Lalu, ... dimana salah nya kalau Luhut sebagai pengusaha juga dapatkan imbalan keuntungan dengan hubungan baik antara RI-RRT??? Atau pertahankan saja hubungan lebih baik dengan AS-Jepang seperti yang terjadi lebih 55 tahun terakhir ini???

Yang mutlak harus dipersoalkan: 1. Setiap pejabat harus melepaskan diri dari setiap kegiatan bisnis pribadi yang dijalankan sebelumnya! dan, 2. Setiap pejabat, sebagaimana sumpah jabatan harus mengutamakan KEPENTINGAN Nasional dan rakyat banyak!

Jadi, setiap kebijakan dan sikap yang diambil pejabat bukan lebih dekat dan berusaha menarik investasi dari negara mana, tapi bisa tidak investasi modal-asing itu masuk digunakan untuk usaha pembelajaran agar bangsa ini BERDIKARI mengerjakan sendiri dan, .... meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak!

Lalu, kalau selama ini dekat dengan menerima "bantuan" AS, Jepang, Singapore dll, kenyataan membuat rakyat Indonesia tetap dibiarkan menderita kemiskinan, kenapa usaha mendekati dan menerima BANTUAN RRT selalu disalahkan?


On 16/2/2020 下午7:52, 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] wrote:

Iya di sakunya penuh lembaran gambar Mao Tsetung. Hehehehe

Am Sun, 16 Feb 2020 12:27:30 +0100
schrieb "Sunny ambon [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:

> *Tentu saja Luhut memberi semangat, karena dibalik semangat ada urusan
> bissnesnya. hehehehehehehe*


Kirim email ke