Saya kira ada 2 pendapat berbeda :
Dokter mata itu adalah whistle blower karena terbuki benar.
Dokter itu mula2 dianggap membuat pernyataan yang dianggap dapat meresahkan,
karena yang boleh menyatakan wabah hanya satu instansi resmi melalui
analisa dan
penelitian?
Instansi resminya tidak bekerja cukup cepat ?

kaena pernyataan suatu wa

Pada tanggal Min, 9 Feb 2020 pukul 02.55 ChanCT [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> Diperdebatkan tentu tidak ada perlunya! Yang menjadi pertanyaan kenapa
> kematian dr. Li itu jadi begitu menggemparkan dan bukan saja WHO khusus
> mengucapkan dukacita dan kibarkan bendera setengah-tiang, bahkan ada berita
> menyatakan White House juga kibarkan bendera setengah tiang! Apa dan dimana
> masalahnya???
>
> Semalam saya temukan video yang menguraikan kronologis dr. Li, jadi
> dr-mata dr. Li yang diakhir tahun 30 Des. sudah menyerukan ada wabah SARS
> merebak dari pasar Huanan, ternyata diperkirakan diawal Jan. saat
> memerikasa mata seorang nenek usia 80-an, terkena virus Corono, yang
> kemudian diketahui nenek ini sudah kena virus Corona dan meninggal. Dr. Li
> tgl. 6 sudah merasa meriang dengan gejala-gejala terjangkit virus Corona,
> dikejar ayah-ibu dan anak yang seruamah juga sudah positif virus Corona,
> istri yang sedang hamil masih dinyatakan negatif. Yang dipermasalahkan,
> kalau saja dr. Li muda ini sudah begitu keras menyatakan wabah SARS merebak
> dan minta khalayak waspada, kenapa dirinya TIDAK melaksanakan dengan baik?
>
> Masalah berikut, tentu orang pertanyakan kenapa pula dr. Li muda dengan
> tubuh kuat bisa tidak tertolong? Ada yang menyatakan, atas permintaan dia
> sendiri menggunakan obat-obatan barat yang mahal dan akhirnya justru
> merusak tubuhnya sendiri, ... tentu sampai dimana kebenarannya walahualam,
> ...! Dan yang juga bisa DIPASTIKAN, dr. Li meninggal terserang virus
> Corona, bukan  karena diperingatkan keras oleh polisi, ataupun dianiaya!
>
> Yang jelas, kita semua prihatin dan menyanyangkan dengan kematian pemuda
> yang satu ini, ...! Biarlah tim-peneliti kasus dari Pemerintah pusat sedang
> bekerja dan belum ada kesimpulan yang terdengar, ... biarlah kita tunggu
> saja kesimpulannya.
>
> Dan juga yang sudah PASTI, gerak perkembangan jumlah pasien yang sembuh
> terus meningkat lebih cepat, sedang gerak penambahan angka kematian bisa
> menurun, ... Masih berdasarkan data 07-02-2020 yang masuk: dari Jumlah
> terjangkit virus Corona diseluruh Tiongkok *Total: **34546 kasus* ;  
> *Penderita
> berat: 6101 org*.  ;  *Meninggal: 722 org. * ;   *Sembuh: 2050 org.*
>
>
>
> On 8/2/2020 下午10:46, Sunny ambon wrote:
>
> *Saya kira tak usah diperdebatkan lebih lanjut, buktinya penyakit
> meraja lelala, yang paling penting ialah mencegahnya dan menyembuhkan yang
> menderita serta menjadi pelajaran untuk esok hari*.
>
> On Sat, Feb 8, 2020 at 12:30 PM ChanCT [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]> wrote:
>
>>
>>
>> Betuuul, bung Jo! Menghadapi virus jenis baru yang merebak disatu wilayah
>> tentu sulit membuat satu keputusan, mulai dari dokter yang langsung
>> menghadapi apalagi pihak walikota yg harus ambil KEPUTUSAN, kebijakan apa
>> dan bagaimana yang harus diambil. Tentu dengan saran dokter-dokter
>> disekitar yang berpengetahuan, ... TIDAK bisa asal cuap apalagi spt cara
>> dr. Li main cuap di medsos saja. Jauh akan lebih bijaksana dan tepat
>> seandainya diajukan secara ilmiah dengan data-data lengkap yang diketahui
>> dan bisa diperdebatkan pada dept. kesehatan Wuhan. Itu cara pemecahan
>> dijalur yang benar. Jadi bukan diuar-uarkan dimedsos yang hanya bikin
>> ramai, bikin gaduh dan jadi bikin panik masyarakat saja, ...
>>
>> Kita lihat sajalah bagaimana hasil kesimpulan tim peneliti pemerintah
>> pusat dalam kasus dr. Li Wenliang ini, ... Saya juga ingin tahu! Nanti
>> begitu kelihatan saya keluarkan.
>>
>>
>> On 8/2/2020 下午2:23, B.H. Jo wrote:
>>
>> Kutipan: "Silakan klik dan baca baik2 ko Chan".
>>
>> Koq, Mathajan bisa kasih anjuran ke bung Chan utk membaca artikelnya dgn
>> baik. Sudah jelas tulisan2 bung Chan jauh lebih bermutu drpd
>> tulisan/komentar2 dari Marthajan. Tulisan2 bung Chan menunjukan
>> berpengetahuan umum yg mendalam.
>>
>> Menurut The Strait Times dr. Li memberitakan kepada The New York Times
>> tentang yg disangka wabah penyakit menular. Ini adalah tindakan yg
>> melanggar medical ethics apalagi kepada surat kabar asing (Amerika, yg
>> sering meng-politisasi daripada membantu menenangkan situasi). Tindakan ini
>> bisa menggaduhkan dan meresahkan keadaan masyarakat. Sebab wabah ini belum
>> diketahui apa sebabnya dgn jelas dan "natural history" dari wabah ini belum
>> diketahui waktu itu (misal, mortality rate dsb, yg tidak lebih ganas
>> drpd Influenza di AS tahun 2009). *Apalagi sebelumnya dr. Li
>> memberitakan sangkaannya di media sosial yg adalah tindakan "professional
>> misconduct". Tindakan yg betul dan seharusnya adalah memberi tahu
>> sangkaannya kepada "institusi kesehatan setempat"*.
>>
>> Kutipan peraturan medik umum yg universal dimana saja:
>>
>> "Physicians have a legal and professional obligation to maintain the
>> confidentiality of patient information. There are circumstances, however,
>> where physicians are either required or permitted to report particular
>> events or clinical conditions *to the appropriate government or
>> regulatory agency.*"
>>
>> *Apalagi seperti dikatakan oleh bung Chan bahwa dr Li adalah dokter mata
>> (Opthalmologist) dimana pengetahuan tentang wabah penyakit menular adalah
>> bukan bidangnya.* *Malahan dokter umum adalah lebih kompeten dibidang
>> penyakit menular. Jadi di Li sudah tidak cukup berkualitas (not qualified)
>> utk memberi komentar yg bukan bidangnya dan kedua memberitakan di media
>> umum. yg bukan jalurnya yg benar (melanggar peraturan medik/professional
>> misconduct).*
>>
>> Memang Marthajan sering cuap-cuap atau ceplas-ceplos tanpa mendalami
>> topiknya dulu atau apa menang belum bisa sampai mengerti masalah2 yg mau di
>> mendalaminya.
>>
>>
>>
>> On Friday, February 7, 2020, 06:50:32 PM CST, ChanCT [email protected]
>> [GELORA45] <[email protected]> <[email protected]> wrote:
>>
>>
>>
>>
>> Ini orang asal cuap, ... TANPA DASAR akurat!!! Betul-betul TIDAK BEDA
>> dengan Falungong yang kerjanya hanya menghitamkan RRT/PKT saja!
>>
>> Siapa dr. Li Wenliang yang dibilang jujur itu? Di medsos, ada yang bilang
>> dia dr.-mata, ada yang bilang dr.-gigi, ... TIDAK ada yang menyebutkan dia
>> termasuk dokter digaris depan yang menangani pasien virus Corona itu! Dan
>> entah dimana dia terjangkit virus Corona sampai akhirnya meninggal. Ayahnya
>> juga kena! Lalu apa masalah yang terjadi?
>>
>> Masih dipertengahan-akhir Desember tahun 19, dr. Li bersama 7 rekan dr.
>> lainnya (jadi mereka ber-8) mengajukan pendapat dimedsos, bahwa telah
>> terjangkit SARS yang merebak dari pasar Huanan, yang mereka ketahui ada 3
>> orang pekerja di pasar itu terjangkit penyakit spt SARS 18 tahun yl.
>>
>> Yang dipermasalahkan pihak pemerintah Wuhan, pernyataan 8 orang di medsos
>> itu bisa bikin gaduh dan panik masyarakat, meminta dihentikan! Diantara
>> mereka, seorang dr. wanita di medsos juga mengakui teguran ini dan tidak
>> bersuara lagi. Sedang dr. Li masih saja meneruskan dan berkeras menyatakan
>> penyakit itu menular, pihak dept.kesehatan Wuhan bilang belum ada bukti
>> penularan orang keorang, ... Dan pihak keamanan dengan tegas menghendaki
>> dr. Li menandatangani pengakuan tuduhan FITNAH! Catatan, tuntutan
>> penandatanganan tuduhan FITNAH hanya pada dr.Li tidak dengan 7 dr. lainnya.
>>
>> Di tgl.30 Des. dr. Li meriang dan harus meringkuk di RS, sampai akhirnya
>> kemarin tidak tertolong dan meninggal. Hanya itulah yang terdengar di
>> medsos. bagaimana sesungguhnya yang terjadi, pemerintah pusat sudah
>> mengutus tim peneliti peristiwa ini, ... dan kita tunggu saja bagaimana
>> kesimpulannya. Tentu dalam hubungan mengambil ketentuan penyakit itu dari
>> mana sumbernya, jenis virus dan menular tidak dari manusia kemanusia masih
>> bisa diperdebatkan sesuai ilmu kedokteran, ... bukan asal cuap dan
>> disebarkan dimedsos yang hanya bikin gaduh seperti dilakukan dr. Li itu!
>> Tidak menyelesaikan masalah!
>>
>> Yang menyelesaikan masalah justru dr. Zheng (perempuan) dibarisan
>> terdepan penanganan penyakit penular, yg pertama menemukan gejala aneh
>> orang terjangkit virus Corona ini, sepasang suami-istri terjangkit dan
>> ditemukan paru-paru nya bermasalah sama. Lalu ditanya dirumah masih ada
>> siapa? Anak tunggalnya dipanggil, ternyata juga sudah terjangkit hanya
>> lebih ringan. Dari sinilah baru ditemukan dan bisa dinyatakan virus Corona
>> bisa menular orang keorang, ...! Maka pemerintah Wuhan segera menutup pasar
>> Huanan, ... dan berlanjut pemerintah pusat menutup kota Wuhan di tgl. 21
>> Januari!
>>
>> Semua juga harus dilihat prosesnya, dengan ada gejala-gejala akurat untuk
>> menyimpulkan kebijakan, dan tidak bisa diributkan di medsos seperti yg
>> dilakukan 8 dr. dan jelas TIDAK menyelesaikan masalah begitu!
>>
>> Untuk lebih jelas, bagi yang mengerti bhs. Tionghjoa bisa ikuti:
>> 20200207-3【李文亮走了。。。】【他的效果还在。。。】【寒梅视角】
>>
>> https://www.youtube.com/watch?v=B40NwsTI1ak
>>
>>
>> On 8/2/2020 上午6:04, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
>>
>>
>>
>>
>> https://www.straitstimes.com/asia/east-asia/chinese-doctor-who-tried-to-warn-colleagues-in-wuhan-about-coronavirus-dies
>>
>> Ni dokter (Lie Wenliang) yang jujur, ingin menyelamatkan manusia dari
>> ketularan penyakit yg mematikan ini, bukan seperti si ko Chan, si Lin dan
>> pemerintah China Tiongkok yg ga peduli penyakit akan menyebar hanya karena
>> takut kehilangan pemasukan duit sehingga kalap ngamuk sama AS yg difitnah
>> jadi biang keladi banyak negara di dunia melarang warganya ke China.
>>
>> Tapi saya sangsi juga apa dia meninggal karena virus tsb atau dibunuh
>> pemerintahnya yg kejam ga ngargai nyawa warganya sendiri kalo sudah
>> dianggap bersalah.
>>
>> Silakan klik dan baca baik2 ko Chan.
>>
>> Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone< /div>
>>
>> 
>

Kirim email ke