Sore tadi kebetulan dengarkan komentar pakar Taiwan sehubungan Tanzania batalkan kontrak proyek Pelabuhan dan infrastruktur lainnya dengan RRT, yang dikatakan hanya orang mabuk bisa menerima kontrak macam begitu, ...!

Pakar Taiwan ini juga pertanyakan kenapa perjanjian itu bisa mengikat sampai 99 tahun begitu lamanya? Dan, kenapa pula bisa diterima Presiden sebelumnya? Tapi, sangat jelas, dibalik itu semua menunjukkan keberhasilan Amerika di Tanzania kembali menegakkan pengaruh dan kekuasaannya yang sejak awal tahun 60-an berada dibawah pengaruh Tiongkok dengan dimulainya pembangunan jalan Kereta Api di Tanzania, ...

Dinegara-negara terbelakang, biasalah kekuasaan politik bergantian, di Malaysia tahun lalu juga terjadi pembatalan beberapa, termasuk proyek KA-Cepat dengan Tiongkok yang dianggap terlalu mahal, pihak Tiongkok mendiamkan saja! Tapi setelah dihitung-hitung investasi dengan Tiongkok masih terhitung lebih menguntungkan dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat Malaysia, akhirnya, Mahathir bukan hanya memulihkan rencana proyek2 itu, bahkan menambah investasi baru dengan Tiongkok! Begitu juga terjadi di Sri Lanka, Burma, ...!

Lalu, apanya tuduhan hanya orang mabok yang bisa menerima syarat2 investasi Tiongkok itu? Kalau bukan akibat didesak AS saja, menjadi begundal Imperialisme AS! Seolah-olah modal asing AS yang masuk dibanyak negara didunia ini lebih menguntungkan, ...???



'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/30 下午 07:19 寫道:

Ya saya mengerti yg dipersoalkan berita ini adalah syarat yg berat. Makanya saya katakan kalau tidak disetujui, ya silahkan batalkan.

Oleh bung kan dibesar2kan. Bagi saya itu normal2 saja krn itu berutang dan berinvestasi itu adalah transaksi ekonomi.

Pertanyaannya kenapa bung besar2kan syarat berutang dan berinvestasi ini? Kan mesti ada alasan kan? Disini saya dari dulu berpendapat bahwa bung anti thd hutang dan investasi.

APAKAH SAYA SALAH?

Kalau saya salah artinya bagus jadi saya sudah mengerti sekarang bahwa bung bukan anti hutang dan investasi melainkan hanya syaratnya saja yg memberatkan.

Nesare

*From:* [email protected] <[email protected]>
*Sent:* Wednesday, April 29, 2020 1:27 PM
*To:* [email protected]; nesare <[email protected]>
*Subject:* RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk

Baca yang bener!! Bukan masalah ada atau tidaknya utang dan investasi. Yang dipersoalkan adalah SYARAT UTANG CHINA HANYA BISA DITERIMA OLEH PRIA MABUK!!!!

Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows 10

*From: *'nesare' [email protected] [GELORA45] <mailto:[email protected]>
*Sent: *Tuesday, 28 April 2020 15:17
*To: *[email protected] <mailto:[email protected]>
*Subject: *RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk

Coba tanya emangnya Malaysia dan Tanzania gak ada utang dan investasi?

Kalau memang mereka gak ada, barulah hebat (baca: aneh) negaranya!

Nesare

*From:* [email protected] <mailto:[email protected]> <[email protected] <mailto:[email protected]>>
*Sent:* Tuesday, April 28, 2020 8:32 AM
*To:* [email protected] <mailto:[email protected]>; Tatiana Lukman <[email protected] <mailto:[email protected]>>; yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]>> *Subject:* Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk

Haaiyaaaa, ... begitu menerima berita yang MERUGIKAN Tiongkok, lantas nenek satu ini seperti ketimpa duren saja! Padahal, dalam kenyataan masih banyak negara-negara Afrika dan RAKYAT Afrika merasa di BANTU dengan investasi RRT yang telah dijalankan sejak awal tahun 60-an itu!

Tapi itulah politik didunia ini, perebutan pengaruh antara Imperialisme dan Sosialisme! Memang harus diperhatikan kelabilan politik dinegara-negara sedang berkembang begitu, perjanjian jadi bisa dibatalkan begitu sajayang membuat kerugian besar bagi RRT sendiri! Seperti juga terjadi di Malaysia begitu Mahathir kembali berhasil naik panggung, hendak membatalkan perjanjian pembangunan infrastruksur yang sudah 1/2 jalan, ... Beruntung, nampaknya kemudian bisa mendapatkan kesepakatan untuk melanjutkan. Jadi, kenyataan bukan penjual negara yang bisa menerima bantuan Tiongkok! Tapi, pejabat-pejabat yang masih bisa peduli pada RAKYATnya sendiri! Sedang yang membatalkan seenak duelnya itulah, pejabat-komprador yang berusaha mempertahankan modal AS dinegerinya, membiarkan imperialisme AS terus menghisap tenaga rakyat murah dinegara-negara sedang berkembang saja!

Tatiana Lukman [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於 2020/4/28 下午 06:46 寫道:

    Pernah ada orang yang bertanya kalau investasi/utang Tiongkok
    merugikan negeri yang berutang karena syarat-syaratnya yang
    menjeratnya dalam utang yang akhirnya tak bias dibayar, kenapa
    diterima oleh Pemerintah itu? Dengan contoh di bawah, untuk
    kesekian kalinya, terjawab pertanyaan itu... Seperti dulu Mutahir
    dari Malaysia juga pernah membatalkan investasi/utang Tkk.. Jelas
    yang mau menerima utang/investasi hanyalah pemerintah penjual
    negeri....Jangan lupa komisi yang bisa diterima oleh komprador
    Tiongkok yang membela utang/investasi Tiongkok, seperti kasus di
    Filipina....Sekarang ditambah lagi, orang yang bisa terima adalah
    orang yang mabok!!!


      Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima
      oleh Pria Mabuk

    *I.Husni Isnaini*
    <https://jateng.sindonews.com/reporter/i.husni-isnaini-1586624400>Sabtu,
    25 April 2020 - 08:16 WIB

     Langkah berani diambil Presiden Tanzania John Magufuli terkait
    perjanjian utang dari China. John Magufuli telah membatalkan
    pinjaman dari China senilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp155
    triliun (kurs Rp 15.500) yang ditandatangani oleh pendahulunya,
    Jakaya Kikwete.

    *Pinjaman yang rencananya akan digunakan untuk membangun pelabuhan
    di Sungai Mbegani di Bagamoyo itu dibatalkan karena syarat dan
    ketentuan yang, kata Magufuli, mengalahkan logika. Magufuli
    mengatakan bahwa persyaratan perjanjian pinjaman China hanya dapat
    diterima oleh seorang pria mabuk.
    *
    Menurut laporan media lokal, diketahui, Jakaya Kikwete telah
    menandatangani perjanjian dengan investor China untuk membangun
    *pelabuhan dengan syarat bahwa mereka akan mendapatkan 30 tahun
    untuk menjamin pinjaman dan 99 tahun sewa tanpa gangguan.*

    Seperti dikutip dari International Business Times, Jumat kemarin
    (23/4/2020), permintaan mengejutkan lain yang dibuat oleh China
    dan diterima oleh pemerintahan Kikwete *adalah bahwa Pemerintah
    Tanzania sama sekali tidak boleh menimbulkan kekhawatiran apa pun
    pada siapa pun yang berinvestasi di pelabuhan selama periode itu.
    *
    Dijuluki sebagai "pinjaman pembunuh Cina", beberapa organisasi dan
    warga Afrika telah menuntut Presiden saat itu untuk membatalkan
    perjanjian. Mereka telah memperingatkan bahwa langkah itu akan
    memiliki konsekuensi yang mengerikan. Sayangnya, kekhawatiran
    mereka diabaikan dan kesepakatan itu ditandatangani.

    Namun, setelah berkuasa, Presiden Magufuli memulai proses
    negosiasi ulang dan menekan para investor untuk menurunkan masa
    sewa menjadi 33 tahun, bukannya 99 tahun yang ditandatangani oleh
    pemerintah sebelumnya.

    Pemerintahan Magufuli juga menjelaskan bahwa tidak akan ada
    pembebasan pajak atau utilitas untuk investor Cina. Mereka juga
    harus mendapatkan persetujuan pemerintah untuk memulai operasi
    baru di pelabuhan. Namun, para investor tidak memenuhi tenggat
    waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah Magufuli sehingga
    perjanjian itu dibatalkan.




    Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986>
    for Windows 10


Kirim email ke