===== Lalu, kalau selama ini
          dekat dengan menerima "bantuan" AS, Jepang, Singapore dll,
          kenyataan membuat rakyat Indonesia tetap dibiarkan menderita
          kemiskinan, kenapa usaha mendekati dan menerima BANTUAN RRT
          selalu disalahkan? =====Maksudnya apa ya ada tambahan kata " 
kenyataan membuat rakyat Indonesia tetap dibiarkan menderita kemiskinan.  
???Tambahan kalimat2 tsb. terasa aneh, kalau maksudnya hanya "kalau bantuan 
dari Amerika, Jepang, Singapore boleh kok dari China selalu 
disalahkan?"Tambahan kalimat2 tsb. kan cuma keinginan buat menyalahkan negara2 
pemberi bantuan yg lalu, rakyat dibiarkan tetap miskin.Lalu apa kalo China yg 
kasih bantuan China bisa membuat rakyat Indonesia makmur? Ada bantuan rakyat 
tetap miskin itu salahnya ya di moral pejabatnya. Uang bantuan dikorupsi. Ga 
sampe ke tangan rakyat. Lalu bisa apa negara pemberi bantuan? Ikut gelar 
pengadilan di lapangan Banteng? Nanti pada teriak lagi intervensi hukum 
Endonesya. Kedaulatan negara di-injak2 dll.dll.dll.Apa China bermaksud begitu 
kalo sudah membantu lalu rakyat tetap miskin? Aneh!Sent from my Verizon, 
Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "ChanCT [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 2/16/20  6:15 PM  (GMT-08:00) To: 
[email protected], "Lusi D." <[email protected]>, Sunny ambon 
<[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Re: Luhut Berikan Dukungan 
Semangat Bagi Rakyat Tiongkok Tanggulangi Wabah Virus Corona ; Dubes RI untuk 
RRT Berikan Semangat Bagi Rakyat Tiongkok untuk Tanggulangi Wabah Virus Corona 
 



  


    
      
      
      
  
  
    Lalu, ... dimana salah
          nya kalau Luhut sebagai pengusaha juga dapatkan imbalan
          keuntungan dengan hubungan baik antara RI-RRT??? Atau
          pertahankan saja hubungan lebih baik dengan AS-Jepang seperti
          yang terjadi lebih 55 tahun terakhir ini???
    Yang mutlak harus
          dipersoalkan: 1. Setiap pejabat harus melepaskan diri dari
          setiap kegiatan bisnis pribadi yang dijalankan sebelumnya!
          dan, 2. Setiap pejabat, sebagaimana sumpah jabatan harus
          mengutamakan KEPENTINGAN Nasional dan rakyat banyak! 
        
    Jadi, setiap kebijakan
          dan sikap yang diambil pejabat bukan lebih dekat dan berusaha
          menarik investasi dari negara mana, tapi bisa tidak investasi
          modal-asing itu masuk digunakan untuk usaha pembelajaran agar
          bangsa ini BERDIKARI mengerjakan sendiri dan, ....
          meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak! 
        
    Lalu, kalau selama ini
          dekat dengan menerima "bantuan" AS, Jepang, Singapore dll,
          kenyataan membuat rakyat Indonesia tetap dibiarkan menderita
          kemiskinan, kenapa usaha mendekati dan menerima BANTUAN RRT
          selalu disalahkan?
        
    
    
    On 16/2/2020 下午7:52, 'Lusi D.'
      [email protected] [GELORA45] wrote:
    
    
      
       
      
          
            Iya di sakunya penuh lembaran gambar Mao Tsetung.
              Hehehehe
              
              Am Sun, 16 Feb 2020 12:27:30 +0100
              schrieb "Sunny ambon [email protected] [GELORA45]"
              <[email protected]>:
              
              > *Tentu saja Luhut memberi semangat, karena dibalik
              semangat ada urusan
              > bissnesnya. hehehehehehehe*
              
            
          
          
      
      
      
      
    
  



    
     

    
    


Kirim email ke