Betuuul juga, kalau HUTANG atau investasi modal asing itu dipandang dari
sudut transaksi ekonomi, yaaa sewlalu ada untung-rugi nya yang harus
diperhitungkan baik-baik oleh kedua belah pihak. Bisa TIDAK diterima,
.... dengan menerjang resiko yang harus dihadapi!
Sehubunganan dengan modal-asing yang diterima, setiap bangsa harus
perhitungkan betul maunya apa dan apa tujuan menerima masuk modal-asing
itu. Kalau yang diutamakan berapa% yang bisa masuk kantong dewek, yaa
dari mana masuknya modal-asing itu sama saja, rakyat banyak yang selalu
dirugikan! Dan pembangunan ekonomi nasional tetap saja jadi tergantung
"BANTUAN" asing itu, darimanapun datangnya, ... Jadi, memang sangat,
sangat tergantung dari KESADARAN nasional bangsa itu sendiri. Makanya,
Tiongkok BERHASIL menggunakan "BANTUAN" asing untuk tegak berdiri diatas
kaki sendiri, sedang banyak negara sedang berkembang, termasuk Indonesia
dan Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu, sampai sekarang masih saja
terpuruk, tergantung pada "bantuan" asing teruuus dan rakyat banyak
dibiarkan tetap menderita kemiskinan.
Karena masalah utamanya bukan menerima atau tidak "BANTUAN" asing itu,
tapi KESADARAN Rakyat dan kekuatan rakyat dinegeri itu bagaimana, ...
Salam,
ChanCT
'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/30 下午 08:39 寫道:
Hutang dengan kata tersembunyinya yaitu investasi adalah transaksi
ekonomi.
Hutang ini bisa hutang pribadi, perusahaan dan negara. Orang berhutang
dan orang yg memberikan hutang itu ada resiko nya. Ini transaksi
keuangan. Ada syarat2nya. Ada hukumnya.
Level perusahaan, yg memberikan hutang itu misalnya bank menanggung
resiko. Apa resikonya? Duit hutang yg diberikan ke perusahaan itu
adalah duitnya nasabahnya alias rakyat yg menyimpan uangnya dibank.
Jadi bank sbg pengelola harus hati2. Ini yg disebut azas prudent itu.
Jadi bukan berarti yg harus dibela itu selalu yg punya hutang. Lucu
kan? Wong duit di bank itu milik rakyat yg disimpan dibank dlm bentuk
saving.
Begitu juga dilevel negara ada resikonya. Hanya saja dilevel negara
ini lebih banyak politiknya dibandingkan dilevel perusahaan/bank yg
murni bisnis.
Dilevel perseorangan lebih kuat lagi azas kehati2annya krn duit itu
adalah duit pribadi seorang teman, saudara, family dll plus hukumnya
tidak jelas krn itu susah utk tuntut menuntut di pengadilan.
Jadi hutang berhutang dan investasi itu ada resikonya.
Jadi gak perlu dibela2 dan gak ada yg harus dibela krn kedua belah
pihak baik debitur/yg meminjam dan kreditur/yg memberikan pinjaman
dengan sadar melakukan transaksi keuangan. Suatu transaksi keuangan
akan selalu ada syarat dan resiko.
Nesare
*From:* [email protected] <[email protected]>
*Sent:* Thursday, April 30, 2020 8:22 AM
*To:* [email protected]; nesare <[email protected]>; Tatiana
Lukman <[email protected]>
*Subject:* Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China
hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk
Sore tadi kebetulan dengarkan komentar pakar Taiwan sehubungan
Tanzania batalkan kontrak proyek Pelabuhan dan infrastruktur lainnya
dengan RRT, yang dikatakan hanya orang mabuk bisa menerima kontrak
macam begitu, ...!
Pakar Taiwan ini juga pertanyakan kenapa perjanjian itu bisa mengikat
sampai 99 tahun begitu lamanya? Dan, kenapa pula bisa diterima
Presiden sebelumnya? Tapi, sangat jelas, dibalik itu semua menunjukkan
keberhasilan Amerika di Tanzania kembali menegakkan pengaruh dan
kekuasaannya yang sejak awal tahun 60-an berada dibawah pengaruh
Tiongkok dengan dimulainya pembangunan jalan Kereta Api di Tanzania, ...
Dinegara-negara terbelakang, biasalah kekuasaan politik bergantian, di
Malaysia tahun lalu juga terjadi pembatalan beberapa, termasuk proyek
KA-Cepat dengan Tiongkok yang dianggap terlalu mahal, pihak Tiongkok
mendiamkan saja! Tapi setelah dihitung-hitung investasi dengan
Tiongkok masih terhitung lebih menguntungkan dalam pembangunan dan
kesejahteraan rakyat Malaysia, akhirnya, Mahathir bukan hanya
memulihkan rencana proyek2 itu, bahkan menambah investasi baru dengan
Tiongkok! Begitu juga terjadi di Sri Lanka, Burma, ...!
Lalu, apanya tuduhan hanya orang mabok yang bisa menerima syarat2
investasi Tiongkok itu? Kalau bukan akibat didesak AS saja, menjadi
begundal Imperialisme AS! Seolah-olah modal asing AS yang masuk
dibanyak negara didunia ini lebih menguntungkan, ...???
'nesare' [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於
2020/4/30 下午 07:19 寫道:
Ya saya mengerti yg dipersoalkan berita ini adalah syarat yg
berat. Makanya saya katakan kalau tidak disetujui, ya silahkan
batalkan.
Oleh bung kan dibesar2kan. Bagi saya itu normal2 saja krn itu
berutang dan berinvestasi itu adalah transaksi ekonomi.
Pertanyaannya kenapa bung besar2kan syarat berutang dan
berinvestasi ini? Kan mesti ada alasan kan? Disini saya dari dulu
berpendapat bahwa bung anti thd hutang dan investasi.
APAKAH SAYA SALAH?
Kalau saya salah artinya bagus jadi saya sudah mengerti sekarang
bahwa bung bukan anti hutang dan investasi melainkan hanya
syaratnya saja yg memberatkan.
Nesare
*From:* [email protected] <mailto:[email protected]>
<[email protected]> <mailto:[email protected]>
*Sent:* Wednesday, April 29, 2020 1:27 PM
*To:* [email protected] <mailto:[email protected]>;
nesare <[email protected]> <mailto:[email protected]>
*Subject:* RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang
China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk
Baca yang bener!! Bukan masalah ada atau tidaknya utang dan
investasi. Yang dipersoalkan adalah SYARAT UTANG CHINA HANYA BISA
DITERIMA OLEH PRIA MABUK!!!!
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986>
for Windows 10
*From: *'nesare' [email protected] [GELORA45]
<mailto:[email protected]>
*Sent: *Tuesday, 28 April 2020 15:17
*To: *[email protected] <mailto:[email protected]>
*Subject: *RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang
China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk
Coba tanya emangnya Malaysia dan Tanzania gak ada utang dan investasi?
Kalau memang mereka gak ada, barulah hebat (baca: aneh) negaranya!
Nesare
*From:* [email protected] <mailto:[email protected]>
<[email protected] <mailto:[email protected]>>
*Sent:* Tuesday, April 28, 2020 8:32 AM
*To:* [email protected] <mailto:[email protected]>;
Tatiana Lukman <[email protected]
<mailto:[email protected]>>; yahoogroups
<[email protected] <mailto:[email protected]>>
*Subject:* Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang
China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk
Haaiyaaaa, ... begitu menerima berita yang MERUGIKAN Tiongkok,
lantas nenek satu ini seperti ketimpa duren saja! Padahal, dalam
kenyataan masih banyak negara-negara Afrika dan RAKYAT Afrika
merasa di BANTU dengan investasi RRT yang telah dijalankan sejak
awal tahun 60-an itu!
Tapi itulah politik didunia ini, perebutan pengaruh antara
Imperialisme dan Sosialisme! Memang harus diperhatikan kelabilan
politik dinegara-negara sedang berkembang begitu, perjanjian jadi
bisa dibatalkan begitu sajayang membuat kerugian besar bagi RRT
sendiri! Seperti juga terjadi di Malaysia begitu Mahathir kembali
berhasil naik panggung, hendak membatalkan perjanjian pembangunan
infrastruksur yang sudah 1/2 jalan, ... Beruntung, nampaknya
kemudian bisa mendapatkan kesepakatan untuk melanjutkan. Jadi,
kenyataan bukan penjual negara yang bisa menerima bantuan
Tiongkok! Tapi, pejabat-pejabat yang masih bisa peduli pada
RAKYATnya sendiri! Sedang yang membatalkan seenak duelnya itulah,
pejabat-komprador yang berusaha mempertahankan modal AS
dinegerinya, membiarkan imperialisme AS terus menghisap tenaga
rakyat murah dinegara-negara sedang berkembang saja!
Tatiana Lukman [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] 於 2020/4/28 下午 06:46
寫道:
Pernah ada orang yang bertanya kalau investasi/utang Tiongkok
merugikan negeri yang berutang karena syarat-syaratnya yang
menjeratnya dalam utang yang akhirnya tak bias dibayar, kenapa
diterima oleh Pemerintah itu? Dengan contoh di bawah, untuk
kesekian kalinya, terjawab pertanyaan itu... Seperti dulu
Mutahir dari Malaysia juga pernah membatalkan investasi/utang
Tkk.. Jelas yang mau menerima utang/investasi hanyalah
pemerintah penjual negeri....Jangan lupa komisi yang bisa
diterima oleh komprador Tiongkok yang membela utang/investasi
Tiongkok, seperti kasus di Filipina....Sekarang ditambah lagi,
orang yang bisa terima adalah orang yang mabok!!!
Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa
Diterima oleh Pria Mabuk
*I.Husni Isnaini*
<https://jateng.sindonews.com/reporter/i.husni-isnaini-1586624400>Sabtu,
25 April 2020 - 08:16 WIB
Langkah berani diambil Presiden Tanzania John Magufuli
terkait perjanjian utang dari China. John Magufuli telah
membatalkan pinjaman dari China senilai US$ 10 miliar atau
sekitar Rp155 triliun (kurs Rp 15.500) yang ditandatangani
oleh pendahulunya, Jakaya Kikwete.
*Pinjaman yang rencananya akan digunakan untuk membangun
pelabuhan di Sungai Mbegani di Bagamoyo itu dibatalkan karena
syarat dan ketentuan yang, kata Magufuli, mengalahkan logika.
Magufuli mengatakan bahwa persyaratan perjanjian pinjaman
China hanya dapat diterima oleh seorang pria mabuk.
*
Menurut laporan media lokal, diketahui, Jakaya Kikwete telah
menandatangani perjanjian dengan investor China untuk
membangun *pelabuhan dengan syarat bahwa mereka akan
mendapatkan 30 tahun untuk menjamin pinjaman dan 99 tahun sewa
tanpa gangguan.*
Seperti dikutip dari International Business Times, Jumat
kemarin (23/4/2020), permintaan mengejutkan lain yang dibuat
oleh China dan diterima oleh pemerintahan Kikwete *adalah
bahwa Pemerintah Tanzania sama sekali tidak boleh menimbulkan
kekhawatiran apa pun pada siapa pun yang berinvestasi di
pelabuhan selama periode itu.
*
Dijuluki sebagai "pinjaman pembunuh Cina", beberapa organisasi
dan warga Afrika telah menuntut Presiden saat itu untuk
membatalkan perjanjian. Mereka telah memperingatkan bahwa
langkah itu akan memiliki konsekuensi yang mengerikan.
Sayangnya, kekhawatiran mereka diabaikan dan kesepakatan itu
ditandatangani.
Namun, setelah berkuasa, Presiden Magufuli memulai proses
negosiasi ulang dan menekan para investor untuk menurunkan
masa sewa menjadi 33 tahun, bukannya 99 tahun yang
ditandatangani oleh pemerintah sebelumnya.
Pemerintahan Magufuli juga menjelaskan bahwa tidak akan ada
pembebasan pajak atau utilitas untuk investor Cina. Mereka
juga harus mendapatkan persetujuan pemerintah untuk memulai
operasi baru di pelabuhan. Namun, para investor tidak memenuhi
tenggat waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah Magufuli
sehingga perjanjian itu dibatalkan.
Sent from Mail
<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows 10