He, antek remo, jangan asal jeplak!! Mencampur aduk Tiongkok sosialis dengan Tiongkok kapitalis Deng Xiaoping.. Sekarang mencampur aduk Indonesia dengan Kuba!!! Begitu gobloknya sehingga tak bisa membedakan sistim di Indonesia dengan KUba... Betul-betul itu satu penghinaan besar terhadap Rakyat Kuba dan Fidel castro .. tunjukkan di mana saya pernah membanggakan Indonesia???? Sudah tentu yang saya maksud Indonesia ORBA!!! Sudah terbuktikan beberapa kali tiongkok kapitalis imperialis meminjamkan utang bagaikan parasite, masih berkoar-koar jual pepesan kosong!!!Minta 99 tahun jaminan tanpa gangguan, persis seperti kaum colonial Inggris nyewa Hongkong !!! Tak pernah bisa membantah kenyataan pemerasan ini, bisanya ngotoooot!!!
Sent from Mail for Windows 10 From: ChanCT [email protected] [GELORA45] Sent: Friday, 1 May 2020 03:59 To: [email protected]; nesare Subject: Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya BisaDiterima oleh Pria Mabuk Betuuul juga, kalau HUTANG atau investasi modal asing itu dipandang dari sudut transaksi ekonomi, yaaa sewlalu ada untung-rugi nya yang harus diperhitungkan baik-baik oleh kedua belah pihak. Bisa TIDAK diterima, ... dengan menerjang resiko yang harus dihadapi! Sehubunganan dengan modal-asing yang diterima, setiap bangsa harus perhitungkan betul maunya apa dan apa tujuan menerima masuk modal-asing itu. Kalau yang diutamakan berapa% yang bisa masuk kantong dewek, yaa dari mana masuknya modal-asing itu sama saja, rakyat banyak yang selalu dirugikan! Dan pembangunan ekonomi nasional tetap saja jadi tergantung "BANTUAN" asing itu, darimanapun datangnya, ... Jadi, memang sangat, sangat tergantung dari KESADARAN nasional bangsa itu sendiri. Makanya, Tiongkok BERHASIL menggunakan "BANTUAN" asing untuk tegak berdiri diatas kaki sendiri, sedang banyak negara sedang berkembang, termasuk Indonesia dan Kuba yang dibanggakan nenek Tatiana itu, sampai sekarang masih saja terpuruk, tergantung pada "bantuan" asing teruuus dan rakyat banyak dibiarkan tetap menderita kemiskinan. Karena masalah utamanya bukan menerima atau tidak "BANTUAN" asing itu, tapi KESADARAN Rakyat dan kekuatan rakyat dinegeri itu bagaimana, ... Salam, ChanCT 'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/30 下午 08:39 寫道: Hutang dengan kata tersembunyinya yaitu investasi adalah transaksi ekonomi. Hutang ini bisa hutang pribadi, perusahaan dan negara. Orang berhutang dan orang yg memberikan hutang itu ada resiko nya. Ini transaksi keuangan. Ada syarat2nya. Ada hukumnya. Level perusahaan, yg memberikan hutang itu misalnya bank menanggung resiko. Apa resikonya? Duit hutang yg diberikan ke perusahaan itu adalah duitnya nasabahnya alias rakyat yg menyimpan uangnya dibank. Jadi bank sbg pengelola harus hati2. Ini yg disebut azas prudent itu. Jadi bukan berarti yg harus dibela itu selalu yg punya hutang. Lucu kan? Wong duit di bank itu milik rakyat yg disimpan dibank dlm bentuk saving. Begitu juga dilevel negara ada resikonya. Hanya saja dilevel negara ini lebih banyak politiknya dibandingkan dilevel perusahaan/bank yg murni bisnis. Dilevel perseorangan lebih kuat lagi azas kehati2annya krn duit itu adalah duit pribadi seorang teman, saudara, family dll plus hukumnya tidak jelas krn itu susah utk tuntut menuntut di pengadilan. Jadi hutang berhutang dan investasi itu ada resikonya. Jadi gak perlu dibela2 dan gak ada yg harus dibela krn kedua belah pihak baik debitur/yg meminjam dan kreditur/yg memberikan pinjaman dengan sadar melakukan transaksi keuangan. Suatu transaksi keuangan akan selalu ada syarat dan resiko. Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Thursday, April 30, 2020 8:22 AM To: [email protected]; nesare <[email protected]>; Tatiana Lukman <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk Sore tadi kebetulan dengarkan komentar pakar Taiwan sehubungan Tanzania batalkan kontrak proyek Pelabuhan dan infrastruktur lainnya dengan RRT, yang dikatakan hanya orang mabuk bisa menerima kontrak macam begitu, ...! Pakar Taiwan ini juga pertanyakan kenapa perjanjian itu bisa mengikat sampai 99 tahun begitu lamanya? Dan, kenapa pula bisa diterima Presiden sebelumnya? Tapi, sangat jelas, dibalik itu semua menunjukkan keberhasilan Amerika di Tanzania kembali menegakkan pengaruh dan kekuasaannya yang sejak awal tahun 60-an berada dibawah pengaruh Tiongkok dengan dimulainya pembangunan jalan Kereta Api di Tanzania, ... Dinegara-negara terbelakang, biasalah kekuasaan politik bergantian, di Malaysia tahun lalu juga terjadi pembatalan beberapa, termasuk proyek KA-Cepat dengan Tiongkok yang dianggap terlalu mahal, pihak Tiongkok mendiamkan saja! Tapi setelah dihitung-hitung investasi dengan Tiongkok masih terhitung lebih menguntungkan dalam pembangunan dan kesejahteraan rakyat Malaysia, akhirnya, Mahathir bukan hanya memulihkan rencana proyek2 itu, bahkan menambah investasi baru dengan Tiongkok! Begitu juga terjadi di Sri Lanka, Burma, ....! Lalu, apanya tuduhan hanya orang mabok yang bisa menerima syarat2 investasi Tiongkok itu? Kalau bukan akibat didesak AS saja, menjadi begundal Imperialisme AS! Seolah-olah modal asing AS yang masuk dibanyak negara didunia ini lebih menguntungkan, ...??? 'nesare' [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/30 下午 07:19 寫道: Ya saya mengerti yg dipersoalkan berita ini adalah syarat yg berat. Makanya saya katakan kalau tidak disetujui, ya silahkan batalkan. Oleh bung kan dibesar2kan. Bagi saya itu normal2 saja krn itu berutang dan berinvestasi itu adalah transaksi ekonomi. Pertanyaannya kenapa bung besar2kan syarat berutang dan berinvestasi ini? Kan mesti ada alasan kan? Disini saya dari dulu berpendapat bahwa bung anti thd hutang dan investasi. APAKAH SAYA SALAH? Kalau saya salah artinya bagus jadi saya sudah mengerti sekarang bahwa bung bukan anti hutang dan investasi melainkan hanya syaratnya saja yg memberatkan. Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Wednesday, April 29, 2020 1:27 PM To: [email protected]; nesare <[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk Baca yang bener!! Bukan masalah ada atau tidaknya utang dan investasi. Yang dipersoalkan adalah SYARAT UTANG CHINA HANYA BISA DITERIMA OLEH PRIA MABUK!!!! Sent from Mail for Windows 10 From: 'nesare' [email protected] [GELORA45] Sent: Tuesday, 28 April 2020 15:17 To: [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk Coba tanya emangnya Malaysia dan Tanzania gak ada utang dan investasi? Kalau memang mereka gak ada, barulah hebat (baca: aneh) negaranya! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Tuesday, April 28, 2020 8:32 AM To: [email protected]; Tatiana Lukman <[email protected]>; yahoogroups <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk Haaiyaaaa, ... begitu menerima berita yang MERUGIKAN Tiongkok, lantas nenek satu ini seperti ketimpa duren saja! Padahal, dalam kenyataan masih banyak negara-negara Afrika dan RAKYAT Afrika merasa di BANTU dengan investasi RRT yang telah dijalankan sejak awal tahun 60-an itu! Tapi itulah politik didunia ini, perebutan pengaruh antara Imperialisme dan Sosialisme! Memang harus diperhatikan kelabilan politik dinegara-negara sedang berkembang begitu, perjanjian jadi bisa dibatalkan begitu sajayang membuat kerugian besar bagi RRT sendiri! Seperti juga terjadi di Malaysia begitu Mahathir kembali berhasil naik panggung, hendak membatalkan perjanjian pembangunan infrastruksur yang sudah 1/2 jalan, ... Beruntung, nampaknya kemudian bisa mendapatkan kesepakatan untuk melanjutkan. Jadi, kenyataan bukan penjual negara yang bisa menerima bantuan Tiongkok! Tapi, pejabat-pejabat yang masih bisa peduli pada RAKYATnya sendiri! Sedang yang membatalkan seenak duelnya itulah, pejabat-komprador yang berusaha mempertahankan modal AS dinegerinya, membiarkan imperialisme AS terus menghisap tenaga rakyat murah dinegara-negara sedang berkembang saja! Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 2020/4/28 下午 06:46 寫道: Pernah ada orang yang bertanya kalau investasi/utang Tiongkok merugikan negeri yang berutang karena syarat-syaratnya yang menjeratnya dalam utang yang akhirnya tak bias dibayar, kenapa diterima oleh Pemerintah itu? Dengan contoh di bawah, untuk kesekian kalinya, terjawab pertanyaan itu... Seperti dulu Mutahir dari Malaysia juga pernah membatalkan investasi/utang Tkk.. Jelas yang mau menerima utang/investasi hanyalah pemerintah penjual negeri....Jangan lupa komisi yang bisa diterima oleh komprador Tiongkok yang membela utang/investasi Tiongkok, seperti kasus di Filipina....Sekarang ditambah lagi, orang yang bisa terima adalah orang yang mabok!!! Presiden Tanzania Sebut Syarat Utang China hanya Bisa Diterima oleh Pria Mabuk I.Husni IsnainiSabtu, 25 April 2020 - 08:16 WIB Langkah berani diambil Presiden Tanzania John Magufuli terkait perjanjian utang dari China. John Magufuli telah membatalkan pinjaman dari China senilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp155 triliun (kurs Rp 15.500) yang ditandatangani oleh pendahulunya, Jakaya Kikwete. Pinjaman yang rencananya akan digunakan untuk membangun pelabuhan di Sungai Mbegani di Bagamoyo itu dibatalkan karena syarat dan ketentuan yang, kata Magufuli, mengalahkan logika. Magufuli mengatakan bahwa persyaratan perjanjian pinjaman China hanya dapat diterima oleh seorang pria mabuk. Menurut laporan media lokal, diketahui, Jakaya Kikwete telah menandatangani perjanjian dengan investor China untuk membangun pelabuhan dengan syarat bahwa mereka akan mendapatkan 30 tahun untuk menjamin pinjaman dan 99 tahun sewa tanpa gangguan. Seperti dikutip dari International Business Times, Jumat kemarin (23/4/2020), permintaan mengejutkan lain yang dibuat oleh China dan diterima oleh pemerintahan Kikwete adalah bahwa Pemerintah Tanzania sama sekali tidak boleh menimbulkan kekhawatiran apa pun pada siapa pun yang berinvestasi di pelabuhan selama periode itu. Dijuluki sebagai "pinjaman pembunuh Cina", beberapa organisasi dan warga Afrika telah menuntut Presiden saat itu untuk membatalkan perjanjian. Mereka telah memperingatkan bahwa langkah itu akan memiliki konsekuensi yang mengerikan. Sayangnya, kekhawatiran mereka diabaikan dan kesepakatan itu ditandatangani. Namun, setelah berkuasa, Presiden Magufuli memulai proses negosiasi ulang dan menekan para investor untuk menurunkan masa sewa menjadi 33 tahun, bukannya 99 tahun yang ditandatangani oleh pemerintah sebelumnya. Pemerintahan Magufuli juga menjelaskan bahwa tidak akan ada pembebasan pajak atau utilitas untuk investor Cina. Mereka juga harus mendapatkan persetujuan pemerintah untuk memulai operasi baru di pelabuhan. Namun, para investor tidak memenuhi tenggat waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah Magufuli sehingga perjanjian itu dibatalkan. Sent from Mail for Windows 10
