|
Ini
menarik sekali.
Kebetulan anak saya yang paling besar di SMA sedang di persimpangan jalan
untuk masa depannya (begitu saya simpulkan dari perbincangan saya dengannya),
apakah akan mengikuti kesenangannya ("bakatnya?") atau mengikuti trend karena
kebetulan nilainya juga bagus-bagus. Sebagai orangtua terus terang saya juga
bingung, karena nilainya bagus rasanya sayang kalau tidak ke jurusan yang dapat
saya banggakan, misalnya kedokteran (just to name it). Di saat lain terbetik
juga pikiran bahwa saya seharusnya menasehatinya agar mengikuti bakatnya saja.
Saya sendiri saat ini hanya menjadi orang kantoran (terjebak? Nggak tahu juga,
but I just enyoy it). Nah, tentu yang jelas setiap orangtua menginginkan yang
terbaik untuk putra-putrinya.
Kalau
seminarnya jadi, saya tertarik sekali untuk dapat hadir.
Salam,
Noor
Hidayat - EL78
Pak Rama, boleh tuh disharing metode "penelusuran
bakat"-nya.
Saya kebetulan termasuk yg suka memperhatikan masalah
pendidikan anak, dan apa yang saya simpulkan bahwa memang sistem sekolah kita
sekarang terlalu berfokus pada kecerdasan matematis dan linguistik.
Sementara sudah ada beberapa type kecerdasan lain yg sudah diidentifikasi para
ahli dan tidak pernah mendapat posisi yang penting di sisdiknas kita.
Padahal, setiap anak dilahirkan dengan "gifted intelligence" yg berbeda,
"power" yg berbeda, shg alangkah malangnya kekuatan tsb harus terhambat oleh
kelemahan2 lainnya. Dan seperti yg anda bilang, fokus kepada kekuatan tsb akan
mempermudah jalan menuju kesuksesan itu tadi (yg kalo boleh saya redefinisikan
sebagai "kepuasan aktualisasi pribadi")
Saya tertarik dgn metoda apa yg bisa memetakan kekuatan
tersembunyi (gifted intelligence) dari seorang anak dgn akurasi yang tinggi.
Karena kesalahan identifikasi bisa berakibat kepada
kesia-siaan waktu dan tenaga.
Kalau ada info lebih lanjut, boleh dong sharing ke
sini...
regards,
hendarwin
Rekan
IA-ITB ysh,
Berkaitan
dengan topik dibawah ini, saya sedang mendalami materi yang sama dengan
referensi buku ”Now Discover Your Strength” yang dibuat oleh para peneliti
dari Gallup Organization beberapa puluh tahun belakangan ini dan dibuku ini
mulai diperkenalkan “ bahasa baru ” tentang bakat seseorang sejak tahun
2002.
Dengan
mengerti bahasa ini maka setiap orang bisa menemukan ”bakat” nya dan dengan
mengasah bakatnya yang bersangkutan dan dapat mencari peran yang sesuai untuk
mendapatkan kinerja maksimum dari dirinya.
Materi inti
sudah saya susun ditambah dengan beberapa bahan motivasi lainnya menjadi bahan
seminar yang kalau beberapa anggauta IA-ITB mau “mendengarkan” bualan saya,
saya bersedia menyampaikannya .
Judul
besarnya “lima sukses enam sempurna”, mulai dari pergeseran Paradigma,
pengertian tentang Sukses, Kiat sukses,Kerjasama maupun Penemuan diri yang
kalau semuanya diberikan memakan waktu minimum 8 jam tapi bisa diringkas dan
dipecah pecah tergantung situasi.
Cuplikan
dari bahan ini pernah diberikan di TF-ITB, Dirgantara Indonesia, Yon I
mahawarman ITB, Salman ITB dlsb.
Makasih
RR
-----Original
Message----- From:
TQR-Taufiqur Rahman [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 02 Juni 2004 15:05 To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [IA-ITB] FW: Dumb Student, Smart
Student
Dari e mail seorang
teman: Buat yg lagi kehilangan
motivasi atau bete ma kerjaan or sekolah, baca ini
deh. Bagus banget utk memotivasi
diri sendiri. Maaf bagi rekan2 yang sudah pernah baca.
Goodluck .......
>Dumb Student, Smart
Student
>Sewaktu kita sekolah
atau kuliah, murid/mahasiswa di kelas dapat
>dibagi dalam 3 kategori
: murid pintar, murid rata-rata dan murid
>bodoh. Setiap orang tua
pasti menginginkan anaknya masuk ke kategori
>pertama yaitu murid yang
pintar dan menghindari yang terakhir atau
>murid bodoh. Orang tua
seringkali mendaftarkan anaknya untuk kursus
>ini, kursus itu agar
nilai anaknya menjadi bagus. Orang tua sering
>kali memfokuskan pada
kelemahan anaknya dan berusaha menutup
>kelemahan anaknya itu.
>
>Pada workshop yang saya
adakan, saya bertanya kepada peserta: jika
>anda mempunyai anak yang
menyukai menggambar tetapi nilai
>matematikanya tidak
bagus. Keuangan anda hanya cukup untuk membiayai
>1 jenis kursus, kursus
apa yang akan anda berikan ke anak anda?
>Hampir semua peserta
menjawab : kursus matematika.
>
>Murid yang pintar
biasanya adalah tipe yang ngotot dalam belajar,
>mereka takut kalau tidak
bisa mengerjakan ujian, stress jika mendapat
>nilai buruk. Tipe murid
inilah yang biasanya ikut les ini dan itu,
>karena mau SEMUA
pelajarannya mendapat nilai baik. Murid yang bodoh
>biasanya adalah tipe
orang yang masabodoh, mereka tidak terlalu
>memikirkan akan dapat
nilai berapa. Murid tipe ini biasanya mempunyai
>SESUATU yang sangat
mereka sukai dan mereka lebih suka melakukan hal
>itu daripada belajar.
Sedangkan murid rata-rata berada di antara 2
>kategori itu.
>
>Di kemudian hari,
siapakah yang akan lebih sukses atau kaya dalam
>kehidupannya ? Sukses di
sini harus dibedakan dengan kaya. Menjadi
>kaya berarti mempunyai
lebih banyak uang, sedangkan sukses berarti
>mengerjakan hal yang
mereka sukai dan menyukai yang mereka kerjakan,
>dan orang-orang
menghargai apa yang mereka kerjakan. Dalam banyak
>kasus, banyak murid yang
bodoh semasa sekolah dan kuliah menjadi
>orang yang sukses, dan
banyak pula yang menjadi sukses dan kaya.
>Sedangkan murid yang
dulu pintar banyak juga yang menjadi kaya tapi
>sedikit yang sukses.
Mengapa demikian ? Karena dari kecil murid yg
>bodoh sudah terbiasa
FOKUS kepada KEKUATAN yg dia miliki, dan tidak
>terlalu perduli dengan
kelemahannya. Sedangkan murid yang pintar
>biasanya TIDAK FOKUS
pada sesuatu, terlebih lagi mereka terbiasa
>mendahulukan perbaikan
pada kelemahan.
>
>Saya mempunyai rekan yg
merupakan contoh nyata dari tipe murid yang
>bodoh ini. Sebut saja
namanya a dan b, keduanya pernah tinggal kelas
>dan termasuk murid yang
tidak perduli dengan nilai bagus, sekarang si
>a menjadi fotografer
professional dgn client dari perusahaan-
>perusahaan terkenal di
Indonesia dan si b menjadi montir professional
>yg disegani di dunia
rally mobil. Ambil contoh lain, Deddy Corbuzier
>semasa sekolah juga
tidak termasuk murid yang cemerlang, tetapi sejak
>kecil telah menunjukkan
kecintaan yg mendalam dengan dunia sulap.
>Sekarang, siapa yang
tidak mengenal Deddy Corbuzier. Contoh lain lagi
>adalah Rhenald Khasali,
beliaupun pernah tinggal kelas sewaktu
>sekolah tetapi sekarang
merupakan salah satu pembicara handal. Di
>lain pihak, yang dulunya
murid yang pintar seringkali berakhir dengan
>bekerja di kantoran,
mungkin mereka menghasilkan banyak uang tetapi
>belum tentu mereka
sukses, karena mereka mungkin tidak terlalu
>menyukai apa yang mereka
kerjakan, hal ini karena dari kecil mereka
>diarahkan untuk
memperbaiki kelemahan dan tidak memperkuat apa
>sebetulnya kekuatan
mereka.
>
>Jika anak anda termasuk
dalam kategori anak pintar, jangan terlalu
>cepat senang dahulu.
Tetaplah gali apa yg ia sukai, apa yg dengan
>senang ia lakukan,
berilah support agar ia juga melakukan hal yg ia
>senangi dan tidak hanya
belajar terus menerus. Sedangkan jika anak
>anda termasuk anak yg
bodoh dan lebih menyukai kesenangannya daripada
>belajar, carilah suatu
alasan mengapa belajar itu juga penting untuk
>mendukung kesenangannya.
Misalnya ia suka sekali dengan dunia
>otomotif, beri
pengertian bahwa seorang ahli otomotif harus mengerti
>bahasa Inggeris supaya
dapat sukses di luar negeri, atau harus
>mengerti matematika agar
nantinya mengerti mesin dengan baik, dsb.
>
>Jika sekarang anda
bekerja sebagai seorang karyawan, andapun tentu
>dibiasakan oleh
perusahaan untuk ditambal kelemahannya. Setiap akhir
>tahun setelah diadakan
penilaian prestasi, pasti ada kelemahan si
>karyawan yang
diperhatikan oleh atasan dan kemudian dibuatkan "Plan
>for Development" dengan
mengikutkan karyawan tersebut pada suatu
>training yang dapat
membantu memperbaiki kelemahannya itu, sedangkan
>untuk kelebihannya hanya
diminta untuk dipertahankan.
>
>Mereka yang hanya
memfokuskan diri pada memperbaiki kelemahan
>biasanya lebih sulit
menemukan impiannya dibandingkan mereka yang
>terbiasa fokus pada
kekuatannya. Jadi jangan terpaku pada kelemahan
>anda, fokuskan perhatian
anda lebih kepada kekuatan anda.
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong
ke [EMAIL PROTECTED]
Members:
1,508
Last Updated: Jun 1, 2004 ------------------------------------------------------------
***** IA-ITB *****
- Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain,
Seni http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB &
99Venus International ------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya
untuk bergabung, minta mereka kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Members:
1,508
Last Updated: Jun 1,
2004 ------------------------------------------------------------
***** IA-ITB
***** -
Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis,
Iptek, Desain, Seni http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus
International ------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk
bergabung, minta mereka kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Members:
1,508
Last Updated: Jun 1,
2004 ------------------------------------------------------------
***** IA-ITB
***** -
Merajut komunitas alumni ITB - Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis,
Iptek, Desain, Seni http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus
International ------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
***** IA-ITB *****
- Merajut komunitas alumni ITB -
Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|