|
Rekan Rama,
Kebetulan anak saya juga baru di SMU dan belum jelas bakat&minatnya kemana setelah itu .....
Bisa dishare file-nya via japri?
tx&rgds,
widi
-------Original Message-------
Date: 06/05/04 08:35:00
Subject: RE: [IA-ITB] FW: Dumb Student, Smart Student
Rekan Hendarwin dan Noorhidayat ysh,
Terimakasih atas ketertarikan anda karena memang saya membutuhkan
"teman" yang tertarik sama masalah yang merupakan "temuan baru" di
Amerika yang biasanya baru rame 8-10 tahun kemudian di sini, karena
temuan ini merupakan Paradigma baru mengenai istilah bakat yang agak
berbeda dengan istilah yang kita kenal selama ini di Psychologi dan
tidak sedikit rekan di psikologi yang masih agak menolak materi ini.
Di psikologi saat ini ada usaha untuk membedakan dengan jelas antara
Bakat, Minat dan Sikap
Di psikologi saat ini ada bakat bakat yang bermakna negatif.
Tema Bakat yang ditemukan oleh Gallup semuanya bermakna positif
Pencipta Tema Bakat dari Gallup adalah juga Para Psycholoog yang
menggunakan pendekatan positive psychologi karena mereka sudah bosan
melihat kecenderungan manusia didunia ini yang selalu melihat sesuatu
dari sisi negatif.
Contoh: bagi kita selama ini "keras kepala" bermakna negatif, begitu
juga orang yang "kuatiran" karena terlalu hati hati dan selalu bertanya
"kalau ini gimana ?kalau itu gimana?".
Bagi Gallup, keras kepala itu bagus kalau saja misalnya dia berperan
sebagai pengacara atau beberapa tipe salesman, karena kalau pengacara
tidak keras kepala maka dapat dipastikan bahwa kinerja akan sangat buruk
Bagi Gallup, orang yang kuatiran/curigaan juga bagus , misalnya kalau
yang bersangkutan berperan sebagai perencana Disaster Recovery, atau
bekerja dibidang yang sangat berkaitan dengan keselamatan atau hukum.
Jadi kuncinya adalah menempati peran yang sesuai dengan bakatnya agar
mendapatkan kinerja yang paling maksimum dan inilah sebenarnya yang
dinamakan "the Right Man on The Right Place"
Melalui japri akan saya kirimkan cuplikan buku yang khusus
mendeskripsikan ke 34 tema bakat dan dengan mengerti ke 34 bakat
tersebut kita bisa melakukan self assesmen untuk menemukan bakat dominan
masing masing.
Saya juga mencoba membuat questioner (walaupun ketepatannya disekitar 80
%) bagi mereka yang belum membaca 34 tema bakat tersebut, dengan mengisi
questioner yang saya buat dalam bentuk excell, anda bisa mendapatkan
hasilnya berupa "peta bakat" dan ini bukan test lho !! karena apapun
hasilnya adalah baik dan membuat anda mengenal diri sendiri dengan lebih
baik untuk menentukan langkah yang terbaik kedepan.
Thanks
RR
-----Original Message-----
Sent: 04 Juni 2004 9:13
Subject: RE: [IA-ITB] FW: Dumb Student, Smart Student
Pak Rama, boleh tuh disharing metode "penelusuran bakat"-nya.
Saya kebetulan termasuk yg suka memperhatikan masalah pendidikan anak,
dan apa yang saya simpulkan bahwa memang sistem sekolah kita sekarang
terlalu berfokus pada kecerdasan matematis dan linguistik. Sementara
sudah ada beberapa type kecerdasan lain yg sudah diidentifikasi para
ahli dan tidak pernah mendapat posisi yang penting di sisdiknas kita.
Padahal, setiap anak dilahirkan dengan "gifted intelligence" yg berbeda,
"power" yg berbeda, shg alangkah malangnya kekuatan tsb harus terhambat
oleh kelemahan2 lainnya. Dan seperti yg anda bilang, fokus kepada
kekuatan tsb akan mempermudah jalan menuju kesuksesan itu tadi (yg kalo
boleh saya redefinisikan sebagai "kepuasan aktualisasi pribadi")
Saya tertarik dgn metoda apa yg bisa memetakan kekuatan tersembunyi
(gifted intelligence) dari seorang anak dgn akurasi yang tinggi.
Karena kesalahan identifikasi bisa berakibat kepada kesia-siaan waktu
dan tenaga.
Kalau ada info lebih lanjut, boleh dong sharing ke sini...
regards,
hendarwin
_____
Sent: Friday, June 04, 2004 6:15 AM
Subject: RE: [IA-ITB] FW: Dumb Student, Smart Student
Rekan IA-ITB ysh,
Berkaitan dengan topik dibawah ini, saya sedang mendalami materi yang
sama dengan referensi buku "Now Discover Your Strength" yang dibuat oleh
para peneliti dari Gallup Organization beberapa puluh tahun belakangan
ini dan dibuku ini mulai diperkenalkan " bahasa baru " tentang bakat
seseorang sejak tahun 2002.
Dengan mengerti bahasa ini maka setiap orang bisa menemukan "bakat" nya
dan dengan mengasah bakatnya yang bersangkutan dan dapat mencari peran
yang sesuai untuk mendapatkan kinerja maksimum dari dirinya.
Materi inti sudah saya susun ditambah dengan beberapa bahan motivasi
lainnya menjadi bahan seminar yang kalau beberapa anggauta IA-ITB mau
"mendengarkan" bualan saya, saya bersedia menyampaikannya .
Judul besarnya "lima sukses enam sempurna", mulai dari pergeseran
Paradigma, pengertian tentang Sukses, Kiat sukses,Kerjasama maupun
Penemuan diri yang kalau semuanya diberikan memakan waktu minimum 8 jam
tapi bisa diringkas dan dipecah pecah tergantung situasi.
Cuplikan dari bahan ini pernah diberikan di TF-ITB, Dirgantara
Indonesia, Yon I mahawarman ITB, Salman ITB dlsb.
Makasih
RR
-----Original Message-----
Sent: 02 Juni 2004 15:05
Subject: [IA-ITB] FW: Dumb Student, Smart Student
Dari e mail seorang teman:
Buat yg lagi kehilangan motivasi atau bete ma kerjaan or sekolah,
baca ini deh.
Bagus banget utk memotivasi diri sendiri. Maaf bagi rekan2 yang
sudah pernah baca.
Goodluck .......
>Dumb Student, Smart Student
>Sewaktu kita sekolah atau kuliah, murid/mahasiswa di kelas dapat
>dibagi dalam 3 kategori : murid pintar, murid rata-rata dan murid
>bodoh. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya masuk ke
kategori
>pertama yaitu murid yang pintar dan menghindari yang terakhir
atau
>murid bodoh. Orang tua seringkali mendaftarkan anaknya untuk
kursus
>ini, kursus itu agar nilai anaknya menjadi bagus. Orang tua
sering
>kali memfokuskan pada kelemahan anaknya dan berusaha menutup
>kelemahan anaknya itu.
>
>Pada workshop yang saya adakan, saya bertanya kepada peserta:
jika
>anda mempunyai anak yang menyukai menggambar tetapi nilai
>matematikanya tidak bagus. Keuangan anda hanya cukup untuk
membiayai
>1 jenis kursus, kursus apa yang akan anda berikan ke anak anda?
>Hampir semua peserta menjawab : kursus matematika.
>
>Murid yang pintar biasanya adalah tipe yang ngotot dalam belajar,
>mereka takut kalau tidak bisa mengerjakan ujian, stress jika
mendapat
>nilai buruk. Tipe murid inilah yang biasanya ikut les ini dan
itu,
>karena mau SEMUA pelajarannya mendapat nilai baik. Murid yang
bodoh
>biasanya adalah tipe orang yang masabodoh, mereka tidak terlalu
>memikirkan akan dapat nilai berapa. Murid tipe ini biasanya
mempunyai
>SESUATU yang sangat mereka sukai dan mereka lebih suka melakukan
hal
>itu daripada belajar. Sedangkan murid rata-rata berada di antara
2
>kategori itu.
>
>Di kemudian hari, siapakah yang akan lebih sukses atau kaya dalam
>kehidupannya ? Sukses di sini harus dibedakan dengan kaya.
Menjadi
>kaya berarti mempunyai lebih banyak uang, sedangkan sukses
berarti
>mengerjakan hal yang mereka sukai dan menyukai yang mereka
kerjakan,
>dan orang-orang menghargai apa yang mereka kerjakan. Dalam banyak
>kasus, banyak murid yang bodoh semasa sekolah dan kuliah menjadi
>orang yang sukses, dan banyak pula yang menjadi sukses dan kaya.
>Sedangkan murid yang dulu pintar banyak juga yang menjadi kaya
tapi
>sedikit yang sukses. Mengapa demikian ? Karena dari kecil murid
yg
>bodoh sudah terbiasa FOKUS kepada KEKUATAN yg dia miliki, dan
tidak
>terlalu perduli dengan kelemahannya. Sedangkan murid yang pintar
>biasanya TIDAK FOKUS pada sesuatu, terlebih lagi mereka terbiasa
>mendahulukan perbaikan pada kelemahan.
>
>Saya mempunyai rekan yg merupakan contoh nyata dari tipe murid
yang
>bodoh ini. Sebut saja namanya a dan b, keduanya pernah tinggal
kelas
>dan termasuk murid yang tidak perduli dengan nilai bagus,
sekarang si
>a menjadi fotografer professional dgn client dari perusahaan-
>perusahaan terkenal di Indonesia dan si b menjadi montir
professional
>yg disegani di dunia rally mobil. Ambil contoh lain, Deddy
Corbuzier
>semasa sekolah juga tidak termasuk murid yang cemerlang, tetapi
sejak
>kecil telah menunjukkan kecintaan yg mendalam dengan dunia sulap.
>Sekarang, siapa yang tidak mengenal Deddy Corbuzier. Contoh lain
lagi
>adalah Rhenald Khasali, beliaupun pernah tinggal kelas sewaktu
>sekolah tetapi sekarang merupakan salah satu pembicara handal. Di
>lain pihak, yang dulunya murid yang pintar seringkali berakhir
dengan
>bekerja di kantoran, mungkin mereka menghasilkan banyak uang
tetapi
>belum tentu mereka sukses, karena mereka mungkin tidak terlalu
>menyukai apa yang mereka kerjakan, hal ini karena dari kecil
mereka
>diarahkan untuk memperbaiki kelemahan dan tidak memperkuat apa
>sebetulnya kekuatan mereka.
>
>Jika anak anda termasuk dalam kategori anak pintar, jangan
terlalu
>cepat senang dahulu. Tetaplah gali apa yg ia sukai, apa yg dengan
>senang ia lakukan, berilah support agar ia juga melakukan hal yg
ia
>senangi dan tidak hanya belajar terus menerus. Sedangkan jika
anak
>anda termasuk anak yg bodoh dan lebih menyukai kesenangannya
daripada
>belajar, carilah suatu alasan mengapa belajar itu juga penting
untuk
>mendukung kesenangannya. Misalnya ia suka sekali dengan dunia
>otomotif, beri pengertian bahwa seorang ahli otomotif harus
mengerti
>bahasa Inggeris supaya dapat sukses di luar negeri, atau harus
>mengerti matematika agar nantinya mengerti mesin dengan baik,
dsb.
>
>Jika sekarang anda bekerja sebagai seorang karyawan, andapun
tentu
>dibiasakan oleh perusahaan untuk ditambal kelemahannya. Setiap
akhir
>tahun setelah diadakan penilaian prestasi, pasti ada kelemahan si
>karyawan yang diperhatikan oleh atasan dan kemudian dibuatkan
"Plan
>for Development" dengan mengikutkan karyawan tersebut pada suatu
>training yang dapat membantu memperbaiki kelemahannya itu,
sedangkan
>untuk kelebihannya hanya diminta untuk dipertahankan.
>
>Mereka yang hanya memfokuskan diri pada memperbaiki kelemahan
>biasanya lebih sulit menemukan impiannya dibandingkan mereka yang
>terbiasa fokus pada kekuatannya. Jadi jangan terpaku pada
kelemahan
>anda, fokuskan perhatian anda lebih kepada kekuatan anda.
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
***** IA-ITB *****
- Merajut komunitas alumni ITB -
Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
***** IA-ITB *****
- Merajut komunitas alumni ITB -
Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
***** IA-ITB *****
- Merajut komunitas alumni ITB -
Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
***** IA-ITB *****
- Merajut komunitas alumni ITB -
Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
oups/S=1705240560:HM/EXP=1086485694/A=2164330/R=0/SIG=11eamf8g4/*http://
s/S=:HM/A=2164330/rand=399330615>
_____
Yahoo! Groups Links
* To visit your group on the web, go to:
* To unsubscribe from this group, send an email to:
* Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
|