Bung Chan, Saya senang membaca ceritanya tentang jago matematika itu. Saya kebetulan pergi bersama dengan kenalan dekat rumah yang jauh lebih tua dari saya. Kebetulan saya baru baca satu artikel dari harian Kompas, yang tulis tentang Liem Tiang Gwan di Jerman, yang jago matematika, membantu mahasiswa dan dosen2 Indonesia yang belajar di Jerman setelah dia pensiun.Lha kenalan saya bilang, Liem itu teman baiknya. Cerita kalau dia dengan Liem Tiang Gwan pernah napak tilas route dari The Long March, sedangkan istrinya Liem tinggal di Budong belajar Taichi tiap kali. Saya diceritai kehebatan matematika Liem sehingga bisa langsung ngoreksi kesalahan prof.nya. Profnya hebat, langsung bilang Liem yang benar. Kehebatannya yang lain dia bisa membuktikan rumus statistiek dari Gauss meskipun belum pernah baca sebelumnya. Saya jadi tertarik, kepingin mengintervieuw Liem. Saya diberi no telponnya. Waktu saya telpon, saya langsung tahu orangnya ramah sekali. Cerita kalau dia pernah waktu jaman perang, sekolah di Taman Siswa Yogya. Dia kagum sekali akan guru2nya yang sangat nasionalis, dan murid2 sekolahnya, temannya yang berperangai halus. Dia sendiri mengira itu karena pendidikan budi pekerti yang sangat ditekankan dan juga karena pelajaran karawitan. Ya, saya ikut nimbrung, saya cerita saya di reunie ketemu seorang ibu guru, diajak, ditraktir ikut reunie oleh dua muridnya, yang satu kebetulan dari Kimia Teknik, 3 tahun di bawah saya. Waktu itu saya menderita hernia, dan ibu itu duduk di kursi roda. Waktu yang lain2 sedang lihat bermacam-macam kupu2, saya ngobrol dengan dia. Dia bilang kalau dia sudah jadi guru hampir 50 tahun. Dia satu2nya guru wanita, yang lain semua guru laki2 atau broeders orang Belanda. Dia bilang kalau dia kalau liburan ajak muridnya kumpulkan kupu2, tanaman, berkemah. Dia cerita berkemahnya dulu belajar dari sekolah Taman Siswa Yogya. Dia dulu sekolahnya sekolah Belanda, tetapi kalau liburan dikirim oleh ayahnya belajar karawitan di sekolah Taman Siswa. Liem cerita walaupun dindingnya dari gedeg, tetapi sekolahnya punya bibliotheek luar biasa, sekolah Belanda kalah. Liem cerita Profnya waktu jaman TH Bandung jauh lebih hebat dari profnya yang dari TH Delft. Yang mengajar di Bandung dulu benar2 pilihan. Dia mau promosi di Delft, tetapi profnya bilang, tidak perlu, pengetahuan matematikanya sudah cukup sekali untuk bekerja. Benar dia jadi ahli radar terkenal di Eropa. Dia bilang pada saya, nanti kalah menang perang, bisa2 ditentukan oleh siapa yang lebih menguasai elektronika.. Dia pulang ke Indonesia mau nyumbangkan pengetahuannya. Naik kapal, tidak boleh terus ke Indonesia, karena waktu itu terjadi confrontasi ganyang Malaysia. Jadi terpaksa balik ke Eropa. Dia bilang, sesudah pensiun ya sebisa bisanya bantu mahasiswa2 dan dosen2 Indonesia dalam matematika yang sedang belajar di Jerman. Mereka datang belajar di rumah Liem. Kira-kira 2 tahun yang lalu, saya dikabari Eva Kwee kalau Liem meninggal. Ya, dari Indonesia setelah di luar negeri banyak yang berkembang luar biasa, hebat2. Salam, KH
Op zo 24 mei 2020 om 02:50 schreef ChanCT <[email protected]>: > Ikutan ngobrol, ... santai! > > Minggu lalu, sempat mengikuti sepenggal kisah kehidupan aneh seorang > ahli-matematik, Chen Jingrui - 陳景潤, yang ditayangkan BTV-Bejing TV. > Sesaat jelang RBKP dulu, ditahun 1966, sudah terdengar nama Chen Jingrui > ini seorang pemuda jenius dibidang matematik, dan juga terdengar entah > penemuan rumus matematik yang diajukan Chen berhasil menjawab persoalan > yang tidak terpecahkan di Barat. Menjadi GEMPAR ketika itu, Chen dicari > oleh ahli-ahli matematik Inggris dan Jerman, ...! Tapi, Chen yang ketika > itu sebagai intelektual pada umumnya diganyang sebagai "Sibusuk ke-9", > "Setan iblis penempuh jalan kapitalis", apalagi Chen berkeras menolak keras > mengutuk Liu-Deng penempuh jalan kapitalis! Lalu dicari ahli-ahli matematik > ASING, ... tak ada yang berani mempertemukan ahli-ahli itu!!! Baru tahun > 1973 sampai kekuping Zhou Enlai, keluarkan perintah membebaskan Chen dari > kamp konsentrasi kerja-paksa. Chen direhabilitasi. Dan karena selama > dijebloskan dalam kamp kerja-paksa, kesehatan rusak harus dirawat di RS > Wuhan! > > Saat dirawat diRS Wuhan inilah, untuk pertama kali Chen jatuh cinta dan > pacaran dengan istrinya, You Gun, yang dokter-militer itu! Di kisahkan > pertemuan dan percintaan keduanya yang mungkin lain dari yang lain, untuk > pertama kali dan sampai terakhir lakinya bagi mereka berdua: Chen ketika > itu sudah berusia 40-an dan You 27 tahun. Keduanya hidup tenggelam dalam > pelajaran disekolah dan pekerjaan, tidak ada pikiran berpacaran sebagaimana > anak-anak muda biasanya, ... Pertemuan mereka yang mengetuk hati Chen > terjadi saat You, dokter meronda pasien-nya. Saat itu sebagai ahli Chen > dirawat dikamar untuk seorang saja. You merasa aneh, Chen yang bebas > memilih menu makanan, kenapa setiap kali hanya pesan mie-kuah dan TIDAK > yang lain! > > You tanya: kenapa beberapa hari ini selalu hanya makan mie-kuah, ... tidak > bosan? > > Chen: Pertama saya suka dengan mie; dan kedua, makan mie bisa cepat masuk > perut, bisa hemat banyak waktu, ... > > Eeeiiih, rupanya pertanyaan You inilah mengetuk pintu hati Chen, yang > selama itu belum pernah terbuka, ... merasakan ada PERHATIAN khusus dari > dokter yang satu ini pada dirinya! Lalu, dihari-hari berikutnya diketahui > Chen, kalau You sedang belajar bahasa Inggris dari radio, dia menawarkan > diri untuk membantu, ... mengajak BELAJAR bersama kata Chen! Setelah 3-4 > kali belajar bersama, tiba-tiba saja Chen mengajukan pertanyaan, "maukah > kamu meneruskan untuk hidup bersama?" You tidak siap adanya pertanyaan > demikian. Dia merasa hanya sebatas hubungan dokter dengan pasien saja! > Kontan dia bangkit berdiri dan meninggalkan Chen dikamar sendirian. Dan > tidak berani melanjutkan belajar bersama lagi. Hehehee, ... > > Dihari kedua setelah You tidak hendak belajar bersama lagi, Chen sekali > lagi mengajukan lamarannya dan bilang, "Saya berjanji, siap mendampingi > dan meemberikan yang terbaik untuk kamu, ... Tapi, kalau kehendak saya > ditolak dan merasa saya sudah terlalu tua, tidak apa. Kita berteman baik > saja, ... saya sudah bisa gembira, mempunyai teman sebaik seperti kamu, > kok!" Melihat keluguan Chen demikian, You akhirnya terbuka juga hatinya > untuk pertama kali pada pemuda yang satu ini, ... Jawabnya, baiklah saya > pikirkan lebih lanjut dan tanyakan pada kedua orang-tua saya dahulu. > > Tanpa membuang waktu pacaran, mereka berdua 2 Tahun kemudian baru kawin, > dan diberkahi seorang putra, yang diharapkan Chen juga bisa meneruskan > seperti dirinya ahli matematika. Tapi, setelah masuk Univ. anaknya semula > memilih jurusan penerbangan, tidak mau menekuni matematika seperti ayahnya. > Anehnya, kemudian pindah juga kejuruan matematika, ... ibunya juga merasa > lega kalau anaknya berhasil mewujudkan harapan ayahnya sebelum meninggal, > ditahun 1996. > > > > kh djie [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/23 下午 09:41 寫道: > > > Bung Manap, > Yang tulis cerita suka adegan yang spannend. Terimakasih untuk ceritanya. > Ada orang yang setelah kerja keras bertahun tahun jadi makmur. Punya > sopir yang mulai dari dia punya satu kendaraan pengangkut dan bantu dia > kerja > segala macam sampai akhirnya dia jadi makmur dan punya banyak mobil. > Sopirnya pinter merawat mobil dan tidak pernah kecelakaan. Jadi dia putusi > jauh sebelum dipensiun dia naiki gaji si sopir dan sopirnya boleh pulang > tiap > sore bawa salah satu mobilnya, dan balik pagi2nya. > Si sopir dan keluarganya hidup makmur sekarang, dan di desanya si sopir > dikenal sebagai orang kaya, pulang kerja ganti2 mobil. Nah, ada wanita > cantik > yang menggoda si sopir, sampai jadi piaraannya. > Istrinya lapor pada si majikan. Si majikan jadi terkejut, merasa berdosa, > maunya > supaya si sopir dan keluarganya bisa menikmati sedikit kemakmuran, kok > jadinya begitu.. > Ini beneran terjadi. > Salam, > KH > > Op za 23 mei 2020 om 14:44 schreef S Manap [email protected] [GELORA45] < > [email protected]>: > >> >> >> Bung Djie. >> >> Ini ada cerita lain yang pernah saya baca ketika saya masih belajar di >> SMP puluhan tahun yang lalu. >> >> Ada seorang pemuda yang pada dasarnya baik hati. Cuma kalau sedang >> marah mudah mengambil keputusan yang merugikan dirinya sendiri. Pemuda ini >> kita sebut saja Mi`un. Mi`un ini menikah dengan seorang wanita yang >> betul-betul dicintainya. Dalam kehidupan sehari-hari mereka berdua itu >> sangat serasih. >> >> Tapi, pada suatu hari tidak jelas apa sebabnya terjadi percekcokan >> kecil antara MI`un dengan isterinya. Nah di sinilah sifat Mi`un yang >> terlalu gampang mengambil keputusan muncul. Mi`un secara mendadak mengambil >> keputusan mencerai isterinya. Marekapun cerai dan pisah rumah. >> >> Tapi, baru seminggu berpisah Mi`un merasa menyesal dan ingin rujuk >> lagi sama bekas isterinya. Tapi bekas isterinya keras mengambil sikap tidak >> mau rujuk karena merasa dipermainkan oleh bekas suaminya. Untuk mendekati >> dan membujuk bekas isterinya itu Mi`un minta tolong orang lain, tapi tetap >> gagal, bekas isteri tetap menolak dengan keras. >> >> Mi`un tidak kehabisan akal. Dia meminjam pakaian polisi dari temannya >> lengkap dengan pistol. Temannya meminjami Mi`un pakaian bersama pistol tapi >> tanpa peluru. >> >> Mi`un tau betul jalan-jalan yang sering dilalui oleh bekas isterinya. >> Pada satu sore hari yang sudah agak gelap Mi`un yang memakai pakaian polisi >> menunggu dibawah satu pohon besar yang sering dilalui oleh bekas isterinya. >> Betul juga dalam suasana remang-remang yang sulit membedakan muka orang, >> bekas isteri Mi`un lewat di situ. >> >> Kesempatan tidak dibiarkan berlalu oleh Mi`un. Bekas isterinya >> ditodongnya dengan pistol tanpa peluru yang dipinjam dari temannya. >> >> Mi`un bersuara keras : "Hei, angkat tangan" sambil diacungkannya >> pistol tanpa peluru. >> Bekas isterinya kaget ketakutan dan menjawab dengan gemetaran :"Lo, >> kok suaranya seperti suara mas Mi`un". >> >> Mi`un pura-pura marah tapi suaranya sudah melembut:"Alaaah, bekas >> isterikuuu rupanya. Sudah rujuk saja". Bekas isteri Mi`un tidak bisa >> menolak. Sejak saat itu mereka rujuk kembali. Mereka hidup bersama lagi. >> >> Salam. >> >> S.Manap. >> >> Den lördag 23 maj 2020 12:14:00 CEST, kh djie [email protected] >> [GELORA45] <[email protected]> skrev: >> >> >> >> Bung Manap, >> Ini cerita2 kejadian di Solo : >> Tetangga saya Tionghoa totok. Istrinya dua. Orang lain cerita, >> wah dua istri itu tidak pernah bertengkar. Yang muda selalu >> nurut pada yang tua, dipanggil taciknya. Yang muda itu ternyata >> dulu pegawainya, pinter kerja sampai diangkat jadi kepala pegawai >> yang ngatur semuanya beres. Si istri tua bilang pada suaminya >> supaya si kepala pegawai itu diambil saja sebagai istri kedua, kan >> sudah terbukti setia pada majikan, setia pada perusahaan dan disukai >> pegawai2 lain. Jadilah, si kepala pegawai bersedia, karena yang >> nglamarkan malah si istri nomer satu.. >> Ada cerita seorang bapak punya warung dengan istrinya. Warungnya >> tambah maju, banyak langganan. Si istri pikir, sekarang sudah makmur, >> dari pada suaminya nanti toch bakal nyeleweng, disuruh mengawini >> satu pembantu warungnya, dan disuruh buka warung sendiri tidak jauh >> dari situ. Si bapak tambah kaya dari hasil dua warung, sampai akhirnya >> punya istri tiga. Setelah itu dia stop tidak mau istri lain lagi. >> Sekali saya sedang omong2 dengan teman di depan rumahnya. Ada dua >> orang lewat, saling tegur dengan teman saya. Setelah lewat jauh, teman >> saya bilang, yang satu itu atlit main volleyball. Diambil suami oleh >> wanita >> kaya di pasar Klewer yang jualan batik. Si wanita sudah punya suami, >> tetapi diijinkan oleh suami pertama punya suami muda yang gagah. >> Kalau zaman sekarang orang bilang, waktu miskin istri dijadikan >> sekretaris. >> Kalau sudah kaya, sekretaris dijadikan istri...... >> Salam, >> KH >> >> Op za 23 mei 2020 om 11:17 schreef S Manap [email protected] [GELORA45] < >> [email protected]>: >> >> >> >> Sarankan saja pada Bapak-bapak tidak usah punya isteri. Juga sebaiknya >> para Ibu tidak usah punya suami. Untuk apa punya suami atau punya isteri >> kalau hanya akan mendatangkan kesusahan. >> >> Bagaimanaaaaaaa............? Setujuuuuu.......? >> >> Den lördag 23 maj 2020 08:08:12 CEST, kh djie [email protected] >> [GELORA45] <[email protected]> skrev: >> >> >> >> Selamat Hari Suami >> >> ● Yang bikin wanita itu CANTIK adalah huruf C. Kalau tanpa hurup C, jadi >> ANTIK simpan di museum aja. 😜😀😛😄😀😀😀😀 >> >> ● Yang bikin LAKI-LAKI itu gagah adalah huruf L. Kalau tanpa hurup L, >> jadi AKI-AKI tidak gagah lagi alias peot. 😜😀😄😛😀😀😀 >> >> ● Yang bikin BIDADARI-BIDADARI itu indah, ya DADAnya. Kalau gak ada >> DADAnya, 😛😜😄😀😄😜😜... ya jadi BIRI-BIRI 🐑🐑🐑🐑🐑🐑. >> >> Kata Bapak2 : >> "Punya isteri itu beda sama punya gadget, kalau gadget, makin lama, makin >> turun nilainya.............. >> Kalau isteri makin lama makin naik nilainya .......................... >> Baik nilai timbangannya....... maupun nilai belanjanya, Nilai >> perawatannya..." ...😛😂😂😂😅 >> >> Kata Ibu2 : >> " Punya suami itu kayak pelihara mobil. Makin lama makin rewel, boros dan >> ............... makin sulit dihidupkannya.... >> >> > >
