Ini katak dalam tempurung yang sedang ngoceh, ya?? Tidak tahu sepak
terjang China sendiri sudah lama menempelkan watak
imperialisnya...saking piciknya dan penyembahan membutanya kepada
China kapitalis, tidak tahu membedakan antara sosialisme dengan
sosialimperialisme!!!Sudah tentu, dia tidak mau membaca wawancara
prof. Jose Maria Sison di mana kita temukan kalimat ini :The
Philippines has become far worse off than ever before after four years
of misrule by Duterte. This has been characterized by treason and
puppetry to both US and Chinese imperialism, mass murder and other
gross human rights violations, systematic plunder, increased
unemployment and mass poverty, aggravation of the drug problem under
the Duterte drug empire, unabashed moral depravity and the accelerated
deterioration of social and economic conditions.
Dan dibawah ini judul tulisan A. Thayer
*Takeover Trap: Why Imperialist China Is Invading Africa*
China is in Africa not to advance Maoism, but to control its
resources, people, and potential.
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
Windows 10
*From: *ChanCT [email protected] [GELORA45]
<mailto:[email protected]>
*Sent: *Tuesday, 19 May 2020 14:12
*To: *Tatiana Lukman <mailto:[email protected]>; GELORA_In
<mailto:[email protected]>
*Subject: *Re: [GELORA45] Lantang Kritik Rezim Jokowi hingga
Dipolisikan Luhut,Ini Rekam JejakSaid Didu
Hehehee, ... nenek yang satu ini jadi sudah MENGAKUI Tiongkok menjadi
inperialisme nomor satu! Yang menggantikan imperialisme Amerika MUSUH
Nomor wahid nya didunia!!! Jadi, boleh saja bersekutu dengan siapa
saja, termasuk imperialisme AS untuk GEMPUR RRT, ... PANTAS lah selama
ini yang dijadikan dasar pegangan suara yang keluar dari corong
imperialisme AS, Falungong!
Dan, ... Said Didu dengan mudahnya dikategorikan pembela rakyat, yang
berani dan jujur memikirkan kepentingan negeri, ... Siapa tahu kalau
dibalik suarea manisnya itu hanyalah kepentingan modal imperialisme
AS???!!! Bukankah kemarin ini ada pemberitaan video bagaimana kondisi
masyarakat sekitar merasa DIUNTUNGKAN dengan kehadiran perusahaan
Tiongkok di Morowali! Juga ada pembantahan HOAX dari aktivis Makasar
yang secara khusus datang ke Morowali, ...
*Aktivis Makassar Bongkar Kebenaran Dibalik Hoaks TKA China di Marowali*
*https://seword..com/umum/viral-aktivis-makassar-bongkar-kebenaran-dibalik-aRjJZFnTiE
<https://seword.com/umum/viral-aktivis-makassar-bongkar-kebenaran-dibalik-aRjJZFnTiE>*
Tatiana Lukman 於 2020/5/19 下午 06:57 寫道:
Kalau betul apa yang diceritakan Kompas tentang Said Didu ini,
ketemulah kita dengan seroang pejabat yang berani, jujur dan masih
memikirkan kepentingan negeri. Ya logislah, kalau dia jadi
berhadapan dengan komprador china kapitalis-imperialis nomer satu.
Sang komprador, disamping kaya raya, kekuasaannya pun sangat
besar, kelihatan dari propaganda yang dia gerakkan untuk
melicinkan proyek di Morowali , meloloskan buruh China yang
keahlian dan ketrampilannya dianggap “begitu tinggi” sehingga tak
bias tercapai oleh buruh Indonesia yang dianggap goblok dan
dungu!!!!Namanya juga komprador china, cium pantat tuannya pun
akan dilakukannya demi proyek-proyek yang akan terus menggendutkan
pundi-pundinya!!!
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986>
for Windows 10
*From: *ChanCT [email protected] [GELORA45]
<mailto:[email protected]>
*Sent: *Saturday, 16 May 2020 15:13
*To: *GELORA_In <mailto:[email protected]>
*Subject: *[GELORA45] Lantang Kritik Rezim Jokowi hingga
Dipolisikan Luhut, Ini Rekam JejakSaid Didu
*Lantang Kritik Rezim Jokowi hingga Dipolisikan Luhut, *
*Ini Rekam Jejak Said Didu *
Kompas.com - 16/05/2020, 07:37 WIB BAGIKAN:
Said Didu saat masih menjabat sebagai Sekretaris BUMN, 2006. Lihat
Foto Said Didu saat masih menjabat sebagai Sekretaris BUMN, 2006.
(KOMPAS/LUCKY PRANSISKA)
Penulis Muhammad Idris | Editor Muhammad Idris
JAKARTA, KOMPAS.com - Perseteruan mantan Sekretaris Kementerian
BUMN Said Didu dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar
Panjaitan memasuki babak baru. Bermula dari kritiknya terhadap
Luhut di sebuah kanal YouTube, Said Didu harus menjalani
pemeriksaan di Bareskrim, Mabes Polri.
Di sana, Said Didu diperiksa secara intensif selama hampir 12 jam.
Dia mengaku perlu menjelaskan maksud pernyataannya yang
dipermasalahkan Luhut, terkait komentarnya yang menilai Luhut
lebih mengutamakan investasi daripada penanganan virus corona (
kasus Said Didu).
Dari rekam jejaknya, Said Didu memang terkenal sangat lantang
mengkritik beberapa kebijakan rezim Presiden Joko Widodo ( Jokowi)
yang kini sudah masuk periode keduanya.
Sebelum vokal mengkritik Luhut, Said Didu juga beberapa kali
melontarkan kritik tajam ke pemerintah, salah satunya yakni
kebijakan akuisisi saham PT Freeport Indonesia (PTFI).
Pembelian saham PTFI oleh pemerintah lewat PT Inalum (Persero) ini
dianggap merugikan negara. Menurut Said, BUMN malah harus membayar
mahal untuk membeli perusahaan yang masa konsesinya hampir habis
dan cadangan emas maupun tembaganya sudah banyak terkuras.
Baca juga: Jubir Luhut: Infonya Ada Purnawirawan yang Namanya
Dicatut Dukung Said Didu
Saat itu, Inalum harus merogoh uang 3,85 miliar dollar AS atau
sekitar Rp 56,1 triliun untuk mengambil alih 51 persen saham PTFI
dari Freeport McMoran dan Rio Tinto.
Dalam kasus Jiwasraya, Said Didu pernah menyatakan adanya indikasi
tindak pidana korupsi dalam kasus gagal bayar polis yang terjadi
di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
"Terjadi perampokan (di Jiwasraya). Perusahaan yang sangat sehat
pada 2016-2017, lalu defisit puluhan triliun di tahun berikutnya,
berarti ada penyedotan dana yang terjadi," kata dia.
Said Didu juga tak melihat kemungkinan adanya masalah gagal bayar
di Jiwasraya disebabkan oleh kesalahan dalam proses berbisnis.
Said Didu bilang, kasus Jiwasraya merupakan perampokan uang negara.
Baca juga: Kuasa Hukum Luhut Pertanyakan Said Didu yang Mangkir
saat Dipanggil Bareskrim
"Tidak mungkin kalau hanya risiko bisnis, karena ekonomi di 2018
biasa-biasa saja kok, tidak seperti 1998. Enggak mungkin bocor
sampai puluhan triliun, kalau risiko bisnis enggak sebesar itu,"
kata dia.
Tak berhenti sampai di situ, Said Didu juga sempat mengkritik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang punya kebiasaan meresmikan
jalan tol dan menganggapnya sebagai pencitraan.
*Mantan PNS BPPT dan komisaris BUMN *
Karir pria asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini banyak
dihabiskan sebagai PNS di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
(BPPT). Karir birokratnya dirintisnya dari bawah di BPPT sejak
tahun 1987 mulai dari peneliti, merangkak karir sebagai pejabat
eselon di badan riset tersebut.
Namanya mulai lebih sering wara-wiri menghiasi media massa
nasional sejak ditunjuk menjadi Sekretaris Kementerian BUMN. Dia
juga pernah terpilih sebagai anggota MPR di tahun 1997.
Sebagai petinggi di Kementerian BUMN, Said Didu juga diplot
sebagai komisaris di beberapa perusahaan pelat merah di antaranya
Komisaris PTPN IV (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk (Persero).
Jebolan Teknik Industri Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga
sempat menduduki kursi komisaris PT Merpati Nusantara Airlines,
Komisaris PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia, dan Dewan Pengawas
Rumah Sakit RSCM Jakarta.
Baca juga: Luhut: Soal Said Didu, Itu Urusan Anak Buah Saya
Di awal rezim periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Said
Didu ikut masuk dalam lingkaran pemerintahan tahun 2014-2016. Dia
menjabat sebagai Staf Khusus Menteri ESDM saat itu, Sudirman Saaid.
Di tahun 2018, Said Didu dicopot dari jabatannya sebagai komisaris
di Bukit Asam dan digantikan oleh Jhoni Ginting. Pencopotannya
dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dalam RUPSLB Bukit Asam.
Kementerian BUMN saat ini beralasan, pencopotan dari kursi
Komisaris Bukit Asam dilakukan karena Sidu Didu dianggap sudah
tidak sejalan dengan pemegang saham.
Said Didu sempat jadi sorotan saat dirinya memutuskan mundur
sebagai PNS pada 13 Mei 2019. Alasan pengajuan pensiun dari BPPT
agar dirinya bisa lebih leluasa mengkritik kebijakan publik yang
dinilainya perlu diperbaiki.
Baca juga: Tak Ada Permintaan Maaf, Luhut Ngotot Tuntut Said Didu
ke Jalur Hukum
Tercatat, dirinya sudah mengabdi sebagai ASN selama 32 tahun 11
bulan. Langkah bersebrangan dengan rezim Jokowi juga pernah
diambil Said Didu saat dirinya menerima tawaran dari Tim Kuasa
Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai saksi di Mahkamah
Konstitusi (MK) terkait hasil Pilpres.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com/> dengan
judul "Lantang Kritik Rezim Jokowi hingga Dipolisikan Luhut, Ini
Rekam Jejak Said Didu",
https://money.kompas.com/read/2020/05/16/073724426/lantang-kritik-rezim-jokowi-hingga-dipolisikan-luhut-ini-rekam-jejak-said-didu?page=all#page2.
Penulis : Muhammad Idris
Editor : Muhammad Idris