*Saya kira tak usah diperdebatkan lebih lanjut, buktinya penyakit
meraja lelala, yang paling penting ialah mencegahnya dan menyembuhkan yang
menderita serta menjadi pelajaran untuk esok hari*.

On Sat, Feb 8, 2020 at 12:30 PM ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
> Betuuul, bung Jo! Menghadapi virus jenis baru yang merebak disatu wilayah
> tentu sulit membuat satu keputusan, mulai dari dokter yang langsung
> menghadapi apalagi pihak walikota yg harus ambil KEPUTUSAN, kebijakan apa
> dan bagaimana yang harus diambil. Tentu dengan saran dokter-dokter
> disekitar yang berpengetahuan, ... TIDAK bisa asal cuap apalagi spt cara
> dr. Li main cuap di medsos saja. Jauh akan lebih bijaksana dan tepat
> seandainya diajukan secara ilmiah dengan data-data lengkap yang diketahui
> dan bisa diperdebatkan pada dept. kesehatan Wuhan. Itu cara pemecahan
> dijalur yang benar. Jadi bukan diuar-uarkan dimedsos yang hanya bikin
> ramai, bikin gaduh dan jadi bikin panik masyarakat saja, ...
>
> Kita lihat sajalah bagaimana hasil kesimpulan tim peneliti pemerintah
> pusat dalam kasus dr. Li Wenliang ini, ... Saya juga ingin tahu! Nanti
> begitu kelihatan saya keluarkan.
>
>
> On 8/2/2020 下午2:23, B.H. Jo wrote:
>
> Kutipan: "Silakan klik dan baca baik2 ko Chan".
>
> Koq, Mathajan bisa kasih anjuran ke bung Chan utk membaca artikelnya dgn
> baik. Sudah jelas tulisan2 bung Chan jauh lebih bermutu drpd
> tulisan/komentar2 dari Marthajan. Tulisan2 bung Chan menunjukan
> berpengetahuan umum yg mendalam.
>
> Menurut The Strait Times dr. Li memberitakan kepada The New York Times
> tentang yg disangka wabah penyakit menular. Ini adalah tindakan yg
> melanggar medical ethics apalagi kepada surat kabar asing (Amerika, yg
> sering meng-politisasi daripada membantu menenangkan situasi). Tindakan ini
> bisa menggaduhkan dan meresahkan keadaan masyarakat. Sebab wabah ini belum
> diketahui apa sebabnya dgn jelas dan "natural history" dari wabah ini belum
> diketahui waktu itu (misal, mortality rate dsb, yg tidak lebih ganas drpd
> Influenza di AS tahun 2009). *Apalagi sebelumnya dr. Li memberitakan
> sangkaannya di media sosial yg adalah tindakan "professional misconduct".
> Tindakan yg betul dan seharusnya adalah memberi tahu sangkaannya kepada
> "institusi kesehatan setempat"*.
>
> Kutipan peraturan medik umum yg universal dimana saja:
>
> "Physicians have a legal and professional obligation to maintain the
> confidentiality of patient information. There are circumstances, however,
> where physicians are either required or permitted to report particular
> events or clinical conditions *to the appropriate government or
> regulatory agency.*"
>
> *Apalagi seperti dikatakan oleh bung Chan bahwa dr Li adalah dokter mata
> (Opthalmologist) dimana pengetahuan tentang wabah penyakit menular adalah
> bukan bidangnya.* *Malahan dokter umum adalah lebih kompeten dibidang
> penyakit menular. Jadi di Li sudah tidak cukup berkualitas (not qualified)
> utk memberi komentar yg bukan bidangnya dan kedua memberitakan di media
> umum. yg bukan jalurnya yg benar (melanggar peraturan medik/professional
> misconduct).*
>
> Memang Marthajan sering cuap-cuap atau ceplas-ceplos tanpa mendalami
> topiknya dulu atau apa menang belum bisa sampai mengerti masalah2 yg mau di
> mendalaminya.
>
>
>
> On Friday, February 7, 2020, 06:50:32 PM CST, ChanCT [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]> <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
> Ini orang asal cuap, ... TANPA DASAR akurat!!! Betul-betul TIDAK BEDA
> dengan Falungong yang kerjanya hanya menghitamkan RRT/PKT saja!
>
> Siapa dr. Li Wenliang yang dibilang jujur itu? Di medsos, ada yang bilang
> dia dr.-mata, ada yang bilang dr.-gigi, ... TIDAK ada yang menyebutkan dia
> termasuk dokter digaris depan yang menangani pasien virus Corona itu! Dan
> entah dimana dia terjangkit virus Corona sampai akhirnya meninggal. Ayahnya
> juga kena! Lalu apa masalah yang terjadi?
>
> Masih dipertengahan-akhir Desember tahun 19, dr. Li bersama 7 rekan dr.
> lainnya (jadi mereka ber-8) mengajukan pendapat dimedsos, bahwa telah
> terjangkit SARS yang merebak dari pasar Huanan, yang mereka ketahui ada 3
> orang pekerja di pasar itu terjangkit penyakit spt SARS 18 tahun yl.
>
> Yang dipermasalahkan pihak pemerintah Wuhan, pernyataan 8 orang di medsos
> itu bisa bikin gaduh dan panik masyarakat, meminta dihentikan! Diantara
> mereka, seorang dr. wanita di medsos juga mengakui teguran ini dan tidak
> bersuara lagi. Sedang dr. Li masih saja meneruskan dan berkeras menyatakan
> penyakit itu menular, pihak dept.kesehatan Wuhan bilang belum ada bukti
> penularan orang keorang, ... Dan pihak keamanan dengan tegas menghendaki
> dr. Li menandatangani pengakuan tuduhan FITNAH! Catatan, tuntutan
> penandatanganan tuduhan FITNAH hanya pada dr.Li tidak dengan 7 dr. lainnya.
>
> Di tgl.30 Des. dr. Li meriang dan harus meringkuk di RS, sampai akhirnya
> kemarin tidak tertolong dan meninggal. Hanya itulah yang terdengar di
> medsos. bagaimana sesungguhnya yang terjadi, pemerintah pusat sudah
> mengutus tim peneliti peristiwa ini, ... dan kita tunggu saja bagaimana
> kesimpulannya. Tentu dalam hubungan mengambil ketentuan penyakit itu dari
> mana sumbernya, jenis virus dan menular tidak dari manusia kemanusia masih
> bisa diperdebatkan sesuai ilmu kedokteran, ... bukan asal cuap dan
> disebarkan dimedsos yang hanya bikin gaduh seperti dilakukan dr. Li itu!
> Tidak menyelesaikan masalah!
>
> Yang menyelesaikan masalah justru dr. Zheng (perempuan) dibarisan terdepan
> penanganan penyakit penular, yg pertama menemukan gejala aneh orang
> terjangkit virus Corona ini, sepasang suami-istri terjangkit dan ditemukan
> paru-paru nya bermasalah sama. Lalu ditanya dirumah masih ada siapa? Anak
> tunggalnya dipanggil, ternyata juga sudah terjangkit hanya lebih ringan.
> Dari sinilah baru ditemukan dan bisa dinyatakan virus Corona bisa menular
> orang keorang, ...! Maka pemerintah Wuhan segera menutup pasar Huanan, ....
> dan berlanjut pemerintah pusat menutup kota Wuhan di tgl. 21 Januari!
>
> Semua juga harus dilihat prosesnya, dengan ada gejala-gejala akurat untuk
> menyimpulkan kebijakan, dan tidak bisa diributkan di medsos seperti yg
> dilakukan 8 dr. dan jelas TIDAK menyelesaikan masalah begitu!
>
> Untuk lebih jelas, bagi yang mengerti bhs. Tionghjoa bisa ikuti:
> 20200207-3【李文亮走了。。。】【他的效果还在。。。】【寒梅视角】
>
> https://www.youtube.com/watch?v=B40NwsTI1ak
>
>
> On 8/2/2020 上午6:04, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
>
>
>
>
> https://www.straitstimes.com/asia/east-asia/chinese-doctor-who-tried-to-warn-colleagues-in-wuhan-about-coronavirus-dies
>
> Ni dokter (Lie Wenliang) yang jujur, ingin menyelamatkan manusia dari
> ketularan penyakit yg mematikan ini, bukan seperti si ko Chan, si Lin dan
> pemerintah China Tiongkok yg ga peduli penyakit akan menyebar hanya karena
> takut kehilangan pemasukan duit sehingga kalap ngamuk sama AS yg difitnah
> jadi biang keladi banyak negara di dunia melarang warganya ke China.
>
> Tapi saya sangsi juga apa dia meninggal karena virus tsb atau dibunuh
> pemerintahnya yg kejam ga ngargai nyawa warganya sendiri kalo sudah
> dianggap bersalah.
>
> Silakan klik dan baca baik2 ko Chan.
>
> Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone< /div>
>
> 
>

Kirim email ke