Bung Djie,

Terimakasih ketambahan cerita Liem TG yang juga ahli matematik dan sepintas dengan kisah Taman Siswa, ... Saya sering-sering bisa mengikuti kisah-kisah tokoh, kader yang diganyang masa RBKP, sampai pada keluarga, anak-anak nya harus menderita dampaknya! Sungguh menyedihkan dan selalu pertanyakan dalam diri KENAPA dibawah kekuasaan komunis yang katanya berjuang demi RAKYAT bisa terjadii kekejaman luar biasa yang sudah keluar dari nalar manusia SEHAT! Anak-anak muda GARDA MERAH ketika itu jadi begitu garang nya menghajar tokoh, kader bahkan orang-tua sendiri yang dituduh penempuh jalan kapitalisme itu! Tanpa kejelasan, bahkan bisa percaya begitu saja informasi TANPA data akurat yang bisa membuktikan, FITNAH!

Padahal kalau mengikuti ajaran ketua Mao, harus utamakan pendidikan, bahkan terhadap MUSUH dan tawanan perang saja harus perlakukan mereka sebagai manusia yang dihargai! Tidak boleh dianiaya apalagi dibunuh seenak udelnya begitu, ... Waaah, ketika itu orang bisa saja dijebloskan dalam penjara tanpa proses pengadilan sah, saya di HK bertemu dengan seorang anak Surabaya, sebaya dengan saya yang pulang ke Xia Men ditahun 1966. Berhasil melarikan diri dari pengejaran, eeeih sampai di Tiongkok dituduh "mata-mata" hanya karena ada hubungan asing! Dan karena dianggap keras kepala, tidak mau mengakui "kesalahan" dan memutus hubungan dengan keluarga, dia dijebloskan dalam penjara dibawah tanah yang ketinggiannya tidak lebih 05m, jadi selama 3 tahun lebih hidup terus membongkok, akhirnya ditahun 76, dibebaskan begitu saja tanpa ada rehabilitasi dari kesalahan tuduhan! Tapi, Kasihaaan, ... dia jadi tidak bisa tegak lurus lagi, agak bongkok!

Yang lebih parah lagi, sangat jelas anak-anak kecil yang tidak terlibat dari "KESALAHAN" yang dituduhkan pada ayah-ibu nya itu, ... kenapa bisa terjadi berlakukan "dosa turunan" sebagaimana kita kutuk apa yang terjadi juga di masa jenderal Suharto??? Dan jelas sangat, sangat merugikan perjuangan pembangun masyarakat dan di Indonesia jadi masih berdampak sampai sekarang ini, ...

Sungguh menjadi lebih sedih melihat kenyataan, tokoh-tokoh utama RBKP yang ketika itu sangat ekstrimnya, seperti Kwai Tafu, setelah bebas dari penjara justru menjadi kapitalis, untuk menruskan hidupnya lebih baik dia menjadi pengusaha di Shen Chen. Dari begitu ekstrim dan kerasnya menentang kapitalisme menjadi kapitalis! Hehehee, ...


kh djie 於 2020/5/24 下午 09:29 寫道:
Bung Chan,
Saya senang membaca ceritanya tentang jago matematika itu.
Saya kebetulan pergi bersama dengan kenalan dekat rumah yang jauh lebih tua dari saya. Kebetulan saya baru baca satu artikel dari harian Kompas, yang tulis tentang Liem Tiang Gwan di Jerman, yang jago matematika, membantu mahasiswa dan dosen2 Indonesia yang belajar di Jerman setelah dia pensiun.Lha kenalan saya bilang, Liem itu teman baiknya. Cerita kalau dia dengan Liem Tiang Gwan pernah napak tilas route dari The Long March, sedangkan istrinya Liem tinggal di Budong belajar Taichi tiap kali. Saya diceritai kehebatan matematika Liem sehingga bisa langsung ngoreksi kesalahan prof.nya. Profnya hebat, langsung bilang Liem yang benar. Kehebatannya yang lain dia bisa membuktikan rumus
statistiek dari Gauss meskipun belum pernah baca sebelumnya.
Saya jadi tertarik, kepingin mengintervieuw Liem. Saya diberi no telponnya. Waktu saya telpon, saya langsung tahu orangnya ramah sekali. Cerita kalau dia pernah waktu jaman perang, sekolah di Taman Siswa Yogya. Dia kagum sekali akan guru2nya yang sangat nasionalis, dan murid2 sekolahnya, temannya yang berperangai halus. Dia sendiri mengira itu karena pendidikan budi pekerti yang sangat ditekankan dan juga karena pelajaran karawitan. Ya, saya ikut nimbrung, saya cerita saya di reunie ketemu seorang ibu guru, diajak, ditraktir ikut reunie oleh dua muridnya, yang satu kebetulan dari Kimia Teknik, 3 tahun di bawah saya. Waktu itu saya menderita hernia, dan ibu itu duduk di kursi roda. Waktu yang lain2 sedang lihat bermacam-macam kupu2, saya ngobrol dengan dia. Dia bilang kalau dia sudah jadi guru hampir 50 tahun. Dia satu2nya guru wanita, yang lain semua guru laki2 atau broeders orang Belanda. Dia bilang kalau dia kalau liburan ajak muridnya kumpulkan kupu2, tanaman, berkemah. Dia cerita berkemahnya dulu belajar dari sekolah Taman Siswa Yogya. Dia dulu sekolahnya sekolah Belanda, tetapi kalau liburan dikirim oleh ayahnya belajar karawitan di
sekolah Taman Siswa.
Liem cerita walaupun dindingnya dari gedeg, tetapi sekolahnya punya bibliotheek luar biasa, sekolah Belanda kalah. Liem cerita Profnya waktu jaman TH Bandung jauh lebih hebat dari profnya yang dari TH Delft. Yang mengajar di Bandung dulu benar2 pilihan. Dia mau promosi di Delft, tetapi profnya bilang, tidak perlu, pengetahuan matematikanya sudah cukup sekali untuk bekerja. Benar dia jadi ahli radar terkenal di Eropa. Dia bilang pada saya, nanti kalah menang perang, bisa2 ditentukan oleh siapa yang lebih menguasai elektronika. Dia pulang ke Indonesia mau nyumbangkan pengetahuannya. Naik kapal, tidak boleh terus ke Indonesia, karena waktu itu terjadi confrontasi ganyang Malaysia. Jadi terpaksa balik ke Eropa. Dia bilang, sesudah pensiun ya sebisa bisanya bantu mahasiswa2 dan dosen2 Indonesia dalam matematika yang sedang belajar di Jerman. Mereka datang belajar di rumah Liem. Kira-kira 2 tahun yang lalu, saya dikabari Eva Kwee kalau Liem meninggal. Ya, dari Indonesia setelah di luar negeri banyak yang berkembang luar biasa, hebat2.
Salam,
KH

Op zo 24 mei 2020 om 02:50 schreef ChanCT <[email protected] <mailto:[email protected]>>:

    Ikutan ngobrol, ... santai!

    Minggu lalu, sempat mengikuti sepenggal kisah kehidupan aneh
    seorang ahli-matematik, Chen Jingrui - 陳景潤,yang ditayangkan
    BTV-Bejing TV. Sesaat jelang RBKP dulu, ditahun 1966, sudah
    terdengar nama Chen Jingrui ini seorang pemuda jenius dibidang
    matematik, dan juga terdengar entah penemuan rumus matematik yang
    diajukan Chen berhasil menjawab persoalan yang tidak terpecahkan
    di Barat. Menjadi GEMPAR ketika itu, Chen dicari oleh ahli-ahli
    matematik Inggris dan Jerman, ...! Tapi, Chen yang ketika itu
    sebagai intelektual pada umumnya diganyang sebagai "Sibusuk ke-9",
    "Setan iblis penempuh jalan kapitalis", apalagi Chen berkeras
    menolak keras mengutuk Liu-Deng penempuh jalan kapitalis! Lalu
    dicari ahli-ahli matematik ASING, ... tak ada yang berani
    mempertemukan ahli-ahli itu!!! Baru tahun 1973 sampai kekuping
    Zhou Enlai, keluarkan perintah membebaskan Chen dari kamp
    konsentrasi kerja-paksa. Chen direhabilitasi. Dan karena selama
    dijebloskan dalam kamp kerja-paksa, kesehatan rusak harus dirawat
    di RS Wuhan!

    Saat dirawat diRS Wuhan inilah, untuk pertama kali Chen jatuh
    cinta dan pacaran dengan istrinya, You Gun, yang dokter-militer
    itu! Di kisahkan pertemuan dan percintaan keduanya yang mungkin
    lain dari yang lain, untuk pertama kali dan sampai terakhir
    lakinya bagi mereka berdua: Chen ketika itu sudah berusia 40-an
    dan You 27 tahun. Keduanya hidup tenggelam dalam pelajaran
    disekolah dan pekerjaan, tidak ada pikiran berpacaran sebagaimana
    anak-anak muda biasanya, ... Pertemuan mereka yang mengetuk hati
    Chen terjadi saat You, dokter meronda pasien-nya. Saat itu sebagai
    ahli Chen dirawat dikamar untuk seorang saja. You merasa aneh,
    Chen yang bebas memilih menu makanan, kenapa setiap kali hanya
    pesan mie-kuah dan TIDAK yang lain!

    You tanya: kenapa beberapa hari ini selalu hanya makan mie-kuah,
    ... tidak bosan?

    Chen: Pertama saya suka dengan mie; dan kedua, makan mie bisa
    cepat masuk perut, bisa hemat banyak waktu, ...

    Eeeiiih, rupanya pertanyaan You inilah mengetuk pintu hati Chen,
    yang selama itu belum pernah terbuka, ... merasakan ada PERHATIAN
    khusus dari dokter yang satu ini pada dirinya! Lalu, dihari-hari
    berikutnya diketahui Chen, kalau You sedang belajar bahasa Inggris
    dari radio, dia menawarkan diri untuk membantu, ... mengajak
    BELAJAR bersama kata Chen! Setelah 3-4 kali belajar bersama,
    tiba-tiba saja Chen mengajukan pertanyaan, "maukah kamu meneruskan
    untuk hidup bersama?" You tidak siap adanya pertanyaan demikian.
    Dia merasa hanya sebatas hubungan dokter dengan pasien saja!
    Kontan dia bangkit berdiri dan meninggalkan Chen dikamar
    sendirian. Dan tidak berani melanjutkan belajar bersama lagi.
    Hehehee, ...

    Dihari kedua setelah You tidak hendak belajar bersama lagi, Chen
    sekali lagi mengajukan lamarannya dan bilang, "Saya berjanji, siap
    mendampingi dan meemberikan yang terbaik untuk kamu, ... Tapi,
    kalau kehendak saya ditolak dan merasa saya sudah terlalu tua,
    tidak apa. Kita berteman baik saja, ... saya sudah bisa gembira,
    mempunyai teman sebaik seperti kamu, kok!" Melihat keluguan Chen
    demikian, You akhirnya terbuka juga hatinya untuk pertama kali
    pada pemuda yang satu ini, ... Jawabnya, baiklah saya pikirkan
    lebih lanjut dan tanyakan pada kedua orang-tua saya dahulu.

    Tanpa membuang waktu pacaran, mereka berdua 2 Tahun kemudian baru
    kawin, dan diberkahi seorang putra, yang diharapkan Chen juga bisa
    meneruskan seperti dirinya ahli matematika. Tapi, setelah masuk
    Univ. anaknya semula memilih jurusan penerbangan, tidak mau
    menekuni matematika seperti ayahnya. Anehnya, kemudian pindah juga
    kejuruan matematika, ... ibunya juga merasa lega kalau anaknya
    berhasil mewujudkan harapan ayahnya sebelum meninggal, ditahun 1996.



    kh djie [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於
    2020/5/23 下午 09:41 寫道:
    Bung Manap,
    Yang tulis cerita suka adegan yang spannend. Terimakasih untuk
    ceritanya.
    Ada orang yang setelah kerja keras bertahun tahun jadi makmur. Punya
    sopir yang mulai dari dia punya satu kendaraan pengangkut dan
    bantu dia kerja
    segala macam sampai akhirnya dia jadi makmur dan punya banyak mobil.
    Sopirnya pinter merawat mobil dan tidak pernah kecelakaan. Jadi
    dia putusi
    jauh sebelum dipensiun dia naiki gaji si sopir dan sopirnya boleh
    pulang tiap
    sore bawa salah satu mobilnya, dan balik pagi2nya.
    Si sopir dan keluarganya hidup makmur sekarang, dan di desanya si
    sopir
    dikenal sebagai orang kaya, pulang kerja ganti2 mobil. Nah, ada
    wanita cantik
    yang menggoda si sopir, sampai jadi piaraannya.
    Istrinya lapor pada si majikan. Si majikan jadi terkejut, merasa
    berdosa, maunya
    supaya si sopir dan keluarganya bisa menikmati sedikit
    kemakmuran, kok jadinya begitu..
    Ini beneran terjadi.
    Salam,
    KH

    Op za 23 mei 2020 om 14:44 schreef S Manap [email protected]
    <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
    <mailto:[email protected]>>:


           Bung Djie.

          Ini ada cerita lain yang pernah saya baca ketika saya masih
        belajar di SMP puluhan tahun yang lalu.

          Ada seorang pemuda yang pada dasarnya baik hati. Cuma kalau
        sedang marah mudah mengambil keputusan yang merugikan dirinya
        sendiri. Pemuda ini kita sebut  saja Mi`un. Mi`un ini menikah
        dengan seorang wanita yang betul-betul dicintainya. Dalam
        kehidupan sehari-hari mereka berdua itu sangat serasih.

          Tapi, pada suatu hari tidak jelas apa sebabnya terjadi
        percekcokan kecil antara MI`un dengan isterinya. Nah di
        sinilah sifat Mi`un yang terlalu gampang mengambil keputusan
        muncul. Mi`un secara mendadak mengambil keputusan mencerai
        isterinya. Marekapun cerai dan pisah rumah.

           Tapi, baru seminggu berpisah Mi`un merasa menyesal dan
        ingin rujuk lagi sama bekas isterinya. Tapi bekas isterinya
        keras mengambil sikap tidak mau rujuk karena merasa
        dipermainkan oleh bekas suaminya. Untuk mendekati dan
        membujuk bekas isterinya itu Mi`un  minta tolong orang lain,
        tapi tetap gagal, bekas isteri tetap menolak dengan keras.

           Mi`un tidak kehabisan akal. Dia meminjam pakaian polisi
        dari temannya lengkap dengan pistol. Temannya meminjami Mi`un
        pakaian bersama pistol tapi tanpa peluru.

          Mi`un tau betul jalan-jalan yang sering dilalui oleh bekas
        isterinya. Pada satu sore hari yang sudah agak gelap Mi`un
        yang memakai pakaian polisi menunggu dibawah satu pohon besar
        yang sering dilalui oleh bekas isterinya. Betul juga dalam
        suasana remang-remang yang sulit membedakan  muka orang,
        bekas isteri Mi`un lewat di situ.

           Kesempatan tidak dibiarkan berlalu oleh Mi`un. Bekas
        isterinya ditodongnya dengan pistol tanpa peluru yang
        dipinjam dari temannya.

              Mi`un bersuara keras  : "Hei, angkat tangan" sambil
        diacungkannya pistol tanpa peluru.
              Bekas isterinya kaget ketakutan dan menjawab dengan
        gemetaran :"Lo, kok suaranya seperti suara mas Mi`un".
           Mi`un pura-pura marah tapi suaranya sudah
        melembut:"Alaaah, bekas isterikuuu rupanya. Sudah rujuk
        saja". Bekas isteri Mi`un tidak bisa menolak. Sejak saat itu
        mereka rujuk kembali. Mereka hidup bersama lagi.

           Salam.

        S.Manap.

        Den lördag 23 maj 2020 12:14:00 CEST, kh djie
        [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
        <[email protected] <mailto:[email protected]>>
        skrev:


        Bung Manap,
        Ini cerita2 kejadian di Solo :
        Tetangga saya Tionghoa totok. Istrinya dua. Orang lain cerita,
        wah dua istri itu tidak pernah bertengkar. Yang muda selalu
        nurut pada yang tua, dipanggil taciknya. Yang muda itu ternyata
        dulu pegawainya, pinter kerja sampai diangkat jadi kepala pegawai
        yang ngatur semuanya beres. Si istri tua bilang pada suaminya
        supaya si kepala pegawai itu diambil saja sebagai istri
        kedua, kan
        sudah terbukti setia pada majikan, setia pada perusahaan dan
        disukai
        pegawai2 lain. Jadilah, si kepala pegawai bersedia, karena yang
        nglamarkan malah si istri nomer satu..
        Ada cerita seorang bapak punya warung dengan istrinya. Warungnya
        tambah maju, banyak langganan. Si istri pikir, sekarang sudah
        makmur,
        dari pada suaminya nanti toch bakal nyeleweng, disuruh mengawini
        satu pembantu warungnya, dan disuruh buka warung sendiri
        tidak jauh
        dari situ. Si bapak tambah kaya dari hasil dua warung, sampai
        akhirnya
        punya istri tiga. Setelah itu dia stop tidak mau istri lain lagi.
        Sekali saya sedang omong2 dengan teman di depan rumahnya. Ada dua
        orang lewat, saling tegur dengan teman saya. Setelah lewat
        jauh, teman
        saya bilang, yang satu itu atlit main volleyball. Diambil
        suami oleh wanita
        kaya di pasar Klewer yang jualan batik. Si wanita sudah punya
        suami,
        tetapi diijinkan oleh suami pertama punya suami muda yang gagah.
        Kalau zaman sekarang orang bilang, waktu miskin istri
        dijadikan sekretaris.
        Kalau sudah kaya, sekretaris dijadikan istri......
        Salam,
        KH

        Op za 23 mei 2020 om 11:17 schreef S Manap [email protected]
        <mailto:[email protected]> [GELORA45]
        <[email protected] <mailto:[email protected]>>:


             Sarankan saja pada Bapak-bapak tidak usah punya isteri.
            Juga sebaiknya para Ibu tidak usah punya suami.  Untuk
            apa punya suami atau punya isteri kalau hanya akan
            mendatangkan kesusahan.

             Bagaimanaaaaaaa............? Setujuuuuu.......?

            Den lördag 23 maj 2020 08:08:12 CEST, kh djie
            [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
            <[email protected]
            <mailto:[email protected]>> skrev:


            Selamat Hari Suami

            ● Yang bikin wanita itu CANTIK adalah huruf C. Kalau
            tanpa hurup C, jadi ANTIK simpan di museum aja.
            😜😀😛😄😀😀😀😀

            ● Yang bikin LAKI-LAKI itu gagah adalah huruf L. Kalau
            tanpa hurup L, jadi AKI-AKI tidak gagah lagi alias peot.
            😜😀😄😛😀😀😀

            ● Yang bikin BIDADARI-BIDADARI itu indah, ya DADAnya.
            Kalau gak ada DADAnya, 😛😜😄😀😄😜😜... ya jadi
            BIRI-BIRI 🐑🐑🐑🐑🐑🐑.

            Kata Bapak2 :
            "Punya isteri itu beda sama punya gadget, kalau gadget,
            makin lama, makin turun nilainya..............
            Kalau isteri makin lama makin naik nilainya
            ..........................
            Baik nilai timbangannya....... maupun nilai belanjanya,
            Nilai perawatannya..." ...😛😂😂😂😅

            Kata Ibu2 :
            " Punya suami itu kayak pelihara mobil. Makin lama makin
            rewel, boros dan ............... makin sulit
            dihidupkannya....


Kirim email ke