Hutang dengan kata tersembunyinya yaitu investasi adalah transaksi ekonomi.

Hutang ini bisa hutang pribadi, perusahaan dan negara. Orang berhutang dan 
orang yg memberikan hutang itu ada resiko nya. Ini transaksi keuangan. Ada 
syarat2nya. Ada hukumnya.

 

Level perusahaan, yg memberikan hutang itu misalnya bank menanggung resiko. Apa 
resikonya? Duit hutang yg diberikan ke perusahaan itu adalah duitnya nasabahnya 
alias rakyat yg menyimpan uangnya dibank. Jadi bank sbg pengelola harus hati2. 
Ini yg disebut azas prudent itu. Jadi bukan berarti yg harus dibela itu selalu 
yg punya hutang. Lucu kan? Wong duit di bank itu milik rakyat yg disimpan 
dibank dlm bentuk saving.

 

Begitu juga dilevel negara ada resikonya. Hanya saja dilevel negara ini lebih 
banyak politiknya dibandingkan dilevel perusahaan/bank yg murni bisnis.

 

Dilevel perseorangan lebih kuat lagi azas kehati2annya krn duit itu adalah duit 
pribadi seorang teman, saudara, family dll plus hukumnya tidak jelas krn itu 
susah utk tuntut menuntut di pengadilan.

 

Jadi hutang berhutang dan investasi itu ada resikonya.

Jadi gak perlu dibela2 dan gak ada yg harus dibela krn kedua belah pihak baik 
debitur/yg meminjam dan kreditur/yg memberikan pinjaman dengan sadar melakukan 
transaksi keuangan. Suatu transaksi keuangan akan selalu ada syarat dan resiko.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Thursday, April 30, 2020 8:22 AM
To: [email protected]; nesare <[email protected]>; Tatiana Lukman 
<[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa 
Diterima oleh Pria Mabuk

 

  

Sore tadi kebetulan dengarkan komentar pakar Taiwan sehubungan Tanzania 
batalkan kontrak proyek Pelabuhan dan infrastruktur lainnya dengan RRT, yang 
dikatakan hanya orang mabuk bisa menerima kontrak macam begitu, ...!

Pakar Taiwan ini juga pertanyakan kenapa perjanjian itu bisa mengikat sampai 99 
tahun begitu lamanya? Dan, kenapa pula bisa diterima Presiden sebelumnya? Tapi, 
sangat jelas, dibalik itu semua menunjukkan keberhasilan Amerika di Tanzania 
kembali menegakkan pengaruh dan kekuasaannya yang sejak awal tahun 60-an berada 
dibawah pengaruh Tiongkok dengan dimulainya pembangunan jalan Kereta Api di 
Tanzania, ...

Dinegara-negara terbelakang, biasalah kekuasaan politik bergantian, di Malaysia 
tahun lalu juga terjadi pembatalan beberapa, termasuk proyek KA-Cepat dengan 
Tiongkok yang dianggap terlalu mahal, pihak Tiongkok mendiamkan saja! Tapi 
setelah dihitung-hitung investasi dengan Tiongkok masih terhitung lebih 
menguntungkan dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat Malaysia, akhirnya, 
Mahathir bukan hanya memulihkan rencana proyek2 itu, bahkan menambah investasi 
baru dengan Tiongkok! Begitu juga terjadi di Sri Lanka, Burma, ....!

Lalu, apanya tuduhan hanya orang mabok yang bisa menerima syarat2 investasi 
Tiongkok itu? Kalau bukan akibat didesak AS saja, menjadi begundal Imperialisme 
AS! Seolah-olah modal asing AS yang masuk dibanyak negara didunia ini lebih 
menguntungkan, ...???

 

 

'nesare' [email protected] <mailto:[email protected]>  [GELORA45] 於 2020/4/30 
下午 07:19 寫道:

  

Ya saya mengerti yg dipersoalkan berita ini adalah syarat yg berat. Makanya 
saya katakan kalau tidak disetujui, ya silahkan batalkan.

 

Oleh bung kan dibesar2kan. Bagi saya itu normal2 saja krn itu berutang dan 
berinvestasi itu adalah transaksi ekonomi.

 

Pertanyaannya kenapa bung besar2kan syarat berutang dan berinvestasi ini? Kan 
mesti ada alasan kan? Disini saya dari dulu berpendapat bahwa bung anti thd 
hutang dan investasi.

 

APAKAH SAYA SALAH?

 

Kalau saya salah artinya bagus jadi saya sudah mengerti sekarang bahwa bung 
bukan anti hutang dan investasi melainkan hanya syaratnya saja yg memberatkan.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>   
<mailto:[email protected]> <[email protected]> 
Sent: Wednesday, April 29, 2020 1:27 PM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> ; nesare  
<mailto:[email protected]> <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa 
Diterima oleh Pria Mabuk

 

  

Baca yang bener!! Bukan masalah ada atau tidaknya utang dan investasi. Yang 
dipersoalkan adalah SYARAT UTANG CHINA HANYA BISA DITERIMA OLEH PRIA MABUK!!!! 

 

Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986>  for Windows 10

 

From: 'nesare' [email protected] [GELORA45] <mailto:[email protected]> 
Sent: Tuesday, 28 April 2020 15:17
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa 
Diterima oleh Pria Mabuk

 

  

Coba tanya emangnya Malaysia dan Tanzania gak ada utang dan investasi?

 

Kalau memang mereka gak ada, barulah hebat (baca: aneh) negaranya!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
<[email protected] <mailto:[email protected]> > 
Sent: Tuesday, April 28, 2020 8:32 AM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> ; Tatiana Lukman 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >; yahoogroups 
<[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa 
Diterima oleh Pria Mabuk

 

  

Haaiyaaaa, ... begitu menerima berita yang MERUGIKAN Tiongkok, lantas nenek 
satu ini seperti ketimpa duren saja! Padahal, dalam kenyataan masih banyak 
negara-negara Afrika dan RAKYAT Afrika merasa di BANTU dengan investasi RRT 
yang telah dijalankan sejak awal tahun 60-an itu!

Tapi itulah politik didunia ini, perebutan pengaruh antara Imperialisme dan 
Sosialisme! Memang harus diperhatikan kelabilan politik dinegara-negara sedang 
berkembang begitu, perjanjian jadi bisa dibatalkan begitu sajayang membuat 
kerugian besar bagi RRT sendiri! Seperti juga terjadi di Malaysia begitu 
Mahathir kembali berhasil naik panggung, hendak membatalkan perjanjian 
pembangunan infrastruksur yang sudah 1/2 jalan, ... Beruntung, nampaknya 
kemudian bisa mendapatkan kesepakatan untuk melanjutkan. Jadi, kenyataan bukan 
penjual negara yang bisa menerima bantuan Tiongkok! Tapi, pejabat-pejabat yang 
masih bisa peduli pada RAKYATnya sendiri! Sedang yang membatalkan seenak 
duelnya itulah, pejabat-komprador yang berusaha mempertahankan modal AS 
dinegerinya, membiarkan imperialisme AS terus menghisap tenaga rakyat murah 
dinegara-negara sedang berkembang saja!

 

 

Tatiana Lukman [email protected] <mailto:[email protected]>  
[GELORA45] 於 2020/4/28 下午 06:46 寫道:

  

Pernah ada orang yang bertanya kalau investasi/utang Tiongkok merugikan negeri 
yang berutang karena syarat-syaratnya yang menjeratnya dalam utang yang 
akhirnya tak bias dibayar, kenapa diterima oleh Pemerintah itu? Dengan contoh 
di bawah, untuk kesekian kalinya, terjawab pertanyaan itu... Seperti dulu 
Mutahir dari Malaysia juga pernah membatalkan investasi/utang Tkk.. Jelas yang 
mau menerima utang/investasi hanyalah pemerintah penjual negeri....Jangan lupa 
komisi yang bisa diterima oleh komprador Tiongkok yang membela utang/investasi 
Tiongkok, seperti kasus di Filipina....Sekarang ditambah lagi, orang yang bisa 
terima adalah orang yang mabok!!!

 


Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk


 <https://jateng.sindonews.com/reporter/i.husni-isnaini-1586624400> I.Husni 
IsnainiSabtu, 25 April 2020 - 08:16 WIB

 

 Langkah berani diambil Presiden Tanzania John Magufuli terkait perjanjian 
utang dari China. John Magufuli telah membatalkan pinjaman dari China senilai 
US$ 10 miliar atau sekitar Rp155 triliun (kurs Rp 15.500) yang ditandatangani 
oleh pendahulunya, Jakaya Kikwete.

Pinjaman yang rencananya akan digunakan untuk membangun pelabuhan di Sungai 
Mbegani di Bagamoyo itu dibatalkan karena syarat dan ketentuan yang, kata 
Magufuli, mengalahkan logika. Magufuli mengatakan bahwa persyaratan perjanjian 
pinjaman China hanya dapat diterima oleh seorang pria mabuk.

Menurut laporan media lokal, diketahui, Jakaya Kikwete telah menandatangani 
perjanjian dengan investor China untuk membangun pelabuhan dengan syarat bahwa 
mereka akan mendapatkan 30 tahun untuk menjamin pinjaman dan 99 tahun sewa 
tanpa gangguan.

 

Seperti dikutip dari International Business Times, Jumat kemarin (23/4/2020), 
permintaan mengejutkan lain yang dibuat oleh China dan diterima oleh 
pemerintahan Kikwete adalah bahwa Pemerintah Tanzania sama sekali tidak boleh 
menimbulkan kekhawatiran apa pun pada siapa pun yang berinvestasi di pelabuhan 
selama periode itu.

Dijuluki sebagai "pinjaman pembunuh Cina", beberapa organisasi dan warga Afrika 
telah menuntut Presiden saat itu untuk membatalkan perjanjian. Mereka telah 
memperingatkan bahwa langkah itu akan memiliki konsekuensi yang mengerikan. 
Sayangnya, kekhawatiran mereka diabaikan dan kesepakatan itu ditandatangani.

Namun, setelah berkuasa, Presiden Magufuli memulai proses negosiasi ulang dan 
menekan para investor untuk menurunkan masa sewa menjadi 33 tahun, bukannya 99 
tahun yang ditandatangani oleh pemerintah sebelumnya.

Pemerintahan Magufuli juga menjelaskan bahwa tidak akan ada pembebasan pajak 
atau utilitas untuk investor Cina. Mereka juga harus mendapatkan persetujuan 
pemerintah untuk memulai operasi baru di pelabuhan. Namun, para investor tidak 
memenuhi tenggat waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah Magufuli sehingga 
perjanjian itu dibatalkan.







Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986>  for Windows 10

 

 



Kirim email ke