Awal bulan January yang lalu ketika masih di Jakarta, saya sempat mendengar
obrolan teman-teman yang sebagian besar anak-anak muda. Macam-macam isi obrolan
mereka, dari soal petani kehilangan tanah, soal pejabat yang korupsi, soal
banyak orang yang memperalat agama demi mencapai tujuan politik dan
macam-macam lagi. Menarik sekali yang mereka bicarakan. Saya senang juga
berada di situ sekalipun hanya sebagai pendengar.
Salah satu yang mereka bicarakan adalah Rizal Ramli. Menurut obrolan mereka
itu, Rizal Ramli sudah lama ingin menduduki pimpinan tertinggi negara. Pernah
diangkat oleh Jokowi menjadi Menteri, tapi tidak lama lalu diberhentikan karena
terlalu banyak bertengkar dengan Menteri yang lain bahkan juga dengan Wakil
Presiden Yusuf Kalla. Menurut mereka, kalau betul Rizal Ramli mau menjadi
Presiden, seharusnya dia ikut dalam pemilihan Presiden. Sayangnya dia tidak
memiliki partai politik. Karena itu dia mengharapkan Presiden yang ada sekarang
bisa diturunkan di tengah jalan. Di kalangan mereka ada yang menjelaskan
tentang tidak mungkinnya menurunkan Presiden di tengah jalan. Sebab situasi
sekarang ini berbeda dengan situasi ketika Amin Rais dan teman-temannya
menurunkan Gus Dur dulu. Harus diingat bagaimana kebencian pengikut Gus Dur
kepada Amin Rais yang tak bisa disembuhkan sampai sekarang.
Ada yang mengatakan bahwa yang berpikiran seperti Rizal Ramli mau menurunkan
Presiden dalam hal ini Presiden Jokowi cukup banyak. Ada yang bertanya:
"Siapa-siapa yang bersama Rizal Ramli"? Ada yang menjawab : "Memang banyak
antara lain Fadli Zoon". Ada yang menjelaskan:"Fadli Zoon tidak perlu dijadikan
patokan. Fadli Zoon itu satu kampung halaman sama Rizal, sama-sama orang
Padang. Fadli Zoon itu lebih setia sama orang sekampungnya dari pada sama
pimpinannya sendiri Prabowo.
Demikianlah antara lain isi obrolan di kalangan teman-teman yang pernah saya
dengar ketika masih di Jakarta awal tahun ini. Waktu itu Indonesia masih
aman-aman saja. belum ada keributan akibat virus corona seperti sekarang ini.
Sekarang ini malahan akibat dari beratnya menghadapi virus corona, dijadikan
alasan untuk menurunkan Jokowi di tengah jalan.
Salam di hari Minggu.
S.Manap.
On Sunday, 31 May 2020, 07:22:38 CEST, kh djie [email protected] [GELORA45]
<[email protected]> wrote:
Mas Rizal Ramli.. Jokowi mbok
Jangan di Kudeta
Mas Jokowi Jangan mundur..! dan Jangan menyerah.
Untuk menghasilkan seorang Presiden, dalam serangkaian pemilu dan Pilpres itu,
rakyat dan Bangsa ini harus mengeluarkan biaya yang sangat luar biasa besar....
Setiap zaman pasti ada tantangan nya. Berat ?! Pasti berat. Namanya juga
memimpin Bangsa. Memimpin rumah tangga saja susah.
Jika salah kelola , anak anak atau istri jadi korban kok.
Bisa sakit kok.
Celaka kok.
Dan Mati kok.
Barangkali tidak sekali bisa dua kali kok.
Apa ya kalau itu terjadi dia harus mundur jadi suami ...?! Tidak bukan...?!
Maka ....
janganlah berharap negeri ini jadi baik. jika kualitas pemimpin nya bermental
tempe. Getasan ati , sedikit sedikit di kudeta alias kurang sabar nunggu
giliran.
Atau...
engkau malah menyaran kan untuk mundur. Alias tinggal glanggang colong playu.
Saran paksa'an halus untuk Meninggalkan Medan juang Kuru setra tersurat pada
(meme mas Rizal) dengan sejumlah alasan, itu tidak masuk akal.
Itu membahayakan bangsa.
Mundur itu cara mudah menyelesaikan masalah tetapi, pengecut.
Mas Rizal ku yang baik, kita bersahabat sejak zaman Gus Dur. Saya tidak
mengerti, tiba tiba engkau menyarankan begini.....
Ingat bung Rizal ku,....
Bung Karno bukan mundur..
Beliau tidak pernah Mundur. Sejarah mencatatnya itu.
Beliau di rethol paksa. Di gulingkan. Melalui surat sebelas Maret. Yang
buktinya sejarah surat itu raib. Sampai sekarang tak ditemukan keberada annta.
Sang Proklamator itu di tuduh membela PKI untuk mengkudeta diri sendiri ?!....
Hahahahaha....
Lalu di digergaji kekuasaannya lewat sidang umum MPRS. Saat pidato Nawa Cita
nya di tolak oleh MPRS pimpinan Jendral Nasution.
Perlu engkau perbarui juga ingatan mu bung , bahwa setelah dipakai sebagai
stempel , beliau Jendral Nasution juga di singkirkan....
Dan selama hidupnya terlunta lunta dalam keterasingan politik. Atau diasingkan
?!
Zaman Presiden Habibi yang mewarisi kursi panas penguasa Orde Baru. Ingat Pak
Harto di lengserkan oleh kudeta orang dalam.
Bahkan....
stempel pengesahan nya lewat Harmoko sebagai ketua MPR yang bersidang darurat.
Harap engkau sadar tokoh inilah yang memenangkan Golkar hingga 70 persen. Dia
konon, orang paling sering minta petunjuk bapak Prediden.
Saya ingat, sering main catur di balai Wartawan Jawa Tengah, saat itu.
Dan zaman itu beredar Juke, secara sembunyi bahwa ;
konon sisiran mas Harmoko yang ketua DPP Golkar juga ( mantan Mentri penerangan
dan ketua PWI pusat ) pun , yang miring kearah kanan, itu juga berdasar
petunjuk pak Harto.
Mas Amin Rais, On Gus gang saat itu main mata dengan AS, memanfaat kan
mahasiswa yang menuntut reformasi.
Artinya para Sengkuni termasuk Fuad Bawazier membajak reformasi yang dituntut
oleh mahasiswa, di tengah jalan. Caranya dengan menurunkan Pak Harto.
Sedangkan untuk memenuhi aturan bernegara, bj Habibi di pilih sebagai ganti..
Agar mudah di patahkan juga. Karena akan lebih gampang di singkirkan. Ingat
nggak mas Rizal tokohnya ya siapa saja waktu itu..?!
Dan benar bukan ?! Setelan Bj Habibi berhasil mencatat sejarah, berhasil serta
sukses mengadakan Pemilu ulang hanya dalam waktu 8 bulan. Beliau di potong
mirip Bung Karno.
Disetinglah, pidato pertanggung jawaban nya di tolak di sidang umum MPR....
saya ingat, karena di beri tahu oleh ketua KPU waktu itu, yang juga sahabat
saya;
mas Agus Miftah ( Alm ).
Pola penjatuhan pak bj Habibi ini sering kami bahas, dan jadi topik dalam
diskusi politik Pasca kudeta tak berdarah....
Kudeta Zaman Gus Dur, bagaimana ?!
Lho bukanya beliau mundur ,seperti tulisan Bang Rizal Ramli ?!..
Ooiii tidak. Sungguh beliau tidak mundur. Tidak pernah mundur. Tetapi di
undurkan dengan tuduhan keji.
Bang Rizal...
Bukankah engkau saat itu menjadi pemegang berbagai jabatan Mentri...?
Mulai dari menko Ekuin, lalu Nentri keuangan,bahkan Ka Bulog...?!
Sampai sekarang Gus Dur tidak terbukti ber salah lho...
Dan bukti menunjukan, bahwa ;
jabatan beliau di dongkel patahkan oleh sekelompok mafia politik dengan didanai
oleh para pengkianat. Juga di sahkan lewat MPR...
Ah sudahlah ....
Saya tidak akan tulusa fakta sejarah semua. Karena saya waktu itu panglima
pasukan Berani Mati , jadi ngerti siapa yang mengkhianati Gusdur dan di
sumpahin bakal jadi gelandangan Polutik.
Lagian ini bulan syawal.bulsn peningkatan taqwa ,setelah romadhon. Masa gema
romadhon nya belum juga sirna, kita sudah mau nhobok nhobok negeri sendiri
sih...
Saya sebenarnya juga enggan menanggapi pernyataan sampaiyan. agar tidak semakin
membuka aib teman.
Maka ....
Jika boleh, sarankan ;
jadilah orang sabar.
Taat konstitusi.
Biarkan Presiden selesai pada waktunya.
jangan biasa menjegal, dan menurunkan Presiden di tengah jalan.
Tidak Baik...
Itu.. terlalu....
Gedibale Gus Dur
Nuril Arifin FH MBA.
#yiv9720570059 #yiv9720570059 -- #yiv9720570059ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-mkp #yiv9720570059hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-mkp #yiv9720570059ads
{margin-bottom:10px;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-mkp .yiv9720570059ad
{padding:0 0;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-mkp .yiv9720570059ad p
{margin:0;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-mkp .yiv9720570059ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-sponsor
#yiv9720570059ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-sponsor #yiv9720570059ygrp-lc #yiv9720570059hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-sponsor #yiv9720570059ygrp-lc .yiv9720570059ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv9720570059 #yiv9720570059actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv9720570059
#yiv9720570059activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv9720570059
#yiv9720570059activity span {font-weight:700;}#yiv9720570059
#yiv9720570059activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv9720570059 #yiv9720570059activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv9720570059 #yiv9720570059activity span
span {color:#ff7900;}#yiv9720570059 #yiv9720570059activity span
.yiv9720570059underline {text-decoration:underline;}#yiv9720570059
.yiv9720570059attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv9720570059 .yiv9720570059attach div a
{text-decoration:none;}#yiv9720570059 .yiv9720570059attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv9720570059 .yiv9720570059attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv9720570059 .yiv9720570059attach label a
{text-decoration:none;}#yiv9720570059 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv9720570059 .yiv9720570059bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv9720570059
.yiv9720570059bold a {text-decoration:none;}#yiv9720570059 dd.yiv9720570059last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9720570059 dd.yiv9720570059last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv9720570059
dd.yiv9720570059last p span.yiv9720570059yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv9720570059 div.yiv9720570059attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv9720570059 div.yiv9720570059attach-table
{width:400px;}#yiv9720570059 div.yiv9720570059file-title a, #yiv9720570059
div.yiv9720570059file-title a:active, #yiv9720570059
div.yiv9720570059file-title a:hover, #yiv9720570059 div.yiv9720570059file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv9720570059 div.yiv9720570059photo-title a,
#yiv9720570059 div.yiv9720570059photo-title a:active, #yiv9720570059
div.yiv9720570059photo-title a:hover, #yiv9720570059
div.yiv9720570059photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv9720570059
div#yiv9720570059ygrp-mlmsg #yiv9720570059ygrp-msg p a
span.yiv9720570059yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv9720570059
.yiv9720570059green {color:#628c2a;}#yiv9720570059 .yiv9720570059MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv9720570059 o {font-size:0;}#yiv9720570059
#yiv9720570059photos div {float:left;width:72px;}#yiv9720570059
#yiv9720570059photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv9720570059
#yiv9720570059photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv9720570059
#yiv9720570059reco-category {font-size:77%;}#yiv9720570059
#yiv9720570059reco-desc {font-size:77%;}#yiv9720570059 .yiv9720570059replbq
{margin:4px;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-mlmsg select, #yiv9720570059 input, #yiv9720570059 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-mlmsg pre, #yiv9720570059 code {font:115%
monospace;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-mlmsg #yiv9720570059logo
{padding-bottom:10px;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-msg
p#yiv9720570059attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-reco #yiv9720570059reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-sponsor
#yiv9720570059ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-sponsor #yiv9720570059ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-sponsor #yiv9720570059ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv9720570059 #yiv9720570059ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv9720570059
#yiv9720570059ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv9720570059