Haaiyaaaa, ... begitu menerima berita yang MERUGIKAN Tiongkok, lantas
nenek satu ini seperti ketimpa duren saja! Padahal, dalam kenyataan
masih banyak negara-negara Afrika dan RAKYAT Afrika merasa di BANTU
dengan investasi RRT yang telah dijalankan sejak awal tahun 60-an itu!
Tapi itulah politik didunia ini, perebutan pengaruh antara Imperialisme
dan Sosialisme! Memang harus diperhatikan kelabilan politik
dinegara-negara sedang berkembang begitu, perjanjian jadi bisa
dibatalkanbegitu sajayang membuat kerugian besar bagi RRT sendiri!
Seperti juga terjadi di Malaysia begitu Mahathir kembali berhasil naik
panggung, hendak membatalkan perjanjian pembangunan infrastruksur yang
sudah 1/2 jalan, ... Beruntung, nampaknya kemudian bisa mendapatkan
kesepakatan untuk melanjutkan. Jadi, kenyataan bukan penjual negara yang
bisa menerima bantuan Tiongkok! Tapi, pejabat-pejabat yang masih bisa
peduli pada RAKYATnya sendiri! Sedang yang membatalkan seenak duelnya
itulah, pejabat-komprador yang berusaha mempertahankan modal AS
dinegerinya, membiarkan imperialisme AS terus menghisap tenaga rakyat
murah dinegara-negara sedang berkembang saja!
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/28 下午 06:46
寫道:
Pernah ada orang yang bertanya kalau investasi/utang Tiongkok
merugikan negeri yang berutang karena syarat-syaratnya yang
menjeratnya dalam utang yang akhirnya tak bias dibayar, kenapa
diterima oleh Pemerintah itu? Dengan contoh di bawah, untuk kesekian
kalinya, terjawab pertanyaan itu... Seperti dulu Mutahir dari Malaysia
juga pernah membatalkan investasi/utang Tkk.. Jelas yang mau menerima
utang/investasi hanyalah pemerintah penjual negeri....Jangan lupa
komisi yang bisa diterima oleh komprador Tiongkok yang membela
utang/investasi Tiongkok, seperti kasus di Filipina...Sekarang
ditambah lagi, orang yang bisa terima adalah orang yang mabok!!!
Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh
Pria Mabuk
*I.Husni Isnaini*
<https://jateng.sindonews.com/reporter/i.husni-isnaini-1586624400>Sabtu,
25 April 2020 - 08:16 WIB
Langkah berani diambil Presiden Tanzania John Magufuli terkait
perjanjian utang dari China. John Magufuli telah membatalkan pinjaman
dari China senilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp155 triliun (kurs Rp
15.500) yang ditandatangani oleh pendahulunya, Jakaya Kikwete.
*Pinjaman yang rencananya akan digunakan untuk membangun pelabuhan di
Sungai Mbegani di Bagamoyo itu dibatalkan karena syarat dan ketentuan
yang, kata Magufuli, mengalahkan logika. Magufuli mengatakan bahwa
persyaratan perjanjian pinjaman China hanya dapat diterima oleh
seorang pria mabuk.
*
Menurut laporan media lokal, diketahui, Jakaya Kikwete telah
menandatangani perjanjian dengan investor China untuk membangun
*pelabuhan dengan syarat bahwa mereka akan mendapatkan 30 tahun untuk
menjamin pinjaman dan 99 tahun sewa tanpa gangguan.*
Seperti dikutip dari International Business Times, Jumat kemarin
(23/4/2020), permintaan mengejutkan lain yang dibuat oleh China dan
diterima oleh pemerintahan Kikwete *adalah bahwa Pemerintah Tanzania
sama sekali tidak boleh menimbulkan kekhawatiran apa pun pada siapa
pun yang berinvestasi di pelabuhan selama periode itu.
*
Dijuluki sebagai "pinjaman pembunuh Cina", beberapa organisasi dan
warga Afrika telah menuntut Presiden saat itu untuk membatalkan
perjanjian. Mereka telah memperingatkan bahwa langkah itu akan
memiliki konsekuensi yang mengerikan. Sayangnya, kekhawatiran mereka
diabaikan dan kesepakatan itu ditandatangani.
Namun, setelah berkuasa, Presiden Magufuli memulai proses negosiasi
ulang dan menekan para investor untuk menurunkan masa sewa menjadi 33
tahun, bukannya 99 tahun yang ditandatangani oleh pemerintah sebelumnya.
Pemerintahan Magufuli juga menjelaskan bahwa tidak akan ada pembebasan
pajak atau utilitas untuk investor Cina. Mereka juga harus mendapatkan
persetujuan pemerintah untuk memulai operasi baru di pelabuhan. Namun,
para investor tidak memenuhi tenggat waktu yang dikeluarkan oleh
pemerintah Magufuli sehingga perjanjian itu dibatalkan.
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
Windows 10