelesaikan masalah justru dr. Zheng (perempuan) dibarisan
    terdepan penanganan penyakit penular, yg pertama menemukan gejala
    aneh orang terjangkit virus Corona ini, sepasang suami-istri
    terjangkit dan ditemukan paru-paru nya bermasalah sama. Lalu
    ditanya dirumah masih ada siapa? Anak tunggalnya dipanggil,
    ternyata juga sudah terjangkit hanya lebih ringan. Dari sinilah
    baru ditemukan dan bisa dinyatakan virus Corona bisa menular
    orang keorang, ...! Maka pemerintah Wuhan segera menutup pasar
    Huanan, ... dan berlanjut pemerintah pusat menutup kota Wuhan di
    tgl. 21 Januari!

    Semua juga harus dilihat prosesnya, dengan ada gejala-gejala
    akurat untuk menyimpulkan kebijakan, dan tidak bisa diributkan di
    medsos seperti yg dilakukan 8 dr. dan jelas TIDAK menyelesaikan
    masalah begitu!

    Untuk lebih jelas, bagi yang mengerti bhs. Tionghjoa bisa ikuti:


      20200207-3【李文亮走了。。。】【他的效果还在。。。】【寒梅视角】

    https://www.youtube.com/watch?v=B40NwsTI1ak


    On 8/2/2020 上午6:04, marthajan04 [email protected]
    <mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote:

    
https://www.straitstimes.com/asia/east-asia/chinese-doctor-who-tried-to-warn-colleagues-in-wuhan-about-coronavirus-dies


    Ni dokter (Lie Wenliang) yang jujur, ingin menyelamatkan manusia
    dari ketularan penyakit yg mematikan ini, bukan seperti si ko
    Chan, si Lin dan pemerintah China Tiongkok yg ga peduli penyakit
    akan menyebar hanya karena takut kehilangan pemasukan duit
    sehingga kalap ngamuk sama AS yg difitnah jadi biang keladi
    banyak negara di dunia melarang warganya ke China.

    Tapi saya sangsi juga apa dia meninggal karena virus tsb atau
    dibunuh pemerintahnya yg kejam ga ngargai nyawa warganya sendiri
    kalo sudah dianggap bersalah.

    Silakan klik dan baca baik2 ko Chan.

    Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone< /div>

Kirim email ke