Salam Masalah Evolusi itu proses yag jaman sekarang sangat disayangkan orang lebih suka *Instan *dalam menjalani sesuatu , kenyataan ngga mudah loh buat mereka yang tidak menganut *sistem proses* , , karena dalam proses tersebut masih ditemukan jatuh bangun bahkan mungkin harus ancur dulu,dan kenyataan*menghargai sebuah proses jalani seperti air mengalir yang tetap diarahkan alirannya sudah sangat dibuktikan Ampuh sekali *
Sebnarnya bukan menilai tapi tepatnya mengamati untuk melihat keluar karena bagaimanapun itu sebuah contoh laku yang bisa diambil hikmahnya , sebuah contoh nyata dalam laku hidup yaitu sebuah *Kenyataan Hidup* karena dalam kehidupan dunia ini kalo bermodalkan Akal yang pada kenyatannya semua hasil Tehnolgi Dunia tetap pada awalnya bersumber dari sana ..dulu orang bayangkan terbang sekarang bisa naik pesawat ,,dulu orang jalan kaki sekarang sudah bisa naik motor ,dulu orang susah berkomunikasi sekarang sudah bukan sebuah kesulitan utk itu dsb dsb.. ,kalo contoh cuman *katanya* itu yang kadang membingungkan ., paling tidak dari melihat keluar sebagai sebuah contoh dan kedalam untuk renungi , bisa diibaratkan sebuah Cermin,,bagaimana kita akan melihat *pantulan bayangan diri kita * diri kita kalo *cermin itu kusam *,..Salah satunya Meditasi yang terARah ke Sang Sumber untuk mendapatkan Petunjuk petunjukNya Saya setuju dengan menghindari sebuah *caci maki* ,silahkan dikoreksi kalo ada tulisan saya yang berunsur bgtu saya akan minta maaf. Saya akan sedikit coba menambhakan bagaimana sebuah akal yang di suling tadi dengan menggambarkan cara kerja antara *akal* dan *rasa* dari hasil sebuah serapan : Pertama bagaimana merasakan adaynya Sang SUmber Dalam kita merasakan kebesaran Tuhan, Kita punya segala fasilitas yang sekian lama bekerja tanpa henti dikatakan ada Panca Indra dan ada istilah indar ke 6 dan susunan strukrur manusia yang bisa diibaratkan sebuah *WADAH* . Awalnya dari Mata optik kita sebagai muqaddimah (pendahuluan) untuk penglihatan selanjutnya. Adanya Segala CitpaaNya kita ambil contoh Kehebatan Alam wujudnya dengan pandangan mata kepala. Setelah pandangan mata melihat sebuah wujud, kalau *RASA* kita hidup maka akan respon untuk berfikir. Bila akal berfikir, ertinya akal melihat, itulah Akal yang hidup, Akal yang jaga. Kalau hanya mata melihat, hasilnya sedikit bahkan kadang tertipu, misalnya lihat gunung dari jauh cantik, hijau, padahal setelah dekat tidak seperti itu.Bagaimana dengan mereka yang tidak ada kesempatan untk melihat mendengar secara nyata ( Nuwun sewu ) keindahan Alam ???Pernahkah kita ikut memikirkan bagaimana mereka me Rasakan Ke Agungan Ciptaannya ??Darimanakah dia merasakan Adanya Tuhan,,,,Tetep Di *Rasa kan?* Terus bagaimana AKAL mereka bisa Hidup....??apa bearti dengan mata buta terhambat proses pengenalan Tuhannya?Alangkah bersukurnya kalo di pikir bagi mereka yang masih di Karuniai fasilitas Komplit kenapa nggak untuk coba mulai mengenal Tuhan??sebagai catatan *Rasa* tidak disamakan dengan* PERASAAN dalam hal ini .* Kembali ke bahasan Apa yang dilihat oleh mata kepala, kalau Akal kuat memikirkannya, maka akan mendapat ilmu. Kalau melihat benda yang berwarna hijau, akal melihat atau buat kajian. Tetapi yang lebih halus lagi, akal dapat melihat benda bukan hanya yang *lahir dengan apa??*, Di sinilah perlunya *RASA* . Kalau* Akal* tidak didasarkan dengan *RASA*maka akan semakin membutakan *RASA*. Ketika mata melihat, kemudian Akal berfikir, mesti berasaskan *RASA*, akibatnya akan makin banyak berfikir, manusia makin terasa Kehebatan Tuhan. Bila kita sudah sering melakukan itu maka secara *otomatis* bila mata melihat sesuatu, hasilnya akan dapat melihat kebesaran Tuhan. Setelah itu tak perlu berfikir lagi dalam melihat kebesaran Tuhan, langsung te*Rasa*ke dalam jiwa Memang begitulah pertanyaan pertanyaan terkadang terngiang dalam benak yang pada kenyaataanya alangkah baiknya bila kita selalu merasa *Miskin Petunjuk/Kawruh* di hadapan *Tuhan **( Karena kita akan selalu termotivasi utk mencari dan mencari tanpa henti )* daripada kita merasa *KAYA* di hdapan Tuhan ( kita akan berhenti dalam sebuah *KOTAK PIKIRAN DAN AKAL* ) Bagaimanapun saya sangat berteimaksih dan berkesan dengan tulisan sampeyan yang tetap tidak saya punkiri tetap jadikan sebuah *kawruh dan pengertian*buat saya Diharapkan dengan adanya pembahasan begini akan sedikit memberikan inspirasi buat para Pencari dan saya mau menyampaiakn betapa indahnya sebuah pembicaraan jika meletakkan sebuah perbedaan,,dan bicara dengan *RASA *,,,,,,bukan semata *mata pikiran* dan *apalagi perasaan *karena disini tidak mencari siapa yang dan salah,,dan saya tidak mengatakan pendapat saya ini paling benar ,,,saya yakin masih banyak rekan rekan yang lebih mumpuni dalam hal ini , Silahkan lanjut... DODO --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Quote: ** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy ** -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
