Rekan IA-ITB ysh,
Berkaitan dengan topik dibawah ini, saya sedang mendalami materi
yang sama dengan referensi buku ”Now Discover Your Strength” yang
dibuat oleh para peneliti dari Gallup Organization beberapa puluh tahun
belakangan ini dan dibuku ini mulai diperkenalkan “ bahasa baru ”
tentang bakat seseorang sejak tahun 2002.
Dengan mengerti bahasa ini maka setiap orang bisa menemukan ”bakat”
nya dan dengan mengasah bakatnya yang bersangkutan dan dapat mencari peran yang
sesuai untuk mendapatkan kinerja maksimum dari dirinya.
Materi inti sudah saya susun ditambah dengan beberapa bahan
motivasi lainnya menjadi bahan seminar yang kalau beberapa anggauta IA-ITB mau “mendengarkan”
bualan saya, saya bersedia menyampaikannya .
Judul besarnya “lima sukses enam sempurna”, mulai dari
pergeseran Paradigma, pengertian tentang Sukses, Kiat sukses,Kerjasama maupun Penemuan
diri yang kalau semuanya diberikan memakan waktu minimum 8 jam tapi bisa
diringkas dan dipecah pecah tergantung situasi.
Cuplikan dari bahan ini pernah diberikan di TF-ITB, Dirgantara Indonesia, Yon I mahawarman ITB, Salman ITB dlsb.
Makasih
RR
-----Original Message-----
From: TQR-Taufiqur Rahman
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 02 Juni 2004 15:05
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [IA-ITB] FW: Dumb
Student, Smart Student
Dari e mail seorang
teman:
Buat yg lagi
kehilangan motivasi atau bete ma kerjaan or sekolah, baca ini deh.
Bagus banget utk
memotivasi diri sendiri. Maaf bagi rekan2 yang sudah pernah
baca.
Goodluck .......
>Dumb Student,
Smart Student
>Sewaktu kita
sekolah atau kuliah, murid/mahasiswa di kelas dapat
>dibagi dalam 3
kategori : murid pintar, murid rata-rata dan murid
>bodoh. Setiap
orang tua pasti menginginkan anaknya masuk ke kategori
>pertama yaitu
murid yang pintar dan menghindari yang terakhir atau
>murid bodoh.
Orang tua seringkali mendaftarkan anaknya untuk kursus
>ini, kursus itu
agar nilai anaknya menjadi bagus. Orang tua sering
>kali
memfokuskan pada kelemahan anaknya dan berusaha menutup
>kelemahan
anaknya itu.
>
>Pada workshop
yang saya adakan, saya bertanya kepada peserta: jika
>anda mempunyai
anak yang menyukai menggambar tetapi nilai
>matematikanya
tidak bagus. Keuangan anda hanya cukup untuk membiayai
>1 jenis kursus,
kursus apa yang akan anda berikan ke anak anda?
>Hampir semua
peserta menjawab : kursus matematika.
>
>Murid yang
pintar biasanya adalah tipe yang ngotot dalam belajar,
>mereka takut
kalau tidak bisa mengerjakan ujian, stress jika mendapat
>nilai buruk.
Tipe murid inilah yang biasanya ikut les ini dan itu,
>karena mau
SEMUA pelajarannya mendapat nilai baik. Murid yang bodoh
>biasanya adalah
tipe orang yang masabodoh, mereka tidak terlalu
>memikirkan akan
dapat nilai berapa. Murid tipe ini biasanya mempunyai
>SESUATU yang
sangat mereka sukai dan mereka lebih suka melakukan hal
>itu daripada
belajar. Sedangkan murid rata-rata berada di antara 2
>kategori itu.
>
>Di kemudian
hari, siapakah yang akan lebih sukses atau kaya dalam
>kehidupannya ?
Sukses di sini harus dibedakan dengan kaya. Menjadi
>kaya berarti
mempunyai lebih banyak uang, sedangkan sukses berarti
>mengerjakan hal
yang mereka sukai dan menyukai yang mereka kerjakan,
>dan orang-orang
menghargai apa yang mereka kerjakan. Dalam banyak
>kasus, banyak
murid yang bodoh semasa sekolah dan kuliah menjadi
>orang yang
sukses, dan banyak pula yang menjadi sukses dan kaya.
>Sedangkan murid
yang dulu pintar banyak juga yang menjadi kaya tapi
>sedikit yang
sukses. Mengapa demikian ? Karena dari kecil murid yg
>bodoh sudah
terbiasa FOKUS kepada KEKUATAN yg dia miliki, dan tidak
>terlalu perduli
dengan kelemahannya. Sedangkan murid yang pintar
>biasanya TIDAK
FOKUS pada sesuatu, terlebih lagi mereka terbiasa
>mendahulukan
perbaikan pada kelemahan.
>
>Saya mempunyai
rekan yg merupakan contoh nyata dari tipe murid yang
>bodoh ini.
Sebut saja namanya a dan b, keduanya pernah tinggal kelas
>dan termasuk
murid yang tidak perduli dengan nilai bagus, sekarang si
>a menjadi
fotografer professional dgn client dari perusahaan-
>perusahaan
terkenal di Indonesia dan si b menjadi montir professional
>yg disegani di
dunia rally mobil. Ambil contoh lain, Deddy Corbuzier
>semasa sekolah
juga tidak termasuk murid yang cemerlang, tetapi sejak
>kecil telah
menunjukkan kecintaan yg mendalam dengan dunia sulap.
>Sekarang, siapa
yang tidak mengenal Deddy Corbuzier. Contoh lain lagi
>adalah Rhenald
Khasali, beliaupun pernah tinggal kelas sewaktu
>sekolah tetapi
sekarang merupakan salah satu pembicara handal. Di
>lain pihak,
yang dulunya murid yang pintar seringkali berakhir dengan
>bekerja di
kantoran, mungkin mereka menghasilkan banyak uang tetapi
>belum tentu
mereka sukses, karena mereka mungkin tidak terlalu
>menyukai apa
yang mereka kerjakan, hal ini karena dari kecil mereka
>diarahkan untuk
memperbaiki kelemahan dan tidak memperkuat apa
>sebetulnya kekuatan
mereka.
>
>Jika anak anda
termasuk dalam kategori anak pintar, jangan terlalu
>cepat senang
dahulu. Tetaplah gali apa yg ia sukai, apa yg dengan
>senang ia
lakukan, berilah support agar ia juga melakukan hal yg ia
>senangi dan
tidak hanya belajar terus menerus. Sedangkan jika anak
>anda termasuk
anak yg bodoh dan lebih menyukai kesenangannya daripada
>belajar,
carilah suatu alasan mengapa belajar itu juga penting untuk
>mendukung kesenangannya.
Misalnya ia suka sekali dengan dunia
>otomotif, beri
pengertian bahwa seorang ahli otomotif harus mengerti
>bahasa Inggeris
supaya dapat sukses di luar negeri, atau harus
>mengerti
matematika agar nantinya mengerti mesin dengan baik, dsb.
>
>Jika sekarang
anda bekerja sebagai seorang karyawan, andapun tentu
>dibiasakan oleh
perusahaan untuk ditambal kelemahannya. Setiap akhir
>tahun setelah
diadakan penilaian prestasi, pasti ada kelemahan si
>karyawan yang
diperhatikan oleh atasan dan kemudian dibuatkan "Plan
>for
Development" dengan mengikutkan karyawan tersebut pada suatu
>training yang
dapat membantu memperbaiki kelemahannya itu, sedangkan
>untuk
kelebihannya hanya diminta untuk dipertahankan.
>
>Mereka yang
hanya memfokuskan diri pada memperbaiki kelemahan
>biasanya lebih
sulit menemukan impiannya dibandingkan mereka yang
>terbiasa fokus
pada kekuatannya. Jadi jangan terpaku pada kelemahan
>anda, fokuskan
perhatian anda lebih kepada kekuatan anda.
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Members:
1,508
Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
***** IA-ITB *****
- Merajut komunitas alumni ITB -
Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek,
Desain, Seni
http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB
& 99Venus International
------------------------------------------------------------
***
Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Members: 1,508 Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
***** IA-ITB *****
- Merajut komunitas alumni ITB -
Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB
Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links