pertanyaan mas dodo manurut saya identik mana duluan ayam dgn telur, menurut saya yah tergantung saya memandang dari ayam duluan atau telur duluan dan keduanya mempunyai argumen.
Ilmu Allah sangat luas, dari yang saya pahami, jika kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). semoga terilhami dgn ayat ini tentang "kalimat2 Tuhanku" kalau diartikan bisa berupa "ucapan- ucapan" bahasa setiap bangsa sampai suku berbeda jauh, belum bahasa maluk hidup lain, sampai yg tidak bernyawa, Angin, Hujan, Guntur dan bahasa yg halus hanya bisa didengar oleh suara hati ada klasifikasinya lagi. Nah dari mana kita mulai melangkah sebagai hamba yang buta, tuli, dan bisu ? dari petunjuk, petunjuk yg mana ? yah petunjuk yg dimiliki sihamba tadi yang buta, tuli, dan bisu... ======== Tentang esensi siapa diri ini, bagaimana sihamba dapat menjawab kalau ego masih disandang. nah ego sendiri siapa yg menciptakan, untuk apa esensi ego tersebut ? Ego adalah perjuangan untuk mendapatkan "wujud" sandang dan titel hanya assosoris/media. Hukum perjuangan meraih wujud mengisahkan tentang tetesan keringat, tangisan, emosi, bla bla ... Hukum "Melepas" menurut saya bertolak belakang dgn Hukum "Meraih" menurut teori lebih mudah melepas dari pada meraih namun pelaksanaan sangat sulit untuk melepas yg telah diraih. Salam Harmonis On Mar 1, 2:40 pm, "dohan satria" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Salam Harmonis,,, > > Dari postingan orang tadi yang saya sampaikan ,saya mau bertanya disini kita > kan *manusia* ,,dimana sudah sekian lama kita selalu dirujuk ke dalam sebuah > *kotak kotak agama* ,* kitab* yang konon merupakan sebuah anutan Universal > di dunia untuk menuju ke suatu tempat yang *katanya *dinamakan *surga dan > neraka*,sebagai manusia biasa kita mestinya selalu bertanya sebenarnya > didalam diri kita ini *siapa sieh *??Terus sebagai manusia kita ini*diperankan > * oleh apa sieh??Bagaimana kita bisa *menyadari akan apa yang ada di dalam > diri kita* ??Bagaimana awal kita melangkah untuk menuju kesana?? > > Treus sebuah komunitas spiritual jarang sekali yang mau *mengenalkan apa > yang ada di dalam diri kita untuk terhubung dengan Sang Sumber * yang > tentunya sangat berguna untuk kehidupan di masa yang akan datang, dalam arti > bukan hanya mengenal malaikat malaikat ...yang nota bene bisa berikan > petunjuk ,sesuai dengan tugasnya ,yang saya tanyakan kita mulai dari > mengenal *Allah/Tuhan/Gusti/Pangeran/Sang Hyang/Budha * atau *dari* *mengenal > diri kita* ??*atau dua duanya* ??atau* mengenal malaikat*?? mungkin > pertanyaan saya agak *Nyleneh * ,,tapi ini hanya sebuah *pertanyaan* dari > saya saja bukan ada maksud bagaimana ., ini itung itung asah otak kita untuk > mencapai sebuah Kesatuan / Harmonis > > Mungkin ada masukan dari rekan rekan bagaimana mengenal konsep konsep > spiritual dalam komunitas seperti ini dengan tetap tidak > mengesampingkan Peranan *Allah/Tuhan/Gusti/Pangeran/Sang Hyang/Budha Tuhan > didalamnya* . Karena bagaimanapun kita ini *manusia dimana peranan DIA dan > apa yang di dalam diri kita jangan sampai dilupakan* ,... > > Maturnuwun > Dodo --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Quote: ** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy ** -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
