Pinjam utang, bunganya)%. Sedangkan inflasi kira2 2-3.5% sekarang ini. Rugi
dong! Masa ada perjanjian begitu?
On Wednesday, April 29, 2020, 01:30:27 PM PDT, Tatiana Lukman
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Antek remo ini ingin terus menipu orang dengan mencampur adukkan zaman Mao
dengan zaman Deng Xiaoping!! Di sini kelihatan lagi betapa oportunisnya antek
remo satu ini.... Di satu pihak menghujat Mao dengan RBKPnya dan MENUDUHNYA
“terlalu cepat” memukul kaum kapitalis (yang dilawan Mao dengan menyindir kaum
remo yang teriak-teriak “he..he.. kalian terlalu cepaaat “; iya, kaum remo
berjalan terseok-seok seperti nenek yang kakinya diikat, tidak mau maju ke
tahap sosialis!! Ha..ha..) , tapi di pihak lain, kalau dia sedang membutuhkan,
maka dia bonceng pada nama harum RRT pada zaman Mao di mana bantuan RRT
terkenal dengan bunga NOL PERSEN!!!! Yang percaya pada penipuan si antek remo
ini hanya orang yang sama-sama remonya, dan juga orang yang MABOK!! Pejabat
Pemerintah penjual negeri seperti di Indonesia memang banyaaak!!! Jangan
mencatut nama RAKYAT, mereka sama sekali bukan wakil RAKYAT, SEPERTI JUGA DI
INDONESIA. Jelas komprador China model Luhut terdapat di mana-mana....Makanya
tidak banyak presiden dan pejabat yang sadar akan jerat utang China!!!! Bisa
juga ada yang sadar, tapi matanya berkilau melihat KOMISI YANG DIAJUKAN CHINA
KAPITALIS, seperti dalam kasus Duterte Filipina....
Sent from Mail for Windows 10
From: 'nesare' [email protected] [GELORA45]
Sent: Tuesday, 28 April 2020 15:17
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa
Diterima oleh Pria Mabuk
Coba tanya emangnya Malaysia dan Tanzania gak ada utang dan investasi?
Kalau memang mereka gak ada, barulah hebat (baca: aneh) negaranya!
Nesare
From: [email protected] <[email protected]>
Sent: Tuesday, April 28, 2020 8:32 AM
To: [email protected]; Tatiana Lukman <[email protected]>;
yahoogroups <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa
Diterima oleh Pria Mabuk
Haaiyaaaa, ... begitu menerima berita yang MERUGIKAN Tiongkok, lantas nenek
satu ini seperti ketimpa duren saja! Padahal, dalam kenyataan masih banyak
negara-negara Afrika dan RAKYAT Afrika merasa di BANTU dengan investasi RRT
yang telah dijalankan sejak awal tahun 60-an itu!
Tapi itulah politik didunia ini, perebutan pengaruh antara Imperialisme dan
Sosialisme! Memang harus diperhatikan kelabilan politik dinegara-negara sedang
berkembang begitu, perjanjian jadi bisa dibatalkan begitu sajayang membuat
kerugian besar bagi RRT sendiri! Seperti juga terjadi di Malaysia begitu
Mahathir kembali berhasil naik panggung, hendak membatalkan perjanjian
pembangunan infrastruksur yang sudah 1/2 jalan, ... Beruntung, nampaknya
kemudian bisa mendapatkan kesepakatan untuk melanjutkan. Jadi, kenyataan bukan
penjual negara yang bisa menerima bantuan Tiongkok! Tapi, pejabat-pejabat yang
masih bisa peduli pada RAKYATnya sendiri! Sedang yang membatalkan seenak
duelnya itulah, pejabat-komprador yang berusaha mempertahankan modal AS
dinegerinya, membiarkan imperialisme AS terus menghisap tenaga rakyat murah
dinegara-negara sedang berkembang saja!
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/28 下午 06:46 寫道:
Pernah ada orang yang bertanya kalau investasi/utang Tiongkok merugikan negeri
yang berutang karena syarat-syaratnya yang menjeratnya dalam utang yang
akhirnya tak bias dibayar, kenapa diterima oleh Pemerintah itu? Dengan contoh
di bawah, untuk kesekian kalinya, terjawab pertanyaan itu... Seperti dulu
Mutahir dari Malaysia juga pernah membatalkan investasi/utang Tkk.. Jelas yang
mau menerima utang/investasi hanyalah pemerintah penjual negeri....Jangan lupa
komisi yang bisa diterima oleh komprador Tiongkok yang membela utang/investasi
Tiongkok, seperti kasus di Filipina....Sekarang ditambah lagi, orang yang bisa
terima adalah orang yang mabok!!!
Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk
I.Husni IsnainiSabtu, 25 April 2020 - 08:16 WIB
Langkah berani diambil Presiden Tanzania John Magufuli terkait perjanjian
utang dari China. John Magufuli telah membatalkan pinjaman dari China senilai
US$ 10 miliar atau sekitar Rp155 triliun (kurs Rp 15.500) yang ditandatangani
oleh pendahulunya, Jakaya Kikwete.
Pinjaman yang rencananya akan digunakan untuk membangun pelabuhan di Sungai
Mbegani di Bagamoyo itu dibatalkan karena syarat dan ketentuan yang, kata
Magufuli, mengalahkan logika. Magufuli mengatakan bahwa persyaratan perjanjian
pinjaman China hanya dapat diterima oleh seorang pria mabuk.
Menurut laporan media lokal, diketahui, Jakaya Kikwete telah menandatangani
perjanjian dengan investor China untuk membangun pelabuhan dengan syarat bahwa
mereka akan mendapatkan 30 tahun untuk menjamin pinjaman dan 99 tahun sewa
tanpa gangguan.
Seperti dikutip dari International Business Times, Jumat kemarin (23/4/2020),
permintaan mengejutkan lain yang dibuat oleh China dan diterima oleh
pemerintahan Kikwete adalah bahwa Pemerintah Tanzania sama sekali tidak boleh
menimbulkan kekhawatiran apa pun pada siapa pun yang berinvestasi di pelabuhan
selama periode itu.
Dijuluki sebagai "pinjaman pembunuh Cina", beberapa organisasi dan warga Afrika
telah menuntut Presiden saat itu untuk membatalkan perjanjian. Mereka telah
memperingatkan bahwa langkah itu akan memiliki konsekuensi yang mengerikan.
Sayangnya, kekhawatiran mereka diabaikan dan kesepakatan itu ditandatangani.
Namun, setelah berkuasa, Presiden Magufuli memulai proses negosiasi ulang dan
menekan para investor untuk menurunkan masa sewa menjadi 33 tahun, bukannya 99
tahun yang ditandatangani oleh pemerintah sebelumnya.
Pemerintahan Magufuli juga menjelaskan bahwa tidak akan ada pembebasan pajak
atau utilitas untuk investor Cina. Mereka juga harus mendapatkan persetujuan
pemerintah untuk memulai operasi baru di pelabuhan. Namun, para investor tidak
memenuhi tenggat waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah Magufuli sehingga
perjanjian itu dibatalkan.
Sent from Mail for Windows 10