Lhoo, ... bukankah selama ini ada contoh tipikal bagaimana cara AS
menghisap rakyat Indonesia, sejak tahun 1967 berhasil diberi membuka
tambang emas, Freeport di Irian Barat, sekarang Papua barat itu, bukan
hanya hasil tambang dinilai seharga tembaga tapi emas yang diangkut,
bahkan Indonesia hanya dapatkan 1% dari keuntungan yang digaet, ...
Belum lagi Perusahaan tambang emas PT Newmont Minahasa Raya yang
beroperasi di area Teluk Buyat diduga telah membuang limbah tailing-nya
ke ke dasar Teluk Minahasa sehingga menimbulkan masalah lingkungan dan
kesehatan masyarakat yang serius.
Tentu bagaimanapun juga yang namanya BANTUAN dalam bentuk penanaman
modal-asing dari negara manupun itu, bisa tidak digunakan sebaik-baiknya
untuk KEPENTINGAN negara dan bangsa sendiri, itu sangat tergantung dari
kesadaran bangsa itu sendiri! Bagaimana menggunakan modal-asing untuk
membantu usaha BERDIKARI dan meningkat kesejahteraan RAKYAT banyak!
Tapi, juga bisa dilihat dari perjanjian saat menerima masuk modal-asing
itu, bisa tidak diperhitungkan lebih menguntungkan Indonesia atau
jomplang hanya menguntungkan modal-asing saja?!
On 17/2/2020 上午11:24, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
===== Lalu, kalau selama ini dekat dengan menerima "bantuan" AS,
Jepang, Singapore dll, kenyataan membuat rakyat Indonesia tetap
dibiarkan menderita kemiskinan, kenapa usaha mendekati dan menerima
BANTUAN RRT selalu disalahkan? =====
Maksudnya apa ya ada tambahan kata " kenyataan membuat rakyat
Indonesia tetap dibiarkan menderita kemiskinan. ???
Tambahan kalimat2 tsb. terasa aneh, kalau maksudnya hanya "kalau
bantuan dari Amerika, Jepang, Singapore boleh kok dari China selalu
disalahkan?"
Tambahan kalimat2 tsb. kan cuma keinginan buat menyalahkan negara2
pemberi bantuan yg lalu, rakyat dibiarkan tetap miskin.
Lalu apa kalo China yg kasih bantuan China bisa membuat rakyat
Indonesia makmur?
Ada bantuan rakyat tetap miskin itu salahnya ya di moral pejabatnya.
Uang bantuan dikorupsi. Ga sampe ke tangan rakyat. Lalu bisa apa
negara pemberi bantuan? Ikut gelar pengadilan di lapangan Banteng?
Nanti pada teriak lagi intervensi hukum Endonesya. Kedaulatan negara
di-injak2 dll.dll.dll.
Apa China bermaksud begitu kalo sudah membantu lalu rakyat tetap miskin?
Aneh!
Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------
From: "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 2/16/20 6:15 PM (GMT-08:00)
To: [email protected], "Lusi D." <[email protected]>, Sunny
ambon <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Re: Luhut Berikan Dukungan Semangat Bagi
Rakyat Tiongkok Tanggulangi Wabah Virus Corona ; Dubes RI untuk RRT
Berikan Semangat Bagi Rakyat Tiongkok untuk Tanggulangi Wabah Virus
Corona
Lalu, ... dimana salah nya kalau Luhut sebagai pengusaha juga dapatkan
imbalan keuntungan dengan hubungan baik antara RI-RRT??? Atau
pertahankan saja hubungan lebih baik dengan AS-Jepang seperti yang
terjadi lebih 55 tahun terakhir ini???
Yang mutlak harus dipersoalkan: 1. Setiap pejabat harus melepaskan
diri dari setiap kegiatan bisnis pribadi yang dijalankan sebelumnya!
dan, 2. Setiap pejabat, sebagaimana sumpah jabatan harus mengutamakan
KEPENTINGAN Nasional dan rakyat banyak!
Jadi, setiap kebijakan dan sikap yang diambil pejabat bukan lebih
dekat dan berusaha menarik investasi dari negara mana, tapi bisa tidak
investasi modal-asing itu masuk digunakan untuk usaha pembelajaran
agar bangsa ini BERDIKARI mengerjakan sendiri dan, .... meningkatkan
kesejahteraan rakyat banyak!
Lalu, kalau selama ini dekat dengan menerima "bantuan" AS, Jepang,
Singapore dll, kenyataan membuat rakyat Indonesia tetap dibiarkan
menderita kemiskinan, kenapa usaha mendekati dan menerima BANTUAN RRT
selalu disalahkan?
On 16/2/2020 下午7:52, 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] wrote:
Iya di sakunya penuh lembaran gambar Mao Tsetung. Hehehehe
Am Sun, 16 Feb 2020 12:27:30 +0100
schrieb "Sunny ambon [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:
> *Tentu saja Luhut memberi semangat, karena dibalik semangat ada urusan
> bissnesnya. hehehehehehehe*