Mas RR,
Menarik sekali mengikuti uraiannya tentang "bakat" ... saya juga sedang menghadapi dilema tentang "bakat" dan "memilih sekolah" puteri ke-2 saya.  Gagasan untuk "sharing" saya pikir bagus juga diprakarsai oleh IA-ITB Jakarta.  Untuk permulaan mungkin bagus juga kalau boleh belajar dari anda..melalui tulisan2 anda. Tapi bagus juga kalau kita buat "samll group" seperti pernah dilakukan sekitar 10-15 tahun lay di Pembangunan Jaya utk membahas/berlatih langsung "MOTIF: menjadi orang tua efektif" ...
 
Was,
 
Ibnu Taufan
National Management Consultant
Kecamatan Development Program
 
[EMAIL PROTECTED]  website www.kdp.or.id
(o) +62-21-7988918, 7988918  (f) +62-21-7974712
 
"Tulislah apa yang terbaik dari yang kita dengar,
peliharalah apa yang terbaik dari yang kita tulis,
dan sampaikanlah yang terbaik dari yang kita dengar".
----- Original Message -----
Sent: Friday, June 04, 2004 6:29 PM
Subject: RE: [IA-ITB] FW: Dumb Student, Smart Student

            Rekan Hendarwin dan Noorhidayat ysh,

Terimakasih atas ketertarikan anda karena memang saya membutuhkan �teman� yang tertarik sama masalah yang merupakan �temuan baru� di Amerika yang biasanya baru rame 8-10 tahun kemudian di sini,  karena temuan ini merupakan Paradigma baru mengenai istilah bakat yang agak berbeda dengan istilah yang kita kenal selama ini di Psychologi dan tidak sedikit rekan di psikologi yang masih agak menolak materi ini.

Di psikologi saat ini ada usaha untuk membedakan dengan jelas antara Bakat, Minat dan Sikap

Di psikologi saat ini ada bakat bakat yang bermakna negatif.

Tema Bakat yang ditemukan  oleh Gallup semuanya bermakna positif

Pencipta Tema Bakat dari Gallup adalah juga Para Psycholoog yang menggunakan pendekatan positive psychologi karena mereka sudah bosan melihat kecenderungan manusia didunia ini yang selalu melihat sesuatu dari sisi negatif.

Contoh: bagi kita selama ini �keras kepala� bermakna negatif, begitu juga orang yang �kuatiran� karena terlalu hati hati dan selalu bertanya �kalau ini gimana ?kalau itu gimana?�.

Bagi Gallup, keras kepala itu bagus kalau saja misalnya dia berperan sebagai pengacara atau beberapa tipe salesman, karena kalau pengacara tidak keras kepala maka dapat dipastikan bahwa kinerja akan sangat buruk

Bagi Gallup, orang yang kuatiran/curigaan juga bagus , misalnya kalau yang bersangkutan berperan sebagai perencana Disaster Recovery, atau bekerja dibidang yang sangat berkaitan dengan keselamatan atau hukum.

Jadi kuncinya adalah menempati peran yang sesuai dengan bakatnya agar mendapatkan kinerja yang paling maksimum dan inilah sebenarnya yang dinamakan �the Right Man on The Right Place�

Melalui japri akan saya kirimkan cuplikan buku yang khusus mendeskripsikan ke 34 tema bakat dan dengan mengerti ke 34 bakat tersebut kita bisa melakukan self assesmen untuk menemukan bakat dominan masing masing.

Saya juga mencoba membuat questioner (walaupun ketepatannya disekitar 80 %) bagi mereka yang belum membaca 34 tema bakat tersebut, dengan mengisi questioner yang saya buat dalam bentuk excell, anda bisa mendapatkan hasilnya berupa �peta bakat� dan ini bukan test lho !! karena apapun hasilnya adalah baik dan membuat anda mengenal diri sendiri dengan lebih baik untuk menentukan langkah yang terbaik kedepan.

 

Thanks

 

RR

-----Original Message-----
From: Hendarwin (Jakarta) [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 04 Juni 2004 9:13
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [IA-ITB] FW: Dumb Student, Smart Student

 

Pak Rama, boleh tuh disharing metode "penelusuran bakat"-nya. 

Saya kebetulan termasuk yg suka memperhatikan masalah pendidikan anak, dan apa yang saya simpulkan bahwa memang sistem sekolah kita sekarang terlalu berfokus pada kecerdasan matematis dan linguistik. Sementara sudah ada beberapa type kecerdasan lain yg sudah diidentifikasi para ahli dan tidak pernah mendapat posisi yang penting di sisdiknas kita. Padahal, setiap anak dilahirkan dengan "gifted intelligence" yg berbeda, "power" yg berbeda, shg alangkah malangnya kekuatan tsb harus terhambat oleh kelemahan2 lainnya. Dan seperti yg anda bilang, fokus kepada kekuatan tsb akan mempermudah jalan menuju kesuksesan itu tadi (yg kalo boleh saya redefinisikan sebagai "kepuasan aktualisasi pribadi")

Saya tertarik dgn metoda apa yg bisa memetakan kekuatan tersembunyi (gifted intelligence) dari seorang anak dgn akurasi yang tinggi.

Karena kesalahan identifikasi bisa berakibat kepada kesia-siaan waktu dan tenaga.

Kalau ada info lebih lanjut, boleh dong sharing ke sini...

 

regards,

hendarwin

 


From: Rama Royani [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 04, 2004 6:15 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [IA-ITB] FW: Dumb Student, Smart Student

Rekan IA-ITB ysh,

Berkaitan dengan topik dibawah ini, saya sedang mendalami materi yang sama dengan referensi buku �Now Discover Your Strength� yang dibuat oleh para peneliti dari Gallup Organization beberapa puluh tahun belakangan ini dan dibuku ini mulai diperkenalkan � bahasa baru � tentang bakat seseorang sejak tahun 2002.

Dengan mengerti bahasa ini maka setiap orang bisa menemukan �bakat� nya dan dengan mengasah bakatnya yang bersangkutan dan dapat mencari peran yang sesuai untuk mendapatkan kinerja maksimum dari dirinya.

Materi inti sudah saya susun ditambah dengan beberapa bahan motivasi lainnya menjadi bahan seminar yang kalau beberapa anggauta IA-ITB mau �mendengarkan� bualan saya, saya bersedia menyampaikannya .

Judul besarnya �lima sukses enam sempurna�, mulai dari pergeseran Paradigma, pengertian tentang Sukses, Kiat sukses,Kerjasama maupun Penemuan diri yang kalau semuanya diberikan memakan waktu minimum 8 jam tapi bisa diringkas dan dipecah pecah tergantung situasi.

Cuplikan dari bahan ini pernah diberikan di TF-ITB, Dirgantara Indonesia, Yon I mahawarman ITB, Salman ITB dlsb.

 

Makasih

RR

 

-----Original Message-----
From: TQR-Taufiqur Rahman [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 02 Juni 2004 15:05
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [IA-ITB] FW: Dumb Student, Smart Student

 


      Dari e mail seorang teman:
      Buat yg lagi kehilangan motivasi atau bete ma kerjaan or sekolah, baca ini deh.
      Bagus banget utk memotivasi diri sendiri.  Maaf bagi rekan2  yang sudah pernah baca. 
      Goodluck .......

      >Dumb Student, Smart Student

      >Sewaktu kita sekolah atau kuliah, murid/mahasiswa di kelas dapat

      >dibagi dalam 3 kategori : murid pintar, murid rata-rata dan murid

      >bodoh. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya masuk ke kategori

      >pertama yaitu murid yang pintar dan menghindari yang terakhir atau

      >murid bodoh. Orang tua seringkali mendaftarkan anaknya untuk kursus

      >ini, kursus itu agar nilai anaknya menjadi bagus. Orang tua sering

      >kali memfokuskan pada kelemahan anaknya dan berusaha menutup

      >kelemahan anaknya itu.

      >

      >Pada workshop yang saya adakan, saya bertanya kepada peserta: jika

      >anda mempunyai anak yang menyukai menggambar tetapi nilai

      >matematikanya tidak bagus. Keuangan anda hanya cukup untuk membiayai

      >1 jenis kursus, kursus apa yang akan anda berikan ke anak anda?

      >Hampir semua peserta menjawab : kursus matematika.

      >

      >Murid yang pintar biasanya adalah tipe yang ngotot dalam belajar,

      >mereka takut kalau tidak bisa mengerjakan ujian, stress jika mendapat

      >nilai buruk. Tipe murid inilah yang biasanya ikut les ini dan itu,

      >karena mau SEMUA pelajarannya mendapat nilai baik. Murid yang bodoh

      >biasanya adalah tipe orang yang masabodoh, mereka tidak terlalu

      >memikirkan akan dapat nilai berapa. Murid tipe ini biasanya mempunyai

      >SESUATU yang sangat mereka sukai dan mereka lebih suka melakukan hal

      >itu daripada belajar. Sedangkan murid rata-rata berada di antara 2

      >kategori itu.

      >

      >Di kemudian hari, siapakah yang akan lebih sukses atau kaya dalam

      >kehidupannya ? Sukses di sini harus dibedakan dengan kaya. Menjadi

      >kaya berarti mempunyai lebih banyak uang, sedangkan sukses berarti

      >mengerjakan hal yang mereka sukai dan menyukai yang mereka kerjakan,

      >dan orang-orang menghargai apa yang mereka kerjakan. Dalam banyak

      >kasus, banyak murid yang bodoh semasa sekolah dan kuliah menjadi

      >orang yang sukses, dan banyak pula yang menjadi sukses dan kaya.

      >Sedangkan murid yang dulu pintar banyak juga yang menjadi kaya tapi

      >sedikit yang sukses. Mengapa demikian ? Karena dari kecil murid yg

      >bodoh sudah terbiasa FOKUS kepada KEKUATAN yg dia miliki, dan tidak

      >terlalu perduli dengan kelemahannya. Sedangkan murid yang pintar

      >biasanya TIDAK FOKUS pada sesuatu, terlebih lagi mereka terbiasa

      >mendahulukan perbaikan pada kelemahan.

      >

      >Saya mempunyai rekan yg merupakan contoh nyata dari tipe murid yang

      >bodoh ini. Sebut saja namanya a dan b, keduanya pernah tinggal kelas

      >dan termasuk murid yang tidak perduli dengan nilai bagus, sekarang si

      >a menjadi fotografer professional dgn client dari perusahaan-

      >perusahaan terkenal di Indonesia dan si b menjadi montir professional

      >yg disegani di dunia rally mobil. Ambil contoh lain, Deddy Corbuzier

      >semasa sekolah juga tidak termasuk murid yang cemerlang, tetapi sejak

      >kecil telah menunjukkan kecintaan yg mendalam dengan dunia sulap.

      >Sekarang, siapa yang tidak mengenal Deddy Corbuzier. Contoh lain lagi

      >adalah Rhenald Khasali, beliaupun pernah tinggal kelas sewaktu

      >sekolah tetapi sekarang merupakan salah satu pembicara handal. Di

      >lain pihak, yang dulunya murid yang pintar seringkali berakhir dengan

      >bekerja di kantoran, mungkin mereka menghasilkan banyak uang tetapi

      >belum tentu mereka sukses, karena mereka mungkin tidak terlalu

      >menyukai apa yang mereka kerjakan, hal ini karena dari kecil mereka

      >diarahkan untuk memperbaiki kelemahan dan tidak memperkuat apa

      >sebetulnya kekuatan mereka.

      >

      >Jika anak anda termasuk dalam kategori anak pintar, jangan terlalu

      >cepat senang dahulu. Tetaplah gali apa yg ia sukai, apa yg dengan

      >senang ia lakukan, berilah support agar ia juga melakukan hal yg ia

      >senangi dan tidak hanya belajar terus menerus. Sedangkan jika anak

      >anda termasuk anak yg bodoh dan lebih menyukai kesenangannya daripada

      >belajar, carilah suatu alasan mengapa belajar itu juga penting untuk

      >mendukung kesenangannya. Misalnya ia suka sekali dengan dunia

      >otomotif, beri pengertian bahwa seorang ahli otomotif harus mengerti

      >bahasa Inggeris supaya dapat sukses di luar negeri, atau harus

      >mengerti matematika agar nantinya mengerti mesin dengan baik, dsb.

      >

      >Jika sekarang anda bekerja sebagai seorang karyawan, andapun tentu

      >dibiasakan oleh perusahaan untuk ditambal kelemahannya. Setiap akhir

      >tahun setelah diadakan penilaian prestasi, pasti ada kelemahan si

      >karyawan yang diperhatikan oleh atasan dan kemudian dibuatkan "Plan

      >for Development" dengan mengikutkan karyawan tersebut pada suatu

      >training yang dapat membantu memperbaiki kelemahannya itu, sedangkan

      >untuk kelebihannya hanya diminta untuk dipertahankan.

      >

      >Mereka yang hanya memfokuskan diri pada memperbaiki kelemahan

      >biasanya lebih sulit menemukan impiannya dibandingkan mereka yang

      >terbiasa fokus pada kekuatannya. Jadi jangan terpaku pada kelemahan

      >anda, fokuskan perhatian anda lebih kepada kekuatan anda.

    



***

Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Members: 1,508                   Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
                   ***** IA-ITB *****
            - Merajut komunitas alumni ITB -
  Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
         http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB

     Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------





***

Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Members: 1,508                   Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
                   ***** IA-ITB *****
            - Merajut komunitas alumni ITB -
  Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
         http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB

     Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------




***

Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Members: 1,508                   Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
                   ***** IA-ITB *****
            - Merajut komunitas alumni ITB -
  Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
         http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB

     Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------






***

Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Members: 1,508                   Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
                   ***** IA-ITB *****
            - Merajut komunitas alumni ITB -
  Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
         http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB

     Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------





***

Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Members: 1,508                   Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
                   ***** IA-ITB *****
            - Merajut komunitas alumni ITB -
  Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
         http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB

     Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke