Kalau memberi komentar seharusnya berdasarkan dari fakta2 yg ada. Orang Mexico 
dan orang Tiongkok pindah keluar negeri dgn "motif" lain. Majoritas orang 
Mexico mau masuk/pindah ke Amerika utk mencari pekerjaan buruh seperti di 
pertanian (memetik buah2an/sajur2 an) karena kemiskinan disana. Sedangkan orang 
Tiongkok pindah ke LN (bukan ke AS saja) karena persaingan di Tkk sangat berat. 
Dan mereka memikirkan masa depan anak2 mereka dimana persaingan di bidang 
pendidikan dan pekerjaan di Tkk adalah yg paling kompetitif dan sangat berat. 
Apalagi kalau mau masuk universitas, calon2 mahasiswa harus mengambil ujian yg 
namanya "Gaokao" yg terkenal "yg tersulit" di dunia. Jadi utk menjadi mahasiswa 
di Tkk tidak gampang, apalagi di universitas ternama. 
   
   - China's version of the American SAT and British A-level exams takes place 
in June every year. It's called the gaokao, and is known as one of the toughest 
exams in the world.
   - Students across China are studying hard for the gaokao, the country's 
notoriously tough national standardized test that can get them into 
universities in countries including the US, UK, Italy, Australia, and Canada.   


Sedangkan calon2 mahasiswa Tkk dgn gampang mengalahkan calon2 mahasiswa lain di 
AS, terutama di bidang STEM. Maka dari itu, seperti kita ketahui di bagian STEM 
di universitas/institusi ternama di AS seperti MIT, Harvard, Stanford, Caltec, 
boleh dibilang di "kuasai" oleh mahasiswa2 keturuan dari Asia (termasuk 
mahasiswa2 dari Tiongkok). Karena itu, di MIT dan Harvard penerimaan mahasiswa2 
Asia dibatasi, yg melanggar UU anti diskriminasi di AS dan senang dituntut 
secara hukum.
Dulu saya sebelum ada rencana pi ke Kanada, AS atau ke Australia, harus 
mengambil ujian profesi dari ketiga negara ini karena ijazah universitas Jerman 
tidak diakui oleh negara2 ini. Misal, AS cuma mengakui ijazah Kanada karena 
sistim pendidikan akademiknya sama/mirip. Kanada dan Australia mengakui ijazah 
UK/Inggris. Dari fakta2 yg ada, bisa dimengerti kalau ada orang2 Tkk yg pindah 
ke negara2 Barat, ya alasan utama,  karena anak2 mereka akan bisa bersaingan 
dan berhasil masuk/diterima di universitas2 di negara2 Barat. Utk bisa masuk 
universitas saja sudah mampir tidak mungkin di Tkk karena ujian Gaokao tsb 
diatas. 

    On Friday, March 6, 2020, 06:15:07 PM CST, marthajan04 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:  
 
     

Hahaha .....  USA mau terpuruk saja warga seluruh dunia termasuk dari Tiongkok 
masih berusaha masuk USA dengan segala cara sampe mempertaruhkan nyawapun rela. 
Itu orang2 mexico ditembakipun masih berusaha masuk melalui border yg dijaga 
ketat.
Dan china2 Tiongkok banyak yg mati merana ga bisa bernafas dan kelaparan 
bersembunyi di kontainer barang. Apalagi kalo nanti jaya lagi.AS masih kaya. 
Itu minyak di Alaska masih belum tersentuh.
Nah Tiongkok yg sudah banyak duit dan bangun Tiongkok dengan megahnya aja masih 
banyak warganya yg mau ninggalkan untuk lari ke Negara2 maju lainnya.Kumaha ieu 
ujang? 


Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone

-------- Original message --------From: "ChanCT [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 3/5/20 8:00 PM (GMT-08:00) To: 
marthajan04 <[email protected]>, GELORA_In <[email protected]> 
Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati 
perbatasan 
   
 

Kerjasama apa??? Apanya CURIGA melulu??? Lha wong, selama ini Amerika hanya 
bacotnya saja keras berteriak memberi "BANTUAN", tapi tak juga kunjung datang, 
... terakhir Trump sudah bilang siap sumbang 100 juta Dollar, eeih esok nya 
diRALAT sendiri, kalau itu bukan hanya untuk Tiongkok! Haaiiyaaa, dasar gembong 
imperialisme yang sedang terpuruk, mau tegak berdiri kembali saja sudah 
kesulitan, ...
 
 

 
 On 6/3/2020 上午9:38, marthajan04 wrote:
  
 Diajak kerja sama ga mau. Bawaannya curigation mulu. Sekarang nyalahin. 👎 
  
   Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone  
  
   -------- Original message -------- From: ChanCT <[email protected]>  
Date: 3/5/20 5:22 PM (GMT-08:00)  To: [email protected], marthajan04 
<[email protected]>  Subject: Re: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, 
China larang warga dekati perbatasan  
   
Mengutamakan bangsa sendiri kalau BERLEBIH itu menjadi proteksionisme, MENUTUP 
DIRI yang bertentangan dengan arus utama didunia yang sudah GLOBALISASI! Dan 
dalam hal ini, ... tujuan Trump jelas untuk memencilkan Tiongkok dari dunia 
saja! 
 
 
Banyak cara bijaksana untuk mencegah penyakit menular, tidak mesti menolak dan 
menutup PINTU rumah sendiri lalu bisa selamat! Apalagi belum ada kejelasan 
kalau virus penyakit itu justru berada didalam rumah sendiri, ...??? Kenapa 
tidak lakukan kerjasama mengatasi dan melawan virus yang merebak itu, lebih 
menekankan KEBERSAMAAN daripada menutup diri!!! Bisa dan mungkinkah selamat 
dengan menutup diri dijaman modern sekarang ini???
 

 
 On 6/3/2020 上午8:43, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
  
    Mengutamakan bangsa sendiri kok disalahkan? Aneh. Rakyat milih pemimpinnya 
ya untuk itu.  Ngaco kalo kita utamakan anak tetangga dulu daripada anak kita. 
Ga ada orang kaya gitu kecuali dongo. Cuma buat nyalahin musuh aja kan.  
  
  
  
   Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone  
  
   -------- Original message -------- From: "ChanCT [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]>  Date: 3/5/20 4:17 PM (GMT-08:00)  To: 
[email protected], marthajan04 <[email protected]>  Subject: Re: 
[GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati perbatasan  
      
 
 
Marah? Kenapa harus marah, ...? Itu kan hak penuh setiap negara bersikap 
terhadap "ancaman Covid-19" yang akan dihadapi! Tapi, mengapa  tidak boleh 
ajukan pendapat maupun kritik terhadap sikap berlebih dan TIDAK BERSAHABAT 
Trump? Mengapa pula ci Martha jadi begitu sensitive nya pendapat maupun 
mengkritik Trump dianggap MARAH???
 
Dan, ... saya tetap meragukan kebenaran pemberitaan dibawah, "Korut ancam 
tembak pendatang, China larang warga dekati perbatasan." Hubungan Tiongkok 
-Korut tetap baik-baik saja! Dan kemarin ini dengar Tiongkok siap memberi 
bantuan pada Korut yang sudah dilanda Covid-19, ...
 
Yang terjadi sebaliknya, Tiongkok daratan mengambil sikap PENCEGAHAN terjadi 
arus balik! Menahan dengan mengkarantina setiap orang, termasuk WNTiongkok yang 
datang masuk dari wilayah terpapar Covid-19! Khususnya Korsel, Jepang, Italy 
dan Iran, ..! Jadi, sikap Tiongkok mencegah virus Covid-19 masuk, bukan menahan 
BANGSA nya! BUKAN menolak TIONGKOK sebagai usaha memencilkan Tiongkok yang 
dilakukan Trump untuk mendahulan dan utamakan Amerika! Masalah bencana virus 
Covid-19 harus diatasi bersama-sama, dunia sudah saling terkait secara global, 
tidak mungkin hanya diatasi hanya negara itu sendiri saja!
 
 

 
 On 6/3/2020 上午4:24, marthajan04 [email protected] [GELORA45] wrote:
  
    Gimana reaksi si bung kochan? Marah seperti ke si bung trump?  
  
  
   Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone  
  
   -------- Original message -------- From: "'j.gedearka' [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]>  Date: 3/5/20 11:56 AM (GMT-08:00)  To: 
[email protected], Sahala Silalahi <[email protected]>, Oman Romana 
<[email protected]>  Subject: [GELORA45] Korut ancam tembak pendatang, 
China larang warga dekati perbatasan  
      

 
 -- 
 j.gedearka <[email protected]>
 
 
https://www.antaranews.com/berita/1338566/korut-ancam-tembak-pendatang-china-larang-warga-dekati-perbatasan
 
 Korut ancam tembak pendatang, China larang warga dekati perbatasan
 
 Kamis, 5 Maret 2020 20:57 WIB
 
 Sebagian besar wilayah Provinsi Heilongjiang di timurlaut China yang 
berbatasan dengan Rusia dan Korut tertutup salju. Tingginya intensitas hujan 
salju dengan termperatur udara yang ekstrem pada musim dingin diduga menjadi 
pemicu tingginya angka kasus COVID-19. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
 Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada terlalu dekat 
di wilayah perbatasan
 Seoul, Korea Selatan (ANTARA) - Otoritas China memerintahkan warganya untuk 
menjauhi area perbatasan dengan Korea Utara demi mencegah risiko ditembak oleh 
tentara Korut, demikian keterangan dari warga setempat sebagaimana dipantau, 
Kamis.
 
 Pemerintah Korea Utara menutup perbatasannya dan melarang pendatang dari China 
demi mencegah penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).
 
 Warga setempat mengatakan peringatan itu disampaikan lewat pemberitahuan 
tertulis yang disebar pada minggu ini. Imbauan tersebut menunjukkan keseriusan 
pemerintah Korut mencegah penyebaran virus.
 
 China dan Korut berbagi wilayah perbatasan sepanjang 1.400 kilometer (880 
mil). Pada musim dingin, sungai di sana kerap membeku sehingga memungkinkan 
warga untuk menyeberang perbatasan.
 
 Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan menerima peringatan mereka yang 
berada terlalu dekat dengan perbatasan kemungkinan akan ditembak oleh aparat 
dari Korut, demikian informasi dari tiga penduduk setempat.
 
 "Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada terlalu dekat 
di wilayah perbatasan," kata seorang pemilik restauran di Jian yang menolak 
menyebut identitasnya. Perbatasan antara China di Kota Jian dengan Korut 
ditandai dengan aliran Sungai Yalu yang mengalir di wilayah kedua negara itu.
 
 Menurut peringatan tersebut warga dua kota di China itu dilarang memancing, 
menggembalakan ternak, atau membuang sampah dekat sungai.
 
 Korut juga meminta China agar meningkatkan penjagaan di perbatasan demi 
mencegah kemungkinan ada warganya yang tertembak, mengingat Korut telah 
meningkatkan status waspada terhadap virus corona jenis baru pada level 
tertinggi..
 
 "Petugas keamanan akan mengawasi wilayah perbatasan selama 24 jam sehari dan 
tiap orang yang ditemukan (mendekati perbatasan) akan ditahan oleh kepolisian 
China," kata otoritas setempat dalam surat peringatan itu.
 
 "Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan ditembak (oleh tentara Korut)".
 
 Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak menyebut namanya, 
mengonfirmasi isi peringatan tersebut dan mengatakan petugas di perbatasan juga 
mengeluarkan larangan yang sama melalui pesan singkat.
 
 "Selama pencegahan wabah berlangsung, warga dilarang melakukan seluruh 
aktivitas seperti memancing di Sungai Yalu atau berteriak memanggil warga Korut 
di seberang sungai," demikian isi peringatan yang disampaikan lewat pesan 
singkat. Dalam peringatan itu, tidak ada pemberitahuan mengenai risiko ditembak 
militer Korut.
 
 Sampai saat ini, Kementerian Luar Negeri China belum bisa dimintai tanggapan.
 
 Dilarang masuk
 
 Pemerintah Korea Utara menerapkan pernah menerapkan larangan masuk terhadap 
pendatang saat dunia diserang wabah ebola pada 2014.
 
 Sejauh ini, Korut belum melaporkan kasus pertama penularan jenis baru virus 
corona, tetapi sejumlah ahli mengatakan pemerintah setempat membuat kebijakan 
yang lebih keras untuk mencegah penyebaran wabah dibandingkan dengan langkah 
sebelumnya.
 
 Di tengah penyebaran wabah, Korut membatasi perjalanan dan perdagangan dari 
China, negara yang menjadi pusat penyebaran jenis baru virus corona pada akhir 
tahun lalu.
 
 Virus tersebut telah menular ke lebih dari 80.000 orang dan menewaskan lebih 
dari 3.000 jiwa di China. Saat ini, virus itu telah menyebar ke lebih dari 50 
negara di luar China.
 
 Sebagian besar penerbangan dan kereta dari dan ke Korea Utara juga dibatasi, 
sementara itu para diplomat asing di Pyongyang diwajibkan menjalani masa 
karantina selama sebulan. Otoritas juga menindak keras aksi penyelundupan 
lintas batas.
 
 Di samping China, Korea Selatan yang berbagi perbatasan dengan Korut di Zona 
Demilitarisasi (DMZ), telah melaporkan hampir 6.000 kasus pasien COVID-19..
 
 Korut pada Januari mengumumkan ke para agen perjalanan pemerintah menutup 
perbatasan ke pendatang dari China. Langkah itu dinilai mengurangi sumber 
pemasukan Korut.
 
 Di tengah pembatasan itu, belum jelas bagaimana perdagangan antar dua negara 
itu akan berlanjut. Sejumlah sumber yang bekerja dekat perbatasan mengatakan 
banyak sektor dagang formal dan non-formal yang terdampak.
 
 Para aktivis yang membantu pencari suaka asal Korut pergi ke China mengatakan 
tutupnya perbatasan membuat upaya pergi ke luar mustahil.
 
 "Di perbatasan, personel yang bertugas menjalankan pemeriksaan dan karantina 
menjalankan tanggung jawabnya sesuai prosedur demi mencegah penyebaran virus," 
kata kantor berita milik pemerintah Korut, Korean Central News Agency (KCNA) 
bulan lalu.
 
 Sumber: Reuters
 
 Baca juga: Diplomat asing di Korut akhirnya selesai jalani karantina sebulan
 Baca juga: WHO: "tak ada indikasi" kasus corona di Korea Utara
 Baca juga: Korut akui bebas dari virus baru di tengah pembatasan perjalanan
 
 Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
 Editor: Azis Kurmala
 COPYRIGHT © ANTARA 2020
 
 
   
   
 
 

     

Kirim email ke