Ngiri? Tentu saja TIDAK!!! Masalahnya inilah SIKAP imperialisme Amerika yang dipertegas dan menjadi lebih GILA oleh Presiden Trump sekarang ini: "Mendahulukan AS!" untuk merebauat kembali "Kejayaan AS didunia!", yang sangat dirasakan melecehkan dan tidak menghormati kedaulatan banyak negara didunia, termasuk Uni Eropa, ... dan akhirnya mulai BERANI melawan dan menyatakan "No!" pada AS. Misalnya masalah larangan menggunakan sistem 5G Huawei, sekalipun AS keluarkan ancaman, tetap saja banyak negara mulai berani TIDAK MENUTUP pintu gunakan Huawei, ... baru nyaho!

BETUUUL yang SALAH dan harus bertanggungjawab penuh tentu mbah Soeharto yang mau jadi anjing AS itu! Sedang pengganti berulangkali juga tidak ada keberanian merubah ketentuan yang sangat TIDAK ADIL itu! Barulah Jokowi yang berhasil sedikit saja lebih menguntungkan RI dengan mendapatkan 51% saham Freeport itu. Dan, apakah betul-betul dengan demikian lebih menguntungkan RI atau hanya terjebab perangkap AS saja? Biarlah nanti langkah-langkah selanjutnya kita lihat kenyataan yang terjadi. Diperdebatkan tanpa data akurat percuma saja, ...

Kenapa harus menyerbu Natuna? Pihak RRT sudah tegas dan jelas2 menyatakan pulau Natuna milik RI, ...! Yang jadi pertengkaran itu tumpang tindih wilayah perairan ZEE yang 200mile dari daratan dengan batas perairan laut 9 Garis Putus yang dipertahankan RRT sebagai wilayah kedaulatan yang harus dipertahankan itu! Dan juga JELAS, kedua belah pihak RI dan RRT tidak hendak perang, ... boleh dan masih diselesaikan secara DAMAI!


On 17/2/2020 下午11:52, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
Tambahan:
Lagian freeport itu kan punya swasta bukan punya pemerintah AS. Sahamnya bisa dimiliki siapapun juga asal ada duit bisa beli. Kok nyalahinnya pemerintah AS? Yg salah itu si mbah arto yg ngasih.

Jkw juga bodo nurut saya mah mau2nya beli 51%. Sita saja kaya dulu Bung Karno ngambil perusahaan2 Belanda. Atau beli dengan harga murah sekali dengan alasan sudah terlalu lama Freeport menikmati keuntungan. Tapi yg paling pas itu, bebaskan Papua, jadi negara baru, Papua merdeka. Jadi ga terikat perjanjian apapun yg dibuat Indonesia. Gitu aja repot.

Kapan nyerbu Natuna? Kasih tau ya jauh2 ari 🤣



Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


-------- Original message --------
From: "marthajan04 [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/16/20 11:55 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], ChanCT <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Re: Luhut Berikan Dukungan Semangat Bagi Rakyat Tiongkok Tanggulangi Wabah Virus Corona ; Dubes RI untuk RRT Berikan Semangat Bagi Rakyat Tiongkok untuk Tanggulangi Wabah Virus Corona

Oh, gitu toh?
Jadi ngiri? Freeport dikasih Papua China minta dikasih Natuna?
Selamat negosiasi dah.




Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/16/20 10:53 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], marthajan04 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Re: Luhut Berikan Dukungan Semangat Bagi Rakyat Tiongkok Tanggulangi Wabah Virus Corona ; Dubes RI untuk RRT Berikan Semangat Bagi Rakyat Tiongkok untuk Tanggulangi Wabah Virus Corona

Lhoo, ... bukankah selama ini ada contoh tipikal bagaimana cara AS menghisap rakyat Indonesia, sejak tahun 1967 berhasil diberi membuka tambang emas, Freeport di Irian Barat, sekarang Papua barat itu, bukan hanya hasil tambang dinilai seharga tembaga tapi emas yang diangkut, bahkan Indonesia hanya dapatkan 1% dari keuntungan yang digaet, ... Belum lagi Perusahaan tambang emas PT Newmont Minahasa Raya yang beroperasi di area Teluk Buyat diduga telah membuang limbah tailing-nya ke ke dasar Teluk Minahasa sehingga menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat yang serius.

Tentu bagaimanapun juga yang namanya BANTUAN dalam bentuk penanaman modal-asing dari negara manupun itu, bisa tidak digunakan sebaik-baiknya untuk KEPENTINGAN negara dan bangsa sendiri, itu sangat tergantung dari kesadaran bangsa itu sendiri! Bagaimana menggunakan modal-asing untuk membantu usaha BERDIKARI dan meningkat kesejahteraan RAKYAT banyak!

Tapi, juga bisa dilihat dari perjanjian saat menerima masuk modal-asing itu, bisa tidak diperhitungkan lebih menguntungkan Indonesia atau jomplang hanya menguntungkan modal-asing saja?!

On 17/2/2020 上午11:24, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:

===== Lalu, kalau selama ini dekat dengan menerima "bantuan" AS, Jepang, Singapore dll, kenyataan membuat rakyat Indonesia tetap dibiarkan menderita kemiskinan, kenapa usaha mendekati dan menerima BANTUAN RRT selalu disalahkan? =====

Maksudnya apa ya ada tambahan kata " kenyataan membuat rakyat Indonesia tetap dibiarkan menderita kemiskinan.  ??? Tambahan kalimat2 tsb. terasa aneh, kalau maksudnya hanya "kalau bantuan dari Amerika, Jepang, Singapore boleh kok dari China selalu disalahkan?"

Tambahan kalimat2 tsb. kan cuma keinginan buat menyalahkan negara2 pemberi bantuan yg lalu, rakyat dibiarkan tetap miskin. Lalu apa kalo China yg kasih bantuan China bisa membuat rakyat Indonesia makmur? Ada bantuan rakyat tetap miskin itu salahnya ya di moral pejabatnya. Uang bantuan dikorupsi. Ga sampe ke tangan rakyat. Lalu bisa apa negara pemberi bantuan? Ikut gelar pengadilan di lapangan Banteng? Nanti pada teriak lagi intervensi hukum Endonesya. Kedaulatan negara di-injak2 dll.dll.dll.
Apa China bermaksud begitu kalo sudah membantu lalu rakyat tetap miskin?
Aneh!



Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone


-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/16/20 6:15 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], "Lusi D." <[email protected]>, Sunny ambon <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Re: Luhut Berikan Dukungan Semangat Bagi Rakyat Tiongkok Tanggulangi Wabah Virus Corona ; Dubes RI untuk RRT Berikan Semangat Bagi Rakyat Tiongkok untuk Tanggulangi Wabah Virus Corona

Lalu, ... dimana salah nya kalau Luhut sebagai pengusaha juga dapatkan imbalan keuntungan dengan hubungan baik antara RI-RRT??? Atau pertahankan saja hubungan lebih baik dengan AS-Jepang seperti yang terjadi lebih 55 tahun terakhir ini???

Yang mutlak harus dipersoalkan: 1. Setiap pejabat harus melepaskan diri dari setiap kegiatan bisnis pribadi yang dijalankan sebelumnya! dan, 2. Setiap pejabat, sebagaimana sumpah jabatan harus mengutamakan KEPENTINGAN Nasional dan rakyat banyak!

Jadi, setiap kebijakan dan sikap yang diambil pejabat bukan lebih dekat dan berusaha menarik investasi dari negara mana, tapi bisa tidak investasi modal-asing itu masuk digunakan untuk usaha pembelajaran agar bangsa ini BERDIKARI mengerjakan sendiri dan, .... meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak!

Lalu, kalau selama ini dekat dengan menerima "bantuan" AS, Jepang, Singapore dll, kenyataan membuat rakyat Indonesia tetap dibiarkan menderita kemiskinan, kenapa usaha mendekati dan menerima BANTUAN RRT selalu disalahkan?


On 16/2/2020 下午7:52, 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] wrote:

Iya di sakunya penuh lembaran gambar Mao Tsetung. Hehehehe

Am Sun, 16 Feb 2020 12:27:30 +0100
schrieb "Sunny ambon [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:

> *Tentu saja Luhut memberi semangat, karena dibalik semangat ada urusan
> bissnesnya. hehehehehehehe*


Kirim email ke